
“Ada apa dokter?” Tanya Dmitry setelah laki laki itu memasuki ruang kerja dokter Sam.
Dokter Sam menghela nafasnya sejenak kemudian menatap Dmitry serius. “Ini tentang nyonya, karena hanya anda dan Victor yang di beri kepercayaan oleh Mr.Ed maka saya akan mengatakan ini pada anda.”
“Katakan apa yang ingin kau katakan. Apa terjadi hal buruk pada Lizbeth?”
“Entahlah tuan, nyonya hanya bisa mengingat anda sedangkan memorinya bersama orang lain tidak bisa ia ingat sama sekali. Dalam kasus seperti ini kami tidak bisa menjelaskan secara spesifik apa penyebabnya. Tapi menurut analisis saya terkait beberapa hal yang menyangkut hilangnya ingatan nyonya saya rasa. ”
Dmitry menatap lurus dokter Sam yang terlihat manrik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan.
“Semua ini di kendalikan oleh DNA sistem. Dan kemungkinan besar anda memiliki hubungan darah dengan nyonya.”
Dmitry nampak terkejut dengan ucapan dokter Sam. “Hubungan darah? Bagaimana bias? Kami bahkan—”
Dmitry menghentikan ucapannya setelah menyadari sesuatu dan otaknya mencerna kemungkinan kemungkinan yang terjadi dan masuk akal. Dmitry terduduk di sofa dengan bahu merosot.
“Apa mungkin dia adikku?” Gumam Dmitry.
Alasan Dmitry menarik kesimpulan seperti itu adalah mengingat dirinya yang menjadi anak angkat keluarga Jhonson begitupun dengan Lizbeth yang juga menjadi anak angkat Keluarga Zakharov. Kedua orang tua angkat mereka saling mengenal dan bahkan jarak antara adopsi keduanya hanya berbeda beberapa hari. Dmitry menjambak rambutnya, seharusnya ia sadar akan hal ini, seharusnya ia tak sebodoh ini menyadari kenyataan. Jika demikian maka semua informasi yang Edward dapatkan adalah salah, informasi yang mengatakan bahwa anak laki-laki keturunan.
Golden Rose ikut terbantai.
“Bisa kau melakukan tes DNA antara aku dan Lizbeth?”
Dokter Sam nampak ragu untuk men – iya - kan. Pasalnya ia tak mempunyai izin dari Edward untuk melakukan hal ini. Dmitry yang mengerti ketakutan dokter Sam kini beranjak dari duduknya. “Aku yang akan bertanggung jawab. Lakukan, sebelum semuanya semakin terlambat.”
Dokter Sam mengangguk. “Kami akan melakukan tes DNA nya.” Dmitry meninggalkan ruang kerja dokter Sam dengan langkah pelan. Otaknya di penuhi berbagai pertanyaan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
“Apa Lizbeth tidur?” Tanya Dmitry pada Victor yang berdiri di depan pintu kamar Lizbeth.
“Sepertinya tidak, apa anda ingin masuk?”
Dmitry mengangguk kemudian pintu kamar itu di buka oleh salah satu anak buah Edward. Di dekat jendela terlihat Lizbeth yang berdiri menatap kosong pemandangan di balik kaca itu. Langkah pelan Dmitry yang mendekati Lizbeth membuat wanita itu menoleh kemudian menatap Dmitry dengan kening berkerut.
“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Lizbeth kemudian melirik Victor yang hanya menggeleng pertanda tidak mengerti
Dmitry tersenyum tipis dan mengurungkan niatnya untuk memeluk Lizbeth meski ia sangat ingin. Karena laki laki itu yakin bahwa Lizbeth adalah adiknya.
“Bagaimana jika kau menjadi adikku?”
__ADS_1
“Berhenti membual atau suamiku akan melubangi kepalamu!” Ucap Lizbeth yang membuat Victor berdehem pelan menahan tawa.
Dmitry terkekeh pelan lalu menoleh saat dokter Sam datang bersama dua anak buahnya.
