Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 39


__ADS_3

Keesokan paginya.


Yusra dan Ali sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


"Sayang, doakan aku ya, semoga semua sesuai dengan harapan. " kata Yusra.


"Iya Mas, kami berdua selalu mendoakan yang terbaik buat kamu, semangat sayang. " ujar Raya lalu tanpa malu mencium pipi Yusra penuh agresif.


"Ekehm ekehm, tolong kondisi kan ya, di sini ada jomblo loh. " protes Ali.


"Makanya cepet punya istri. Mas Ali, biar gak panas dan iri kalo liat kami bermesraan, ia kan sayang. " ujar Raya meledek Ali.


"Harap untuk di maklumin ya, sodara Ali, karena Ibu hamil ini sangat agresif makanya tidak tahu tempat untuk terlihat bermesraan. " ledek Yusra.


"Kalian ini memang pasangan cocok, suka sekali meledek ku. " geram Ali.


"Ya sudah sayang. Mas berangkat dulu ya, kamu hati hati di rumah sama Bi Yuli. " Yusra mencium kening Raya lalu turun mengecup bibir Raya sekilas.


"Sabarkan hamba ya Allah. " gerutunya.


"Kenapa wajahmu masam? " tanya Yusra yang sudah masuk mobil.


"Gak usah tanya deh! " ketus nya.


"Itu tetangga baru ok juga Al, pacarin aja sana. " kata Yusra yang melihat Dian yang baru saja baru masuk rumah karena habis belanja.


"Ogah! Itu loh Mas, dia wanita aneh yang nuduh Ali sebagai pembinor Kakanya, sampe sampe Ali harus babak belur dan aut autan karena dia! " Ali jadi tambah emosi ketika mengingat hal konyol itu.


"Benci sama cinta beda tipis loh. Al, siapa tau sekarang kamu benci tau taunya kamu nanti jatuh cinta, hati hati loh. " ujar Yusra menakuti.

__ADS_1


"Amit amit tujuh tanjakan tujuh turunan deh. Mas, lebih baik Ali sama si Silvi aja deh dari pada sama yang modelan kaya begitu. " gerutu Ali.


"Terserah." jawab Yusra lalu ia memeriksa semua berkas bukti bukti kejahatan Hendri yang akan di ungkap di acara penting ini.


"Kamu yakin Al, ini sudah lengkap semuanya? . " kata Yusra meyakinkan lagi.


"Yakin lah Mas, itu sudah aku periksa beberapa kali sampai gak tidur semalam, semoga saja dengan ini Uwa Hendri akan jera dan menyudahi semuanya. Gila aja mau perang sama keluarga sendiri. " celetuk Ali.


"Memang itu yang dia inginkan, kan, dari dulu. " jawab Yusra lalu menutup berkas itu.


"Mas sudah periksa semuanya kan? " tanya Ali.


"Hmmm." jawabnya.


....


Di kantor.


"Sudah, tenang saja, semua nya sudah sesuai dengan rencana. " jawab seseorang.


"Hey! Kenapa kalian malah merumpi? Kerja yang benar kalian, jangan malas malasan! Nanti begitu pemilik perusahaan ini di gantikan dengan yang baru, mampus kalian gak akan dapat kerjaan lagi! " maki seseorang staff dari divisi marketing yang kebetulan lewat lalu ia memarahi OB.


"Maaf Mas, " jawab si wanita muda dengan ramah. Kemudian orang yang tadi menegur mereka berlalu pergi dengan menatap sinis.


"Banyak sampah di kantor Kake, seperti nya aku harus minta Mas Yusra untuk membasmi sampah sampah tidak berguna di perusahaan ini. " gumam Nilam.


Selama ini Nilam menyamar bekerja sebagai OB untuk memata-matai. Dan hal itu telah di ketahui oleh Yusra. Karena Yusra sendiri yang meminta nya dan Nilam sama sekali tidak keberatan.


Saat sampai di pintu masuk gedung ia berpas-pasan dengan Yusra dan Ali yang sepertinya baru samapai. Nilam mengedipkan sebelah mata kepada Yusra dan membuat kode ok dengan tanganya ketika Ali lengah.

