
Keesokan paginya di saat semua orang tengah berkumpul sarapan Raya kembali merasakan mual yang luar biasa dan itu membuat Yusra sangat khawatir dengan ke adaan istrinya.
Hoek... Hoekk... Hoekk..
Raya terus saja memuntahkan isi perutnya yang memang tidak ada isi apapun yang keluar hanya ada cairan kuning kental yang terasa pahit di mulut. Yusra terus membantu memijit tenguk Raya dengan minyak kayu putih.
"Masih mau muntah gak? " tanya Yusra dengan penuh ke kekhawatiran. Raya hanya bisa mengangguk dan kembali muntah lagi.
Hoekk Hoekk Hoek
"Kita periksa saja ya, aku gak mau kamu kenapa napa sayang. " kata Yusra yang tak tega melihat Raya.
"Lemas banget Mas. " rengek Raya pada akhirnya, sepertinya mualnya sudah berhenti.
"Kita ke kamar saja ya, nanti Mas yang akan bawain sarapannya ke kamar. " ajak Yusra yang mendapatkan anggukan dari Raya.
Yusra membawa Raya ke kamar dengan menggendong nya ala bridal style. Saat melewati semua orang Yusra izin tidak sarapan bersama.
"Semuanya , seperti nya kami tidak bisa ikut sarapan bersama. Pah, Kek, Yusra mau bawa Raya ke kamar dulu ya. " ujarnya.
"Iya, bawa ke kamar saja dan suruh istirahat yang cukup, jangan lupa sarapan ya nak. " kata Kake.
"Maaf ya Kek, " kata Raya lemah.
"Tidak apa apa, istirahat lah. " ujarnya.
Kini Raya dan Yusra sudah berada di kamar dan ia meletakkan Raya dengan hati hati sekali penuh kelembutan. Yusra duduk dekat Raya dan tangannya terangkat mengelus perut Raya.
"Enak banget Mas, aku mau di usapin terus perutnya, nyaman banget rasanyaa. " kata Raya .
"Dedenya pengen di manjain sama Ayah ya? " tanya Yusra.
"Seperti nya begitu Mas, tadi perut nya sedikit keram tapi pas kamu usapin jadi gak keram lagi. " jawabnya.
Yusra mendekati perut Raya dengan posisi ia berjongkok.
"Anak Ayah, jangan bikin Bunda muntah muntah terus ya, kasian Bundanya kalau muntah terus, jadi anak baik ya sayang. " kata Yusra dan mencium perut Raya.
Melihat tingkah suaminya. Raya jadi tersenyum kecil ia merasa bahagia. Lalu ia mengelus rambut lebat Yusra dan mengusap pipi laki laki tampan itu.
"Iya Ayah, dede akan jadi anak baik. " jawab Raya lemah dan mereka saling lempar senyuman. Yusra bangkit dan hendak keluar.
"Mas mau kemana? " tanya Yusra.
"Mas mau ambil sarapan dulu, kamu tadi muntah muntah, pasti perutnya kosong , sarapan sedikit saja ya, kan di dalam perut ada nyawa yang harus kamu jaga. " ujar Yusra dan Raya hanya mengangguk meksi sebenarnya ia sangat tidak berselera.
"Terimakasih sudah hadir di tengah tengah kami nak. " lirih Raya dan mengelus perut nya.
Yusra kembali lagi dengan membawa satu piring sarapan dan air putih di nampan. Melihat itu Raya hanya menganga.
"Mas, kamu pikir aku kuli?. " seloroh Raya yang melihat piring itu penuh.
__ADS_1
"Pede banget bumil, ini buat Ayahnya dede juga lah. " ledek Yusra dan Raya hanya manyun saja karena salah sangka.
"Jadi Ayahnya dede, sekarang rakus ya? " ledek Raya tak mau kalah.
"Kan, Ayahnya dede sedang bekerja keras, cari uang buat nafkahin kalian, jadi makanya harus banyak bukan rakus. " Yusra kembali membalikan kata kata Raya.
"Mas Yusra nyebelin, gak mau ngalah ih! " ketus Raya sebal.
"Mas pengen makan, gak mau debat, yuk makan yuk, dede juga lapar loh. " Yusra mulai menyuapi Raya perlahan.
