
Seusai membahas kepergian sang Kake mereka memutuskan untuk istirahat di kamar masing-masing. Di kamar Yusra dan Raya mereka tengah berbincang mengenai kemunculan sang Kake yang membuat mereka belum bisa percaya.
"Mas, aku masih belum bisa percaya dengan kemunculan Kake sama Papah, mereka seniat itu ya, membuat pelajaran buat Om Hendri. " tanya Raya.
"Mas juga tidak tahu, tapi. Mas bersyukur dengan kembalinya mereka, akhirnya kita kumpul lagi dengan Papa, "
"Tapi, aku masih belum percaya Mas, karena bagaimana pun kematian mereka sudah kita saksikan saat itu, sekarang tiba tiba saja mereka hidup lagi. " Raya memeluk tubuh kekar Yusra.
"Sudahlah, jangan di pikirkan, sebaiknya kita istirahat saja, kamu sedang hamil jadi jangan terlalu banyak pikiran ya. " Yusra merapat kan pelukan nya.
"Hum, tapi Raya mau sesuatu. " katanya dengan nada manja.
"Kamu ngidam? " Yusra kembali was was dengan keinginan istrinya.
"Kenapa panik begitu sih! " ketus Raya lalu melepaskan pelukan dari tubuh Yusra. Namun Yusra tak membiarkan Raya jauh dari nya.
"Bukannya begitu sayang, aku hanya was was aja dengan permintaan kamu, kemarin saja itu masih membuat ku trauma. " keluh nya.
"Mas malu ya? Raya minta maaf, soalnya itu betulan keinginan dede nya, bukan Raya yang mau serius. " kata Raya merasa bersalah. Mood orang hamil dikit2 sensi dikit2 melow.
"Gak apa apa sayang, yang penting kalian berdua senang, dan untung nya hanya di depan keluarga saja. " ujar Yusra bicara lembut.
"Maafin kami ya Mas. " Raya memeluk Yusra lagi.
"Iya, tidak apa apa, sekarang kamu mau apa? " tanya Yusra.
"Eum, tapi, Mas Yusra mau kabulin? " tanya Raya .
"Selagi Mas masih mampu, pasti bisa, insyaallah. " jawab Yusra dengan menatap Raya penuh damba lalu mengecup bibir sang istri sekilas.
"Raya pengen kita barbequean sekarang. " katanya dengan wajah sumringah.
"Bercanda deh. " kata Yusra.
"Serius Mas, aku pengen itu, sekarang dan pengen seluruh anggota keluarga ikutan juga, kayanya enak banget deh. " ujar Raya dengan mata berbinar.
"Tapi, sayang. " ucapan Yusra terpotong karena melihat wajah Raya yang nampak berubah.
Ya salam.
__ADS_1
Yusra membatin.
"Mas Yusra gak mau kan? Ya sudah lah, emang kamu itu gak sayang sama kami! " ujarnya kembali merajuk dan hendak kembalikan badan nya .
"Hey hey, jangan merajuk, baiklah kalau begitu Mas akan turutin kemauan kamu, kita akan berbeque malam ini juga dan bersama keluarga." ujarnya.
"Bohong." pura-pura merajuk.
"Ini sekarang Mas akan bangunkan mereka, udah jangan merajuk lagi ya, senyum dong. "
Akhirnya Raya tersenyum meski terlihat di paksakan.
Semua orang Yusra bangunkan karena ini memang sudah malam dan bahkan mereka semua sudah dalam terlelap namun atas permintaan bumil yang sedang mengidam akhirnya mereka memaksa bangun dan sekarang mereka tengah berada di halaman belakang dengan alat yang sudah di siapkan.
"Cucu buyutku, kamu masih dalam perut saja sudah jahil ya, ini sudah malam , bukanya tidur malah ngerjain kami ya. " ujar Yusril mengelus perut rata Raya,
"Maafin dede ya Kake Buyut. " jawab Raya menirukan suara anak kecil sembari mengusap perutnya.
"Baru berapa bulan, nak? Kok masih rata saja. " tanya Yusril.Ia duduk berdua dengan cucu menantunya sedangkan yang lain sibuk dengan bakar2 dan menyiapkan yang lain nya.
"Baru mau jalan dua bulan Kek, " jawabannya.
Yusril mengusap kepala Raya dan tersenyum.
"InsyaAllah Kek. Raya akan menjaga mereka, " jawab Raya sekenanya karena dia masih segan dan malu berhadapan langsung dengan Yusril.
