
Keesokan pagi nya setelah sholat subuh entah kenapa Raya merasa sangat ngantuk. Jadi Raya kembali tertidur dan bangun di jam tujuh .
"Astagfirullah, aku ketiduran, ah iya Mas Yusra, aku harus segera menemuinya. " gumam Raya lalu keluar kamar dengan masih menggunakan mukena.
Ternyata di ruang makan tidak ada siapapun bahkan biasanya jam segini Bi Isah masih bergelut dengan wajan tapi kok pagi ini tidak ya.
"Bi... Bi Isah." teriak Raya memanggil.
"Ada apa. Mba, kenapa teriak teriak. " jawab Bibi sembari memegang sapu.
"Kok tumben udah sepi? Padahlkan ini masih jam tujuh, terus Mas Yusra juga gak ada. " tanya Raya penasaran.
"Oh, iya, itu tadi pagi sekali Mas Yusra udah berangkat. Katanya hari ini mau ada kedatangan kliennya dari luar negri. " Bi Isah menjelaskan apa yang di katanya Yusra padanya sebelum pergi.
"Owh." ujar Raya namun wajahnya nampak kecewa karena lagi lagi dia tidak bisa bertemu dengan Yusra.
"Kenapa? Kok mukanya di tekuk begitu? " tanya Bi Isah.
"Enggak apa apa, Bi. Raya masuk ke kamar lagi deh. "
"Eh, sarapan dulu. " cegah Bi Isah.
__ADS_1
"Nanti sajalah Bi, aku mau ganti baju dulu. " jawab Raya lalu pergi ke kamar.
Padahal Yusra berbohong karena pagi ini ia malah datang ke tempat pemakaman sang papa. Di sana Yusra baru saja selsai memanjatkan doa untuk sang papa lalu tangannya mengelus pusara sang papa.
"Kenapa papa tidak bilang sejak awal, kalau Soraya itu adalah Nirmala, aku merasa bodoh dan di tipu oleh papa selama ini, karena orang yang aku cari selama ini, ternyata setiap hari selalu bertemu denganku bahkan dia yang merawat papa. Kalau saja papa bilang jika itu adalah Nirmala aku tidak akan pernah menolak pernikahan ini bahkan sampai papa rela memberikan harta papa demi aku, yang sejak itu menolak perjodohan dari papa, memang aku menginginkan harta papa bukan berarti untuk menguasainya hanya aja aku ingin melindungi hak papa dari orang yang sekarang seperti Om Hendri. Pa, maafkan Yusra ya, semua salah Yusra andai saja saat itu Yusra bisa menahan emosi Yusra, mungkin sekarang papa masih ada dan kita kumpul bersama. " ujar Yusra dengan suara parau karena sesak di dada. Menyesal telah meluapkan emosinya sehingga membuat papa masuk rumah sakit lalu meninggal.
"Maafin Yusra. Pa, Yusra anak yang durhaka kepada Papa, Yusra memohon ampunan Papa atas apa yang sudah Yusra perbuat. " lirih nya kemudian bahunya naik turun karena menangisi penyesalan.
"Ampuni Yusra, Pa. Yusra bersalah Yusra banyak dosa kepada Papa. " kembali Yusra menangis dengan meremat gundukan tanah yang sudah di tumbuhi rumput .
"Mas Yusra! " ujar Ali yang baru saja sampai ke kuburan karena di beritahu oleh Yusra bahwa dia sedang berziarah ke makam papa nya. Ali segera menghampiri Yusra tat kala melihat Yusra menangis seorang diri.
"Ali, aku anak durhaka. " ujar nya dengan masih terisak.
....
Sementara itu di kediaman Hendri.
"Papa yakin mau ke jakarta? " tanya Rika istri Hendri.
"Kenapa kamu terus bertanya sih, sudah jelaskan jawabannya apa. Aku tidak akan tinggal diam begitu saja, dulu Yusman yang mendapatkan semua harta Papa Yusril kini si anak sialan itu yang memegang serta menguasai nya. " geram Hendri.
