Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 22


__ADS_3

Bandung.


Kini Rika dan Yuli tengah membicarakan Hendri yang tidak ada hentinya untuk merebut harta yang kini sudah milik Yusman dan mungkin saja sudah pindah tangan kepada Yusra.


Ya. Memang harta itu sudah berpindah tangan kepada Yusra dan Yusman sendiri yang menandatangani nya di hadapan Yusra sehari sebelum pernikahan putranya di laksanakan. Namun untuk perusahaan itu masih tetap milik Yusril . Karena Yusman di berikan amanat kepercayaan untuk mengurus perusahaan itu sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan Y/N Grup yang hampir bangkrut.


"Sabar aja Teh, kita doakan yang terbaik aja, da gimana si Aa mah dari dulu juga wataknya keras! Dia mah maunya menang sendiri, jadi kaya kumaha aing begitu. " seru Yuli lalu mengusap punggung Rika.


"Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, bahkan sekarang Fahri yang ia jadikan boneka, kasian sekali anak itu. Fahri anak yang baik, aku yakin selama ini dia pasti tertekan karena selalu di tuntut oleh Papanya yang serakah itu! Padahal bukan ini yang Fahri mau, dia memiliki cita cita ingin menjadi pilot tapi karena Papa nya yang terus mendesaknya ia bahkan rela meninggalkan keinginan nya itu. " Rika mencurahkan isi hatinya kepada Yuli.


"Sabar Teh, kita tunggu kabar saja dari Ali, kira kira siapa yang di pilih oleh mereka, yang pantas jadi pemimpin di perusahaan Papa Yusril." kata Yuli.


Dia juga cemas karena takut Fahri yang terpilih. Bahkan Yuli berharap jika Yusra lah yang terpilih dan menjadi pemimpin perusaan Y/N Grup. Karena Yusra tidak jauh beda dengan Yusman yang memiliki bakat dan skill yang sudah di percayai para pemilik saham.


"Kalo boleh aku ingin Yusra saja, yang jadi pemimpin! Dan Hendri dapat menyerah karena sudah tidak ada celah bagi dia untuk menguasai perusahaan itu. Aku sangat kasian kepada Fahri, kita ini keluarga, harusnya saling mendukung dan mengayomi, tapi Hendri! Demi ambisinya ia rela menabuh genderang perang sesama antar keluarga. Ya Allah, nikmat sekali ujianmu. " lirih Rika yang sudah berkaca kaca.


Bukan apa apa. Ia kasian melihat anaknya yang kini di jadikan umpan oleh sang suami. Apa lagi dia tahu keinginan Fahri yang ingin menjadi seorang pilot, tapi saat Hendri menyuruhnya untuk belajar mengenai perusahaan. Membuat Fahri harus rela mengubur mimpinya dan ia lakukan semua itu demi papanya.


Yuli hanya bisa menghela nafas saja. Karena ia sendiri bingung harus melakukan apa, ia memang adik kandung Hendri namun ia tak dapat mencegah keinginan Hendri. Sempat dulu ia melawan Hendri dan memberikan nasihat namun reaksi Hendri membuat ia trauma. Bagaimana tidak trauma. Hendri mengamuk bahkan sampai memukul nya bukan hanya itu Hendri juga memberikan ancaman kepada Yuli jika Hendri akan membakar rumah Yuli bahkan menghabisi nyawa Ali.


Sejak saat itu. Yuli tak ingin ikut campur lagi ia membiarkan saja apa yang Hendri lakukan. Padahal harta yang di berikan oleh Pak Yusril cukup banyak kepada Hendri bahkan milik Yuli saja ia kuasai setengahnya. Benar benar serakah bukan? Orang macam Hendri itu.

__ADS_1


Hatinya di penuhi oleh iri dan dengki terhadap Yusman. Makanya dia selalu memberontak dan menjadi keras kepala. Namun Pak Yusril selalu memaafkan perbuatan Hendri yang sering kerap kali membuat masalah. Ia membiarkan saja Hendri berbuat semaunya karena ia tahu jika Hendri hanya ingin mengambil hati Yusril dengan ia selalu membuat onar. Bagi Yusril seburuk apapun Hendri ia tetap anaknya buah hatinya dan darah dagingnya. Tapi saat kejadian perusahaan mengalami kebangkrutan Yusril tidak bisa lagi mentolerir kesalahan Hendri yang sudah di ambang batas.


Harusnya ia ikut membantu Yusman mendirikan perusahaan namun Hendri malah sebaliknya.


