Ternyata Suamiku Luar Biasa 2

Ternyata Suamiku Luar Biasa 2
Bab 20 Gelang Satria


__ADS_3

"Satria?" tanya Ayana dengan dahinya yang mengernyit.


Rafael menganggukkan kepalanya perlahan sambil menatap intens manik mata istrinya. Dia memegang kedua tangan istrinya seraya berkata,


"Tolong jawab dengan jujur Sayang. Apa kalian dulu pernah mempunyai hubungan lebih dari sekedar teman?"


Ayana menghela nafasnya mendengar pertanyaan dari suaminya. Dia tidak mengira jika suaminya akan menanyakan tentang hal itu padanya.


Ayana menatap intens manik mata suaminya seraya berkata,


"Apa kamu masih gak percaya sama aku Raf?"


Dengan cepatnya Rafael menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bukan. Bukan seperti itu Sayang. Aku percaya, aku sangat percaya sekali padamu. Hanya saja ada sesuatu yang membuatku harus menanyakannya padamu."


"Apa? Tanya tentang apa? Cepat tanyakan. Aku gak suka jika kamu berpikiran buruk tentang aku," sahut Ayana seolah dia menantang Rafael.


Rafael menghela nafasnya yang terdengar sangat berat. Dia pun berkata,


"Aku sama sekali gak punya pikiran buruk padamu Sayang. Hanya saja ada situasi yang membuatku harus mempertanyakan hal ini."


Rafael membuka media sosial milik Satria dan menunjukkan foto pada akun media sosial tersebut seraya berkata,


"Apa benar gelang ini darimu?"

__ADS_1


Ayana mendekatkan lebih dekat lagi ponsel itu padanya. Dia ingin melihat lebih jelas lagi foto gelang yang ditanyakan oleh suaminya.


"Oh gelang ini. Memangnya ada apa dengan gelang ini?" tanya Ayana dengan dahinya yang mengernyit.


Dada Rafael terasa bergemuruh mendengar pertanyaan istrinya. Dia merasa kesal dan tidak siap mendapatkan jawaban dari istrinya yang membenarkan jika gelang tersebut pemberian darinya.


"Apa ini memang pemberian darimu?" tanya Rafael dengan ragu-ragu.


"Waktu itu... Kami berada di taman. Di sana ada seorang penjual gelang. Dia menyuruhku untuk memilih desain tulisan nama dan warna gelang tersebut. Setelah aku memilihnya, ternyata Satria ingin memberikan gelang bertuliskan namanya itu padaku. Aku menolaknya karena ada nama Satria pada gelang yang akan diberikan padaku itu. Dia masih saja memaksaku, tapi beruntungnya aku, saat itu aku mempunyai alasan yang bisa membuatnya mengerti ketika aku menolak memakai gelang tersebut," jelas Ayana panjang lebar.


"Jadi... Apa yang dituliskan Satria di sini gak benar?" tanya Rafael kembali untuk meyakinkan dirinya.


Ayana menatap sungguh-sungguh suaminya dan menggelengkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"Enggak benar. Karena sama saja dia membelinya untuk dirinya sendiri."


"Lalu... Apa kamu tau tentang postingan foto pada akun media sosialnya ini?"


"Iya, aku tau," jawab Ayana sambil menganggukkan kepalanya.


Rafael terperangah mendengar jawaban dari istrinya. Dia memajukan wajahnya hingga menengadah pada wajah istrinya dan berkata,


"Kamu tau, tapi kamu diam saja? Apa kamu gak takut dia dan orang lain salah paham dengan hubungan kalian?"


Ayana menghela nafasnya kembali. Dia lupa jika saat itu hubungannya dengan Rafael hanya sebatas suami istri yang tidak saling mencintai.

__ADS_1


"Bukannya aku diam saja. Tapi waktu itu aku mengatakan padanya jika dia saja yang memakai gelang itu, karena aku gak suka pakai gelang. Dari pada aku buang, lebih baik dia saja yang aku suruh untuk memakainya. Mungkin karena itulah dia menulis itu di media sosialnya," jawab Ayana dengan sungguh-sungguh.


Rafael melepaskan pundak istrinya. Dia menatap ke arah matahari yang baru saja terbit dan terlihat malu-malu di pantai tersebut.


"Apa mungkin dia masih mengharapkan mu meskipun dia tau jika di dalam perutmu ini sudah ada buah hati dari cinta kita?" tanya Rafael sambil mengusap lembut perut istrinya.


Ayana memegang tangan suaminya dan menatap serius suaminya yang sedang menatapnya seraya berkata,


"Apa yang dilakukan Satria? Apa dia mengganggumu? Atau dia mengancam kamu? Katakan Raf, apa yang dilakukannya sehingga dia hadir dalam mimpi buruk mu tadi?"


"Bagaimana kamu bisa tau Ay? Apa kamu sudah mengetahui semuanya?" tanya Rafael menyelidik.


"Kamu mengigaukan nama Satria dan Ruby. Sebenarnya apa yang dilakukan Satria dengan si Rubah betina itu sehingga kamu bermimpi buruk seperti itu?" tanya Ayana dengan rasa penasarannya.


Rafael menghela nafasnya yang terdengar sangat berat di indera pendengaran Ayana. Dia tidak ingin istrinya mengetahui semuanya sehingga memikirkan hal itu dan berakibat buruk bagi kesehatannya dan bayi yang ada dalam kandungannya.


Ayana mengerti ada yang disembunyikan oleh suaminya dari dirinya. Dia memicingkan matanya ketika menatap suaminya dan berkata,


"Jangan-jangan mereka yang melakukan teror itu padaku? Apa mereka berdua bekerja sama untuk meneror kita?"


Rafael menatap ragu pada istrinya. Dia tahu jika istrinya cepat lambat pasti akan mengetahuinya. Dia memegang kedua tangan istrinya dan menatap serius pada istrinya seraya menceritakan apa yang diketahuinya tentang peneror yang diduga diperintah oleh Satria.


Tampak sekali Ayana sangat syok saat ini. Lidahnya merasa kelu hingga tidak bisa berkata-kata. Bahkan matanya kini berkaca-kaca mendengar apa yang dilakukan oleh Satria padanya.


"Sayang... Kamu baik-baik saja kan? Sudahlah, jangan pikirkan lagi hal itu. Aku akan mengurus semuanya. Lebih baik jaga baik-baik kesehatanmu dan buah hati kita saja. Akan aku pastikan jika mereka gak akan bisa melakukan hal seperti itu lagi pada kita," ujar Rafael mencoba meyakinkan dan menenangkan istrinya.

__ADS_1


Ayana mencengkeram kedua tangan suaminya dan menatap penuh harap padanya seraya berkata,


"Raf, apa boleh aku bertemu dengan Satria?"


__ADS_2