
Assalamu'alaikum maaf sebelumnya beberapa hari ini jarang update karena sibuk jualan. Bukan tidak ada ide tapi memang benar2 sibuk banget suer.
.
.
.
"Papah? " ujar Hendri terkaget kaget.
Karena selama ini yang dia tahu Papahnya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu dan ia menyaksikan nya sendiri. Tapi, kenapa sekarang bisa Papahnya hidup lagi dengan keadaan yang sehat walafiat? Apakah selama ini ia telah di bohongi.
Yusril berjalan melewati mereka semua dan semua orang menunduk kepadanya. Yusril lalu duduk di kursi kekuasaan nya dan menatap datar semua orang. Hendri masih bingung dengan kemunculan sang Papah sehingga ia sedikit limbung karena nya. Yusra dan Ali juga sangat terkejut, kenapa bisa sang Kake masih hidup padahal mereka tahu jika Kakenya telah meninggal.
"Azfar." kata Yusril dengan suara bariton.
"Iya Pak. " Azfar mendekati Yusril .
"Berikan aku berkas yang kamu bawa. " perintahnya.
Azfar lalu memberikan berkas yang ia bawa lalu membukanya untuk di bacakan. Yusril meneliti semua berkas itu dan membaca nya dengan seksama. Semua orang diam tanpa kata dan ruangan mendadak menjadi dingin seketika ketika Yusril melempar berkas itu dengan kencang ke arah Hendri. Membuat semua orang kaget dan gemetar.
"Kamu bukan putraku lagi! Mulai sekarang, kamu adalah orang asing dan aku akan mengeluarkan mu dari daftar keluarga! " ujar Yusril dengan penuh amarah.
Hendri seketika menatap Yusril dan berkata.
"Apa maksud Papah?Apakah selama ini Papah pura pura meninggal? Kenapa Papah melakukan itu? " ujar Hendri dengan mata yang memerah.
"Jangan sebut aku Papah! Karena mulai sekarang kamu sudah bukan putraku lagi, dan untuk kalian semua yang ada di sini, kalian dengar baik baik! Jika mulai detik ini aku tidak lagi mempunyai anak yang bernama Hendri! Dia bukan putraku lagi!. " ujarnya dengan dada naik turun karena kesal.
__ADS_1
Hendri tidak bisa berkata kata. Ia hanya bisa menatap nanar Papahnya yang tidak ingin menatap nya. Hendri bangkit lalu mendekati Papahnya ia ingin bersujud meminta ampun namun sayang. Yusril sudah kadung sakit hati dengan perbuatan Hendri selama ini. Ia jahat karena sudah mengancam menantunya yang tak lain istri dari Yusman. Lalu juga ia sudah beraninya menyandra cucu menantu dan cicitnya. Kemudian kejahatan lainnya yang di lakukan oleh Hendri.
"Maafkan aku Pah, maaf. " ujarnya lirih sembari bersimpuh.
"Untuk semuanya, saya mohon tinggalkan kami."
Pinta Yusril. Dan semua orang pun menuruti perintah Yusril dan mereka keluar . Saat Ali dan Yusra serta Fahri hendak ikut keluar. Yusril mencegah ketiga cucunya itu. Dan sekarang yang ada di ruangan hanya ada Yusri, Hendri, Fahri dan Ali serta Yusra. Azfar juga masih setia ada di samping majikannya.
"Mintalah maaf kepada putramu dan keponakan mu, karena aku tidak butuh maafmu, kamu sudah bukan lagi bagian dari keluarga Yusril Nugraha! Kesalahan mu sudah tidak bisa di toleransi lagi Hendri, selama ini aku selalu memantaumu, aku sengaja pura-pura meninggal hanya karena ingin melihat mu berubah menjadi lebih baik dan sadar akan perbuatanmu! Tapi aku salah, dan aku juga salah karena sebagai orang tua aku gagal mendidik mu. " ujar Yusril dengan perasaan tak karuan.
"Pah, tolong maafkan aku, aku janji akan berubah asal Papah tidak mengeluarkan ku dari daftar keluarga Pah, aku mohon. " ujar Hendri menangkup kan tangan. Hendri beralih pada putranya Fahri. Ia bersimpuh di kaki putranya dan meminta maaf serta ampun padanya.
"Papah minta maaf Fahri, minta maaf.Papah salah karena sudah menekanmu untuk melawan Yusra, tolong maafkan Papah nak. " ujarnya.
Fahri tak tega ia membantu membangunkan Papahnya dari bersimpuh lalu ia mengatakan jika ia sudah memaafkan kesalahan Papahnya.
"Fahri sudah memaafkan Papah, lebih baik mulai sekarang Papah bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama lagi. " ujar Fahri.
