Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 27


__ADS_3

Keesokan paginya Raya bangun kesiangan karena Yusra tidak memberikan waktu istirahat untuk Raya. Ia menggempur Raya sampai dua kali permainan membuat Raya sangat kelelahan dan berakhir bangun kesiangan.


"Eum." Raya menggeliat dan membuka matanya secara perlahan. Ia melihat ruangan sekitar tapi tak menemukan Yusra di kamar itu. Yang ia temukan adalah secarik memo dan senampan sarapan yang sudah tersedia di atas nakas.


Raya mengambil lalu membaca isi memo itu.


Selamat pagi istriku, kamu pasti akan bingung setelah bangun karena tidak ada aku, aku sudah memesan sarapan untuk kamu dan itu adalah sarapan kesukaan kamu, jangan lupa mandi dan sarapan ya, maaf aku pergi tidak bilang padamu. Aku sedang ada urusan , hubungi aku jika kamu sudah selesai dengan semuanya.


Begitulah pesan memo itu.


Raya bangun dan segera menuju kamar mandi. Ia bergegas mandi lalu tak lama ia sudah rapi dengan baju yang sudah di siapkan oleh Yusra dan setelah itu ia sarapan seorang diri.


"Kenapa tidak membangunkan ku sih? Masa tega banget tinggalkan aku sendirian di sini. " meski menggerutu ia tetap melaksanakan apa yang Yusra perintahkan di memo.


Sudah sejam ia berada di kamar hotel sampai membuat nya jenuh. Dan kebetulan di hotel itu ada mall jadi Raya keluar saja tanpa menghubungi Yusra terlebih dahulu.


Kini Raya sudah berada di mall ia berkeliling saja di mall itu dan kebetulan ada toko yang sangat menarik perhatiannya. Yaitu toko aksesoris dan tanpa pikir panjang Raya masuk kedalam sana lalu memulai memilah barang yang ia cari.


"Eum, ini sangat lucu sekali, kira kira. Mas Yusra suka tidak ya? Jika aku membeli gelang couple, beli jangan ya? " Raya nampak berpikir dan meninang apakah harus beli atau jangan.


"Tapi gelang nya lucu banget, lihat saja, jika gelang ini di pakai dan jika aku dan Mas Yusra berada di jarak sedikit jauh, gelang ini akan menyala karena di dalamnya ada pendeteksi. Hah, dari pada nyesel tidak beli, mending aku beli saja deh. " putusnya.


Raya akhirnya jadi membeli kedua gelang itu lalu membayar dengan kartu yang sudah Yusra berikan padanya. Setelah itu ia keluar dari toko dan melanjutkan lagi untuk mengelilingi mall tersebut.Saat ia berada di lantai bawah matanya melihat seseorang yang ia kenal. Bahkan sangat kenal karena orang itu adalah Yusra.


Rasanya hati Raya sangat sakit ketika melihat Yusra sedang duduk dengan seorang wanita. Yang tak lain dan bukan adalah Nilam. Posisi mereka saat ini adalah. Nilam tengah bersandar di bahu Yusra dan Yusra sesekali mengelus bahu Nilam lalu tak hanya itu. Bahkan Raya menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya saat Yusra mencium kepala Nilam dengan mesra nya.

__ADS_1


Raya hanya bisa mengepalkan tangannya. Matanya sudah berkaca kaca dengan perasaan yang kecewa. Raya menghampiri Yusra dan menatap mereka berdua dengan tatapan bengis penuh kebencian.


"Mas!. " hadrik Raya di hadapan suaminya. Yusra terperanjat kaget begitu juga dengan Nilam yang kala itu sedang menangis etah apa penyebabnya.


"Raya?. " ujar Yusra gugup dan tegang. Ia tidak ingin Raya salah paham.


"Mas, kalau begitu aku pergi dulu. " ujar Nilam dan menatap Raya . Namun tatapan Nilam tidak seperti biasanya yang selalu bengis kepada Raya. Membuat Raya bertanya-tanya namun ia tak perduli . Ia kini menatap Yusra yang tengah gelagapan karena merasa tertangkap basah.


"Sayang." ujar Yusra ia hendak menarik Raya namun Raya segera menepis tangan suaminya.


"Pembohong! Kamu bilang ada urusan, ternyata urusan kamu seperti ini, mesra mesraan dengan wanita lain sudah gitu di tempat umum lagi!" hardik Raya dengan kesalnya namun tidak mengeraskan ucapannya.


