Terpaksa Menikahi Anak Majikan

Terpaksa Menikahi Anak Majikan
Bab 35


__ADS_3

"Fahri, sekarang tolong jelaskan kepada Mamah. Nak, apa maksud ucapan kamu tadi? Kamu bilang Rasty seorang janda? Terus maksudnya apa jika anak Rasty itu adalah darah daging keluarga kita? " cecar Rika dengan air mata yang terus mengalir.


"Maafkan Fahri. Mah, maaf, bukanya Fahri tidak ingin memberitahu Mamah dan Papah. Fahri sengaja menyembunyikan Rasty dari Papa dan Mamah karena saat itu Papa selalu menuntut Fahri untuk terus belajar. Kami sebenarnya sudah menikah siri Mah. " jawab Fahri menunduk.


Rika tidak bisa untuk memberhentikan tangisnya. Ia menepuk dada dan beristighfar dalam hati.


"Kenapa kamu lakukan itu kepada kami? Apakah kamu sudah tidak menganggap kami sebagai orangtuamu! Kami masih hidup nak, kenapa kamu menikah diam diam? Rasanya memang benar apa kata Papah kamu jika Mamah ini memang tidak becus mendidik anaknya sendiri! Hiks hiks. " ujar Rika sesegukan. Dadanya sesak sekali ketika mengetahui Fakta yang telah di sembunyikan oleh Fahri selama ini.


"Mamah, Mamah sama sekali tidak gagal mendidik Fahri, justru Fahri yang bodoh Fahri yang salah. Mamah tolong jangan salahkan diri Mamah, karena ini semua terjadi begitu saja Mah. " ujar Hari yang berlutut di hadapan Rika.


"Hati Mamah sakit. Nak, sakiit, selama ini Mamah mengenal kamu anak yang baik dan kalem, tapi kenapa sekarang kamu malah menujukan jati dirimu yang Mamah tidak bisa memikirkan nya! " Rika terus saja meraung karena merasa sudah di bohongi oleh putra semata wayang nya.


"Maaf kan Fahri. Mah, maaf, " pinta Fahri memohon . Ia juga sedih melihat Mamah nya yang tak mau menatapnya kini.


"Mamah sudah lelah dengan sikap Papah mu, sekarang di tambah kamu yang sudah membohongi Mamah, bahkan semua orang mungkin kamu bohongi dengan sikap kamu yang ramah dan pendiam tapi di balik itu kamu menyimpan kebohongan yang begitu besar, apakah dosa Mamah di masa lalu begitu besar sehingga Mamah di hukum lewat dua orang laki laki yang Mamah sayangi. " ujar Rika sesegukan.


"Mamah." lirih Fahri lalu memeluk Rika yang tambah menangis di pelikan nya.


"Ya Allah, ampuni aku Ya Allah! " jerit hati Rika dalam dekapan anaknya.


"Mamah ingat tidak? Saat libur kuliah Fahri ikut teman Fahri ke sumbang selama tiga minggu, disanalah awal kami bertemu, Fahri jatuh cinta saat pandangan pertama Mah, setiap hari selama di subang Fahri selalu menemaninya bahkan membantu nya untuk berjualan di pasara. Keluarga nya memiliki kios jajanan ringan.


Dia juga salah satu teman Arjun di sana dan mungkin ini sudah takdir kami Mah, sehingga kami melakukan sebuah kesalahan yang hina, Fahri juga tidak tahu jika dia memiliki perasaan kepada Fahri. Fahri pikir cinta Fahri bertepuk sebelah tangan tau tidak, saat liburan Fahri tinggal satu hari lagi Fahri katakan padanya jika akan pulang ke Bandung namun di luar dugaan jika ia mengatakan perasaannya pada Fahri.


