Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 21


__ADS_3

"Mas, apa kamu tidak mau ceritakan si Nilampir itu?. " tanya Raya.


"Nilam, sayang. " koreksi Yusra.


"Iya deh iya, belain aja calon istrinya!. " ketus Raya. Seketika Yusra membalikan tubuhnya lalu mendekati Raya yang sudah cemberut.


"Tidak baik, mengatai nama orang, nama itu kan pemberian orang tuanya, masa kamu rubah rubah. " ujar Yusra mencuil hidung Raya.


Raya hanya mencebikkan bibirnya.


"Mau di cium?. " goda Yusra.


"Mauuu." sahutnya manja.


Cup.


Yusra mencium bibir mungil itu sekilas lalu kembali bercermin. Raya mendekati Yusra lalu membantu memasangkan dasi.


"Kamu bisa? " tanya Yusra.


"Tolong jangan remehkan. Raya, gini gini aku bisa tau pasang dasi. " ujarnya setelah selesai memasangkan dasi.


"Pinter banget si. " Yusra mencium kening Raya.


"Kamu masih tidak ingin memberi tahu Nilam? Dari kemarin aku tanya selalu kamu mengalihkan pertanyaan ku! Apa aku tidak sepenting itu ya. " ujar Raya lirih.


"Sayang, nanti kamu akan tahu kok, siapa Nilam, aku janji akan menceritakan nya sama kamu. Tapi tidak sekarang. " bujuk Yusra.


"Terserah lah! " ketus Raya. Ia meninggalkan Yusra yang hanya bisa menghela nafas kasar.


"Perempuan kalau sudah ngambek, pasti jawabannya. Terserah. " umpat Yusra.


Lalu ia menyusul Raya yang kini tengah menyiapkan sarapan. Wajahnya masam sama sekali tidak melirik Yusra yang tengah menatapnya. Yusra kembali menghela nafas.


"Sayang, nanti buatkan aku jus ya. " Yusra berusaha mencairkan suasana.


"Hmm." jawab Raya sama sekali tak melihat Yusra.


Yusra memakan sarapannya yang sudah di siapkan oleh Raya. Entah ini mulutnya yang sedang bermasalah atau makanannya memang kurang rasa. Karena begitu terasa hambar di mulut Yusra, tapi sarapan ini sarapan seperti biasanya yang di buat oleh Bi Isah. Tapi kenapa kali ini berbeda ya.


"Bi, ini kok rasanya hambar?. " tanya Yusra.


"Ah, masa sih. Mas? Ini kan sarapan seperti biasanya, kok bisa hambar?. " tanya Bi Isah .


Lalu Bi Isah melihat Raya yang wajahnya di tekuk dan muram. Pantesan saja rasanya hambar. Toh Yusra makannya sembari melihat wajah masam Raya sih.


"Seperti nya bukan sarapannya yang bermasalah. Mas," ujar Bi Isah yang melirik Raya.

__ADS_1


"Pantesan saja ya, saya baru inget nih. Biasanya kan yang nyiapin sarapannya selalu senyum dan di taruh bumbu cinta , kayanya pagi ini tidak deh. " goda Yusra kepada Raya .


Raya hanya bisa menunduk dan tersenyum diam diam. Susah deh kalo mau marah sama Yusra. Dia selalu saja bisa meluluhkan hati Raya dengan ucapan manisnya.


"Apa sih! " Raya menyahut dengan nada sewot.


Bi Isah terkekeh saat melihat wajah Raya yang merona di goda seperti itu oleh Yusra.


"Senyum dong, sayang, biar sarapannya ada manis manis nya gitu. " Yusra masih gencarnya menggoda Raya.


Namun Raya malah memperagakan layaknya orang ingin muntah. Yusra jadi terkekeh melihat ekpresi istrinya.


"Sudah dong , ngambek nya, malu sama Bibi. Masa baru baikan udah ngambek lagi. " ujar Yusra yang terus membujuk Raya dengan suara selembut mungkin.


