
Edward masih berdiri kaku di tempatnya membiarkan Lady yang memeluknya disertai isakan. Edward merasakan sesak pada dadanya sejak ia melihat dua bingkai photo yang masing masing merupakan keluarga Kostov dan keluarga Jarvis. Jika benar apa yang di katakan oleh Lady berarti Vladmir Jarvis adalah ayahnya. Dan Dmitry adalah saudara laki laki istrinya.
Lalu siapa Golden Rose sebenarnya?
Edward mulai meragukan bahwa clan Golden rose penyebab kekacauan ini.
“Bisa kau jelaskan dengan benar?”
Lady melepaskan pelukannya kemudian menarik rambutnya hingga tergerai rambut panjang hitam kecoklatan yang ia sembunyikan di balik rambut palsunya. Edward yang menyaksikan hal itu hanya memasang wajah datar meski dalam hati ia cukup takjub Lady berhasil mengelabuhinya dengan sangat rapi. “Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan, kak. Aku akan menjawab semuanya,” ujar Lady mengambil duduk di sofa sementara Edward masih berdiri di depannya.
“You don’t know me.”
Lady menggeleng pelan. “Aku mengenalmu dengan baik. Edward Miller, bayi laki laki yang di temukan putri Franklyn di bangku taman.”
Lady tersenyum tipis kemudian menjentikkan jarinya hingga sebuah layar transparant lebar muncul di depan mereka sebelum melanjutkan ucapannya.
“Aku bisa melihatmu dan mengawasimu setiap hari. Aku juga tahu kau sedang berusaha mengelabuhiku dengan topeng yang kau pakai karena kau mengira aku adalah salah satu anggota clan Golden rose, bukan?”
Melihat Edward yang hanya diam menatapnya Lady menghela nafas lalu berjalan mendekati layar transparant itu kemudian mengetikkan beberapa coding disana hingga muncul gambar sebuah mansion, apartemen, kantor bahkan markas besar Edward. Edward membulatkan matanya lalu mendekati Lady yang masih menggerakkan jari-jarinya untuk memasukkan beberapa sandi di sana.
“Sejak kapan kau melakukan ini?” Tanya Edward dengan tatapan tajam.
Entah mengapa ia merasa tidak suka di awasi secara diam- diam seperti ini meski wanita di depannya ini mengaku bahwa mereka adalah kakak beradik.
“Sejak tuan Kostov menceritakan semuanya. Apa kau tahu, ayah terbunuh beberapa minggu yang lalu dan aku tidak berhasil menyelamatkannya karena aku terlalu fokus pada istrimu.”
“Apa maksudmu? Ayah? Istriku?”
Lady menghela nafas pelan kemudian menatap Edward sejenak. “Ayah kita Vladmir Jarvis, mafia yang sudah memberimu jalan untuk mencari golden rose. Semenjak saat itu para mafia brengsek yang menginginkanmu dan Lizbeth memburu ayah hingga berhasil membunuhnya. Saat itu aku tengah mencoba memecah kode chip yang tertanam dalam tubuh Lizbeth, mencegah mereka yang berhasil mencuri chip induk agar tidak bisa mengetahui lokasi kalian.”
Edward kembali mengingat terakhir Valdmir menghubunginya itu sudah sangat lama sebelum dirinya menikah dengan Lizbeth, Dan semenjak itu Vladmir tak lagi menghubunginya.
Edward memejamkan matanya sejenak “Siapa yang kau maksud mafia brengsek?” “Kau tahu jawabannya.”
“Gustavo?”
Lady mengangguk. “Bertahun tahun kami berusaha melindungi
kalian berdua dengan mengambil alih perhatian mereka agar mengejar kami. Kami bahkan menyuruh seseorang untuk memerankan sosok Lizbeth, sang putri terakhir clan Golden rose tapi sialnya dia juga berkhianat.”
__ADS_1
“Kalian? Siapa saja?” Tanya Edward penuh selidik.
“Aku, dan keluarga Kostov. Bahkan ayah tidak tahu aku masih hidup. Ceritanya panjang. Kau ingin mendengarkannya sekarang atau—” “Ceritakan semuanya sekarang,” potong Edward dengan suara beratnya kemudian melepas topeng samarannya hingga menampakkan wajah asli nan rupawan di depan Lady. “Sebelumnya kau harus tahu bahwa kita mempunyai tanda yang sama,” Lady mengikat rambutnya memperlihatkan tengkuk yang terdapat sebuah tanda di sana. Tanda yang sama persis dengan yang di miliki oleh Edward.
