Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 28


__ADS_3

Setelah membantu sang Mamah membersihkan lukanya. Fahri izin keluar karena ia ingin menemui seseorang.


"Mah, sebaiknya Mamah istirahat saja ya. Fahri mau keluar sebentar, karena ada sesuatu yang harus Fahri urus. " ujar Fahri lembut.


"Nak, apa boleh kamu antar Mamah. " Rika ingin kerumah Yusman ia tidak mau tinggal satu atap dengan Hendri.


"Mamah mau di antar kemana? Mamah istirahat saja di sini. " bujuk Fahri.


"Mamah mau ke rumah Uwa kamu. Uwa Yusman, tolong anterin Mamah ya, Mamah tidak mau tinggal di sini. Apa lagi dengan Papah kamu. " ujar nya dengan mata yang berkaca kaca.


Istri mana yang tidak takut dengan suaminya. Karena ini baru pertama kalinya bagi Rika mendapatkan kekerasan dari Hendri. Biasanya jika Hendri marah ia tidak akan melakuan KDRT paling hanya membentak kalau tidak ia pergi dari rumah untuk menghindari keributan.


"Nanti kalau Papah, mencari Mamah bagaimana? Dan jika ia tahu Mamah di sana , yang ada Papah akan tambah marah sama Mamah. "


"Biarkan saja Fahri. Mamah sudah tidak kuat lagi dengan sikap nya itu, rasanya Mamah ingin cerai saja dengan Papah mu. Karena dia sudah keterlaluan! " ujar Rika dengan menggebu-gebu.


"Istighfar Mah, tidak boleh ngomong begitu, sesungguhnya itu tipu daya setan yang ingin menjerumuskan kita ke lubang dosa! Mamah tahu jika perbuatan cerai itu sangat tidak di sukai oleh Allah, ya sudah kalau emang Mamah mau ke rumah Uwa. Fahri akan anter Mamah. " akhirnya Fahri mengalah dan mengantar Rika ke kediaman Yusman.


Fahri dan Rika kini sudah sampai dan mereka memencet bell. Kebetulan sore itu Ali sedang mencuci si Silvi motor kesayangannya. Ketika mendengar bell ia segera bergegas membuka gerbang dan kaget karena ada Rika dan Fahri.


"Loh, Uwa sama Bang Fahri?" Ali keheranan.


"Boleh kami masuk? " pinta Fahri.


"Iya Bang, ayo kita masuk."


Kini mereka tengah duduk di ruang tamu dan Ali memperhatikan luka lebab di pipi Rika.


"Uwa, itu kenapa pipinya, kok lebab begitu? " Ali pikir Rika habis tersengat tawon.

__ADS_1


"Tidak apa apa. Ali, apakah Uwa boleh tinggal sementara di sini. " pintanya.


"Boleh dong. Uwa, silahkan saja. Ali seneng ada kalau Uwa mau tinggal di sini. " jawabnya.


"Ya sudah, Mamah di sini ya. Fahri mau pergi dulu, Al, nitip Mamah ya. " kemudian Fahri pergi entah ia mau kemana.


Setelah kepergian Fahri. Ali menginterogasi Rika karena ia curiga dengan luka lebab di pipinya.


"Jujur sama Ali, pipi Uwa kenapa? Itu seperti bekas tamparan. " tanya Ali.


"Uwa tidak apa apa, ini tadi Uwa jatoh di apartemen Fahri. " dustanya.


"Uwa, kita ini keluarga, Ali tahu jika Uwa dengan menyembunyikan sesuatu kan? Kalau tidak, untuk apa Uwa datang ke sini dan ingin tinggal di sini. " cecar Ali.


Rika hanya menunduk lalu ia terisak saat ingat perlakuan Hendri padanya tadi pagi. Ali terkesiap dan mendekati Rika.


Rika hanya mengangguk.


"Astagfirullah, semakin kesini Uwa Hendri sangat keterlaluan! Kenapa bisa Uwa jadi begini, apakah Uwa Hendri melakukan kekerasan? "


"Uwa udah gak kuat, hiks, hiks, mengahadapi sikap Uwa kamu itu. Al , hiks hiks, dia terlalu ambisi dengan harta dan dendam sehingga mengalahkan akan sehatnya! Bahkan dia tega sampai menampar Uwa. " ujar Rika menangis tersendu. Ali membawa Rika dalam pelukannya.