Ahh. Rasanya hati Raya meleleh di buatnya. Lalu ia duduk dan menuruti perkataan Yusra.


"Suapin dong sayang. " pinta Yusra saat Raya sudah duduk di dekatnya.


"Manja deh, untung sayang. " jawabnya lalu menyuapi Yusra.


"Eum, ini baru terasa. " ucap Yusra sembari mengunyah.


"Terasa apanya? " Raya bertanya begitu polosnya.


"Terasa, rasa cintanya dong, kan di suapin kamu. " Yusra kembali menggombali Raya membuat Wanita itu tersipu lagi. Sedangkan Bi Isah hanya menggeleng saja melihat kelakuan Yusra.


"Gombal." jawab Raya dan mencubit pipi suaminya.


Kini hari yang di tunggu tunggu sudah tiba. Acara pemilihan CEO akan di selenggarakan di ruangan rapat yang hanya di saksikan oleh para pemegang saham tertinggi. Mereka akan memilih antara Yusra dan Fahri siapa yang pantas jadi pemimpin di perusahaan Y/N Grup.


"Kamu sudah siap Fahri?. " tanya Hendri.


"Iya. Pah. " jawabnya lalu memasang senyum palsu.


"Bagus. Papa harap kamu bisa mengalahkan Yusra, Papa ingin kamu memperlihatkan skill kamu di hadapan para pemegang saham, tunjukan pada mereka jika kamu lebih pintar dan cerdas dari Yusra! Agar mereka dapat memilihmu untuk menjadikan kamu CEO di perusahaan Y/N Grup.! " ujar Hendri yang begitu berambisi.


Fahri tidak menjawab ia hanya tersenyum saja. Jika ia sampai melawan ucapan sang Papa. Maka sudah di pastikan ia akan di maki oleh Papanya.


Hendri dan Fahri menaiki mobil yang sama lalu mereka menuju kantor Y/N Grup. Rupanya para pemegang saham sudah menunggu kehadiran mereka dan tak lama Yusra datang bersama Ali dan asistennya. Hendri melemparkan tatapan tajam dan beci kepada Yusra. Namun Yusra tak perduli ia melangkah dan mengacuhkan Hendri tanpa menyapa. Ia duduk di kursi sebelah Ali dengan wajah yang datar serta dingin.


"Selamat pagi semuanya. " sapa seseorang yang sudah menjadi orang kepercayaan keluarga Yusril. Setelah Yusman meninggal. Yusra lah yang di pilih menjadi pemimpin sementara. Dan mereka sudah merasakan kinerja Yusra yang sangat bagus apa lagi ia juga pernah bekerja di bidang yang sama di luar negri. Itu karena Yusman yang selalu memberikan bimbingan kepada Yusra dan memberikan poin poin plus di dalamnya. Dan sekarang Yusra sudah di percayai oleh para pemilik saham di perusahaan Y/N Grup. perusahaan Y/N Grup bergerak di bidang bahan makanan serta minuman berkemas yang sudah memiliki cabang di mana mana. Maka tak heran jika bayak para investor yang mengajukan kerja sama karena perusahaan ini adalah perusahaan tersukses dan terbesar di Indonesia.


"Selamat pagi. " sapa semua orang.


"Setelah yang kita tunggu akhirnya tiba juga, waktunya pemilihan sang pemimpin di perusahaan Y/N Grup. Saya selaku orang kepercayaan keluarga Yusril, meminta hadirin semua untuk memilih siapa yang pantas menduduki kursi pemimpin ini setelah kepergian Pak Yusman. Baik, kita langsung saja, silahkan perkenalkan diri masing masing bagi para calon pemimpin baru. " pinta Azfar selaku orang kepercayaan keluarga Yusril.