"Sayang, kamu salah paham. Aku akan jelasin sama kamu, jangan marah ya. " Yusra sangat takut jika Raya marah apa lagi jika sampai Raya meminta ingin pisah.


"Gak perlu! Aku udah lihat semuanya dan tidak ada lagi yang harus kamu jelasin! " Raya segera meninggalkan Yusra dan melangkah keluar hotel. Yusra tak tinggal diam ia mengejar Raya dan memeluknya dari belakang.


"Lepasin aku. Mas, aku mau pulang! " kesalnya.


"Kita akan pulang bersama. Tunggu di sini aku ambil mobil dulu. " ujar Yusra yang langsung ngacir karena ia benar-benar takut Raya meninggalkan nya.


....


.....


Sesampainya di rumah. Raya langsung keluar dari mobil dan menutup pintu mobil dengan membanting sangat keras, masa bodo yang penting ia sudah menyalurkan kekesalan nya pada Yusra lewat pintu mobil itu yang tak bersalah.

__ADS_1


Oh Kasihan...!!!


Pak Satpam saja sampai terjingkat kaget yang mendengar nya lalu Yusra hanya menggeleng saja kemudian segera menyusul Raya yang sudah berjalan dengan langkah yang tergesa gesa.


Bibi yang hendak menyapa Raya jadi urung karena melihat wajah Raya yang menyeramkan. Lalu melihat Yusra yang masuk dengan sedikit berlari mengejar sang istri.


"Anak muda. " gumam Bibi, yang sepertinya tahu jika kedua majikannya itu sedang ada masalah.


Raya lantas masuk kamar dan hendak menutup pintu namun Yusra behasil menghadang dan segera masuk kedalam kamar. Raya menatap jengkel kepada suaminya dadanya naik turun dan matanya sudah memerah berkaca kaca.


"Sayang, aku minta maaf. " lirih Yusra. Ia merasa sangat bersalah kali ini karena ulahnya Raya jadi kesal dan menahan amarah sampai matanya berkaca kaca . Di saat Yusra mengucapkan kata maaf. Raya tidak bisa lagi membendung air matanya.


Disitulah tangis Raya pecah dan Yusra langsung mendekap Raya dengan erat lalu mengulangi kata maaf berkali kali.


"Aku minta maaf sayang, sungguh. " bisiknya di telinga Raya.


"Kamu jahat! Kamu bohongi Raya! Hiks, hiks, apa selama ini kamu hanya pura pura saja dengan Raya, jika sebenarnya kamu tidak mencintai Raya, kamu lebih memilih wanita itu dan membohongi ku! " kali ini Raya berteriak mengeluarkan uneg unegnya yang sejak tadi ia tahan lalu memukul dada Yusra berulang kali.


Yusra membiarkan itu meski terasa sedikit sakit namun Yusra rela. Dan anggap saja jika ini tak sebanding rasa sakit yang Raya rasakan karena ulahnya. Karena merasa lelah akhirnya Raya berhenti memukul dada Yusra, lalu Yusra kembali memeluk tubuh kecil sang istri.


"Sayang, aku minta maaf sungguh, aku memang tadi ada urusan dan setelah urusanku selesai tiba tiba saja Nilam menghubungi dan kami akhirnya bertemu. Kamu bilang kamu ingin aku menjelaskan nya kan? Baiklah, aku akan jelaskan sekarang sama kamu, dari pada kamu salah paham terus dan aku nyakitin kamu terus.


Sebenarnya, kami adalah kaka adik, namun Mamah dan Papah berpisah karena ada maslah yang tidak aku ketahui apa penyebab nya, saat itu Mamah tidak tahu jika ia tengah mengandung dan sampai ia meninggal ia tidak menceritakan kepada Papah, ia lebih suka bercerita denganku dan meminta agar aku juga merahasiakan nya dari Papah, sekarang kamu sudah tahu kan? Aku sudah cerita sama kamu , aku minta maaf ya. " ujar Yusra yang masih mendekap Raya dengan posisi berdiri.


Tidak ada jawaban dari Raya. Justru ia mendengar suara dengkuran halus yang berasal dari Raya. Mungkin karena lelah habis ngamuk ngamuk akhirnya tanpa sadar Raya tidur dalam dekapan suaminya.

__ADS_1


"Ya salaaam, aku sudah cerita panjang lebar, tapi kamu malah tidur, dasar, singa betina nackal. " ujar Yusra lalu membawa Raya ke kasur. Yusra menyelimuti istrinya lalu mengecup kening Raya lama setelah itu pergi ke kamar mandi.


Mohon maaf jika ada typo


__ADS_2