The Devil Charming

The Devil Charming
Part 23


__ADS_3

Edward melipat kedua tangannya di depan dada menatap profesor Martin di depannya yang terlihat beberapa kali membenarkan letak kaca matanya karena merasa gugup dan takut atas intimidasi yang Edward lakukan.



“Jelaskan!” Perintah Edward jelas dan padat.



Profesor Martin menarik nafas kemudian menghembuskannya perlahan sebelum mulai menjelaskan dari hasil penyelidikan yang ia ketahui.



“Chip ini mengandung racun yang akan pecah ketika kita mengambilnya dari dalam tubuh dimana chip ini ditanam, beruntung kita lebih unggul dari mereka mengenai racun dan obat hingga racun itu tidak sempat menyebar karena dokter Sam segera memberikan anti racun level A.”



Anti racun level A adalah anti racun dengan dosis paling tinggi yang sangat jarang di gunakan jika tidak dalam keadaan yang benar-benar darurat. Bahkan anti racun itu baru beberapa Minggu lalu selesai uji coba dan siapa sangka bahwa pasien pertama yang mendapatkannya adalah istri boss mafia mereka. Anti racun itu sebenarnya di buat untuk menetralkan racun mematikan yang pernah Edward buat beberapa tahun yang lalu, yang bahkan sampai saat ini belum pernah Edward gunakan karena tentunya, laki laki cerdas itu tak ingin gegabah. Meski bagaimanapun ia harus berhasil membuat penawarnya terlebih dahulu sebelum menggunakan racun itu. Karena tidak menutup kemungkinan terjadi senjata makan tuan. “Dan kalian terlambat menyadarinya, bahkan salah dalam memprediksi?” Tanya Edward dengan intonasi rendah yang membuat profesor menelan salivanya dan mengusap keringat dingin di keningnya.



Profesor melirik Deagle yang masih di pegang erat oleh Edward, senjata berisi peluru mematikan yang bisa kapan saja menembus kepalanya jika sekali saja ia salah berbicara. Apalagi sampai saat ini nyonya besar belum juga sadar meski kondisinya sudah membaik bahkan janinnya tetap sehat di dalam rahim.



“Ma-maaf, tuan. Setelah kami pelajari lebih jauh, chip ini di kendalikan oleh sebuah sistem DNA yang bisa memanipulasi kita dengan baik. Se-sebenarnya di dalam tubuh nyonya hanya terdapat satu partikel, namun karena chip ini, partikel itu dapat mengelabuhi kita seolah terdapat banyak disana, beruntung kita langsung bisa mendapatkannya dalam sekali sayatan, tapi ”



“Tapi apa?!” Tanya Edward tidak sabar mengabaikan ketakutan yang terlihat jelas pada wajah profesor.



“Kami tidak bisa memecah lebih jauh kode di dalam chip ini, kecuali kami mendapatkan chip induk dari DNA sistem.”



Edward nampak berfikir keras kemudian menoleh menatap Victor di belakangnya. “Ambilkan laptopku!”


__ADS_1


Edward duduk di sofa yang ada di ruang kerja profesor Martin setelah mendapatkan laptopnya, ia harus mencari tahu tentang ini, DNA sistem, chip, juga markas golden rose yang akan mengungkap semuanya. Meski bisa saja ia mengabaikan chip itu mengingat istri dan anaknya baik baik saja, tapi Edward tidak akan melewatkan kesempatan emas ini yang merupakan jalan untuk mendapatkan semua jawaban yang ia inginkan.



“Sir!”



Edward menghentikan jari jarinya yang bergerak lincah pada keyboard dan menatap salah satu bodyguard-nya.



“Ada apa?”



“Mrs.Estebat sudah sadar, tapi—”



Tanpa menunggu sang bodyguard melanjutkan ucapannya, Edward segera beranjak dari duduknya dan setengah berlari menuju ruangan dimana Lizbeth berada bahkan orang orang di dalam ruangan profesor pun di buat terkejut melihat tingkah boss mereka yang terkenal kejam dan dingin itu kini berubah drastis setiap menyangkut soal istrinya.




Edward segera masuk ke dalam ruangan besar itu, menatap banyak tim medis termasuk dokter Sam sedang mengelilingi ranjang tempat Lizbeth berada membuat jantung Edward mendadak berdetak cepat dengan segala feeling tidak baik mulai merasukinya. “Apa yang terjadi?”



Semua orang memberi jalan pada Edward untuk mendekati Lizbeth yang memang sudah sadar dan tengah menatapnya dalam diam. “Sayang. “ Edward meraih tangan Lizbeth mengecupnya sekilas dan hendak mencium bibir istrinya sebelum hal tak terduga terjadi, Lizbeth berusaha menghindar membuat Edward membeku di tempatnya.



“Who are you?”



BOOOMM seketika itu juga dunia Edward terasa runtuh, dadanya sesak bahkan ia tak mengenali Lizbeth di dalam tatapan mata hijau wanita itu. Edward mengeraskan rahangnya masih menatap lekat Lizbeth yang terlihat tidak sedang bercanda.

__ADS_1



“Apa yang terjadi, Sam?!” Desis Edward masih setia menatap mata hijau Lizbeth.



Semua orang menatap dokter Sam kasihan, pasalnya akan sangat sulit bagi dokter itu menjelaskan kebenaran pada boss mereka yang sudah terlihat sangat marah.



“Nyonya kehilangan seluruh ingatannya, tuan yang di akibatkan oleh DNA sistem.” Jawab dokter Sam menunduk tak berani menatap Edward.



Ingin sekali Edward menembak satu per satu kepala manusia yang ada di ruangan itu demi melampiaskan emosinya saat ini, namun ia masih cukup waras untuk tidak melakukan hal itu. “Kau melupakanku?” Bisik Edward pada Lizbeth yang sedari tadi hanya diam menatapnya.



Lizbeth menggeleng pelan. “Maaf, tuan, aku tidak mengenalmu.” Seperti di tusuk ribuan jarum, jantung Edward berdenyut nyeri, tatapan asing yang Lizbeth berikan berhasil membuat Edward menundukkan kepalanya menahan sesuatu yang menerobos paksa melalui sudut matanya. Tanpa di sadari siapapun, Edward menyusut air matanya lalu menatap perut rata Lizbeth.



“Kau bahkan sedang mengandung anak kita,” lirih Edward dengan suara tak setegas biasanya.



“A-anak?”



Lizbeth menatap dokter Sam dan meraba perutnya. “A-apa aku hamil? Kau dokter, bukan? Apa kau bisa menjelaskan? Siapapun, aku tidak mungkin hamil, aku bahkan tidak mengenal kalian!!!”



Lizbeth mendadak histeris dan meronta lalu dengan cepat Edward memeluknya membiarkan Lizbeth memukulnya sebelum dokter Sam menyuntikkan obat penenang yang membuat Lizbeth langsung terkulai. Edward masih tak melepaskan pelukannya, semua orang menatap kasihan juga sedih pasangan di depan mereka. Bahkan Victor yang berdiri di dekat pintu sedari tadi hanya bisa mematung melihat sisi lain Edward, termasuk sisi lemah laki laki itu yang tidak pernah Edward tunjukkan sebelumnya.



Perlahan Edward merebahkan tubuh istrinya, mengelus pipi Lizbeth lembut sebelum mendaratkan kecupan pada kening Lizbeth cukup lama lalu berjalan meninggalkan ruangan luas itu di ikuti Victor di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2