Ternyata Suamiku Luar Biasa 2

Ternyata Suamiku Luar Biasa 2
Bab 45 Perayaan


__ADS_3

Melihat kedekatan Intan dengan Fabian dan baby Arion yang layaknya seperti seorang keluarga bahagia, membuat para tetangga berbicara pada Pak RT agar memperingatkan mereka atau menyuruh mereka untuk segera menikah dengan alasan takutnya ada perzinahan dalam rumah Fabian.


Dengan desakan dari para warga, Pak RT segera mendatangi rumah Fabian bersama beberapa perangkat lainnya.


Kini, Fabian duduk di hadapan Pak RT bersama perangkatnya di ruang tamu rumah Fabian. Intan pun duduk di samping Fabian bersama dengan baby Arion yang ada dalam gendongannya.


"Begini Pak. Kami mendapatkan laporan dari para warga setempat. Mereka merasa resah dengan tinggalnya pengasuh anak Bapak yang tinggal se rumah dengan Bapak. Apa lagi mereka melihat kedekatan kalian yang seperti sebuah keluarga. Mereka takut jika kalian berbuat zinah di kampung ini," ucap Pak RT dengan serius memandang Fabian dan Intan secara bergantian.


Fabian menoleh ke arah Intan yang juga menoleh padanya. Mereka merasakan ada hal buruk yang akan disampaikan oleh Pak RT pada mereka berdua.


"Semua warga menginginkan Pak Fabian untuk tidak tinggal se rumah dengan pengasuh anak Bapak," tutur Pak Rt pada Fabian.


"Maaf Pak, jika Intan tidak tinggal di rumah ini, dia akan tinggal di mana?" tanya Fabian yang seolah merasa keberatan dengan penuturan dari Pak RT yang ada di hadapannya saat ini.


"Dia bisa tinggal di kos-kosan Pak," sahut seorang laki-laki yang duduk di sebelah Pak Rt.


"Banar apa yang dikatakan Bapak wakil RT," tukas seorang laki-laki yang merupakan seksi keamanan dari kampung tersebut.


Fabian menghela nafasnya dengan sangat berat. Dia menatap ke arah Pak Rt dan semua orang yang ada di sebelahnya secara bergantian seraya berkata,


"Akan sangat merepotkan sekali jika seperti itu Pak, karena saya juga kadang pulang malam ketika bekerja."


"Maaf Pak Fabian, warga hanya memberikan dua pilihan. Pengasuh anak Bapak tinggal di tempat lain atau...," ucap Pak RT yang menggantungkan perkataannya.


"Atau apa Pak?" tanya Fabian dengan ragu-ragu.


"Atau Bapak menikahinya," sambung Pak RT dengan tegas.


Fabian kembali menghela nafasnya. Dia menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya untuk memikirkan apa yang akan dipilihnya.


"Mas...," panggil Intan sambil memegang tangan Fabian.

__ADS_1


Hal itu tidak luput dari pandangan semua orang yang ada di tempat itu. Mereka saling memandang dan menganggukkan kepalanya seolah membenarkan apa yang mereka semua pikirkan.


Fabian membuka matanya dan menoleh ke arah Intan yang duduk di sampingnya dengan baby Arion yang ada di dalam gendongannya. Sungguh dia tidak tega melihat wajah Intan yang terlihat dari matanya sedang memohon padanya untuk mempertahankannya. Dia juga melihat baby Arion yang sangat tenang berada dalam gendongan Intan.


Dan tidak bisa dipungkirinya, Fabian memikirkan tentang kejadian malam itu, malam di mana dia telah menghabiskan malam bersama dengan Intan, sehingga dia harus bertanggung jawab karena takut jika ada benih yang hidup dalam kandungan Intan.


Fabian menghadap ke arah Pak RT dan jajaran perangkatnya yang ada di hadapannya. Dengan tegasnya dia berkata,


"Saya akan menikahi Intan."


Saat itu juga bibir Intan melengkung ke atas menandakan kebahagiaannya. Dia merasa menang kali ini. Tangannya memegang erat tangan Fabian dan berkata,


"Terima kasih Mas."


"Baiklah, sebaiknya kalian menikah secepatnya. Kami harap kalian menikah besok, agar semuanya bisa tenang," tutur Pak RT dengan tegas.


