Ternyata Suamiku Luar Biasa 2

Ternyata Suamiku Luar Biasa 2
Bab 22 Istri yang luar biasa


__ADS_3

Rafael mengepalkan kedua tangannya, bersiap untuk memberikan pelajaran pada Satria, laki-laki kurang ajar yang ingin megambil Ayana darinya.


"Cukup! Cukup Sat! Rafael suamiku. Dia ayah dari anakku. Jangan kamu menjelek-jelekkan dia di hadapanku," seru Ayana dengan penuh amarah pada Satria.


Satria terperangah melihat Ayana yang marah padanya. Baru kali ini Satria dan Rafael melihat kemarahan Ayana hanya karena Satria menjelek-jelekkan Rafael. Sungguh hal yang sangat membahagiakan bagi Rafael.


Namun, tidak bagi Satria. Dia merasa sedih melihat Ayana membela Rafael. Bahkan seruannya seolah menjadi bentakan di indera pendengarannya.


Satria menyambar kedua tangan Ayana dan menatap intens manik mata Ayana seraya berkata,


"Ayana, dia membodohi kamu. Selama ini dia bermain di belakangmu. Dia berselingkuh dengan Ruby, mantan kekasihnya."


Bugh!


Bogem mentah dari Rafael seketika melayang dan mendarat dengan indahnya pada wajah Satria.


Badan Satria terhuyung dan terjatuh di tanah. Dia memegang wajahnya yang terkena hantaman dari Rafael. Kemudian dia menatap nyalang penuh permusuhan pada Rafael.


Melihat tatapan Satria yang menghunus padanya, Rafael tidak segan-segan untuk kembali memberinya pelajaran.


Dengan nafasnya yang memburu Rafael menghampirinya dan kembali menarik kerah bajunya sehingga badan Satria ikut tertarik mendekatinya.


"Rafa, sudah hentikan!" seru Ayana dengan paniknya.


Rafael menulikan telinganya. Dia tidak mendengarkan Ayana dan kembali menarik kerah baju Satria dengan sangar kencangnya.


"Sayang... Hentikan!" seru Ayana ketika Rafael menggerakkan tangannya untuk kembali menghantam wajah Satria.


Namun, gerakan Rafael terhenti ketika dia mendengarkan seruan dari istri tercintanya. Dia menghempaskan tubuh Satria hingga jatuh tersungkur di tanah.


"Jauhi Ayana! Dia istriku dan akan selamanya menjadi istriku! Camkan itu!" seru Rafael sambil menatap Satria dengan tatapan bengisnya, seolah ingin menerkamnya dan menghabisinya.


Satria menyeringai mendengar perkataan Rafael padanya. Dia pun berkata,

__ADS_1


"Jangan sesumbar menjadi suami Ayana jika kamu hanya selalu bisa menyakitinya! Lepaskan dia! Aku bersedia untuk membahagiakannya!"


Rafael menarik kerah Satria hingga dia terpaksa berdiri dari duduknya. Saat itu juga bogeman mentah Rafael melayang kembali pada tubuhnya.


Bugh!


"Sialan! Ayana istriku dan aku tidak akan melepaskannya! Dia ibu dari anakku!" seru Rafael seraya menghantamkan pukulannya pada tubuh Satria.


"Sayang, sudah! Berhentilah!" seru Ayana sambil memegang lengan Rafael untuk menghentikannya.


Rafael pun menghentikan gerakannya. Dia menghempaskan tubuh Satria kembali ke tanah dengan kerasnya.


Tangan Rafael segera meraih tubuh Ayana dan membawanya dalam pelukannya. Dia memeluk erat tubuh istrinya seolah tidak ingin kehilangannya. Dikecupnya dengan sangat lama dahi istrinya sambil menatap waspada pada Satria yang masih tersungkur di hadapannya.


Ayana pun melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya untuk membalas pelukannya. Dia mengetahui kegelisahan, kekesalan dan kemarahan suaminya saat ini.


Satria menatap sendu sepasang suami istri yang sedang berpelukan di hadapannya itu. Hatinya merasa sangat sakit seolah tersayat oleh benda tajam. Dalam hatinya berkata,


Dengan menahan rasa sakit karena pukulan dari Rafael, Satria berdiri dan berjalan terseok-seok mendekati sepasang suami istri yang sedang berpelukan itu seraya berkata,


"Rafael, bagaimana dengan Ruby? Apa kamu gak mengakui bayi yang ada pada kandungannya?"


Seketika Ayana mengurai sedikit pelukannya. Dia menatap intens manik mata suaminya dan berkata,


"Bayi? Bayi apa Raf? Bayinya siapa?"


