Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 45


__ADS_3

Kini Yusra dan Yusman sudah berada di balkon mereka duduk sembari menatap pemandangan ke halaman belakang dari atas.


"Apa yang ingin Papa bicarakan? Pah, sebelumnya Yusra minta maaf atas semua perilaku Yusra dulu. Yusra menyesal Pah. " ujar Yusra memulai percakapan dan bersimpuh di hadapan Yusman.


Raya sesekali menoleh ke arah luar namun sayang. Ia tak bisa melihat Yusra dan Yusman , sebab mereka terhalang oleh tembok.


"Papah juga minta maaf karena memaksakan kehendak Papah, tapi. Papah senang akhirnya kamu mau menerima Raya sebagai istri mu, apa lagi sekarang ia sedang mengandung cucu Papah. " ledek Yusman dan Yusra hanya bisa tersipu malu.Ia ingat betul dulu betapa ia menolak Raya mentah mentah.


"Yusra minta maaf. Pah, dulu Yusra tidak tahu jika Raya itu adalah Nirmala , orang yang selama ini Yusra cari, tapi kenapa Papah sembunyikan ini dari Yusra? Andai saja Papa bicara dari awal, pasti tidak akan seperti ini kejadian nya. " protes Yusra.


"Hahaha, emang harus seperti ini konsepnya, sudahlah, yang penting sekarang kamu sudah tahu jika orang itu adalah Nirmala dan kamu sudah menikahinya, sekarang yang Papah ingin bahas soal perempuan yang bernama Nilam. " kata Yusman dan itu membuat Yusra melebarkan matanya.


"Pah, apa jangan jangan, selama ini Papah sudah tahu, jika aku punya adik? " tanya Yusra pada intinya.


"Tepat, kamu benar sekali Yusra, jika selama ini Papah sudah tahu jika mantan istri Papa yang tak lain adalah ibumu, ia sebenarnya sedang mengandung saat prores perceraian kami, dia tidak sadar. Andai saja dulu Papah tahu lebih awal, mungkin saja keluarga kita tidak terpecah berai seperti ini. Papah tahu selama ini kamu sembunyikan semua nya atas permintaan ibumu kan? Namun sayang, gerak gerik mu tak luput dari perhatian Papah saat itu, saat dimana kamu selalu pergi setiap weekend dan membawa mainan anak perempuan.


Papah mengikuti mu dan benar dugaan Papah jika anak itu adalah darah daging Papah yang kalian sembunyikan, pada saat itu Papah menghampiri Ibumu dan meminta penjelasan nya, kenapa dia tega menggugat Papah, padahal selama ini hubungan kami baik baik saja, setelah Papah paksa dia untuk cerita, ternyata dalang semua ini adalah Hendri, ia mengancam Ibumu untuk menggugat Papah supaya Papah jatuh lagi karena di tinggalkan oleh orang tercinta. " ujar Yusman.


"Kenapa Om Hendri setega itu. Pah, selama ini aku tidak tau apa penyebab kalian berpisah, kupikir karena adanya orang ketiga, namun setelah Yusra selidiki, nyatanya tidak orang ketiga di antara kalian. " kata Yusra.


"Memang ada orang ketiga, dia adalah Hendri, karena ia mengacam Ibumu karena selalu menolak keinginan Hendri, dia bahkan mengacam Ibumu untuk melenyapkan keluarganya dan setelah ia tahu jika saat itu anggota keluarga nya meninggal itu adalah ulah Hendri dan akhirnya. Ibumu mau menuruti keinginan biadabnya si Hendri unutk menghancurkan Papah. Makanya selama ini Papah tahu jika Nilam itu putri Papah dan selama ini Papah tinggal bersamanya dan menyuruh ia untuk memantau kalian semuanya. " ujar Yusman.


Yusra hanya bisa mnegusap wajah nya. Ia kesal tapi juga senang, sungguh ia tak bisa menjabarkan perasaan nya sekarang seperti apa.


"Berikan hukuman yang seberat-beratnya untuk Om Hendri. Pah, aku ingin ia berlama lama di penjara, jika perlu, penjara dia seumur hidupnya. " ujar Yusra berapi api.


"Tenanglah, semua sudah di urus oleh kake mu, sebaiknya kita masuk kedalam, kasian istrimu menunggu. Papah juga ingin istirahat sebentar, rasanya rindu juga meninggalkan rumah. "


Setelah itu mereka masuk kedalam dan melihat Raya yang tengah tertidur. Yusra dan Yusman saling pandang dan terkekeh melihat gaya tidur Raya yang sangat pulas. Bagaiamana tidak. Raya tidur dengan mulut mengaga dan mendengkur.


"Istrimu itu. " ujar Yusman menepuk bahu Yusra sebelum ia keluar dari kamar.


Yusra hanya menggeleng dan membenarkan posisi Raya.

