Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 30


__ADS_3

Di tempat lain.


"Mau sampai kapan, terus bersembunyi? " tanya seseorang.


"Nanti juga kamu akan tahu, jika waktunya sudah tiba aku akan muncul di hadapan mereka semua dan, aku yakin mereka semua akan terkejut di saat hari itu tiba. " jawab orang itu dan tersenyum.


"Kenapa harus melakukan ini semua, kenapa tidak langsung saja dari dulu kamu memenjarakan si Hendri itu! " ketus seseorang.


"Aku ingin membuat dia merasa senang dulu sebentar, tenang saja tidak usah marah." jawab seorang pria lalu mengusap tangan wanita muda itu yang menampilkan ekpresi kesal.


"Kasian. Kaka ku dan Fahri, mereka yang jadi korban, meski begitu sepertinya Kaka sudah legowo jika perusahaan itu di pimpin oleh Fahri, mungkin awal awal Kaka sangat marah dan kesal tapi setelah ku awasi dia bisa juga berdamai, apa lagi kepada Fahri. Ku pikir dia akan memusuhi nya ternyata tidak! Kakaku memang memiliki hati yang baik meski terkesan sangat dingin. " ujar di gadis muda itu.


"Siapa dulu Papanya," bangga laki laki tua itu. Lalu mendekap putri bungsunya. "Papa tidak menyangka jika selama ini Papa punya putri yang cantik dan sudah sebesar ini, tapi jahilnya minta ampun. " ujar Yusman lalu mencubit pipi Nilam.


"Sakit Papa. " keluhnya manja.


"Lagian siapa suruh jahil, kenapa suka sekali membat Kaka Ipar marah dan salah paham. Hum? "


"Dia sendiri yang mengenalkan dirinya sebagai pembantu, jadi, ya sudah ku kerjai saja sekalian. Hahaha, pasti sekarang Mas Yusra sedang bekerja keras untuk membujuk istrinya itu. " ledek Nilam mentertawakan nasib Yusra.


"Nackal sekali kamu ini ya. " ujar Yusman.


Ya. Selama ini Yusman pura pura meninggal. Dulu saat dirinya tengah terserang jantung kala berseteru dengan Yusra , ia meminta dokter yang saat itu menanganinya untuk mengatur mesin detak jantung agar berhenti di waktu yang tepat.


Ia juga meminta seseorang untuk mengatur Jenzah nya kala itu. Saat tengah di mandikan di kain kafani ia sengaja meminta orang-orang menyuruh Yusra dan Raya melihat dirinya untuk terakhir kali dan setelah itu. Barulah ia di pindahkan keruangan khusus untuk mendapatkan pertolongan dari Dokter. Karena sejujurnya ia tidak terkena serangan jantung melainkan hanya pura pura saja.


Ia juga sudah mengetahui jika dirinya memiliki anak selain Yusra dari mendiang mantan Istrinya. Karena dia memang dulu tidak tahu jika saat ia menceraikan mantan Istrinya ternyata tengah hamil. Dan lebih parahnya malah meminta Yusra untuk merahasiakan dari Yusam.


Saat itu setiap kali weekend. Yusra selalu meminta izin untuk bertemu Mamahnya, namun yang membuat Yusman heran kenapa Yusra selalu membawa maian anak perempuan. Maka dari situ Yusman berinisiatif untuk mengikuti Yusra dan ia terkejut saat sudah sampai di kediaman mantan Istrinya ada seorang anak perempuan yang memanggil Yusra dengan sebutan Kaka.

__ADS_1


Akhirnya setelah sekian lama selalu mengikuti Yusra. Yusman memberanikan diri untuk menemui mantan Istrinya dan ia juga memberitahu jika selama ini selalu mengikuti Yusra. Yusman bertanya mengenai anak perempuan itu lalu dengan terpaksa sang mantan beritahunya jika itu adalah putrinya yang bernama Nilam. Ia juga mengatakan tidak tahu saat mereka cerai ternyata tengah hamil.


Bahkan. Ia sangat terkejut ketika mengetahui rahasia yang selama ini tidak ia ketahui karena mantan istri pandai sekali menyembunyikan rashaia. Sebenarnya perceraian mereka itu atas permintaan Hendri kepada mantan Istrinya. Yang bernama Lastri. Ia di ancam oleh Hendri untuk menceraikan Yusman dengan alasan sudah tidak cinta dan nyaman, padahal itu semua ia lakukan karena Hendri terus saja mengancam akan membunuh Ayahnya pada saat itu yang tengah koma di Rumah Sakit.


Karena ia tidak menuruti keinginan Hendri maka terjadilah hal yang selama ini ia takutkan. Karena setelah ia menolak mentah mentah keinginan Hendri. Tak lama ia menerima kabar jika Ayahnya telah meninggal dunia dan ia yakin Hendri lah yang ada di balik semua ini, ia tak bisa berbuat apa apa karena ingin menuduh Hendri pelakunya ia tak punya bukti.


Sejak kejadian itu ia selalu mendapatkan teror dan merasa ketakutan akhirnya ia menyetujui keinginan Hendri dan mereka. Yusam dan Lastri akhirnya bercerai tanpa alasan yang jelas bagi Yusman. Ia juga memberikan bukti bukti ancaman Hendri pada Yusman kala itu dan menitipkan Nilam padanya. Setelah bebrapa hari bercerita dengan Yusman. Lastri justru meninggal dunia karena ia meminun banyak obat obatan dan membuat nya overdosis.


