THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
part 16


__ADS_3

"apa ada kabar jey?" tanya seorang pria paruh baya. di tubuhnya banyak ukiran ukiran kuno.


"belum, putri mu belum memberikan informasi baru, namun Dylan sudah di nobatkan menjadi Alpha di Werbor pack" pria yang bernama Jey tersebut duduk sambil menyilangkan kakinya.


"ku harap lain kali ada berita baru dan menguntungkan kaum kita" Pria itu menatap Jey dengan tatapan sulit diartikan.


"tapi, bukankah setelah ini semuanya akan semakin sulit? maksud ku Dylan adalah pria dingin dan tegas, dia tidak akan segan segan dengan keputusan nya" Jey berujar sedikit ragu.


Jey bergidik saat ia melihat Dylan menghabisi kaum Hunter yang telah membunuh ibunya.


"itu bukan menjadi penghalang Joe, selagi Dylan belum menemukan mate nya, kita masih bisa memanfaatkan keadaan itu" Seringaian tercetak di wajah keriputnya.


Jey hanya menghela nafas berat.


"lalu, apa yang kita lakukan selanjutnya?" Jey bertanya.


"kita tunggu kabar dari putri ku" Pria tua tersebut mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.


"baik yang mulia"


******************


Dylan duduk di kursi kebesaran nya di atas tempat yang lebih tinggi, di samping kiri kanannya duduk para bangsawan berbagai tingkat.


di sebelah kanan kursi pertama adalah tempat duduk Beta, selanjutnya adalah tempat duduk bangsawan tingkat satu hingga bangsawan tingkat 5.


di sebelah kiri adalah tempat duduk bangsawan tingkat 6 hingga 10.


Dylan menopang dagunya dengan tangan kanannya.

__ADS_1


"jadi, ada apa?" Dylan membuka pembicaraan


"maaf Alpha, namun sekarang pack kita ada sedikit masalah, seperti yang kita ketahui di wilayah kebangsawan yang saya pimpin sering terserang Ziru (roh yang menghisap jiwa) dalam hutan bagian utara, tapi akhir akhir ini tak sedikit Ziru yang menyerang desa pingiran hutan." bangsawan tingkat 6 menjelaskan masalah yang menimpa wilayahnya.


Dylan mengangguk anggukkan kepalanya.


"ada lagi, atau ingin memberi sanggahan?" Dylan berucap dengan nada datar.


"maaf Alpha, saya kira kita harus mengutus beberapa Gemma untuk memeriksa hutan tersebut." bangsawan tingkat 3 menyanggah.


"hm, ku rasa jika kita hanya mengutus beberapa Gemma bukan cara yang tepat, kita tahu bahwa Ziru itu adalah makhluk yang sangat berbahaya" bangsawan tingkat 8 ikut memberi sanggahan.


"bukankah Gemma adalah prajurit pilihan yang di latih khusus oleh Beta? jadi ku rasa mereka pasti mampu mengatasi hal itu"ucap bangsawan tingkat 3


"walaupun mereka adalah prajurit terlatih, namun Ziru adalah makhluk yang tak kasat mata, bahkan kaum kita tidak bisa memperkirakan keberadaan mereka" kata bangsawan tingkat 5.


"ya. hanya orang orang terkuat di kaum kita yang bisa memperkirakan Ziru" ujar bangsawan tingkat 10


"hm, saya akan turun langsung melihat keadaan dan meminta bantuan prajurit kerajaan langit" Nicho yang sedari diam akhirnya mengeluarkan suara.


"ya, itu adalah saran bagus Beta, bagaimana menurut anda Alpha?" ujar bangsawan tingkat 7


Dylan, mengusap usap bibir bawahnya, dan menatap ke arah Nicho.


"semua nya ku serahkan pada kau Nic"


**************


Fatel duduk di balkon ruangan Luna.

__ADS_1


kadang memainkan anak rambutnya sendiri, memutar mutarkan rambutnya.


Dia mengetuk ngetukan kakinya pada lantai di bawahnya. angin semilir membuai wajahnya.


"ah bosan nya" Fatel menendang nendang ke udara.


pendengarannya menangkap suara anak anak yang bermain di taman utama Werbor pack.


ada dua anak perempuan di sana, mereka terlihat bahagia bermain ayunan. senyum tak pernah lepas dari wajah imut mereka berdua.


namun itu sirna saat ada 3 anak laki laki datang, mereka terlihat berbincang sejenak dan mendorong salah satu anak perempuan tersebut, Fatel mengerutkan keningnya melihat hal itu, dia berdiri dari duduk nya.


melihat temannya di dorong, yang satu lagi berusaha melawan, namun ia pun bernasib sama, mereka berdua terduduk sedang ke tiga anak laki laki tersebut terus mengejek dan menjambak rambut mereka berdua terkadang.


Fatel menggeram, dia menarik nafasnya dalam dan...


"HEI APA YANG KALIAN LAKUKAN HA?! PERGI DARI SANA ATAU KU TARIK TELINGA KALIAN BERTIGA SATU PERSATU HINGGA LEPAS!!" teriakan Fatel membuat ketiga anak tersebut lari tunggang langgang.


Fatel menghembuskan nafasnya pelan, dia melihat kedua anak perempuan itu berdiri dan menuju ke arah mansion Dylan, lebih tepatnya ke balkon tempat ia sekarang.


"TERIMA KASIH SUDAH MENOLONG KAMI, LAIN KALI KITA BERMAIN BERSAMA" teriakan khas anak kecil membuat Fatel terkekeh sendiri.


"YA, TUNGGU SAJA, JAGA DIRI KALIAN" sahut Fatel,


"BESOK KAMI AKAN KEMBALI KE SINI DAN BERJANJI MEMBAWA SESUATU UNTUK MU" kedua anak perempuan tersebut berlalu dan melambaikan tangan mungil nya ke arah Fatel.


"hah, seandainya aku bisa keluar dari sini kalian berdua pasti sudah habis ku cium"Fatel terkekeh,


"kau ingin bermain bersama mereka?" suara tersebut berhasil menghentikan kekehan nya dan membalikan badan.

__ADS_1


"sejak kapan kau disini?"


__ADS_2