Ia tak habis pikir dengan Uwa nya itu.


....


Sementara di tempat lain.


"Apa kamu yakin? Ingin melakukan itu?. " tanya seoarang wanita kepda Fahri.

__ADS_1


Ya, saat ini Fahri sedang menemui seseorang yang sedang dekat dengan nya.


"Iya, aku sudah memikirkan semua ini dengan matang! Nanti saat waktu nya tiba aku ingin membongkar semua kebusukan Papa, aku sudah muak hidup dalam genggaman Papa, biarkan saja aku jadi anak durhaka karena ia yang sudah buat aku seperti ini. " geram nya.


Wanita itu mengelus bahu Fahri.


"Jika memang itu yang terbaik, maka lakukanlah. Aku akan mendukung apapun keputusan kamu, semoga saja Papa kamu cepat sadar dan kalian bisa menjalani hidup dengan rukun . " ujar wanita itu.


"Ras, sebaiknya kamu pindah saja dari sini. Karena Papah sudah mengetahui tentang hubungan kita, aku takut ia akan melakukan sesuatu padamu. Aku tidak ingin sampai kamu kenapa napa, tolong, untuk kali ini saja. Kamu dengarkan aku ya, please. " mohon Fahri.


Entah kenapa. Ancaman Papa nya selalu terngiang-ngiang dalam telinganya. Ia tahu Papahnya orang seperti apa ia tidak akan pernah main main dengan ucapannya.


"Baiklah, aku akan menurut dengan kamu. Tapi kamu janji, kamu juga harus baik baik saja, lakukan saja peran mu sebagaimana mestinya, ketika rencana mu sudah berhasil maka aku akan datang menunggu mu. " ujar Rasty.


Entah mengapa rasanya ucapan Rasty seperti pertanda untuk Fahri. Namun Fahri tak ingin memikirkan nya. Ia berpikir jika ucapan Rasty adalah kode karena Rasty ingin segera memliki status yang jelas bukan main kucing kucingan seperti ini.


"Iya sayang, pasti. Aku akan menepati janji ku yang akan segera meresmikan hubungan kita, tolong bersabarlah, karena aku sedang berjuang. Untuk masa depan kita, doakan aku agar rencana ku berjalan dengan mulus. " ujar Fahri lalu mengecup tangan Rasty.


Tidak tahukah Fahri. Jika ia sedang di ikuti oleh anak buah Papanya. Sementara di klub Hendri sedang menyesap alkoholnya sembari menatap layar vidio yang di dalamnya menampilkan Fahri yang sedang menemui kekasihnya.


"Cih! Rupanya kamu berani ya melawan ku? Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada wanitamu! Fahri-Farhi, kamu pikir selama ini Papa tidak tahu akal licik mu itu hum? Baiklah kita akan main main nak, agar kamu tahu bagaimana jadi orang licik yang sbenarnya. " ujarnya dan kembali meminum alkoholnya.


Hendri tidak akan menyerah begitu saja. Dendamnya sudah mendarah daging dan satu satunya yang bisa menghentikan dendam nya yaitu dengan ia berhasil merebut harta warisan dari tangan Yusra dan kekuasaan serta perusahaan, pikirnya.


"Bahkan, tidak akan ada orang yang berani melawan ku! sekalipun itu kamu Fahri, kamu akan selama nya jadi boneka ku dan aku akan selalu memanfaatkan kecerdasan mu itu .


Memang aku ini sangat bodoh! Tapi ada yang lebih bodoh lagi dariku, yaitu kalian semua! " rancaunya karena ia sudah sangat mabuk.


Tanpa ia sadari. Seseorang sedang memperhatikan nya dari kejauhan, orang itu menatap sendu melihat kondisi Hendri dan tak lama ia pergi dari klub itu. Hendri terus merancau tidak jelas dan orang yang memperlihatkan nya tadi menyuruh pelayan untuk membawa Hendri ke kamar yang sudah ia sewa.

__ADS_1


__ADS_2