.....
Akhirnya acara barbeque pun berjalan dengan lancar meski awalnya mereka terpaksa tapi ketika kumpul seperti ini mereka sangat menikmati sekali momen seperti ini.
"Gimana bumil, senang tidak? Ngidamnya terpenuhi? " tanya Yuli.
"Alhamdulillah Bi, senang banget. " jawab Raya sumringah.
"Nanti jangan dadakan kaya gini lagi loh. Mbak, untung aja semua bahan ada dan gak repot harus drama belanja tengah malam. " ujar Yena sambil ngunyah makanan.
"Untung aja langit malam kali ini cerah banyak bintang juga, senang banget bisa barbeque an, coba aja ada bang Fahri sama istri dan anaknya, pasti tambah seru. " ujar Yeni.
Memang setelah pembahasan di ruang keluarga. Fahri dan Rika izin pulang dan membawa anak serta istrinya.
__ADS_1
"Kalau aja besok bukan hari weekend, mana mau Ali bangun dan ikutan seperti ini. " celetuk Ali yang mendapat pelototan dari Yusra dan itu membuat Ali meminta ampun.
Semua orang terkekeh dengan tingkah Ali yang selalu bisa menghidupkan suasana. Yusman tersenyum lebar ketika melihat Yusra yang begitu perhatian dengan Raya.
"Dulu saat Papa minta kamu menikahi Raya, kamu nolak keras loh. Yus, sekarang sepertinya kamu sudah bucin sama Raya ya. " celetuk Yusman.
"Pah, baru muncul loh , jangan bikin gosip dong. " tegur Yusra dan mereka terkekeh lagi.
"Papa tidak bikin gosip, tapi fakta aja Papa mah. " ujar Yusman yang kembali meledek Yusra.
"Raya. Kake mau tanya sama kamu. " Raya yang sedang di suapi oleh Yusra pun menoleh ketika namanya di sebut.
"Iya kek. " jawab Raya yang masih mengunyah.
"Dulu saat awal awal menikah, bagaiamana perilaku Yusra sama kamu? " tanya Yusril yang membuat Yusra gelagapan. Melihat itu Yusman hanya bisa terkekeh melihat anaknya yang ketar ketir .
"Mas Yusra ya? " tanya Raya mengulangi kalimat Yusril, ia melihat wajah Yusra yang sudah memerah.
"Iya, Kake pengen tahu gimana sikapnya sama kamu?. " kata Yusril dan membuat semua orang menunggu jawaban Yusra.
"Eum. Mas Yusra dulu itu. " ucapan Raya terpotong oleh Yusra.
"Eum sayang, sebaiknya kita istirahat ya, ini sudah malam dan angin malam gak baik buat kamu. " kata Yusra mengalihkan pembicaraan.
"Tapi Mas, ini makanan nya belum habis. " kata Raya.
"Kita bawa ke kamar saja ya. " Yusra kekeh dan membuat Yusman terkekeh lagi begitu pula dengan Yusril.
"Kenapa buru buru begitu Yusra, lagian Raya pakai kardigan kan. " kata Yusman dan ia mendapat kode dari Yusra.
"Gak bisa, Raya gak boleh kena angin malam. " ujar Yusra kekeh.
"Tapi Mas. " Raya tak bisa meneruskan kata katanya karena di sela oleh Yusra.
"Semuanya kami masuk duluan ya, selamat menikmati barbeque an dadakan ini seperti tahu bulat. " ujar Yusra dan menyeret Raya masuk ke kamar.
"Mas ih, kenapa kita duluan? Kan gak enak sama Kake, apa lagi dia tanya soal kamu. Raya baru saja mau bilang soal perilakunya Mas Yusra. " ketusnya.
"Sayang please, jangan bahas itu lagi ya, aku merasa bersalah banget sama kamu dulu dan aku minta maaf karena udah nyakitin kamu aku nyesel sumpah. Makanya aku bawa kamu masuk supaya kamu gak bilang sama Kake soal perilakuku dulu. " ujar Yusra memelas.
__ADS_1
Padahal Raya tidak ada niat untuk mengatakan sikap Yusra dulu pada sang kake seperti apa. Akhirnya Raya hanya bisa menggigit pipi bagian dalam agar tawanya tak pecah melihat ekpresi wajah Yusra.
MAAF JIKA ADA TYPO