Hal itu berhasil membuat Edward tersenyum tipis yang nyaris tak terlihat. Ternyata memang benar bahwa Lady adalah adiknya.
“Satu lagi, namaku adalah Alexa dan hanya kau serta keluarga Kostov yang mengetahui hal ini.”
Edward mendengarkannya masih dalam diam. Pria itu benar benar tak banyak berbicara berbeda sekali jika sedang bersama Lizbeth. Oh—Edward sangat merindukan istrinya. Pria itu duduk di depan Alexa dan menyimpan kembali Deaglenya di balik jas hitamnya.
“Dulu, keluarga Kostov dan keluarga Jarvis merupakan sahabat baik. Mereka saling membantu dan menjaga, bahkan merencanakan perjodohan di antara anak mereka,” ujar Alexa yang mulai bercerita. “Hingga penghianatan itu terjadi. Dimana ada pihak yang mengadu domba kedua keluarga itu.”
“Apa yang kau maksud Gustavo?” Tanya Edward.
“Istrinya.” Alexa menatap Edward sekilas sebelum mengeluarkan bungkusan rokoknya mengambilnya satu batang dan menyulutnya, meniupkan asap nikotin itu dengan bebas.
“Istri Gustavo adalah nyonya besar Kostov, yang berarti dia adalah ibu kandung Lizbeth serta Dmitry,” lanjut Alexa.
Edward tak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Ini benar benar di luar dugaannya. Selama ini musuhnya sangatlah dekat bahkan kenyataan demi kenyataan tak ada satupun yang pernah terlintas di dalam fikirannya.
“Ibu adalah penyelamat ke tiga anak malang itu saat perpecahan ke dua clan besar terjadi, hanya ibu satu satunya yang tidak terpengaruh dengan adu domba itu. Ibu berhasil menyembunyikan kalian dengan cara meletakkan bayi Lizbeth di depan rumah salah seorang agen FBI, meletakkan Dmitry di depan rumah salah satu pengusaha sukses keluarga Jhonson dan meletakkan dirimu di bangku taman karena ibu tak punya banyak waktu untuk meninggalkanmu di tempat yang lebih aman.”
“Dan bagaimana denganmu?”
“Jadi sejak saat itu tuan Kostov yang merawatmu?”
“Tepat sekali karena ayah juga mengira aku tidak selamat, dan saat umurku dua puluh tahun, tuan Kostov meninggal tertembak karena melindungiku dari sniper sialan yang sudah pasti suruhan Gustavo,” jawab Alexa.
Edward menekan pelipisnya yang berdenyut semua kebenaran ini membuatnya berfikir keras, membuatnya harus memulai dari awal rencananya untuk melangkah. Edward mendongak kemudian menatap kembali Alexa. Wanita yang ternyata memiliki kemiripan dengannya.
“Bagaimana dengan chip yang di tanam pada tubuh Lizbeth, apa kau juga tahu jika Lizbeth kehilangan ingatannya?”
“Ya, Itu merupakan salah satu efek dari chip itu. Karena dulu tuan Kostov berfikir bahwa semua akan baik-baik saja karena Lizbeth hanya akan kehilangan ingatannya bersama orang lain, bukan dengan keluarganya. Yang berarti Lizbeth hanya akan mengingat siapa saja yang pernah ia temui dan masih memiliki ikatan darah.”
Alexa berdiri dan berjalan menuju salah satu sudut ruangan. Disana terdapat sebuah rak buku yang ternyata merupakan sebuah pintu menuju ruang bawah tanah. Alexa mengisyaratkan agar Edward mengikutinya. Dengan langkah tenang Edward mengikuti Alexa. Beberapa anak buah yang tadi bersama mereka tetap berada di ruangan itu untuk berjaga jaga.
Edward memperhatikan sekitar, ternyata adiknya juga merupakan hacker handal yang mungkin jauh lebih jenius daripada dirinya di samping itu Edward juga ingat bahwa Alexa sangat ahli dalam bermain senjata baik hand gun maupun senjata laras panjang dimana hal itu membuat Alexa menjadi seorang pembunuh bayaran. Alexa membuka sebuah laptop yang langsung di dekati oleh
Edward. Layar tipis itu menunjukkan deretan coding yang membuat Edward mengerutkan keningnya lantaran tak pernah menemukan jenis coding yang seperti itu.
“Kau yang membuatnya?” Tanya Edward.