Dari situlah Pak Yusril berpikir untuk memberikan hampir seluruh hartanya kepada Yusman dan perusahaan di percayakan kepada Yusman. Mendengar isi surat yang di bacakan Azfar setelah wafat nya Yusril membuat Hendri kembali murka karena ia tidak terima, jika Yusman mendapatkan bagian harta sangat besar dari pada dirinya. Apa lagi ketika ia mendengar jika perusahaan di percayakan kepada Yusman makin lah menjadi rasa isi dan benci kepada Yusril dan Yusman.


Baginya Yusril selalu saja membedakan dirinya dengan Yusman. Padahal mereka sama sama anak Yusril tapi kenapa Yusril seakan-akan selalu memihak Yusman dari pada dirinya.


Jadi di situlah awal muasal kenapa Hendri sangat berambisi dan ingin menguasai harta Yusril. Tinggal lah rasa benci yang sudah mendarah daging di hatinya kepada kakanya sendiri.


..


..


"Teh. Ali telpon, Yuli angkat dulu ya. "


Yuli mengangkat panggilan dari Ali lalu me loudspeaker. Agar Rika juga dapat mendengarkan.


"Assalamu'alaikum. Aa, gimana di sana?. " tanya Yuli.


"Waalaikumsalam. Mah, alhamdulillah lancar. " ujar Ali.

__ADS_1


"Lancar gimana, kamu mah yang bener atuh Aa, ini teh Mamah sama Uwa Rika lagi cemas, kamu bicara yang jelas! Jangan bikin kami was was di sini. " omel Yuli.


"Hehehe, iya mah iya maaf, Uwa Rika kerumah? " tanya Ali sengaja mengalihkan pertanyaan.


"Ada! Udah cepet kamu teh kasih tau, jangan mengalihkan pertanyaan wae atuh ih! Mamah sebel jadinya. " gerutu Yuli dan di sana Ali terkekeh mendengar omelan sang mama.


"Mamah harus ucapain selamat sama Uwa Rika, karena Fahri yang di pilih oleh mereka. " ujar Ali di sebrang sana. Dan itu membuat Rika tak bisa membendung air mata nya. Ia merebut handphone Yuli begitu saja.


"Nak, benarkah seperti itu? Kenapa bisa Fahri yang di pilih? Fahri sama sekali belum berpengalaman dan bahkan ia baru saja menyelesaikan pelajaran nya tentang perusahaan. " tanya Rika dengan memberondong. Yuli menenangkan Rika karena ia sudah menangis.


"Sabar Wa, tenang ya, Bang Fahri hanya di berikan kesempatan selama tiga bulan, karena saat presentasi ia sangat berbakat dan skill nya sangat bagus meski ia belum pengalaman tapi para pemegang saham ingin memberi kesempatan padanya. Hanya dalam tiga bulan, jika dalam jangka tiga bulan ia tidak bisa meningkatkan perusahaan maka pemimpin perusahaan akan di sah kan kepada Mas Yusra, karena mereka sudah tahu kemampuan Mas Yusra. " ujar Ali menjelaskan panjang kali lebar.


"Alhamdulillah, semoga semua baik baik saja. " lirih Yuli. Setelah menjelaskan kepada Rika akhirnya sambungan dengan Ali terputus.


"Yuli, aku rasa ada yang tidak beres, kenapa para pemegang saham malah semudah itu memberikan kesempatan pada Fahri? Harusnya mereka merundingkan ini dengan matang, bagaimana jika ini ulah Mas Hendri yang menyogok para pemegang saham lalu di iming-iming dengan uang? Harusnya mereka tetap memilih Yusra, bukan. " kata Rika mengeluarkan pikiran negatif nya.


"Husnuzon, Teh, siapa tahu saja emang rejekinya Fahri, mereka ingin memberikan kesempatan untuk Fahri karena mereka tahu jika Fahri juga cucu dari papa, kan tadi Ali sudah bilang jika ia di berikan kesempatan dalam waktu tiga bulan. Berdoa saja. Kita seharin sama Allah dan percayakan semua kepada-Nya. "


"Tapi kakamu itu sangat licik. Yuli, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan keinginan nya, kamu lihat berita kemarin? Jika di perusahaan Y/N Grup ada penghianat dan mereka menggelapkan dana perusahaan, itu semua ulah kakamu! Dia ingin menjatuhkan Yusra di hadapan pemilik saham, dengan begitu akan mudah baginya mempengaruhi mereka semua! " Rika sudah tak bisa membendung amarahnya.


Yuli sudah tahu akan hal itu dan Ali yang memberitahu kan. Bersyukur jika Yursa tak memenjarakan Hendri karena Yusra sudah mengetahui ini sejak awal.

__ADS_1


__ADS_2