Dan dari situlah, kami melakukan perbuatan hina karena takut kehilangan satu sama lain maka, sebelum Fahri pulang Fahri lebih dulu menikahinya dengan mas kawin seadanya saja bahkan pernikahan kami dadakan saat itu juga, kami melakukan nikah siri. Setelah itu Fahri pulang dan melanjutkan kuliah Fahri di luar negri, namun kami tak lepas untuk saling memberikan kabar kami satu sama lain Fahri juga tahu jika ia hamil dan itu anak Fahri karena setelah ia lahir Fahri langsung minta untuk melakukan tes DNA.


Setelah selsai masa kuliah Fahri, Saat pulang ke Indonesia. Fahri lebih dulu mengunjungi mereka dan membawa mereka ke jakarta dan membelikannya sebuah rumah yang kecil sebelum akhirnya Fahri ke Bandung. Maafkan Fahri ya Mah, sudah jadi anak durhaka kepada Mamah dan Papah karena bohong, sekarang Fahri sudah menjelaskan semuanya kepada Mamah dan itu terserah kepada Mamah untuk menerima pernikahan kami atau tidak, tapi Fahri tidak mau untuk melepaskan mereka karena mereka adalah sumber hidup Fahri Mah. Mereka yang sudah memberikan Fahri semangat sampai detik ini untuk menurut dengan Papa dan mereka adalah penguat bagi Fahri saat Fahri dalam tekanan Papah. " ujar Fahri menjelaskan apa yang selama ini ia simpan rapat rapat dalam hatinya.


"Mamah tidak tahu harus mengatakan apa sama kamu nak, tapi Mamah sudah merestui hubungan kamu sejak kamu ceritakan Rasty saat itu, tapi kenapa kamu tidak jujur saja jika kalian sudah menikah siri? Mamah sekarang sudah tidak mempersalahkan lagi setelah mendengar cerita kamu, tapi masalahnya Papah mu, apakah dia akan terima atau tetap pada pendirian nya karena kamu baru saja mendengar jika Rasty dan cucu Mamah sedang di sandra oleh Papah mu. Sekarang, Mamah mohon sama kamu untuk membujuk Papah mu dan yakinkan hatinya jika yang dia sandra itu adalah menantu dan cucunya. " mohon Rika.


"Fahri akan cari cara Mah, untuk meyakinkan Papah dan membebaskan Rasty dan putriku. " ujar Fahri lalu melepaskan pelukanya.


........

__ADS_1


Rumah sakit.


Kini ruangan Yusra tengah di penuhi oleh keluarga Yuli. Setelah mendengar kabar kecelakaan Yursa dari Ali. Yuli memboyong anak kembar dan suaminya ke jakarta.


"Om kamu tidak ke sini. Yus? " tanya Yuli.


"Mana mau dia ke sini, mungkin saja dia nyukurin Yursa karena kecelakaan. " celeuk Rasdi.


"Ya, siapa tau kan, dia punya rasa simpati kepada keponakannya ini. " ujar Yuli.


Sementara Yursa sedang di suapi oleh Raya. Padahal yang di jahit kepalanya bukan tangan.


"Orang seperti itu tidak akan punya rasa simpati. Bi, buktinya saat kake sakit dan perusahaan di ambang ke bangkrutan akan ia tunjukan, yang ada di hatinya hanya ada rasa dendam dan kebencian kepada keluarga nya sendiri. " jawab Yusra.


"Iya sih, " ucap Yuli pada akhirnya.


Tak lama Ali datang dan membawa informasi.


"Rem mobil Mas Yusra di sabotase. Polisi juga melihat dari rekaman CCTV di basement kantor ada seseorang yang sudah mengotak atik mobil Mas Yusra, tapi orangnya tidak terlihat jelas karena memakai masker dan kaca mata. " ujar Ali. Ia duduk di tengah adik adiknya.


"Sudah ku duga. " ujar Yusra membuat mereka menatap nya.


"Mas tahu sesuatu? " tanya Raya.


"Iya sayang. Ali, sebaiknya kamu meminta Polisi tidak usah repot repot untuk menyelidiki kasusa ini dengan lanjut. Karena aku tahu siapa dalang di balik semua ini. " ujar Yusra .


"Kamu mencurigai Om kamu itu? " tanya Yuli.


