THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
bag 30


__ADS_3

Pasukan kaum iblis menyerang dengan ganas pasukan Warewolf, memang benar yang di katakan Nicho, mereka kalah jumlah.


namun Dylan memerintah kan agar mereka tetap harus bertahan semampu mereka, tak peduli hidup mati Werbor pack tak boleh hancur di tangan makhluk busuk ini.


"NICHO, NIC, DI MANA AYAH?" teriak Dylan di sela sela pertarungan, Leo dengan semangat nya mencabik makhluk berdarah hitam ini.


"AKU TIDAK MELIHAT NYA SEDARI TADI, MUNGKIN KAH IA IKUT PERTEMPURAN?" sahut Nicho, tanpa pikir panjang, Dylan berlari di tengah tengah pertempuran mencari ayah nya.


di saat seperti ini, Dylan. sangat takut kehilangan ayah nya, walaupun ayah nya menikah lagi namun tak ada alasan ia membenci ayah nya.


"AYAH" panggil Dylan, namun ia tak mendengar sahutan ayah nya,


sekarang Dylan berada tepat di tengah tengah pasukan iblis, mereka mengepung Dylan. wujud asli mereka sungguh mengeri kan, namun itu semua tak membuat Dylan gentar, kekuatan sihir nya tak perlu di ragu kan lagi.


'Dyl, ingin mulai dari yang mana? sisi kanan atau kiri' tanya Leo


"terserah kau saja," Dylan menyeringai, ia melompat ke atas salah satu iblis dan mengoyak kepala nya, mencabik cabik bagian tubuh iblis hingga tak bernyawa.


dengan gerakan cepat ia sudah menghabisi sebagian iblis yang mengepung nya,


**************


Jery memandangi pantulan air dalam wadah besi berukiran antik.


"mereka kalah jumlah" ujar Arry


"ya kau benar, aku tidak yakin mereka akan menang, dan lebih parah nya mereka semua akan mati" sahut Jery.


"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Arry


"kita kirim sebagian pasukan kita" ujar Jery


"tapi, bukan kah sangat tidak boleh jika kerajaan langit mencampuri urusan kaum bawah langit? apa kata para malaikat nanti nya ?" Arry bertanya dengan penuh keraguan, kerajaan langit akan mendapat hukuman jika para malaikat tahu apa yang mereka lakukan


"tenang lah, serah kan semua nya pada ku" sahut Jery, dan Arry hanya menghela nafas pelan menanggapi nya.


***************


pasukan Dylan kian menipis dan banyak yang telah tewas, namun pasukan kaum iblis bahkan tak nampak berkurang sama sekali.


Kemal si raja iblis berdiri di depan Dylan, ia menyeringai menambah betapa mengeri kan nya diri nya.


"hahah menyerah lah Dylan, kau tahu pasukan mu tak akan bisa menang melawan pasukan ku haha" ucap Kemal dengan sombong nya,


Dylan mengais ngais tanah dengan kuku panjang nan tajam nya, ia sangat ingin mencakar wajah busuk itu.


"bahkan jika aku mati sekali pun aku tidak akan menyerah pada kalian makhluk busuk" sarkas Dylan


"benar kah? sayang sekali kau tak mengetahui dalang dari semua ini, aku meragu kan siapa makhluk busuk di sini haha" perkataan Kemal membuat Dylan heran,


apa maksud nya?


jadi ada penghianat di pack nya?


"apa maksud mu?" tanya Dylan.


"kau yakin ingin mendengar nya hahaha" ujar Kemal,


"cepat kata kan, atau ku bunuh kau sekarang" ancam Dylan,


"hahah, kalian memang sangat bodoh, mudah sekali di bohongi dan di kelabui, kaum macam apa itu hahah" Dylan benar benar tak bisa menahan amarah nya kali ini, cukup sudah kaum nya di serang secara tiba tiba namun jangan menghina dan menginjak injak kaum nya.


"kau benar benar mencari mati" Dylan bersiap menyerang kemal,

__ADS_1


"kau tak akan bisa menyentuh ku, sebelum kau membunuh ku akan ada orang yang melindungi ku" kemal berkata dengan percaya diri nya, dan yang terjadi selanjut nya membuat Dylan tercengang.


******************


pasukan langit terjun ke tanah lapang yang penuh dengan pertumpahan darah antar dua kaum yang saling memusnah kan menunjuk kan siapa di antara mereka yang paling kuat.


phoenix tunggangan pasukan langit menukik dan mendarat di tengah tengah pertempuran.


