
Yudha merasa sangat kesal sekali pada saat tahu semua karyawan di kantor risgn. Ia tak habis pikir dengan mereka semua.
"Jika semua risgn, lantas sama sekali tidak ada yang bekerja. Dan secara aku tidak akan mendapatkan uang dong? aku harus bagaimana ini? tak mungkin juga aku mengurus kantor seorang diri saja."
"Heran, sebenarnya ada apa dengan mereka semua? padahal aku selalu membayar gaji mereka tepat waktu dan tidak pernah kurang juga."
"Dasar orang-orang bodoh! di beri pekerjaan yang enak malah pada kabur seperti ini. Sebaiknya aku lekas buka informasi membutuhkan karyawan untuk di kantor."
"Jika kantor tutup terlalu lama, aku yang akan rugi juga. Tidak ada pemasukan untukku. Dan akhirnya aku tidak akan bisa bersenang-senang dengan para wanitaku."
Saat itu juga Yudha bergegas pergi melihat kantornya. Dan benar sekali, suasana di kantornya sangat sepi sekali. Sama sekali tidak ada orang, bahkan security pun sudah risgn.
Namun pada saat ia akan membuka ruangan demi ruangan. Ternyata kuncinya tidak bisa untuk membuka. Yudha merasa kesal, karena sudah berusaha berkali-kali tetapi tetap tidak berhasil juga.
"Heran, kenapa ruangan para karyawan dan juga ruanganku tidak bisa di buka ya?"
Selagi dirinya bingung, ada seseorang menepuk bahunya begitu keras hingga membuat dirinya terhenyak kaget. Yudha pun segera menoleh ke orang tersebut. Yakni seorang pria yang berperawakan tinggi dan masih muda seusia dirinya. Pria ini sudah tidak asing lagi baginya.
"Kamu, kenapa kamu tiba-tiba ada di dalam kantorku?" tanya Yudha menatap pria ini tak suka.
"Hey, masih saja kamu bermimpi jika kantor ini punyamu? kamu hanya seorang benalu dan juga perampas haly orang! kantor ini sudah menjadi milikku! dan ini semua surat-suratnya."
Pemuda itu menunjukkan semua surat penting kepemilikan kantor tersebut pada Yudha. Dan Yudha tak tinggal diam, ia pun segera mengeceknya.
"Heh, bagaimana bisa kamu mendapatkan semua surat ini?" tanya Yudha kesal.
__ADS_1
"Kamu ingin tahu aku dapat dari mana? dari seseorang yang pernah menjadi salah satu pacarmu. Hem, kamu tidak akan ingat karena pacarmu banyak dan tak terhitung. Sudahlah, tak usah lagi kamu bertanya. Sebaiknya kamu lekas pergi dari kantorku! jika tidak aku akan berbuat kasar!"
Pemuda itu mengancam Yudha. Akan tetapi ia sama sekali tidak merasa takut atau gentar, ia seolah diam dan menantang pemuda itu.
"Jangan seenaknya kamu mengusirku, hanya karena kamu telah membawa bukti kepemilikan perusahaan ini. Aku tidak akan pergi karena kantor ini milikku dan tidak akan ada satu orang pun yang akan bisa mengusirku sendiri dari kantorku!"
Pemuda ini sudah tidak bisa memendam amarahnya lagi dan ia pun segera meminta anak buahnya untuk segera mengusir paksa Yudha. Tetapi Yudha tetap tidak mau pergi, justru ia terus saja bertahan dari tempat dirinya berdiri. Hingga para anak buah pemuda itu, secara paksa mengangkat tubuh Yudha.
'Heh, apa-apaan ini! ingat ya, aku tidak akan tinggal diam, tapi akan aku laporkan dirimu ke pihak yang berwajib karena telah merebut perusahaanku secara paksa!" ancam Yudha yang saat ini sedang di angkat tubuhnya oleh salah satu anak buah pemuda itu.