Di mulai dari Fahri yang memperkenalkan dirinya yang tentu saja semua orang juga tahu jika ia adalah cucu dari Yusril Nugraha selain Yusra dan Ali. Namun Fahri sepertinya baru saja menyelesaikan pendidikannya dan ia juga baru selesai mempelajari tentang perusahaan.

__ADS_1


Setelah itu Yusra. Meski mereka sudah tahu dengan kinerja yang tidak bisa di ragukan lagi. Namun tidak menutup kemungkinan baginya untuk memenangkan pemilihan calon pemimpin. Karena melihat cara Fahri yang menjelaskan beberapa poin poin yang di miliki perusahaan membuat sejumlah pihak ada yang setuju dengan persentasi Fahri.


"Sepertinya ini pemilihan yang cukup sulit, karena Fahri memiliki skill yang patut di acungi Ibu jempol. " bisik Ali di telinga Yusra.


Yusra hanya mengedikan kedua bahunya dan memperhatikan para pemegang saham yang sedang berdiskusi. Karena memang antara Yusra dan Fahri keduanya memiliki skill yang hampir sama apa lagi saat mendengar penjelasan Fahri tentang perusahaan yang layaknya sudah berpengalaman. Padahal mereka tahu jika Fahri baru saja menyelesaikan pendidikannya.


Akhirnya keputusan di umumkan oleh salah satu pemegang saham. Untuk memberikan Fahri kesempatan untuk memimpin perusahaan Y/N Grup dalam waktu tiga bulan. Jika dalam jangka sebelum waktu tiga bulan habis dan Fahri gagal mengembangkan perusahaan maka pemimpin perusahaan akan jatuh ke tangan Yusra.


"Bagaimana apakah semua setuju? " tanya Azfar.


Lalu semua mengangguk dan keputusan akhir jatuh kepada Fahri sebagai pemimpin baru.


"Selamat, Bang Fahri, semoga Bang Fahri bisa memegang amanat perusahaan ini dengan baik. " ujar Ali lalu saling menjabat tangan dan berpelukan.


"Terimakasih banyak Ali, aku tidak menyangka akan terpilih meski hanya di berikan kesempatan saja, aku harap aku bisa memakai kesempatan ini dengan baik. " ujar nya dengan senyum ramah.


Lalu ia beralih kepada Yusra.


"Mas, aku minta maaf, dan aku mohon bimbingan dari Mas Yusra. " ujar Fahri yang merasa tidak enak.


"Kamu sudah pintar dan cerdas, untuk apa harus meminta bantuan dan bimbingan padanya! Buktikan jika kamu lebih layak dari Yusra!. " cibir Hendri menatap Yusra dengan bengis.


"Aku sudah bilang padamu, jangan terlalu serakah dan aku pastikan semua yang kamu miliki akan jatuh kepada orang yang seharusnya! " cibir Hendri begitu angkuh.


Setelah mengatakan itu ia pergi dengan Fahri dan semua orang yang ada di ruangan rapat sudah bubar sejak tadi. Kini hanya ada tinggal Yusra dan Ali. Yusra menatap tajam kepada Hendri yang sudah hilang dari pandangannya.


"Sabar. Mas,ini hanya sementara, masih ada peluang untuk Mas, menjadi seoarang pemimpin. Mereka hanya sedang memberikan kesempatan saja untuk Fahri. " ujar Ali menepuk bahu Yusra.


Yusra tak menjawab ia hanya mengepalkan tangannya saja. Lalu melengos meninggalkan Ali begitu saja.


"Haaaaah, semoga saja ada kesalahan dari Fahri dan Mas Yusra yang jadi pemimpin perusahaan ini, maaf Bang Fahri, bukanya aku tak memihakmu, hanya saja aku sangat kasian karena kamu melakukan ini karena ambisi papamu saja. " gumam Ali lalu meninggalkan ruangan rapat.


Mohon maaf jika ada typo



Visual Fahri.



Ini Ali.



Ini Nilam.


__ADS_1


?????


__ADS_2