Rafael menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Enggak, itu gak benar Sayang. Aku gak punya hubungan apa pun dengan wanita lain. Aku hanya mencintaimu. Kamu tau itu bukan?"


"Gak usah membela diri Raf. Jelas-jelas Ruby bilang padaku jika kamu setiap hari datang berkunjung ke rumahnya dan sering bermalam di rumahnya dengan alasan kamu sedang berada di luar kota pada istrimu. Benar-benar laki-laki tidak tau diuntung kamu Raf! Kamu sudah memiliki istri yang cantik dan baik seperti Ayana, tapi kamu masih saja berselingkuh dengan mantan kamu itu," ucap Satria sambil menyeringai dan menatap penuh kebencian pada Rafael.


"Tutup mulutmu! Aku gak pernah melakukan itu. Bahkan aku selalu mengajak Ayana untuk pergi bekerja di luar kota atau pun luar negeri. Jangan mengatakan hal yang tidak kamu ketahui!" sahut Rafael yang sudah dikuasai emosi saat ini.

__ADS_1


Ayana segera memeluk suaminya, mencegahnya agar tidak lagi menghajar Satria. Dia menghadap ke arah Satria dan berkata,


"Benar yang dikatakan suamiku Sat. Aku selalu mendampinginya di mana pun dia berada. Bahkan dia yang selalu mengajakku tiap kali dia pergi ke mana pun itu. Jika aku menolaknya, suamiku ini selalu membujukku hingga aku mau menemaninya. Dan dia gak akan pergi jika aku gak ikut dengannya. Lalu, kapan dia bertemu dengan si Rubah betina itu?"


"A-apa? Bagaimana bisa? Ruby mengatakan hal yang berbeda denganku. Dia memberiku banyak bukti sehingga aku percaya padanya," tukas Satria dengan ragu-ragu dan terlihat jelas wajah bingungnya saat ini.


Rafael mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Satria. Kemudian dia bertanya,


"Apa yang dikatakannya padamu?"


"Apa dia juga yang menyuruhmu untuk meneror aku?" tanya Ayana menyelidik.


Satria menghela nafasnya. Dia menatap.Ayana dan Rafael secara bergantian dan berkata,


"Dia mengatakan padaku jika dia sedang mengandung bayi dari hubungannya bersama dengan Rafael. Dia mengatakan padaku agar aku bisa menjauhkan Ayana dari Rafael jika aku memang mencintai Ayana. Jujur aku gak bisa mengenyahkan rasa itu. Dan aku menuruti perintah Ruby untuk mencoba melihat reaksi Rafael ketika Ayana merasa terancam dan ketakutan. Karena dia berjanji akan menyakiti Ayana agar Rafael mau menikahinya dan mengakui bayi yang dikandungnya."


Satria menjeda ucapannya. Dia menghela nafasnya dan menatap mata Rafael untuk berbicara serius padanya.


"Raf, kamu tau jika Ruby berbahaya bukan? Turuti saja permintaannya. Nikahi dia. Bertanggung jawablah untuk bayi yang dikandungnya. Kasihan bayi yang gak bersalah itu. Yang salah itu kalian berdua. Kamu menyelingkuhi Ayana yang sangat baik ini Raf. Lepaskan dia. Aku akan menyayangi bagi yang ada di dalam kandungan Ayana seperti anakku sendiri."


Rafael bergerak maju ingin mendekati Satria. Sayangnya Ayana mencegahnya. Dia memeluk erat tubuh suaminya agar tidak kembali emosi dan menghajar Satria.


"Gila! Kamu sudah gila Sat! Aku gak pernah berhubungan dengan Ruby. Bahkan aku gak pernah bertemu dengannya. Seperti yang kamu bilang, aku telah memiliki istri yang sangat luar biasa. Jadi, untuk apa aku harus mencari kesenangan dengan wanita lain?" seru Rafael dengan kilatan penuh amarah yang terdapat di matanya.


"Satria. Aku mohon... Jangan lagi mengganggu kami. Aku sangat menghargai mu sebagai seorang teman. Jangan sampai aku membencimu karena tindakanmu yang bisa membunuh bayi dalam kandunganku. Jadi, aku mohon Sat... Buang jauh-jauh rasa yang ada untukku dalam hatimu itu. Dan menjauhlah dari kehidupan kami," sahut Ayana dengan tatapan memohon pada Satria.


"Tapi Ayana, aku--"


Pluk!


"Awww..."


"Kejar dia!"

__ADS_1


__ADS_2