__ADS_1
"Astagfirullah, Papa istighfar atuh. Kenapa selalu harta yang Papa pikirin, lagian kan Papa Yusril sudah ngasih Papa sebagian hartanya, kurang baik apa Papa sama kamu. " ujar Rika yang sudah lelah menasehati suaminya, agar tidak terus merebuti harta.
"Diam kamu Rika! Kamu tidak tau apa apa, aku tidak suka kamu terus ikut campur dengan urusan ku. Lagi pula jika nanti harta itu jatuh ke tanganku kamu juga kan, yang akan menikmati semuanya. " ketus Hendri dan berlalu meninggalkan Rika.
"Astagfirullahalazim, kenapa kamu selalu memikirkan harta. Pa, sampai kamu bersikeras untuk mendapatkan apa yang memang bukan milikmu, semoga saja kamu segera sadar jika kamu tidak berhak memiliki harta itu secuilpun karena itu milik Mas Yusman. Kamu sangat serakah Pa, kamu sudah di butakan oleh harta dunia sampai kamu lupa jika nanti kamu mati kamu tidak akan membawa secuilpun harta yang kamu ributkan itu. " lirih Rika lalu ia berniat menghubungi Yuli adik iparnya.
Hendri menaiki mobilnya dan bergegas pergi dari bandung menuju jakarta. Niatnya dia akan menginap di hotel lalu esoknya baru mengunjungi kediaman Yusam yang kini di tempati oleh Ali.
"Halo." kata Hendri saat handphone di hubungi oleh seseorang.
"Hmm, ini Papa sudah di jalan, kamu nanti tunggu saja Papa di hotel dan jangan lupa kirimkan alamat nya. " jawab Hendri.
Setelah itu Hendri menutup sambungannya dengan sang putra yang kini sudah berada di jakarta. Karena Fahri kini sudah berada di hotel semenjak pulang dari bali karena baru saja menyelesaikan tugasnya.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkan harta itu, serta aset aset perusahaan yang mungkin sudah jatuh ke tangan si Yusra itu, dia itu hanya seorang cucu dan dia tidak berhak untuk memilikinya, karena yang berhak itu adalah aku. Aku anaknya Papa Yusril. " gumam Hendri penuh ambisi.
"Yuli itu sangat bodoh! Harusnya dia mendukung ku, tapi malah berpihak kepada Yusman. Lihat saja nanti, jika aku berhasil maka tak segan aku juga akan mengambil alih perusahaan yang sedang di jalani oleh si Ali itu! Sekalian saja aku akan membuat perhitungan dengan keluarga nya yang sudah memilih Yusman dari pada aku, memang Yusman dan putranya itu racun yang berbahaya karena selalu bisa menghasut orang di sekitarku untuk memihak nya dari pada aku."
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Hendri sampai di hotel yang sudah di kiriman alamatnya oleh sang putra kesayangan.
Kini Hendri tengah istirahat sambil memikirkan strategis untuk menghancurkan Yusra dan merebut semua harta milik sang Papa. Selama ini Hendri sudah berhasil telah mengelabui Yusra karena sebagian uang perusahaan selalu mengalir kepada rekeningnya karena dia menyuruh seseorang untuk jadi mata mata di kantor Yusra lalu mencuri data dan informasi untuk di berikan ke perusahaan Hendri.
__ADS_1
Sejauh ini Yusra masih diam dan selalu memperhatikan orang yang jadi mata mata di kantor. Karena Yusra sudah mengetahuinya sejak awal dan pura pura bodoh saja .Namun untuk kali ini Yusra tidak akan tinggal diam dia akan bergerak dan mengumpulkan semua bukti bukti lalu menjebloskan penghianat itu kedalam penjara.
Slow update ya. maaf jika ada typo