"Tidak usah aku jelaskan Bibi juga sudah tau. " jawab Yusra. " Suapi lagi sayang. " pintanya .


"Bener bener keterlaluan, kenapa kamu tidak laporin saja ke polisi si Hendri itu? Perbuatan nya sudah melampaui batas Yus! Demi harta dan dendam ia rela membuat kamu celaka! Kesalahan seperti ini sudah tidak bisa di toleransi lagi, dulu dia mengancam keluarga ku sekarang dia mengincar kamu demi warisan! Otaknya dia taruh mana? Udah gak waras dia itu! " ujar Rusdi yang sudah sangat jengkel dengan kelakuan iparnya.


"Sabar Pah, tenang, kita sedang mengumpulkan bukti buktinya dulu, dan kalau bukti itu sudah terkumpul maka kita akan serang dia dan menuntut nya. " kata Ali.

__ADS_1


"Papah sudah geram banget sama Uwa kamu itu. Al, siapa dia? Benari sekali melakukan hal sesuka hatinya. Dia pikir selama ini kita diam kita takut kepadanya! Udah tua bukanya insyaf malah berulah mulu, udah bau tanah begitu harusnya cepet tobat! Emang kalau misalnya dia dapat harta warisan itu dia akan membawa nya ke liang kubur! " maki Rasdi bersungut-sungut.


Yuli hanya bisa menenangkan nya dengan mengusap lengan sang suami.


"Papah kan jago bela diri, kenapa gak ajak gelut aja, biar si Uwa itu KO sama Papah. " usul Yena.


"Aku juga setuju tuh sama saran Yena, mending ajak tarung, dari pada hidup tapi bikin orang darah tinggi mulu, contoh nya kaya Papah. " ujar Yeni.


"Kalian kok malah jadi kompor sih? " hardik Ali kepada dua adiknya. Sementara Raya merasa lucu melihat tingkah Yena dan Yeni. Ia refleks mengusap perutnya yang masih rata dan tersenyum.


Raya masih merahasiakan tentang kehamilan nya dari Yusra dan tadi pagi sebelum Yusra bangun ia memeriksakan dirinya ke Dokter kandungan. Dan ternyata benar jika ia tengah mengandung dengan usia kandungan nya baru berumur enam minggu.


Di saat yang lain tengah membicarakan Hendri. Justru Raya tengah sibuk mengelus perutnya dan kadang senyum senyum sendiri lalu menatap Yusra yang tengah tertawa karena ulah Yeni dan Yena.


"Dasar bocil bocil, tapi seru juga kali ya kalau Om Hendri sama Papah kalian adu baku hantam. Mas yakin jika Papah kalian yang jadi juaranya. " ujar Yusra lalu tergelak ketika mendapatkan pelototan dari Bibinya.


"Jadi, aku harus mengatakan pada Polisi untuk menghentikan kasus ini? " timpal Ali.


"Ya, sebaiknya begitu, kita lihat sampai mana ia berulah, selama kita sedang mengumpulkan bukti bukti kejahatan nya, biarkan saja ia merasa menang dengan permainan nya. " ujar Yusra menyeringai.


"Om serahkan kepada kamu saja Yus, selama ia tak mengusik keluarga Om. Om tidak akan ikut campur. " kata Rasdi.


"Biar Ali dan Mas Yusra saja yang menangani ini. Papah sama Mamah pokus saja kepada Yena dan Yeni. Perusahaan Papah aman kan? " tanya Ali.


"InsyaAllah aman, " jawab nya.


Setelah berbincang akhirnya mereka pulang ke kediaman Yusman dan meninggalkan Yusra dengan Raya . Yusra dan Raya juga mengatakan jika se keluarnya dari Rumah Sakit ia akan menempati rumah mendiang Papanya.


**MAAF YA JIKA ADA TYPO.


SELAMAT MEMBACA DAN JANGAN LUPA UNTUK MEMBERI DUKUNGAN PADA CERITA INI.


HATUR NUHUN SEMUANYA 🙏**

__ADS_1


__ADS_2