Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Patuh Suami


__ADS_3

Sejak saat itu, Bu Ida bekerja di warung nasi padang milik Bu Hesty. Bahkan ia sangat antusias sekali dalam bekerja. Bu Hesty merasa iba melihat kondisi sahabatnya itu.


"Coba saja jika pada waktu itu kamu mendengarkan apa yang aku katakan. Kamu tidak akan hidup sengsara seperti ini. Di masa tuamu harus banting tulang mencari nafkah sendiri. Padahal dulu pada saat kamu masih akur dengan Meysa, selalu saja pamer tentang apa saja yang Meysa belikan untukmu."


"Memang kehidupan ini tidak ada yang tahu kedepannya akan seperti apa. Tapi aku sangat menyayangkan dengan apa yang dilakukan oleh Ida terhadap Meysa. Padahal aku saja yang tidak punya keturunan ingin sekali memiliki seorang anak, tetapi Ida yang sudah mempunyai anak sebaik dan sepatuh Meysa malah disakitinya."


Bu Hesty hidup hanya dengan suaminya saja, mereka tidak memiliki keturunan satu pun hingga memutuskan untuk mengadopsi anak dari salah satu saudara suaminya.


Bu Hesty dan suaminya sepakat untuk mengadopsi dua orang anak dari salah satu saudaranya yang memiliki anak begitu banyak, tetapi kondisi ekonominya tidaklah mampu.


Sepasang suami istri ini melakukan hal tersebut karena mereka benar-benar menginginkan anak di dalam kehidupan mereka. Tetapi yang Kuasa berkehendak lain, karena mereka diprediksi mandul hingga tidak bisa mempunyai keturunan sampai detik ini.


Bu Hesty terus saja menatap Bu Ida yang saat ini sedang melayani para pembeli di warung nasi padang salah satu miliknya. Bahkan di dalam hatinya ingin sekali mendamaikan pertikaian yang terjadi antara Bu Ida dan Meysa.


Tetapi sebelum ia melakukan keinginannya tersebut, ia terlebih dahulu ingin meminta pendapat dari suaminya. Karena selama menikah, ia tidak pernah mengambil suatu keputusan secara sepihak. Selalu saja ia membicarakannya terlebih dahulu dengan suaminya.


Bu Hesty melangkah pergi keluar dari warung nasi padangnya tersebut. Ia pun pulang ke rumah yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari warung nasi padang miliknya.


Sesampainya di rumah, ia mencari keberadaan suaminya yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya.


Suaminya memiliki dua perusahaan, tetapi masing-masing perusahaannya dikelola dan dipimpin oleh kedua anak angkatnya. Ia hanya di rumah saja memantau kinerja kedua anaknya tersebut.


"Ayah, ternyata ada di sini. Ibu mencari kemana-mana dari tadi," tegurnya.

__ADS_1


"Loh, memangnya ibu tidak ke warung? apa sedang kurang enak badan sehingga pulang?" suaminya malah balik bertanya.


"Aku sehat kok, ayah. Hanya saja ada yang ingin aku bicarakan denganmu, ayah. Tapi apa ayah sedang tidak sibuk ya?"


Bu Hesty merasa ragu ingin mengatakan tentang kegelisahan hatinya, karena ia khawatir mengganggu kesibukan suaminya yang sedang berkutat dengan laptopnya.


"Katakan saja, Ibu. Ayah sedang tidak sibuk kok, hanya mengecek beberapa berkas yang sempat dikirim oleh kedua anak kita saja, itu bisa dilanjutkan nanti lagi. Ayah jadi penasaran dengan apa yang ingin Ibu bicarakan lho."


Ucapnya seraya menutup laptopnya.


Akhirnya Bu Hesty mengajak suaminya untuk sejenak percengkrama. Ia pun duduk di kursi tepatnya di samping suaminya.


Bu Hesty mulai menceritakan tentang kisah yang dialami oleh Bu Ida, karena sebelumnya suaminya belum mengetahui akan hal ini. Bahkan suaminya juga tidak tahu jika saat ini Bu Ida bekerja di salah satu warung nasi padang miliknya.