__ADS_1


"Untung cantik, jadi mau pose apapun tidurmu, tidak mengurangi kadar kecantikan mu sayang. " gumam Yusra lalu menyelimuti Raya.


....


....


....


Sembilan bulan kemudian...


Kini sudah tiba di mana Raya akan melahirkan dan Yusra sangat menjadi suami siaga sekali selama satu bulan ini,


Kini Raya sedang merasakan perut nya yang mules setiap saat dan pinggang terasa panas apa lagi ia harus beberapa kali ke kamar mandi untuk buang air kecil. Yusra menyarankan untuk pake pempers namun Raya menolak ia ingin jalan jalan saja karena itu lebih baik.


"Sayang, sebaiknya kamu pakai pempers saja, biar kamu gak bolak balik terus. Mas ngeri liatnya, takut kamu jatuh. " ujar Yusra geregetan.


"Gak apa apa Mas, ini justru baik untuk Raya, agar memudahkan proses lahiran kalo banyak gerak, jangan khawatir ya. " kata Raya.


"Gimana tidak khawatir, orang kondisi kamu saja sudah mengkhawatirkan kan, setiap kamu kontraksi Mas selalu takut dan panik lihat kamu mules begitu. " protes Yusra dan mencebikkan bibirnya.


"Aduh." pekik Raya dan itu membuat Yusra kalang kabut.


"Kontraksi lagi ya? " tanya Yusra, lalu Raya hanya mengangguk sembari meringis.


"Sayang tahan ya, dede bayinya mau keluar.Suster, sampai kapan istri saya akan seperti ini? Kapan anak saya keluarnya? " tanya Yusra random dan membuat beberapa perawat menahan tawa nya.


"Mas Yusra, kok malah ngomong begitu sih! Random banget sumpah, nanti juga keluar ini lagi mules mules dulu, bantuin usap usap perut nya Mas. " keluh Raya dan Yusra mengelus perut Raya.


"Aduh aduh, ini Raya pengen pipis. Mas. " kata Raya sembari meringis kesakitan.


"Keluarin aja sayang, gak apa apa, jangan takut, nanti biar perawatan yang bersihkan kotornya. " kata Yusra ia kasian melihat perjuangan Raya yang akan melahirkan anaknya.


"Ugh, sakit banget Mas, eumh, bayinya mau keluar Dok. " teriak Raya dan Dokter segera mengambil ancang lalu menyuruh Raya ngeden.

__ADS_1


"Bu Raya, terus ngeden lagi yang kuat, bayinya akan segera keluar, satu, dua, tiga, ngeden Bu. " ujar Dokter dan Raya menurut.


Oek oek oek


Akhirnya, perjuangan Raya melahirkan anaknya berhasil dan Yusra beberapa kali menghujani ciuman di kening Raya dengan berderai air mata.


Raya terengah engah dengan air mata yang mengalir juga. Ia bangga akhirnya bisa melahirkan penerus Yusril dari rahim nya.


"Anak kita. Mas, anak kita. " ujar Raya lirih saat melihat bayi merah yang di lumuri darah itu di arahkan ke Raya oleh Dokter sebelum di bersihkan.


"Putraku, ini Ibu sayang, terimakasih sudah hadir di tengah tengah kami nak. " lirih Raya tak kuasa membendung air matanya.


Oek oek oek


Bayi itu menangis dan Dokter memberikan kepada perawat untuk membersihkan bayi kecil itu.


Selama menunggu bayi. Kini Raya juga sedang di bersihkan dan akan di pindahkan ke ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Yusra.


Setelah usai dengan semua nya. Kini Raya dan bayinya sudah pindah ke kamar VVIP dan Raya sedang menyusui bayinya dengan arahan suster.


"Sayang, mau di namai apa bayi kita. " tanya Yusra.


"Raya serahkan sama Mas saja. " jawabnya sembari mengelus pipi halus bayinya.


"Dia haus banget ya nyusunya, kenceng banget lagi itu, nanti jatah Ayah abis sama kamu nak. " ujar Yusra tanpa malu. Raya hanya melototi Yusra dengan garang ia malu banget.


"Canda sayang, gimana kalau putra kita, kita namai. Rayzan Nugraha, kita pakai nama buyutnya. " kata Yusra.


"Nama yang bagus, sekarang putra Ibu sudah punya nama ya, sayang. Rayzan Nugraha, terimakasih Ayah udah kasih nama yang bagus buat Rayzan. " kata Raya dan senyum.


"Sama sama kesayangan. Ayah. " jawab Yusra dan memeluk mereka.


**THE END

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MAU MAMPIR KECERITA SAYA DAN MOHON MAAF JIKA ADA KATA KATA KURANG BAIK , SEMOGA SEMUANYA SUKA DENGAN CERITA YANG SINGKAT INI.


HATUR NUHUN 🌹**


__ADS_2