Nicho membuka mulut nya tak percaya, benar kah pasukan langit ikut campur dalam pertempuran kaum bumi.


"AKU ARRY PERWIRA KERAJAAN LANGIT MENGARAH KAN PASUKAN KU MEMBANTU KAUM WAREWOLF " Nicho semakin tak percaya, mereka membantu kaum Warewolf? apa karena Fatel?


kaum iblis yang mendengar hal itu mencibir dengan sinis nya.


"meskipun kalian adalah pasukan terkuat di Imorland, bukan berarti kami gentar, itu secara tidak langsung mengatakan bahwa Warewolf memang kaum yang menyedih kan" sahut salah satu iblis itu dengan congkak


"henti kan omong kosong mu dan bukti kan kemampuan mu makhluk rendah" sarkas Arry, iblis itu menyerang Arry dengan segenap kekuatan nya, namun dengan sekali kibasan tangan Arry tubuh itu hancur seketika membuat iblis lain nya menggeram dan menyerang mereka.


*******************


"ayah?" lirih Dylan. ia terkejut melihat ayah nya berdiri menghadang kala ia ingin menyerang raja iblis tersebut.


"apa yang ayah lakukan? kita harus membunuh iblis busuk itu ayah" bentak Dylan.


"jangan bermimpi Dylan, di sini aku yang akan menghabisi mu" perkataan Rey membuat Dylan tak paham.


"apa maksud mu? " tanya Dylan.


"aku membenci mu dan pack mu itu" ucapan Rey seakan meruntuh Dylan


membenci nya? yang ia tahu ayah nya tidak pernah membenci nya.


"apa maksud mu? hei iblis busuk, apa yang kau lakukan pada ayah ku?" Dylan tahu ini bukan Ayah nya,


"aku tak melakukan apapun, hanya sedikit percobaan saja" seringaian muncul di wajah mengeri kan Kemal.


siapa lagi pelaku nya jika bukan ayah nya sendiri, Dylan menggeleng lemah, ayah nya dalam pengaruh si raja iblis, dia tak mungkin melawan ayah nya sendiri.


"tidak ayah, berhenti lah begini" lirih Dylan.


"hadapi aku, aku akan menjemput ajal mu hari ini" kilatan mata Rey di penuhi kebencian.


"tidak, Ayah ku mohon sadar lah, ayah harus membunuh dia bukan malah melawan anak mu sendiri" ujar Dylan.


"henti kan omongan tak bermutu mu itu, apa kau sengaja mengulur ajal mu" perkataan Rey semakin meremuk kan perasaan Dylan.


Rey langsung merubah wujud menjadi seekor warewolf coklat tua, ia langsung menyerang Dylan.


Dylan menghindari serangan ayah nya, ia tidak mungkin membalas Ayah nya sendiri, sedang kan Kemal tertawa puas melihat pertunjukan di depan nya, ia tak harus susah payah turun tangan.


"arghh..." Dylan terpental cukup jauh, Rey menghantam dada Dylan dengan kuku tajam nya.


ini sudah kesekian kali nya Dylan terpental dan terkena cabikan ayah nya ia tak bisa menahan nya, ia hanya punya dua pilihan.


di bunuh atau membunuh.


sekalipun ini adalah ayah nya, pira itu tak segan segan menghabisi nya, dan ia pun tak punya pilihan lain.


"baik lah, jika memang ini yang kau ingin kan Ayah" Dylan bangkit dan menyerang Rey denan serangan bertubi tubi


jika di banding kan kekuatan nya jauh melebihi kekuatan ayah nya, ia mencakar mencabik dan menghantam Rey. Kemal memandang tak percaya pada kekuatan Dylan, di lubuk pikiran nya merasa gentar.


Rey terpental jauh ke belakang, tubuh nya penuh luka, dan dari mulut nya keluar gumpalan merah.

__ADS_1


Dylan berjalan pelan dan merubah wujud nya dengan hati tersayat melihat kondisi ayah nya, dalam hati ia menjerit melihat orang yang ia sayangi tersakiti.


"maaf kan aku ayah, jika memang kau tak bisa sadar dari semua ini maka kau harus menyusul ibu" ujar Dylan, kepedihan menghias setiap suku kata nya.