"Yusra. Ali, maafkan aku, tolong maafkan aku. " ujar Hendri menyesal. "
Mereka berdua hanya mengangguk karena bingung mau mengatakan apa. Mereka masih syok melihat kehadiran sang Kake dengan tiba tiba . Tak lama segerombolan oknum dari polisi masuk keruangan dengan seseorang.
"Papah! " ujar Yusra tak percaya, sebenernya permainan apa yang sedang mereka mainkan, kenapa bisa Papah dan Kakenya masih hidup?.
"Yusman." lirih Hendri dengan derai air mata.
"Papah, ini benar-benar Pa-pah? " ujar Yusra tergagap. Yusman hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi keterkejutan Yusra, sementa Ali, ia hanya bisa beristighfar banyak banyak dengan apa yang terjadi hari ini, karena banyak sekali kejutan.
"Hendri, jika kamu tidak ingin aku keluarkan dari daftar keluarga, maka terimalah proses hukuman mu, untuk mempertanggungjawabkan semua kesalahanmu yang kamu buat. " ujar Yusril dan mereka semua beralih kepada Yusril.
__ADS_1
"Pah, Hendri minta maaf, tolong jangan lakukan ini pada Hendri. Pah! Hendri tidak ingin masuk penjara! " teriak Hendri berontak.
"Maaf Pak, anda kami tahan karena kasus penyekapan dan ancaman membunuh, jadi, silahkan ikut kami untuk pemeriksaan. " ujar Polisi.
"Saya tidak bersalah saya tidak ingin ikut dengan kalian! Pah, tolong Pah, jangan lakukan ini pada Hendri, aku tidak ingin masuk penjara Pah. " berontak Hendri saat ia di bawa polisi.
"Pak, tolong hukum dia sesuai apa yang dia lakukan, saya ingin dia jera atas keserakahan nya. " ujar Yusman.
"Baik Pak, kami akan memproses hukuman ananda Hendri dan akan segera melakukan sidang karena data yang sudah anda serahkan kepada kami. Kalau begitu kami pamit, permisi. " Polisi itu keluar dari gedung dengan menyeret Hendri yang terus berontak meski tangannya di borgol namun cukup kuat juga tenaganya membuat polisi kewalahan untung nya mereka bisa berhasil meringsuk Hendri agar tidak memberontak.
Di ruangan rapat kini Yusril hanya bisa mengela nafas dan menampilkan wajah murung karena ia harus melakukan itu kepada putra keduanya. Sebenarnya ia hanya menggertak Hendri saja saat mengatakan jika Hendri bukan lagi putranya dan mengatakan akan mengeluarkan dari daftar keluarga.
"Pah, tidak apa apa kan? " tanya Yusman.
"Tidak usah khawatir. Papah tidak apa apa, sebaiknya kita pulang, aku ingin bertemu putriku, dia pasti akan syok melihat kita, aku sudah tidak sabar melihat nya, hahaha. " ujarnya tertawa. Sementara Yusra dan Ali hanya menganga. Fahri hanya terkekeh karena dari mereka hanya Fahri yang tahu perhial Yusam dan Yusril yang masih hidup.
"Kake. Uwa, tolong jelaskan semuanya kepada kami, kenapa bisa kalian tiba tiba hidup lagi? Apa jangan jangan ini qorin kalian ya, kalian datang untuk membantu kami kan, karena kalian geram dengan ulah Uwa Hendri. " tanya Ali begitu konyol.
"Cucu Kake yang satu ini menang beda, ayo kita pulang nanti kami akan jelaskan kepada kalian. Fahri, sekarang kamu sudah bisa berkumpul dengan anak istri mu dan sebaiknya, kamu cepat resmikan hubungan kalian dan rayakan pernikahan kalian semewah mungkin. " ujar Yusril.
"Baik Kek, aku akan melakukan nya, terimakasih sudah datang di waktu yang tepat. " ujarnya.
"Tunggu tunggu, maksudnya apa? " ujar Yusra menyipitkan mata menatap mereka bertiga. Sementara Yusman dan Yusril serta Fahri hanya saling tatap dan terkekeh bersama.
Yusman merangkul Yusra putranya.
"Nanti Papah akan cerita sama kamu, sekarang kita pulang. Papah tidak sabar ingin menyapa cucu Papah. " ujar Yusman menaik turunkan alisnya.
"Kalian bener2 misterius? . " ujar Yusra dan mereka semua keluar beriringan lalu semua karyawan menunduk hormat saat berjumpa dengan Yusril dan Yusman serta ketiga laki laki muda yang tak lain adalah penerus Y/N Grup.
__ADS_1
Mohon maaf jika ada typo semoga kalian suka maaf ya karena up tidak menentu, ini aja aku curi2 waktu supaya bisa up. Karena sibuk jualan dan ketika istirahat cape gak ada waktu buat nulis maaf sekali lagi 🙏