Yudha terus saja meronta dan pada saat sampai di pelataran kantor. Yudha di turunkan begitu saja hingga dirinya terjatuh.
Ia begitu kesal dibuatnya, karena bisa merasa telah di permalukan oleh pemuda yang sudah tak asing lagi baginya.
"Sialan! ternyata selama ini asisten pribadiku telah berkhianat. Lancang sekali dia menjual perusahaanku! aku tidak akan tinggal diam karena aku akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib, saat ini juga!"
"Aku yakin saat ini Yudha sedang berniat akan melaporkan aku ke kantor polisi. Dengan beginilah, dia menggali lubangnya sendiri," batinnya.
Apa yang sempat ada di pikiran pemuda ini benar adanya. Yudha saat ini sudah ada di sebuah aparat kepolisian. Dia pun segera melaporkan semua tindakan pemuda itu dan asisten pribadinya yang sudah risgn.
Padahal asisten pribadinya sama sekali tidak tahu menahu akan hal itu. Justru yang melakukan hal itu adalah salah satu wanita yang pernah menjadi pacar, Yudha.
Seorang wanita cantik yang pernah ia pacari dan ia cintai selama ini. Wanita ini yang selalu membuat Yudha tak bisa tidur. Karena ia sama sekali tidak berhasil membuat wanita ini memberikan sesuatu yang berharga bagi dirinya. Wanita ini bisa menjaga kehormatan dirinya hingga tidak sampai terenggut oleh pria playboy seperti Yudha.
Tanpa ada rasa sungkan, Yudha melaporkan semua nya para aparat kepolisian. Sebenarnya aparat kepolisian ini sudah terlebih dahulu tahu maksud dan tujuan Yudha datang. Karena ia juga telah bekerja sama dengan pemuda yang membeli perusahaan tersebut.
__ADS_1
Namun ia memang sengaja berpura-pura mencatat laporan dari Yudha. Hingga membuat Yudha benar-benar percaya jika kasusnya akan segera di tangani.
Setelah cukup lama Yudha berada di kantor polisi. Ia pun berpamitan pulang. Di dalam hatinya merasa sangat puas, dan ia sangat yakin jika perusahaannya akan segera kembali ke tangannya.
"Hem, lihat saja sampai sejauh mana kamu akan bertahan! aku yakin cepat atau lambat kamu akan mendekam di dalam penjara untuk kasus yang kamu mu laporkan ini."
Sementara pihak kepolisian menelpon pemuda itu dan mengatakan banyak hal jika barusan Yudha datang.
"Haaaa... ternyata apa yang barusan aku pikirkan benar adanya. Aku memang selalu tepat dan tak pernah meleset sama sekali."
"Yudha-Yudha, bukti apa yang akan kamu berikan nanti di kantor polisi jika kita bertemu? karena semua bukti kepemilikan perusahaan ada di tanganku. Bahkan nanti yang pihak kepolisian mengira kamu ini pembohong dan pembual!"
Pemuda ini sama sekali tidak gentar dengan Yudha. Karena sebelumnya ia memang sudah ingin membuat jera Yudha dan jika perlu menjebloskannya ke dalam penjara.
******
Pagi menjelang, Yosep menceritakan tentang hasil penyelidikannya tentang Yudha pada Meysa.
"Sayang, ternyata selama ini mantan suamimu itu selalu saja membawa wanita setiap harinya ke rumah."
"Dan perginya Ibumu juga karena ia sudah tak ingin lagi melihat apa yang setiap hari Yudha perbuat dengan semua para wanitanya. "
"Bahkan selama ini ibumu di jadikan sebagai asisten rumah tangga oleh Yudha."
Meysa benar-benar iba pada ibunya setelah mendengar ceritanya dari suaminya.
__ADS_1
"Mas, terima kasih ya. Kamu telah bersusah payah menyelidiki semua ini. Kini aku sudah tidak penasaran lagi tentang perginya ibu." ucapnya seraya tersenyum.