"bunuh aku, aku pantas mendapat ini, bunuh aku sebelum ku bunuh kau" lirih Rey,


"ayah, aku...aku minta maaf" Dylan mengambil tombak perak dan menancap kan di dada ayah nya,kilatan putih keluar dari ujung tombak, melayang dan menghilang di balik tubuh Kemal.


Rey kembali ke wujud manusia nya, Dylan bangkit dan kembali ke wujud wolf nya.


"kali ini terima nasib mu iblis busuk" Dylan menyerang Kemal membabi buta bahkan jauh lebih kuat di banding kan saat ia melawan ayah nya, Ia mengeluar kan sihir nya dan mengarah kan ke dada Kemal dalam sekejap tubuh raja iblis tersebut melebur, bersamaan dengan itu pasuka iblis kembali ke wujud manusia mereka dan perlahan lahan mengering.


pertempuran ini di menang kan kaum Warewolf dengan bantuan kaum Dewa, meskipun Dylan harus membunuh ayah nya sendiri.


Dylan berjalan gontai menghampiri mayat ayahnya, ia tak menyangka jika ialah yang akan mencabut nyawa ayahnya.


Arry dan Nicho menghampiri nya dan menepuk pundaknya pelan,


"ini bukan salahmu, sebaiknya kita segera makamkan ayah mu" ujar Nicho,


Dylan hanya mengangguk lemah,


"BERESKAN TEMPAT INI, MAKAM KAN MAYAT MAYAT KAUM WAREWOLF, SETELAH ITU BAKAR TEMPAT INI" teriak Arry pada seluruh pasukannya.


***************


setelah pertempuran antara kaum iblis dan kaum warewolf, Werbor pack kembali aman, walaupun lumayan banyak Gemma harus mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan Werbor pack, berkat bantuan pasukan langitlah mereka bisa memenangkan pertarungan.


usut punya usut mengenai kematian Rey, Dylan tak sepenuh nya bersalah karena Rey dibawah pengaruh sihir iblis yang diberikan oleh Martha. sedangkan Martha sudah pergi bersama kekasihnya, panglima perang kaum iblis karena sebenarnya memang tidak ingin ikut campur sejak awal, namun karena ayahnya mengancam akan membunuh kekasihnya lah akhirnya Martha menyetujui kemauan ayahnya. kematian Jenn pun diakibatkan tipu muslihat Kemal, ia menggunakan sihirnya agar para Hunterlah yang terlihat membunuh Jenn, padahal itu adalah kaumnya.


mengenai kerajaan langit yang membantu kaum Warewolf, para malaikat tak bisa memberi hukuman kepada mereka karena Fatel yang juga memiliki darah para malaikat.


Fatel juga diagungkan di Negeri Imorland, darah nya adalah kesembuhan bagi yang kesakitan dan kekuasaan bagi yang serakah, namun ia tidak mau memberikan darah nya pada orang orang, ia hanya mau terlihat normal, dan tak mau diagung agungkan seperti sekarang.


3 MONTHS LATER


sekiranya Dylan tak menghadapi suatu masalah lagi, namun seperti nya ada sebuah masalah yang menyapa hidup nya lagi.


Fatel Waynn.


gadis ini masih belum memberikan jawaban nya pada Dylan, bahkan ia juga dekat dengan calon suami ala dewa nya itu.


seperti saat ini mereka bertiga sedang berada di taman Werbor pack, Dylan tak akan pernah membiar kan Arry berduaan dengan Fatel, begitu pula dengan Arry.


"aku akan bertanya untuk kesekian kali nya"ujar Dylan serius


"kau pilih dia atau aku?" Dylan menunjuk dada nya dan menunjuk ke wajah Arry


Fatel diam, ia akan mati kutu jika di tanya begini, bisa di bilang ia sama sama menyukai kedua orang ini


"aku tidak tahu" lirih Fatel


"bagaimana bisa kau tidak tahu, kau hanya tinggal memberi pilihan, aku atau dia?" kini bukan hanya Dylan yang mendesak nya , namun Arry.


"ya, Arry benar" timpal Dylan.


"kalian membuat ku gila" Fatel berjalan meninggalkan mereka berdua yang masih menatap ia dengan penuh harap menunggu jawaban nya.


Fatel harus jawab apa? ia tak ingin menyakiti hati kedua nya,


ia tak bisa memilih di antara mereka, dan mereka malah mendesak nya.


harus kah ia menikahi kedua pria itu saja?

__ADS_1


Fatel bisa gila


**************************************


__ADS_2