
seorang wanita umur pertengahan 30-an berdiri di sisi taman, dia menyesap green tea dari gelas keramik di tangannya.
manik nya menatap luas hamparan taman belakang pack house.
tangan besar mengapit pinggang ramping nya.
si wanita hanya memutar bola mata malas menanggapi perlakuan tersebut.
"apa yang kau lakukan sayang?" si pria menciumi daun telinga sang wanita.
"tidak ada, ada apakah gerangan hingga sang Alpha mengujungi hamba ini?" si wanita berujar selembut mungkin.
Rey tertawa renyah.
"aku merindukan mu Martha" Rey semakin mengeratkan pelukan pada pinggang Martha.
"benarkah? kalau begitu cepat laksanakan pernikahan kita, jadi kau akan bisa menatap ku sepuas yang kau mau" Tangan Martha mengelus jemari Rey.
"aku akan segera melakukan nya, tapi kau kan tahu kematian Istri ku belum genap sebulan, jadi kita harus lebih bersabar"Rey mencium dan mengendus leher mulus Martha.
"baiklah, bagaimana dengan Dylan? " Martha bertanya sambil menyesap kembali minuman kesukaan nya.
"lama kelamaan dia kan menerima mu Mart, tapi untuk sekarang ku harap kau tidak mendengarkan Dylan."
Martha hanya menghela nafas berat, kapan Dylan akan menerima nya? entahlah.
__ADS_1
"nanti malam Dylan akan menjadi Alpha sesungguhnya, dan apapun perkataan nya harus kita turuti Rey,tak terkecuali" Martha memandang dedaunan yang sedikit bergetar tertkena angin.
"aku tahu, tapi kita adalah orang tuanya, dia juga tidak akan mungkin bertindak terlalu jauh" Rey meletakkan dagunya pada bahu Martha.
"hm. apakah Dylan sudah menemukan mate-nya?" tanya Martha, terdengar helaan halus dari Rey.
"dia belum menemukannya. "Rey memandang sendu tanaman di depannya.
"begitu ya,"
"aku akan segera menyuruh Dylan mencari matenya, bagaiamana pun, seorang Alpha harus di dampingi seorang mate nya agar kekuasaan nya stabil. lagipula, Nicho saja sudah menemukan matenya, dan kurasa sebentar lagi Dylan akan menemukan matenya" helaan berat terdengar setelah Rey menyelsaikan kalimatnya.
terserah Dylan menanggapnya apa, toh bagaimana pun ia adalah ayah Dylan, dan ia juga menginginkan yang terbaik untuk putranya.
***************
hari ini terlihat pack house sangat ramai, nanti malam penobatan sang Alpha akan di lakukan, namun para tamu ada yang sudah berdatangan. wajar saja dia dapat melihat keadaan pack house, mansion pribadi Dylan tepat berada di samping pack house, dengan balkon ruangan Luna tepat menghadap ke arah pack house.
ia sebenarnya sangat penasaran, namun apalah daya, dia hanya seorang tawanan. tawanan yang di perlakukan sedikit berbeda.
Fatel heran dengan dirinya. dia sebenarnya tawanan, namun di perlakukan layaknya tamu.
dia ini tawanan atau tamu?
mungkin saja tawanan di sini di perlakukan seperti ini juga, kalau begitu Fatel bersedia menjadi tawanan jika begini.
__ADS_1
eh? bukankah ia memang tawanan.
Fatel mengeleng geleng kan kepalanya, mengusir semua pikiran aneh di otaknya.
pandangan Fatel tertuju pada anak anak yang bermain di bawah tak jauh dari balkonnya.
Fatel tersenyum memperhatikan gerak gerik anak anak tersebut.
ia jadi teringat masa kecil nya, tanpa orang tua, dan hanya ada bibinya yang mengasuh, membuat Fatel menjadi pribadi yang mandiri.
anak anak tersebut berhenti bermain dan menuju salah seorang perempuan yang memegang keranjang buah.
mungkin itu ibunya. batin Fatel.
"aku merindukan ibu dan ayah ku" Fatel tersenyum tipis. dia memang tidak tahu seperti apa orang tuanya.
dia bertanya pada Bibi nya, dan Yesa hanya mengatakan orang tuanya sangat baik, mereka meninggal akibat kecelakaan dan hanya Fatel yang selamat, saat itu Fatel berusia 3 bulan.
Fatel heran, kenapa orang tuanya tak meninggalkan foto keluarga, atau foto foto lain seperti keluarga normal pada umumnya, namun lagi lagi bibinya mengatakan rumah mereka kebakaran sebulan sebelum kecelakaan.
tiba tiba Fatel teringat pada calon Alpha sombong nan dingin sejagad raya. Fatel sedikit risih bila di dekat pria itu.
jantung nya berdetak semau mereka, tanpa memerdulikan betapa susah nya menyembunyikan suara mereka yang mengelegar.
terkadang saat bersama pria itu, Fatel merasa bahwa ia adalah salah satu dari bagian pria itu, namun ia juga tidak tahu secara jelas apa yang ia rasakan.
__ADS_1
*********************************
xx_apilaa