__ADS_1


Sementara seseorang yang barusan mengobrol denganya sudah pergi keruangan lain untuk berganti pakaian.


...


...


Sementara Fahri dan Hendri tengah dalam perjalanan ia masih saja diam seribu bahasa ketika sedang di ajak bicara oleh Hendri.


"Papah yakin, hari ini kamu yang akan di pilih sebagai pemimpin baru. " ujar Hendri antusias. "Papah sudah tidak sabar ingin segera memiliki perusahaan itu dan membuktikan pada mereka jika Papah memang layak memegang kendali perusahaan, meski itu harus lewat kamu, hahahaha. " ujarnya tertawa bahagia.


"Apa setelah ini, Papah akan mengambulkan keinginan ku? Papah sudah berjanji dan Fahri berharap Papah tidak melupakan janji Papah! " tegas Fahri.


"Tenang saja Fahri, tidak usah belaga seperti itu lah, kamu tahu, meskipun mereka dalam sandraan Papah, mereka tetap aman karena Papa selalu memberikan makanan yang sehat, jadi jangan berpikir buruk terus pada Papa. Papa selalu menyuruh anak buah Papa untuk berprilaku baik pada wanita itu dan anaknya, lagi pula apa sih yang membuat kamu suka pada wanita kampungan seperti dia? " cibir Hendri.


"Banyak, banyak yang Fahri suka darinya Pah, maka dari itu, tolong jangan pisahkan kami lagi, sudah cukup selama ini kami main kucing kuningan di belakang kalian. Fahri juga sudah berjanji untuk meresmikan perinakahan kami setelah urusan ini selesai. " ujar Fahri.


"Hahaha, percaya diri sekali kamu ini Fahri, mana mungkin itu terjadi, selama tidak akan ada peresmian pernikahan dari anak orang kaya dan anak miskin itu! Jadi, sekarang kamu harus pokus kepada pekerjaan kamu yang baru sebagai CEO Y/N Grup, jika saja kamu berani membangkang, maka kamu tidak akan pernah bertemu mereka lagi! Mungkin kamu akan mengenang nama mereka saja. " ujar Hendri penuh ancaman.


"Kenapa bisa Iblis seperti Papa di biarkan hidup? Kenapa bukan Papa saja yang mati dari pada harus Kake dan Uwa Yusman! Papa tidak punya hati! Papa sangat tega dan kejam! " bentak Fahri dalam mobil sembari mengepalkan tanganya menahan amarah.


Sementara Hendri hanya meniup niupkan asap rokok ke udara dengan tak mengindahkan umpatan Fahri untuknya. Saat tengah mengendalikan emosinya, tiba tiba ada nomor yang tak di kenal lalu mengirim pesan pada Fahri dan mengatakan jika anak dan istrinya baik baik saja.


[Tidak usah khawatir, anak dan istrimu baik baik saja, sebaiknya jalan kan tugasmu dengan baik, jalankan saja niatmu yang ingin membuka kebusukan Papamu nanti, persiapkan dirimu setelah ini akan ada pesta di ruang rapat dan kamu akan bertemu anak istrimu. ]


Fahri terperanjat ketika ada sebuah pesan masuk. Jika anak istri nya aman. Berarti sang Papa belum mengetahui jika Rasty dan anaknya sudah di selamat kan oleh seseorang. Fahri bernafas lega dan menatap sinis pada Papanya diam diam ia akan mengungkap semua kebusukan Papa nya. Ia tidak perduli jika harus mengumbar aib Papa nya, toh selama ini ia sudah berusaha jadi anak yang penurit dan selalu memenuhi keinginan sang Papa.


Maka sekarang. saatnya ia bangkit dari ketidak adilan sang Papa, ia akan melawan Hendri sekalipun itu adalah Papa nya sendiri.


"Persetan dengan semua itu, kini aku tidak akan tunduk atau patuh lagi padamu Papa, orang yang harusnya jadi panutan bagi anaknya, kini sudah lenyap di telan dengan keserakahan nya sendiri. Mulai saat ini, aku tidak akan pernah lagi menjadi anak yang patuh padamu demi keserakahan mu! " batin Fahri.

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo


__ADS_2