Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Akhir Cerita


__ADS_3

Hingga pada akhirnya Meysa pun memutuskan untuk mengikhlaskan semua yang pernah terjadi di masa lalu. Ia juga tak ingin dirinya terbelenggu oleh masa lalu. Hingga saat itu juga, ia mengajak suaminya untuk segera pergi menjemput Ibu Ida.


"Alhamdulillah, akhirnya istriku bisa menerima ibunya lagi. Dan semoga Bu Ida juga benar-benar telah berubah," batin Yosep.


Saat itu juga ia bersama Meysa menyambangi rumah kontrakan Bu Ida. Kebetulan Bu Ida sedang bersantai di depan rumah kontrakannya, karena hari ini ia tidak bekerja di warung makan karena hari Minggu. Dan ini jatah libur dirinya.


Walaupun hari Minggu, warung makan nasi Padang milik Bu Hesty tak pernah tutup. Hanya saja para pelayannya selalu bergantian dalam mengambil liburan.


"Meysa dan suaminya? untuk apa mereka datang kemari ya?" batin Bu Ida seraya terperangah pada saat melihat kedatangan Meysa dan Yosep.


Bahkan ia terlihat panik dan salah tingkah pada saat Meysa dan suaminya semakin mendekati dirinya.


"Ibu, apa kabar?" sapa Meysa dengan bibir gemetar.


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana kabarmu?" Bu Ida juga terlihat gugup dan gemetaran.


"Alhamdulillah, kami sekeluarga baik," ucap Meysa.


"Mari masuk, biar ngobrolnya lebih nyaman."

__ADS_1


Ajak Bu Ida seraya ia bangkit dari duduknya dan melangkah masuk menuju ke ruang tamu. Baik Meysa maupun Yosep mengikuti langkah kaki Bu Ida, mereka juga menghempaskan pantatnya di kursi kayu yang ada di ruang tamu.


"Ada apa kamu datang kemari, Meysa?" tanya Bu Ida memecahkan keheningan.


"Bu, setelah sekian lama aku berperang dengan hatiku sendiri. Dimana aku tak bisa melupakan segala apa yang telah ibu lakukan padaku. Tetapi hati ini malah terus saja ingin bertemu dengan ibu."


"Bu, aku datang kemari karena ingin mengajak ibu pulang ke rumah. Mengajak ibu tinggal bersama dengan kami."


Mendengar apa yang di katakan oleh Meysa, Bu Ida masuk belum percaya. Ia diam saja dan terpaku. Matanya berkaca-kaca, bibirnya kelu dan lidahnya seraya tercekat.


"Ya Allah, apakah ini hanya mimpi? karena yang aku tahu, Meysa itu sangat benci dengan diriku dan sangat susah untuk memberikan pintu maaf padaku," batin Bu Ida.


"Bukan begitu, Meysa. Ibu merasa tidak pantas saja tinggal bersama denganmu, setelah apa yang ibu perbuat padamu," ucap Bu Ida tertunduk malu.


"Hem, begini saja. Bagaimana kalau ibu tinggal di rumah dekat rumah kami. Karena kebetulan di samping rumah kami, adalah rumah kami juga. Sudah kami beli, Bu," saran Yosep.


"Bagaimana, sayang? begitu atau kamu inginnya ibu satu atap dengan kita?" tanya Yosep khawatir apa yang ia katakan tak di setujui oleh Meysa.


Meysa tersenyum," aku setuju kok, mas. Entah dengan ibu, setuju atau tidak."

__ADS_1


Pandangan mata Meysa tertuju pada Bu Ida. Hingga Bu Ida kembali salah tingkah," ya kalau seperti itu ibu mau. Tapi bagaimana dengan pekerjaan ibu? karena jauh dari warung nasi Padang milik Bu Hesty?"


"Bu, nggak usah bekerja lagi, aku ingin ibu menemani cucu-cucu ibu saja, mau kan?" tanya Meysa ragu.


"Mau sekali, Meysa. Ini yang ibu inginkan sejak dulu."


Saat itu juga Bu Ida mengemasi semua pakaiannya dan ia tak lupa berpamitan pada pemilik kontrakan serta mengembalikan kunci rumah kontrakan tersebut.


Bu Ida di temani oleh Meysa dan Yosep datang menyambangi rumah Bu Hesty untuk berpamitan dan sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepadanya yang telah menolong Bu Ida hingga tidak sampai hidup di jalanan.


********


Sejak saat itu Bu Ida tinggal di rumah di samping rumah Meysa. Hampir setia hari dia selalu mengawasi kinerja dia baby sister yang merawat kedua anak Meysa.


Sementara Meysa telah memutuskan untuk bekerja kembali. Karena ia sudah tenang, anak-anaknya sudah ada yang menjaga dan memantau.Ia percaya penuh dengan Bu Ida.


Kini hidup mereka rukun dan damai, Bu Ida juga sudah benar-benar sadare akan kesalahannya dan juga benar-benar bertaubat.


********T. A. M. A. T**********

__ADS_1


__ADS_2