Terperangkap Cinta Masa Lalu

Terperangkap Cinta Masa Lalu
Bab 59


__ADS_3

Fitri terdiam saat mendengar nasehat dari abangnya.


Nasehat Riyan memang benar, Fitri harus membulatkan tekadnya untuk tetap melanjutkan perceraiannya dengan Dimas, meskipun Dimas masih tetap bertahan untuk tetap melanjutkan pernikahan mereka.


Dia tidak boleh lagi ragu dengan keputusan yang sudah diambilnya.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ya Allah, aku serahkan semua ini pada-Mu. Aku tahu hanya Engkau tempat aku berserah diri," lirih Fitri.


"Iya, Bang. Aku tidak akan terpengaruh dengan keputusan yang sudah aku ambil," ujar Fitri menanggapi nasehat dari abangnya.


"Mhm, habis ini aku mau ke kantor lagi, sebelum pulang kita makan dulu, ya," ujar Riyan.


Riyan tidak ingin memberatkan istrinya, meskipun sang istri tidak bekerja ke mana pun, tapi dia tahu hari ini adalah jadwal arisan istrinya dengan teman-temannya sesama wali murid.


"Terserah Abang saja," lirih Fitri.


Tak berapa lama, Riyan pun menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan. Dia akan mengajak adik dan keponakannya.


Istri Riyan tidak pernah mempermasalahkan kebaikan sang suami terhadap keluarganya, Linda memang seorang istri yang sangat pengertian, bahkan selama Fitri berada di rumahnya, dia dapat berteman baik dengan adik iparnya itu.


Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah makan tersebut, di sana mereka langsung memesan makanan untuk santap makan siang mereka.


Di saat mereka sedang menikmati santap makan siang seseorang datang menghampiri mereka.


"Fitri, kamu di sini?" ujar Reyhan menyapa Fitri.


Riyan menoleh ke arah suara seseorang yang menyapa adiknya, dia kaget saat melihat sosok Reyhan, sang mantan kekasih adiknya itu juga berada di rumah makan yang sama dengan mereka.


Tanpa basa-basi Reyhan duduk di samping Riyan, dia ikut bergabung dengan Riyan dan Fitri.


"Lho, kamu di sini?" tanya Fitri pada Riyan.


Riyan sangat mengenali Reyhan, karena sewaktu Fitri dan Reyhan berpacaran, Riyan sangat mendukung hubungan mereka. hanya saja suatu itu Ibu mereka bersekeras untuk menjodohkan Fitri dengan Dimas, sehingga hubungan Fitri dan Reyhan terpaksa harus putus di tengah jalan.


"Iya, aku sudah pindah tugas ke desa ini. direktur memindahkanku ke sini karena dia melihat aku sering bolak balik," jelas Reyhan pada Fitri.


"Wah, Bagus dong kalau gitu," sahut Fitri.


"Iya itu artinya aku nggak harus bolak-balik lagi," ujar Reyhan.


"Selamat, ya," sahut Fitri.


"Bang Riyan, apa kabar?" tanya Reyhan pada Riyan.


"Alhamdulillah, baik," jawab Riyan dingin.

__ADS_1


Saat ini Riyan belum mengizinkan adiknya itu untuk dekat dengan pria mana pun.


Riyan ingin Fitri menenangkan pikiran terlebih dahulu, dan menimbang-nimbang perjalanan hidup mana yang akan dipilihnya.


"Om, aku mau es krim," ujar Rasya tiba-tiba meminta es krim pada Reyhan.


Rasya seolah sudah merasa dekat dengan Reyhan sehingga dia tidak malu untuk meminta es krim pada Reyhan.


Gadis kecil itu menunjuk ke arah kulkas es wa**'s yang ada di dekat kasir.


Reyhan tersenyum.


"Ayo," sahut Reyhan.


Riyan menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Sedangkan Rasya dan Reyhan berdiri dan melangkah menuju kulkas es krim.


"Apakah Rasya sudah sering bertemu dengan Reyhan?" tanya Riyan pada adiknya.


Riyan terlihat seperti menginterogasi sang adik.


"Mhm, lumayan sering Bang karena Raihan pernah bekerja di desa kampungnya Dimas. waktu kami masih berada di sana Aku pernah beberapa kali bertemu dengan Reyhan secara tidak sengaja, makanya Rasya kenal." Fitri menceritakan asal kedekatan Rasya dengan Reyhan.