__ADS_1
“Bukan. Aku hanya menyempurnakannya, tuan Kostov yang membuatnya. Disini terdapat password untuk melindungi chip di dalam tubuh Lizbeth yang di kendalikan oleh chip induk. Dan sialnya, Gustavo berhasil mengambil chip induk itu,” geram Alexa. “Ku yakin kau sudah tahu tentang DNA sistem,” lanjut Alexa “Tidak banyak. Aku bahkan tidak berhasil memecahkan password pada chip itu.”
“Sebenarnya chip itu di gunakan untuk menyembunyikan tatto pada tubuh Lizbeth. Karena tatto itu merupakan simbol seorang putri dari clan Golden rose, simbol yang menunjukkan bahwa dia adalah satu satunya kunci untuk mendapatkan seluruh kekayaan keluarga Kostov, pemegang kekuasaan berikutnya.”
Alexa menggebrak meja dengan keras setelah melihat ia tak berhasil mengakses apapun bahkan ia tak bisa menggunakan password-nya untuk membuka data di dalam laptopnya.
“Damn! Mafia brengsek!!! Mereka mengacaukan semuanya!!” Edward menarik laptop Alexa, mencoba menyelesaikan kekacauan itu dengan sedikit berfikir keras berharap dirinya mampu memperbaikinya saat ini.
“Seberapa penting data yang ada di dalam sini?”
“Sangat penting karena itu menyangkut chip induk dan otomatis itu juga menyangkut nyawa Lizbeth.”
“F*ck!!!!” Umpat Edward masih mencoba fokus mengulik laptop di depannya.
“Bisa sedikit kau jelaskan tentang DNA sistem sialan itu?! Apa mereka sudah gila dengan menanamkan chip bodoh itu di tubuh seorang bayi?”
“DNA sistem hanya bisa di buka dengan sample darah Lizbeth juga scan retina. Di sana terdapat seluruh data mengenai aset keluarga Kostov yang di incar banyak mafia besar. Tuan Kostov sengaja menanamkan chips itu untuk melindungi putrinya. Dan satu hal yang harus kau tahu, bahwa hanya Lizbeth yang mempunyai tatto itu.”
Edward menoleh dengan cepat. “Hanya Lizbeth? Bagaimana dengan keturunan golden rose yang lain?”
Alexa menggeleng pelan. “Tuan Kostov memerintahkan seluruh anak buahnya untuk membuat tatto rose pada tubuh mereka setelah ia mengetahui bahwa putrinya masih selamat. Hal itu bertujuan untuk melindungi Lizbeth.”
WARNING!
Suara peringatan yang cukup keras dari laptop yang sedang di ulik Edward membuat Alexa langsung memperhatikan benda itu, di sana terlihat sebuah titik merah berkedip dia sertai suara peringatan yang terus menggema. Alexa bisa melihat perubahan ekspresi Edward menjadi semakin marah bahkan rahang kokoh itu terlihat mengeras dengan tatapan tajam.
“Sial!! Mereka mencoba meretas sistem keamanan markas tempat Lizbeth berada. Sepertinya mereka sudah mulai curiga dengan keberadaan Lizbeth.”
Seketika emosi Alexa ikut tersulut wanita itu meraih ponselnya kemudian memanggil nomor seseorang yang langsung menjawab panggilannya dengan cepat.
“Apapun yang terjadi, alihkan perhatian anak buah Gustavo dari markas Estebat! Kacaukan sistem keamanan mereka dan siapkan anak buah kalian!” Perintah Alexa membuat Edward menggelengkan kepalanya. Ternyata sifatnya tak jauh beda dengan saudara perempuannya.
Edward menghela nafas lega setelah berhasil memperbaiki sistem keamanan yang ada di markasnya, ia berharap Dmitry dan Victor bisa menjaga istrinya dengan baik. Sangat tidak mungkin Edward menghubungi istrinya melalu ponsel karena tidak menutup kemungkinan para hacker milik Gustavo berhasil mengetahui keberadaan mereka.
“Ada berapa anak buah yang bisa kau andalkan?” Tanya Edward pada Alexa yang di balas senyum miring.
“Sebanyak yang kau inginkan.”
Edward menyeringai puas mendengar jawaban Alexa. “Good. kita akan bergerak cepat untuk menyerang mereka, pastikan kau tidak akan mengecewakanku, adik kecil.”
Alexa melebarkan senyumnya kemudian memeluk Edward erat. “Aku akan tetap bersamamu apapun yang terjadi.”
__ADS_1
Edward mengelus kepala Alexa lembut, ia teringat Nath, adik tanpa ikatan darah dengannya itu selalu menunjukkan sifat manja jika bersamanya.