“Kami akan mengambil sampel darah anda nyonya,” ujar dokter Sam pada Lizbeth yang lagi lagi di buat tak mengerti
“Untuk apa? Apa terjadi sesuatu padaku? Pada janinku?”
“Tidak, semuanya baik baik saja. Kami hanya ingin melakukan tes DNA karena—” dokter Sam melirik Dmitry yang mengangguk samar
“Maaf nyonya, ada kemungkinan bahwa anda dan Mr.Jhonson memiliki ikatan darah. Mengingat anda hanya bisa mengenali Mr.Jhonson.”
Lizbeth membuatkan matanya kemudian menatap Dmitry. Di sisi lain Victor juga terkejut namun tetap memasang ekspresi datarnya.
“Bagaimana itu bisa terjadi? Wait, apa sebenarnya yang terjadi padaku? Siapa aku dan kenapa aku bisa kehilangan ingatanku?” “Maaf nyonya, itu wewenang Mr.Ed untuk mengatakan semuanya,” uajr dokter Sam menundukkan kepalanya.
Lizbeth menggeleng kemudian mendekati Victor. “Kau pasti bisa menjelaskannya, bukan? Ed hanya menjelaskan bahwa aku istrinya dan sedang mengandung anak kami. Dia juga tak pernah menjelaskan apapun selain itu termasuk kepergiannya yang mengatakan ingin mengurus sesuatu.”
Victor masih diam, ia tak tahu harus mengatakan apa saat ini. Ia tak berani menceritakan apa yang sebenarnya terjadi karena Edward tak pernah memberi wewenang padanya untuk itu. Namun, ia juga tidak tega melihat Lizbeth yang kebingungan tanpa mengetahui apapun.
“Saya akan menceritakan semuanya. Tapi saya harap setelah ini anda tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat kami semakin sulit.” Lizbeth mengangguk kemudian duduk di ikuti Dmitry di sampingnya.
“Anda kehilangan ingatan Anda setelah operasi kecil yang kita lakukan. Operasi untuk mengambil partikel manipulasi yang tertanam dalam tubuh anda. Prediksi awal kami adalah partikel itu dapat membahayakan janin anda jika tidak di ambil tapi nyatanya kami memang benar-benar sudah terbodohi. Partikel itu terdapat di dalam sebuah chip yang mengandung racun sesaat setelah kami mengambilnya.”
“Siapa yang menanam benda itu di dalam tubuhku?”
Victor menggeleng. “Kami belum tahu pastinya. Yang jelas saat ini Mr.Ed sedang mencari tahu tentang semua itu, termasuk tentang diri anda yang merupakan the last princess of golden rose clan. Mafia penyebab semua kekacauan ini. Mafia yang ”
“Sudah,Vic. Itu sudah cukup untuk Lizbeth,” potong Dmitry yang tak ingin Victor mengatakan bahwa golden rose adalah pembunuh ibu kandung Edward.
Mengenai hal ini Dmitry sudah tahu sebelum Edward pergi karena pria itu menceritakan semuanya pada Dmitry mengingat Dmitry sudah di beri kepercayaan untuk menjaga istrinya. Dmitry sengaja tidak ingin Lizbeth mengetahui dulu tentang hal ini karena itu bukan hal baik di saat kondisi Lizbeth seperti ini.
“Mafia yang apa?” Desak Lizbeth yang kini sudah menatap Dmitry “Mafia Yang membuang kita berdua. Atau entahlah, semua masih terasa abu abu. So, bisakah kau sedikit memberikan darahmu untuk memastikan bahwa kita adalah saudara?”
Lizbeth menghela nafasnya kemudian mengangguk. Membiarkan dokter Sam yang mulai menusukkan jarum pada urat nadinya dan mengambil sedikit sample darah miliknya.
