Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 15


__ADS_3

Bandung.


"Mah, itu si Aa udah di kasih tau belum, kalau Uwanya mau ke Jakarta. " kata Rusdi suami Yuli.


"Astagfirullah, Mamah lupa, hehee, nanti deh. Mamah telpon si Aa , nyelesein ini dulu. " jawab Yuli yang sedang menggoreng donat karena si kembar minta di buatkan donat.


Yuli memiliki tiga anak. Pertama Ali Rusdiantara dan si kembar Yena dan Yeni. Lalu Hendri memiliki satu anak sama seperti Yusman. Hendri masih memiliki istri yang bernama Sinta dan anaknya bernama Fahri Lukmana. Keduanya sama sama tinggal di bandung hanya saja jaraknya berjauhan.


"Alhamdulillah sudah selesai. Yena, Yeni, ini donatnya sudah selesai kalian sendiri saja yang kasih toping ya, Mamah mau telpon Aa dulu. " teriak Yuli .


"Terimakasih Mamah tercintah. " ucap keduanya bebarengan lalu mulai memberikan toping sesuai selera mereka.


Yuli segera menghubungi Ali .


"Hallo Assalamu'alaikum. " jawab Ali.


"Wa'alaikumussalam, Aa, Aa gimana sehat? " tanya Yuli.


"Alhamdulillah sehat, Mah, kalian pada sehat kan? " tanya balik Ali.


"Alhamdulillah sehat wal afiat, ini Mamah mau ngasih tau kamu, katanya Wa Hendri mau ke Jakarta, kamu masih tinggal di rumah Wa Yusman kan? " tanya Yuli.


"Iya lah, Ali masih tinggal di sana, kalo gak di tempat, sayang dong rumah bagus masa kosong, lagian mau apa si dia ke sini. " ujar Ali bernada kesal.


"Ah, kamu kaya enggak tau aja sama uwa kamu, palingan yang mau di bahas harta lagi harta terus. Mamah udah cape nasehatin dia, nanti Aa tolong sampein ke Yusra ya kalo uwa nya mau datang, siapa tau aja kan mau silahturahmi dan ngucapin selamat sama Yusra. " ujar Yuli.

__ADS_1


"Yang ada nanti perang dunia. Mah, mudah mudahan aja gak pada ribut! Pusing Ali karena susah melerai meraka, yang satu panas yang satu dingin. jadi meriang yang ada Ali. " candanya.


"Kamu mah, Mamah lagi serius loh. Al, malah bercanda mulu, perasaan di keluarga Mamah dan Papah gak ada tuh yang suka bercanda, yang ada pada serius semua, lah kamu? Mirip siapa nak, suka banget ngelawak heran. "


"Kaya nya saat Mamah sedang ngeden ngeluarin Ali, Dokternya ngelawak mulu kali jadi Mamah gak amit amit waktu itu, makanya Ali jadi gini. sedih banget gak di akui orang tua. " kata Ali pura pura sedih.


"Udah deh, Aa. Kita lagi bahas uwa loh ini, jangan ngedrama mulu kamu, udah mamah matiin dulu ya telponnya, si kembar manggil manggil tuh. " kata Yuli lalu menutup sambungan nya.


Sedangkan Ali kembali mengerjakan tugasnya karena malam ini ia berniat untuk lembur. Namun sebelum itu Ali lebih dulu mengirimkan pesan kepada Yusra jika Hendri akan ke Jakarta.


"Nasib jadi jomblo, harusnya malam malam kaya gini udah pulang kerja terus kelonan sama istri, lah ini jam segini malah kelonan sama komputer, nasib nasib, baju jam delapan sebentar lagi kelar . " gumam Ali.


......


Saat ini Yusra sedang memberikan hukuman untuk Raya yang berani beraninya mengatainya si Gerandong dan si Kardun. Yusra menyuruh Raya untuk membersihkan kamarnya padahal kamar Yusra sudah bersih dan rapi.


"Mas, yang bener dong kalau ngasih hukuman, ini kamar udah bersih udah rapi, apa yang harus Raya berhiaskan coba. " cerita Raya sembari memegang sapu.