"Tapi Pak, apa harus secepat itu?" tanya Fabian ragu-ragu.


Akhirnya mereka memutuskan besok Fabian dan Intan menikah. Berita itu tersebar dengan cepatnya di kampung. Hingga mereka semakin yakin dengan apa yang mereka pikirkan selama ini.


 


...----------------...


Keesokan paginya Fabian dan Intan benar-benar menikah. Mereka menikah di saksikan oleh para warga sekitar dan wali dari Intan adalah Pak RT, dengan alasan Intan yatim piatu, sama dengan Fabian dan almarhumah istrinya.


"Maaf Intan, kita hanya menikah secara sederhana dan terpaksa," ucap Fabian ketika semua tamu sudah meninggalkan rumah Fabian setelah acara akad nikah selesai dilakukan.


Intan tersenyum manis pada Fabian sehingga membuat Fabian seperti terhipnotis olehnya. Kemudian dia memeluk Fabian dan berkata,


"Mas, ini sudah cukup bagiku. Aku juga tidak menginginkan pernikahan yang meriah, karena aku tidak menyukainya."

__ADS_1


Namun, dalam hati Intan berkata lain. Dia tidak menginginkan pesta pernikahan karena tidak ingin jika ada orang selain dari warga sekitar yang bertemu dengannya. Karena dia masih harus bersembunyi untuk meninggalkan jejak narapidana yang ada dalam dirinya.


Mendengar perkataan Intan membuat Fabian merasa lega. Dia merasa memilih wanita yang tepat sebagai pengganti istrinya.


 


...----------------...


Di lain tempat, tepatnya di sebuah rumah mewah dengan penjagaan keamanan yang dangat ketat, Rafael bersama dengan Ayana merasakan kebahagiaan yang sangat besar dengan kehadiran dua anak mereka. Anak laki-laki dan perempuan yang diberi nama Adelio dan Adelia itu menjadi pelengkap dari kebahagiaan mereka.


Tidak hanya Rafael dan Ayana daja yang merasakan kebahagiaan itu. Keluarga besar Rafael dan keluarga besar Ayana pun merasakan hal yang sama. Mereka sangat bahagia dan bersyukur atas kelahiran cucu-cucu mereka.


Dengan hadirnya cucu-cucu kebanggaan mereka yang mereka sebut dengan 'Duo Luar Biasa' itu, acara syukuran kelahiran mereka adakan selama tujuh hari tujuh malam di tempat yang berbeda.


Harapan mereka adalah agar Adelio Putra Atmaja dan Adelia Putri Atmaja akan tumbuh menjadi orang yang hebat, serta keluarga mereka dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat dari mereka, tak terkecuali Ruby.


Mereka tidak tahu jika Ruby sedang dalam pencarian. Dan pihak rumah tahanan tidak memberitahukan perihal Ruby yang melarikan diri dari rumah sakit.


Mereka menutup-nutupinya dengan memberikan hukuman yang berat pada Ruby dalam sidang tertutup tanpa kehadiran pihak Rafael dengan alasan mereka akan memberikan hukuman yang paling berat pada Ruby, sehingga sidang itu dilakukan secara tertutup dan tidak boleh dihadiri banyak orang, selain petugas di persidangan. Bahkan pihak kepolisian pun tidak mengetahuinya. Dan kedua sipir yang bertugas menjaga Ruby di rumah sakit telah diberhentikan saat itu juga.


Tawa kebahagiaan mereka semua terdengar sangat indah setelah mendengar hukuman yang diterima oleh Ruby.


Rafael bersama dengan Ayana berdiri di tengah-tengah perayaan pesta yang diadakan di rumahnya. Dia memegang kedua tangan Ayana dan menatap intens manik mata istrinya dengan penuh cinta seraya berkata,


"Sekarang, hanya akan ada kebahagiaan dalam keluarga kita. Semoga semua kesedihan dan masalah berat tidak akan menghampiri keluarga kita."


Semua orang tersenyum dan ikut bahagia melihat keluarga Rafael dan Ayana saat ini. Mereka berempat, Rafael, Ayana, Adelio dan Adelia hidup bahagia tanpa adanya Ruby yang mengganggu kehidupan mereka.


...TAMAT...


Siap-siap guys untuk season 3 dengan judul :

__ADS_1


... "Ternyata Mereka Duo Luar Biasa"...


__ADS_2