"Kok gak mual ya. " kata Raya.
"Kan udah di bilang, kalau dede lagi pengen di manja sama Ayahnya, alhamdulillah kalau tidak mual. " Yusra menyuapi lagi Raya dengan telaten.
Sepuluh menit kemudian.
"Kaya emang kamu ini mirip sama kuli. " sindir Yusra dan Raya hanya bisa mencebikan bibirnya saja karena di sindir.
"Maklumi lah, kan kami berdua. " jawab Raya tak mau kalah.
" Heum , ya , ya, sekarang sudah kenyang apa mau makan lagi?" tanya Yusra sebelum ia beranjak.
"Sudah kenyang. " jawab Raya dengan wajah yang masih terlihat pucat.
"Kita ke rumah sakit yah. " ajak Yusra.
"Aku gak apa apa kok. Mas, gak usah ke rumah sakit lah. " tolak Raya.
"Makanya Mas Yusra deket aku terus, nanti gak mual deh. " ujar Raya.
"Aku mau mau saja dekat dengan kamu, tapi nanti, kalau bablas gimana? " goda Raya.
"Ya sebisa mungkin di tahan dong." sewot Raya.
"Gak bisa sayang, kamu itu candu ku. " ujar Yusra dan mencolek dagu Raya dengan mengedipkan sebelah mata genit.
"Jangan Om, jangan rayu rayu aku. " kata Raya dan memeluk tubuhnya sendiri.
"Kamu bilang aku apa? " Yusra menyipitkan matanya tajam.
"Memang ada yang salah dengan kata kata Raya? Perasaan gak deh. " ujar Raya kembali seperti semula.
Peletak
Yusra menjitak kening Raya dan membuat Raya meringis .
"KDRT! Nanti aku bilang Kake loh Mas, biar kamu di hukum. " ujar Raya dan hendak bangkit.
"Maaf sayang , aku kelepasan, istirahat yah, kan Kake suruh kamu istirahat. "
"Nyebelin! " gerutu Raya.
__ADS_1
"Iya. Mas memang nyebelin. " jawab Yusra.
"Pergi sana! " ketua Raya.
"Yakin nih? "
"Hum." Raya tak menjawab. Namun begitu Yusra hendak pergi Raya berteriak.
"Jangan pergi Mas! " teriak Raya.
"Tadi kamu ngusir. "
"Bercanda juga ih! " kembali sebal.
Yusra tak jadi menaruh piring ia ikut bergabung dengan Raya di kasur dan mereka kini berpelukan setelah acara debat kecil kecilan.
Tok
Tok
Tok
"Yusra. Raya, apa Papa boleh masuk. " kata Yusman.
"Bukain Mas, itu Papa. " kata Raya .
Yusra menurut dan membuka pintu.
"Ada apa Pah?." tanya Yusra.
"Ada hal yang ingin Papa bicarakan. " kata Yusman. Yusra seketika menoleh kepada Raya, pasalnya Raya akan kembali mual saat Yusra jauh darinya.
"Sayang, kamu tidak apa apa kan, aku tinggal. " tanya Yusra memastikan.
"Eum, ya. Raya gak apa apa kok, Mas. " jawabnya senyum manis dengan wajah yang pucat.
"Raya masih mual ya, kalau Yusra jauh dari kamu. " tanya Yusman dan Raya hanya menunduk malu.
"Tidak apa apa, dulu juga Mama nya Yusra seperti itu, kalian mirip sekali, kalau begitu kita bicara di sini saja. " putus Yusman.
"Tidak apa apa Pah, jika ada hal yang serius. Raya tidak akan mual insyaallah. " kata Raya merasa tak enak.
"Gak apa apa sayang. Papah saja tidak apa apa, kamu tidak perlu tidak enak seperti itu, iya kan Pah? " ujar Yusra menoleh pada Yusman yang mana Yusman mengangguk menyetujui ucapan Yusra.
"Tapi." lirih Raya.
"Tidak apa apa Raya, lagian ini bukan hal yang terlalu serius, kamu istirahat saja. Papah dan Yusra akan bicara di balkon saja kan. "
Akhirnya Raya hanya mengangguk ia juga sudah mulai ngantuk karena sehabis makan.
MAAF JIKA ADA TYPO
__ADS_1