__ADS_1
****
Edward memasuki sebuah gedung setelah keluar dari helicopter bersama Lady juga beberapa orang berpakaian serba hitam seperti agen miliknya. Mata tajam Edward segera memperhatikan sekitar dengan cermat dan diam diam ia memutar sedikit putaran pada jam tangannya yang otomatis memindai tempat itu dan mengirimkan langsung pada data Edward.
Edward melirik Lady yang terlihat serius dan tegas. Berbeda dengan sifat wanita itu beberapa jam yang kalau saat di club.
Lady yang merasa di perhatikan oleh Edward hanya tersenyum tipis. Langkah kaki mereka kini menyusuri lorong panjang dengan banyak CCTV pada setiap sudutnya.
“Aku merasa tersanjung di perhatikan olehmu, Zoro.”
Edward hanya diam tak memperdulikan ucapan Lady sebelum ia menghentikan langkahnya secara tiba-tiba membuat Lady juga ikut menghentikan langkahnya.
“Ada apa?”
“Apa tempat ini di lengkapi alarm serta sensor gerak?”
Lady mengangguk kemudian matanya meneliti sekitar yang terlihat baik-baik saja.
“Seseorang mengacaukan alarm milikmu, Lady,” ucap Edward santai sebelum menembak salah satu CCTV.
“Shit!!! Red room!!” Teriak Lady yang langsung berlari menuju ujung lorong di ikuti anak buahnya yang menyadari ada sebuah kekacauan disini.
Edward berjalan santai, mengulik ponselnya dengan sebelah tangan yang masih menggenggam Deagle kesayangannya. Edward terkekeh pelan, ia bisa mengetahui ini karena tak ada peringatan apapun yang masuk pada datanya ketika dirinya memindai tempat itu juga di buktikan dengan tembakannya pada CCTV yang tak menimbulkan bunyi alarm.
Tujuan Edward memindai tempat itu adalah untuk mengetahui struktur bangunan itu, dimana pasti terdapat sebuah tempat rahasia di dalam sana. Dengan ini Edward akan semakin mudah mengenali seluruh ruangan yang ada di dalam gedung besar itu.
Edward yang sudah sampai di sebuah ruang berdinding merah kini memperhatikan Lady yang tengah mengamuk melihat seluruh anak buahnya tergeletak di lantai dengan keadaan sudah tak bernyawa. Selain itu yang membuat Lady semakin murka adalah ia kehilangan benda paling berharga.
Edward menatap sekitar kemudian mendekati Lady yang terduduk di lantai dengan menggumamkan kata maaf berkali kali yang membuat Edward mengerutkan keningnya.
“MaaThan aku, maaThan aku yang tak bisa menjaganya,” lirih Lady yang terisak dengan wajah yang ia benamkan pada kedua lututnya. “Hey! Bangunlah, apa yang terjadi?” Tanya Edward mencoba membatu Lady untuk berdiri.
Lady mengusap kasar air matanya. “Mereka mendapatkannya.” “Mendapatkan apa?”
Lady tak menjawab. Wanita itu berjalan memasuki salah satu ruangan yang ada di dalam red room kemudian memberi isyarat agar Edward mengikutinya. Edward hanya diam mengikuti Lady dan merasa aneh dengan situasi saat ini dimana ia merasa tidak bisa menganalisa keadaan dengan cepat.
Lady menarik kain putih yang menutupi sebuah bingkai foto berukuran besar yang berada pada dinding. Disana terdapat foto sebuah keluarga, kemudian Lady menarik lagi kain putih yang juga menutupi bingkai besar di sebelahnya. Di sana juga terdapat sebuah foto keluarga.
“Ini adalah keluarga Kostov dan keluarga Jarvis. Lizbeth, Dmitry, dan kau,” ucap Lady menunjuk satu per satu empat orang anak yang terdapat di setiap bingkai foto besar tersebut dengan suara bergetar. “Akhirnya aku bisa memelukmu, kakak.”
Edward terpaku di tempatnya setelah sebuah pelukan erat disertai Isak tangis Lady semakin membuatnya sesak.
__ADS_1