"Aku tidak menyuruh kamu untuk cerewet ya, bersihkan saja apa yang aku suruh, dan saat aku sudah kembali lantai ini sudah harus bersih ya." ketus Yusra lalu pergi keluar kamar nya.


Kini Raya sedang menyapu kamar Yusra dari sudut ke sudut dengan perasaan dongkol bahkan dia menyapu dengan malas malasan . Mata Raya tidak sengaja menatap sebuah poto yang tepajang du bingkai yang ukurnya sedang. Raya melangkahkan kakinya lalu mengambil poto itu , matanya terbelalak dengan jantung yang berdebar kencang.


"Abi, ini Abigail kan? K-kenapa, kenapa bisa ada poto ini di sini, da-dan ini, ini aku waktu kecil. " lirih Raya.


Kini ingatan Raya mengenang masa kecil saat dulu ia selalu bermain dengan seorang anak laki laki yang bernama Abigail. Dia selalu memanggilnya dengan sebutan Abi tanpa tahu nama depan anak laki laki itu siapa, Raya ingat saat itu dia sedang bersama Abi di taman lalu ada tukang poto keliling akhirnya Abi mengajak Raya untuk berpoto bersama katanya untuk kenang kenangan.

__ADS_1


Raya membawa poto itu keluar dan mencari keberadaan Yusra.


"Mas, Mas Yusra, kamu di mana?. " teriak Raya.


"Mba, ada apa? Kenapa teriak malam malam. " tanya Bi Isah .


"Bibi liat. Mas Yusra tidak?. " tanya Raya dengan perasaan campur aduk.


"Mas Yusra tadi keluar. Mba, tidak tau mau kemana sampai membawa mobil. " jawab Bi Isah.


"Y-ya, ya sudah kalau begitu, Bibi istirahat saja ini sudah malam." kata Raya menyuruh bibi untuk istirahat.


Raya membanting tubuhnya ke sofa dan kembali menatap poto itu lalu pikiran nya melalang buana karena teringat masa kecilnya. Dia juga punya poto serupa karena waktu itu Abi memberikan kepada Raya untuk di simpan sebagai kenang kenangan saat Abi akan pergi pindah ke jakarta.


"Apakah mungkin, jika selama ini Mas Yusra adalah Abi? Tapi kenapa dia tidak mengenaliku, kenapa juga aku sama sepertinya yang tidak ngeuh dan mengenali Abi. Pokonya aku harus menanyakan ini dan meminta penjelasan padanya, jika memang dia benar Abi, maka. " Raya melebarkan matanya kemudian menutup mulutnya tak percaya.


"Serius? Berarti selama ini aku menikah dengan Abi! Tapi, Abi yang aku kenal dulu sangat baik dan perhatian, tidak dengan Mas Yusra yang sangat arrogant dan menyebalkan selalu marah marah dan suka menghukum, aku berharap jika dia bukan Abi yang aku maksud, karena Abi ku adalah orang yang baik . " gumamnya sendiri.


Bibi berbohong karena mengatakan Yusra pergi keluar. Padahal Yusra ada di luar karena sedang mengambil sesuatu dari mobilnya lalu ketika masuk ia melihat Raya yang sedang memandang poto mereka , dan itu memang di sengaja oleh Yusra memberikan hukuman kepada Raya dengan menyuruhnya membersihkan kamar padahal tujuan Yusra bukan itu. Ia hanya ingin menunjukan poto mereka saat masih kecil dan rupanya berhasil berati Raya melihat potonya.


"Maafkan aku ya, karena sudah kasar padamu, aku juga sama seperti mu yang tidak menyangka jika kamu adalah teman masa kecilku orang yang selama ini aku cari, aku sangat berterimakasih kepada papah, karena papah sudah menyatukan kami, aku akan menemui papa dan meminta maaf atas kesalahanku padanya. " lirih Yusra yang menyesal.


Sudah hampir malam akhirnya Raya memutuskan untuk kekamar karena Yusra tidak datang datang. Raya tidak tahu saja jika sejak tadi Yusra bersembunyi dan memperhatikan nya.


Mohon maaf jika ada typo dan terimakasih sudah mampir,

__ADS_1


__ADS_2