Siapa lagi pelakunya jika bukan Hendri yang mengirim teror padanya karena akan membunuh putrinya. Karena Lastri sudah berani menceritakan perbuatan nya kepada Yusman.


"Papa jangan sedih ya, sebentar lagi. Om Hendri akan mendapatkan balasannya , karma itu akan di bayar langsung untuk orang yang sudah dzolim kepada keluarga kita, Nilam ingin secepatnya kita kumpul dengan Kaka, tidak seperti ini yang harus selalu sembunyi sembunyi. " kata Nilam lalu mereka berdua saling berpelukan.


....


.....


....


"Pa, apa maksudnya? " ujar Fahri.


"Kamu tidak dengar dengan ucapan Papa barusan? Apa telingamu sudah tuli! " hardiknya.


"Uwa tenang, jangan marah marah dulu, ini bisa di bicarakan dengan baik baik. Sebaiknya kita duduk dulu, aku akan suruh Bi Marni untuk buatkan minum. " ucap Ali melerai.


"Tidak perlu! Aku tidak butuh itu," ketusnya kepada Ali.


"Untuk apa kamu kesini, jika hanya ingin mengundang keributan! " ketus Rika.


"Diam kamu! Dasar istri tidak tau diri, kenapa sekarang kamu jadi pembangkang! Dasar pelancur sialan! Menyesal dulu aku menikahimu ******! Jangan bertanya untuk apa aku ke sini, karena ini adalah rumah Kakaku jangan lupa kamu. " kata kata Hendri membuat hati Rika sangat terluka sehingga ia tak mampu membalas hinaan yang keluar dari mulut Hendri.

__ADS_1


"Papah!. " bentak Fahri. "Kenapa Papa sangat keterlaluan! Apa pantas seorang kepala rumah tangga bicara seperti itu kepada istri nya dan di hadapan anaknya?! Papa sudah kelewatan! " amarah Fahri.


"Oh, jadi sekarang kamu sudah berani melawan ku, ya? Ck! Baiklah, seperti nya aku harus memberitahu kamu soal asal usul ibumu ini. Sebenernya dulu dia itu. " ucapan Hendri terpotong oleh Rika.


"Cukup. Pah! Sudah cukup, jangan lagi kamu ungkit masa laluku di hadapan anak anak. Aku minta maaf sudah jadi istri pembangkang, aku minta maaf. " mohon Rika menangkup kan tangan sembari menangis.


"Istighfar Uwa, kenapa sekarang Uwa jadi seperti ini? Jika Uwa Rika ada salah, harusnya Uwa maafkan dan bicarakan sedang baik, jangan sampai Uwa lakukan kekerasan apa lagi sampai menghina nya, wajar saja jika Uwa Rika membangkang karena ia sudah lelah dengan sikap Uwa apa lagi selalu menjadikan Fahri boneka untuk kepuasan nafsu Uwa! Uwa akan menyesal kelak karena perbuatan Uwa yang sudah dzolim kepada istri Uwa. " ujar Ali memberi nasihat.


"Uwa tidak butuh ceramah mu! Jangan ikut campur dengan keluarga ku, sekarang kalian berdua ikut aku pulang, karena aku sudah membeli rumah! Aku tidak izinkan kamu untuk tinggal di rumah ini, dan kamu Fahri! Jangan menentang Papah apa lagi jika sampai kamu merencanakan sesuatu, lihat saja apa yang akan terjadi kepada Rasty dan anak nya itu, kamu tidak tahu kan jika anak buah Papa sedang mengikuti nya? " ujar Hendri menyeringai ketika melihat raut wajah Fahri berubah.


"Papah, Mamah mohon jangan lakukan sesuatu pada mereka, mereka tidak tau apa apa, tolong. Mamah janji, tidak akan lagi jadi istri pembangkang dan akan mendukung Papa. " ujar Rika. Ia tidak ingin orang lain terkena imbasnya karena masalah mereka.


"Cih, manis sekali janjimu itu, ck ck! Apa aku harus senang? Karena kamu sekarang mau mendukungku karena melakukan ini demi si Janda gatel itu? " cibir Hendri.


"Papah!. " bentak Fahri. Karena ia tidak ingin mendengar Papanya menghina Rasty.


"Mau kamu melawan Papa? Apa kamu yakin? Anak buah Papa sedang mengikutinya, dan jika Papa menghubungi nya maka mereka akan. " ucapan Hendri menggantung.


"Jangan lakukan apapun kepada Rasty dan anaknya, aku mohon. " lirih Fahri pada akhirnya ia kalah lagi karena ancaman Papa nya.


Ali hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia sangat ingin sekali menghajar orang tua di hadapannya ini. Kenapa harus ada orang yang seperti Hendri yang bentuknya manusia namun menyerupai Iblis. Sangat Kejam.


"Ayo kita pulang, Papa sudah membeli rumah baru yang layak untuk kita tempati, tidak usah lagi menginjakkan kaki di rumah ini. Hanya orang yang tidak mampu saja yang menempati rumah ini. " sindir Hendri kepada Ali lalu ia menyeringai melihat wajah Ali yang menahan amarah.


"Ali, Uwa minta maaf ya, atas nama Uwa Hendri." ujar Rika kepada Ali yang merasa tak enak akan hinaan yang keluar dari mulut suaminya. Akhirnya mereka pergi.


"Semoga Allah mengampuni Uwa Hendri, sabar sabar, orang sabar banyak yang sayang. " gumamnya.


Maaf jika ada typo

__ADS_1


__ADS_2