Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ternyata Ibuku Selingkuhan Suamiku
Kembali Lagi Yosep Mengutarakan Cintanya


__ADS_3

Pagi menjelang, Meysa segera membawa bayi malang itu ke kantor polisi. Dia datang melapor minta di temani oleh Yosep. Karena menurut dirinya, hanya Yosep yang bisa ia percaya.


Sebelum sampai di kantor polisi, Meysa menceritakan terlebih dahulu di rumah apa yang semalam telah terjadi. Bagaimana ia bisa menemukan bayi itu pada Yosep. Supaya setelah sampai di kantor polisi, tidak terjadi suatu kebingungan pada, Yosep.


Hingga pada saat di kantor polisi, Yosep dengan mudah membantu menjelaskan pada aparat kepolisian tentang bagaimana awal mula Meysa menemukan bayi tersebut.


Pihak kepolisian akan mengusut kasus penemuan bayi tersebut. Dan bahkan pihak kepolisian mengizinkan Meysa untuk sejenak merawat bayi tersebut sebelum di ketemukannya ibu sang bayi.


Namun hingga berhari-hari, kasus si bayi tidak ada kejelasan. Bahkan Meysa sampai datang kembali ke kantor polisi untuk menanyakan bagaimana perkembangan dari pihak yang berwajib dalam menyelidiki kasus sang bayi.


Pihak berwajib mengatakan bahwa tidak ada petunjuk yang kuat untuk bisa menangkap orang yang telah meletakkan bayi tersebut di depan pintu gerbang rumah, Meysa. Hingga kasus tersebut terpaksa di tutup, dan penyelidikan juga di hentikan terlebih dahulu.


Jika suatu saat ada kabar tentang ibu si bayi atau pelaku yang meletakkan bayi itu, pihak kepolisian akan segera menghubungi Meysa.


"Pak, apa boleh saya mengadopsi anak ini terlebih dahulu. Jika suatu saat nanti ada kabar tentang ibu si bayi, hubungi saya saja. Karena saya tak tega jika bayi malang ini harus tinggal di sebuah panti asuhan," Meysa meminta izin pada pihak kepolisian.


"Baiklah, nona. Kami akan memberikan izin bahkan akan membantu anda untuk membuat surat adopsi anak. Dan jika memang suatu saat nanti ada kabar terbaru tentang bayi tersebut, kami pasti akan memberi tahu pada anda, nona."


Di dampingi Yosep, Meysa pun membuat surat adopsi anak. Dan bahkan pihak kepolisian membantunya. Satu jam lamanya, berada di kantor polisi. Meysa dan Yosep di izinkan untuk pulang.

__ADS_1


Untuk sementara waktu, surat adopsi anak sedang dalam proses terlebih dahulu.


"Meysa, apa kamu yakin akan merawat bayi itu? sedangkan kamu tak tahu bayi itu anak siapa?" tanya Yosep.


"Memangnya aku harus tahu dulu siapa orang tua bayi ini, baru aku merawatnya. Dan apa aku salah jika tidak tahu siapa orang tua bayi ini lantas aku merawatnya. Aku nggak tega saja, melihat bayi ini tergeletak di tengah malam menangis kedinginan di depan pintu gerbang."


"Sebenarnya jika tidak ada aparat hukum, aku tidak akan melaporkan penemuanku ini dan langsung aku rawat saja. Tetapi aku tidak ingin kedepannya bermasalah, makanya aku melapor ke pihak yang berwajib."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Meysa, malah membuat Yosep semakin bertambah cinta. Ia benar-benar tidak bisa move on darinya.


"Meysa, apa kamu tidak ingin menikah lagi?" tiba-tiba Yosep tak sadar bertanya tentang privasi.


"Meysa, setiap pria itu sifatnya tidaklah sama. Jadi kamu tak usah menyamaratakan jika semua pria itu seperti mantan suamimu itu. Bukalah hatimu untuk pria lain, yang saat ini sedang mengharapkan cinta darimu."


"Jujur saja Meysa, aku cinta padamu sejak lama. Tetapi kamu dulu lebih memilih Yudha. Dan setelah kamu menikah pun, aku masih saja menyimpan rasa ini untuk dirimu."


"Apa ini tidak bisa untuk suatu pembuktian bahwa tidak semua pria sama? jika aku suka main wanita, pasti aku saat ini tidak bersamamu. Tidak terus menunggu kamu untuk berkata ya padaku."


"Awalnya aku ingin menjauh darimu dan melupakan dirimu. Tetapi tak aku pungkiri, aku benar-benar telah jatuh cinta padamu."

__ADS_1


"Selalu saja aku berpikir, yah tidak apa-apa aku tidak bisa memiliki dirimu seutuhnya. Tetapi setidaknya aku bisa selalu ada di samping dirimu walaupun hanya sebagai seorang teman."


Tiba-tiba Meysa merasa terharu mendengar apa yang barusan di katakan oleh Yosep. Tidak di pungkiri, Meysa memang menyadari. Ia kenal baik dengan Yosep sudah cukup lama. Padahal ia sudah berapa kali meminta Yosep untuk memilih wanita lain, tetapi Yosep tetap tidak mau.


"Mas Yosep, apa kamu tidak akan menyesal jika misalkan aku menerima cintamu itu? sedangkan aku ini hanya seorang janda?" tanya Meysa ragu.


"Aku tidak pernah mempermasalahkan status jandamu. Yang aku lihat darimu adalah hatimu itu. Apakah perkataanmu ini menandakan jika kamu mau menerimaku?" Yosep malah balik bertanya yang membuat Meysa gelagapan bingung untuk menjawabnya.


Hingga pada akhirnya, Yosep pun memberanikan diri berkata lagi pada, Meysa.


"Meysa, jika memang kamu bersedia. Aku mau kok menjadi suamimu. Dan bahkan aku mau kita merawat anak ini bersama-sama. Aku ingin sepenuhnya bisa menjaga dirimu. Lagi pula masa idahmu itu sudah terlewat cukup lama bukan?" ucap Yosep.


"Mas, kamu yakin dengan ucapanmu itu?" kembali lagi Meysa bertanya.


"Sangat yakin, jika kamu mau sekarang juga kita menikah juga nggak apa-apa. Tapi untuk resepsi nya menyusul, bagaimana?"


Mendengar apa yang di katakan oleh Yosep membuat Meysa memicingkan alisnya.


"Nggak sebegitunya kali, mas. Masa iya kita langsung menikah sekarang?" ucap Meysa terkekeh.

__ADS_1


"Loh, memang kenapa? bukannya lebih cepat lebih baik?"


__ADS_2