THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
part 3


__ADS_3

Matahari sudah berada di puncak tertingginya namun tak menghentikan langkah dua gadis yang tertatih tatih dengan tas ransel di punggung mereka berdua.


"hhh...Nat, wait for me,..hhh.. aku lelah, kita istirahat sebentar" Fatel duduk di bawah pohon beringin besar.


Oke, baiklah semua pohon di sini besar tidak ada yang kecil. secara, ini adalah hutan lebat, bahkan matahari ragu ragu hanya untuk sekedar mengintip.


Natty duduk di sebelah Fatel dan meletakkan ransel nya di samping kanan tubuhnya.


Fatel meminum air mineral berukuran sedang dan meneguk setengah isi dari botol tersebut.


"apakah kita masih jauh dengan perbatasan negeri warewolf?" tanya Fatel. dia ikut mengintip peta di buku usang tersebut.


"disini bukan hanya warewolf Fat, namun ada beberapa gambar yang aku tidak mengerti" Ujar Natty masih sibuk dengan peta-nya.


Fatel mengerutkan dahinya, ia juga tampak bingung dengan gambar peta tersebut.


"ku rasa bukan hanya warewolf yang ada di sini,namun makhluk lain juga, mungkin vampir" kata Natty, Fatel merasa merinding untuk sesaat, namun ia bukan tipe orang penakut, bahkan tidak ada di kamus nya yang namanya penakut.


"sudah lah, lebih baik kita segera melanjutkan perjalanan, ku rasa nanti sore kita akan sampai di perbatasan tersebut.


waktu terus bergulir, mereka berdua semakin jauh masuk ke dalam hutan. semakin ke dalam hawa semakin dingin, serasa musim dingin.


"Natt," Fatel memanggil Natty saat benda kecil sekecil kapas nan dingin menerpa kulit nya.


"di sini musim dingin" Natty melirik Fatel sejenak. Fatel tak menunjuk kan ekpresi takut sedikit pun, namun ada kerutan bingung di wajahnya.

__ADS_1


ya, bagaimana mungkin di sini musim dingin, sedangkan di kota sedang musim panas. apakah mereka sudah berpindah ke negara lain? entahlah.


mereka semakin masuk dan udara pun semakin dingin. Fatel beberapa kali terjatuh kecil saat kakinya terasa beku ketika menginjak tanah yang penuh dengan salju.


Natty terdengar mengigil terkadang namun setelah itu ia akan berusaha menghilangkan rasa dingin pada tubuhnya.


tak terasa siang pun berganti shift dengan malam. mereka berdua sedang duduk meringkuk di bawah salah satu pohon yang tak terlihat hijau ujung nya melainkan putih seluas mata memandang.


"Fat, are you okay?" tanya Natty saat ia tak mendengar suara dari Fatel


"hm? i'm okay, don't worry hm. kita akan segera menemukan apa yang sedang kita cari" Sahut Fatel.


"hiks...hiks..i'm sorry, jika saja aku tak mengajak mu untuk mencari tahu mungkin saja kita tidak di sini" Natty terisak antara dingin nya hawa malam.


ya, saat perjalanan tadi mereka tersesat karena kompas yang di bawa Natty rusak. padahal Natty baru membeli nya saat mereka berdua hendak berangkat.


alhasil mereka berdua tidak tahu arah dan tersesat. malam.semakin larut, dan suasana semakin mencekam. hewan hewan malam mulai berkeliaran mencari mangsa.


Natty bergetar ketakutan, walaupun ia adalah seorang yang penuh dengan jiwa penasaran, namun ia juga seorang penakut. Natty berpegang pada tali belakang ransel Fatel.


Fatel memimpin jalan, ia sama sekali tidak takut, jikalau pun ada, ia akan segera menepis nya jauh jauh.


Tujuan utama nya adalah, ia dan Natty keluar dari hutan ini, persetan dengan warewolf apalah itu. dia belum ingin mati konyol, walaupun dari awal mereka berdua sudah melakukan hal konyol.


lolongan serigala menyahut dari berbagai arah. Fatel dapat merasakan getaran tangan Natty. ia tahu Natty pasti sangat ketakutan sekarang, namun ia tak punya pilihan lain, mereka harus keluar dari sini, ya harus.

__ADS_1


Fatel tidak tega melihat Natty, akhirnya ia membawa Natty duduk dan memeluk Natty.


dia menepuk nepuk pelan.


"shh...everything will be okay, tenang lah" aku berusaha meredam ketakutan pada Natty.


aku memejam kan mata ku dan menarik nafas dalam. namun, hal lain terjadi saat ia membuka kelopak matanya.


seekor makhluk aneh menyeramkan berada beberapa meter di depannya. mata biru nya bertemu langsung dengan mata gelap makhluk itu. Fatel menelan salivanya susah. dia melepas kan pelukan nya dan menangkup pipi Natty. sesekali ekor matanya melirik makhluk menyeramkan tersebut.


"Natt, dengar aku, kali ini kau harus mendengarkan aku. lari ke arah belakang ku, jangan berbalik. apapun yang terjadi jangan berbalik. lari sekuat kau mampu" Kata Fatel dengan nada bergetar, gadis itu berusaha menyembunyikan ketakutan nya.


"k-kenapa? a-ada apa?" tanya Natty, ia sangat tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Fatel.


Fatel tidak menghiraukan pertanyaan Natty, ia melihat sejenak makhluk itu yang semakin mendekat.


Fatel memeluk erat Natty dan menyuruh gadis itu berlari berlawanan arah sedang ia berlari ke arah makhluk itu, apapun yang terjadi dia harus mengalihkan makhluk itu dari Natty.


makhluk itu melolong yang nyaris terdengar seperti auman. mata nya di penuhi kilat hitam menyala.


Fatel berhenti tepat di depan makhluk itu. Fatel kini tahu wujud dari makhluk ini. hampir seperti serigala namun lebih besar dan menyeramkan. taring dan kuku mereka lebih panjang dan runcing.


mata nya kembali bertemu dengan mata si monster, sejenak mata hitam menyala itu sedikit meredup, namun hanya sebentar dan kemudian kembali menyala dan lebih menyeramkan. ia menghantam tubuh Fatel dengan kaki bagian depan namun tidak mencakar tubuh indah gadis itu. Fatel terpental beberapa meter ke samping dan menunbruk sebuah pohon besar.


seluruh badannya terasa remuk redam. kepala nya pening. semuanya memburam sampai akhirnya menggelap. ia tidak ingat lagi apa terjadi. namun, sepersekian detik sebelum ia memejamkan matanya, ia melihat makhluk yang sama mungkin kawanan makhluk pertama datang dan menhampirinya. dan ia tidak tahu lagi yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2