"Iya, lagian aku dan Reyhan tidak ada hubungan apa-apa," ujar Fitri.


"Memang betul kalian tidak ada hubungan apa-apa, tapi jika ada yang melihat kalian berdua, maka orang akan menyalahkanmu dalam perceraian ini," nasehat Riyan lagi.


"Iya, Bang. Kami memang sering bertemu dalam keadaan yang tidak sengaja," ujar Fitri lagi.


"Entah apa pun itu, kamu harus tetap hati-hati." Riyan terus mengingatkan adiknya.


"Iya, Bang," lirih Fitri.


Riyan dapat melihat keceriaan yang terpancar di wajah keponakannya itu saat bersama dengan Reyhan.


Riyan juga dapat melihat ketulusan Reyhan menyayangi Rasya, dia dekat dengan gadis kecil itu tak hanya sekadar ingin mendapatkan hati Fitri.


"Kerja di mana sekarang, Rey,?" tanya Riyan pada Reyhan saat pria itu sudah duduk kembali di sampingnya.


"Mhm, itu Bang, di perusahaan import hasil bumi, kemarin sempat kerja di desa tempat Fitri tinggal di kantor cabang. Entah mengapa direktur kembali menarik aku ke sini lagi," jawab Reyhan.


"Itu artinya kamu akan kembali menetap di sini?" tanya Riyan lagi.


"Iya, Bang. Aku bersyukur bisa tinggal lagi di sini, bisa jagain ibu," ujar Reyhan.

__ADS_1


"Iya juga, sih," lirih Riyan.


Tak berapa lama, ponsel Riyan berdering pertanda panggilan masuk, Riyan membuka ponselnya. Dia melihat nama kontak staf di kantornya tertera memanggil.


Riyan langsung menekan tombol hijau di layar ponselnya untuk mengangkat panggilan tersebut.


"Halo," ujar Riyan saat panggilan sudah tersambung.


"Halo, Pak. Maaf, mengganggu, saya mau memberitahukan bahwa wakil gubenur akan datang inspeksi ke kantor. Kami harus melakukan apa?" tanya staf tersebut.


"Apa?" Riyan kaget.


"Sepertinya bapak belum buka ponsel bapak sejak tadi," ujar staff tersebut.


"Tunggu sebentar." Riyan membuka ponselnya.


Dia melihat beberapa pesan pemberitahuan bahwa rombongan dari pemerintahan propinsi akan datang inspeksi di kantor Dinas pendidikan.


"Baiklah, saya akan langsung datang ke sana," ujar Riyan.


Riyan langsung menutup panggilan tersebut.


Dia menghentikan kegiatan makannya yang masih bersisa sedikit lagi.


"Dek, Abang harus ke kantor sekarang juga. Bagaimana kalau kamu pulang dengan taksi saja," ujar Riyan pada adiknya.


"Mhm, iya, Bang." Fitri mengerti situasi yang kini dihadapi oleh Abangnya.


"Bagaimana kalau saya saja yang mengantarkan Fitri, Bang?" tanya Reyhan meminta izin pada Riyan.


"Ya ampun, bagaimana ini? Jika dengan taksi, bisa kemungkinan keselamatan Fitri tidak terjamin, tapi kalau dengan Reyhan, pria ini pasti akan menjaga Fitri dengan baik, apalagi dari Dimas." Riyan bermonolog di dalam hati seorang diri.


Dia bimbang antara melarang dan mengizinkan.


"Ya udah, kamu tolong antarkan Fitri ke rumahku langsung," ujar Riyan pada Reyhan


Akhirnya Riyan pun mengizinkan Reyhan bersama adiknya, meskipun dia ragu membiarkan sang adik bersama sang mantan kekasih, tapi demi keselamatan sang adik dia pun memutuskan untuk mengizinkan Reyhan mengantarkan Fitri dan Rasya pulang ke rumahnya.


"Baik, Bang. Aku akan antarkan mereka ke rumahmu," ujar Reyhan.


Reyhan bersyukur mendapat kesempatan untuk bersama dengan wanita yang masih dicintainya itu.


Pria itu merasa saat ini Allah memberikan jalan dan kesempatan baginya untuk bisa dekat dengan wanita yang masih dicintainya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2