
Mansion pribadi Rey sekarang amat sangat sibuk, besok adalah hari pernikahan kedua Rey dengan Martha, semua penghuni mansion nya bekerja keras sejak kemarin
Rey memang tidak melibat kan pack house agar membantu nya karena Dylan melarang nya, siapa pun yang membantah Dylan tak segan segan menghukum orang tersebut.
Rey berkeliling melihat sejauh mana persiapan yang mereka kerjakan.
"tolong meja ini sedikit di geser ke sebelah sana, dia harus sejajar dengan bentuk dan desain nya sama" perintah Rey pada salah satu maid nya.
Sedang kan Martha sudah dua hari tidak berada di mansion ini, dia mengata kan harus mengunjungi sahabat nya guna memberitahu kan perihal pernikahan nya.
Dylan? ah, anak itu memang bersungguh sungguh dengan ucapan nya tempo hari, jangan kan membantu, melirik persiapan pernikahan ayah nya saja ia enggan.
Rey tak bisa memaksa, ia sebenar nya juga terpukul dengan kepergian Jenn dan Martha datang dan seolah olah menyadar kan bahwa ia harus membuka hati untuk wanita lain, ia juga butuh seseorang agar mengisi lubang di hati nya.
Rey sangat terpukau pada Martha, baik wajah nya, tingkah laku nya dan apapun itu. ia merasa seperti anak remaja yang baru merasa jatuh cinta, merasa berbunga bunga kala bersama Martha.
****************
Dylan tanpa sadar menyungging kan senyuman nya kala melihat Fatel tertawa lepas bersama dua orang bocah sambil mengayun kan ayunan nya pelan.
'apa kau merasa tertarik pada nya Dyl?' goda Leo
"entah lah, aku tidak tahu" sahut Dylan, mata nya masih tetap berfokus pada presensi Fatel.
'aku tertarik Dyl,' ujar Leo
"hm," Dylan hanya menanggapi Leo dengan deheman,
'aku ambil alih tubuh mu, aku akan mengata kan bahwa aku tertarik pada gadis itu' ucapan Leo membuat Dylan tersentak.
__ADS_1
"jangan membuat ku malu Leo" geram Dylan.
'kkk...lihat lah diri mu Dyl, betapa menyedih kan nya diri mu kkk" ejek Leo
"kau mengejek ku sama saja kau mengejek diri mu sendiri Leo" cibir Dylan
'kita memang satu tubuh, tapi jiwa dan kepribadian kita berbeda kkk" ujar Leo lagi
"terserah," ucap Dylan, ia kembali tersenyum tipis melihat Fatel mengayun kan ayunan nya senang
'ku rasa kau harus segera mengata kan perasaan mu pada gadis itu Dyl' saran Leo
"mengata kan perasaan apa? aku hanya tertarik pada gadis ini dan tidak ada lebih dari itu" Sarkas Dylan,
'aku tahu Dyl, kau tak seharus nya menyangkal nya jika berbicara pada ku, ingat aku adalah sebagian dari mu, kita terikat' ujar Leo
"ya ya ya, aku tidak tahu" gumam Dylan
Dylan menaik kan sebelah alis nya
"apa itu?" tanya Dylan
'aku tidak tahu, tapi ini ada kaitan nya dengan gadis ini' sahut Leo
"apa ini ada hubungan nya dengan kenyataan bahwa ia adalah keturunan seorang dewi?" tanya Dylan lagi
'aku bilang aku tidak tahu Dylan," tegas Leo sedikit keras
"yakk, kenapa berbicara begitu pada ku ha? kau kira kau itu siapa?" Dylan berujar tak kalah keras nyaris membentak
__ADS_1
oke, Dylan membentak diri sendiri :)
'aku? aku adalah Alpha di Werbor pack' ucap Leo sombong
"itu aku" sanggah Dylan
'oh ya? bukan kah jika bukan karena ada aku dalam jiwa mu, kau tak akan bisa menjadi Alpha? masih melawan' sarkas Leo,
"aishh, terserah" sahut Dylan frustasi
'sebaik nya kau perlakukan gadis ini dengan lembut mulai sekarang' suara Leo terdengar lebih serius
"untuk apa?" tanya Dylan
'apa kau lupa bahwa kenyataan siapa dia sebenar nya? jangan bodoh' ucap Leo
"oh, apa karena ia adalah Dewi kerajaan langit lalu kita harus memperlakukan dia berbeda? tidak, aku tidak mau" Dylan menyilang kan kedua tangan nya di depan dada nya.
'jangan keras kepala Dylan, kau tahu kan jika dia adalah seorang dewi yang hilang, jika kerajaan langit mengetahui bahwa dewi mereka di perlakukan buruk di Werbor pack, menurut mu apa yang akan terjadi selanjut nya?' jelas Leo
"mereka tak mungkin menyerang kaum ku, aku pasti kan itu" sahut Dylan
'kita tak tahu Dyl, kurangi kadar kebodohan mu itu' sarkas Leo
"aku tidak bodoh, jaga ucapan mu Leo," Dylan kesal dengan ucapan Leo
'kalau kau ingin aku menjaga ucapan ku, maka perlakukan gadis ini dengan baik' putus Leo
"bilang saja kau tertarik pada gadis itu" gumam Dylan
__ADS_1
'jika aku tertarik, maka kau juga akan tertarik lambat laun, jaga ucapan mu Dylan' balas Leo
"ya, terserah mu saja" Dylan mencebik.