Bu Hesty meminta sebuah saran dari suaminya, apakah kiranya ia mengizinkan jika dirinya ingin berusaha membantu mendamaikan antara ibu dan anak tersebut.


"Ibu, ayah baru tahu tentang kisah sahabat baikmu tersebut. Tetapi jika Ibu memang ingin mendengarkan saran dari ayah, maka dengarkan apa yang ingin ayah katakan ya."


Bu Hesty tidak merespon perkataan dari suaminya dengan membalas perkataan, tetapi ia hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


Mulailah suaminya mengatakan apa yang ingin ia katakan terhadap Bu Hesty, tentang permasalahan yang menimpa Bu Ida dan tentang keinginan istrinya tersebut untuk mendamaikan antara ibu dan anak tersebut.


"Ibu, kalau menurut ayah, itu kan masalah pribadi Bu Ida dan Meysa, jadi sebaiknya Ibu tidak usah ikut campur. Biarkan saja mereka yang menyelesaikan permasalahannya. Rasanya tidak etis jika Ibu turut campur hanya ingin mendamaikan ibu dan anak tersebut. Yang terpenting saat ini Ibu telah membantu Bu Ida mendapatkan satu pekerjaan, itu saja sudah cukup menurut ayah sih," ucap suaminya yang tak setuju dengan keinginan Bu Hesty.

__ADS_1


Mendengar apa yang disarankan oleh suaminya, tak lantas membuat Bu Hesty menjadi kecewa karena keinginannya tersebut tidak bisa ia lakukan, melainkan harus dibatalkan begitu saja.


"Baiklah ayah, ibu akan menuruti saran dari ayah. Sebelumnya ibu minta maaf ya, karena terlalu sok ingin menjadi pahlawan dalam kehidupan pribadi Ibu Ida. Tetapi setelah mendengar saran dari Ayah, Ibu menjadi yakin dan memantapkan diri untuk tidak ikut campur dalam kehidupan keluarga Bu Ida."


Suaminya sangat senang mendengar perkataan dari Bu Hesty. Ia bangga pada istrinya tersebut, yang tak pernah membangkang jika di beri suatu saran atau nasehat. Bu Hesty selalu patuh pada suaminya.


Setelah bercengkrama cukup lama, Bu Hesty meninggalkan ruang kerja suaminya. Dan ia memutuskan untuk mengecek cabang warung nasi Padang di dua tempat lainya.


Dia tidak pergi sendiri, tetsoi mengajak serta salah satu asisten pribadinya untuk mengemudikan mobilnya.


*********


Perjalanan waktu cepat sekali berlalu. Tak terasa satu bulan sudah Bu Ida bekerja di warung nasi Padang milik Bu Hesty. Dan saat ini, ia mendapatkan gaji yang lumayan untuk menunjang kehidupannya.


"Ida,ini gaji pertamamu ya."


Bu Ida menerima gaji pertama yang di berikan oleh Bu Hesty padanya, dan tanpa lupa mengucapkan terima kasih. Tetapi pada saat ia membuka amplop tersebut, ia memicingkan alisnya.


"Hesty, sepertinya gagi darimu lebih banyak loh. Apa kamu lupa tidak menghitungnya terlebih dahulu?" tanya Bu Ida pada saat melihat nominal gajinya.


Bu Hesty hanya tersenyum menanggapi keterkejutan Bu Ida melihat gajinya. Ia pun menjelaskan bahwa ia sengaja melebihkan gajinya untuk membayar kontrakan Bu Ida.


Bu Ida pun menjadi terharu dengan apa yang barusan di katakan oleh Bu Hesty. Di kala semua teman baiknya pergi dan menjauh darinya. Tetapi tidak dengan Bu Hesty. Ia justru membantunya.

__ADS_1


"Hesty, kamu memang benar-benar teman yang sejati. Tidak menghakimi kesalahan diriku. Tetapi kamu malah selalu memberikan pertolongan padaku serta nasehat dan penghiburan. Jika tanpa ada bantuan darimu, entah bagaimana kehidupan diriku ini," ucap Bu Ida dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2