
Le dan rombongan nya hari ini akan meninggalkan Werbor pack. Pria bernama Le tersebut merapikan sarung pedang pada pinggang nya. rombongan mereka akan berangkat sebentar lagi.
"terimakasih Alpha, kesan anda sangat baik selama kami berada di sini. saya tentu saja tidak akan melupakan kebaikan hati anda" Le berujar seraya memberi penghormatan pada Dylan.
"sama-sama, saya harap, Tuan Le dan Rombongan tidak jera untuk kembali ke sini, serta selamat hingga tujuan kalian. " Sahut Dylan, Pria tersebut tersenyum sekejap.
"tentu saja, lagipula rombongan saya juga sudah membawa perlengkapan yang cukup" Ketua Le terlihat tidak segan terhadap perjalanan mereka, toh bukan kah sebelumnya mereka juga melalui jalan itu.
"ya. Tapi ku rasa kali ini akan ada beberapa halangan di jalan, siapkan rombongan mu dengan baik" Dylan mencoba memperingatkan Le.
Terlihat Ketua Klan Devil itu sedikit mengerut kan dahinya, namun sedetik kemudian ia segera menjawab perkataan Dylan.
"baiklah, terimakasih Alpha, kami harus pergi sekarang" Ketua Le dan rombongan nya berpacu dengan kuda bersurai panjang hitam khas klan Devil
karena Klan Devil atau iblis tidak seperti kaum lainnya, misal Vampir yang bisa berubah menjadi manusia kelelawar atau Klan Wolf bisa berubah menjadi Serigala, klan Devil tidak memiliki kemampuan untuk berubah seperti itu. mereka hanya memiliki satu hewan yaitu kuda berwarna hitam.
Klan Devil sama seperti kaum Dewa, Kaum Dewa memang kaum terkuat kedua yang di yakini dunia Imorland. Kaum Dewa, mereka hanya memiliki hewan sebagai alat transportasi jauh, yaitu Phoenix namun juga seperti kuda, atau kata lain, kuda bersayap, berwarna putih berkilau.
konon katanya Kuda bersayap tersebut kekuatan nya setara dengan kaum bawah langit, namun hingga kini tak seekor pun kuda bersayap yang melawan kaum bawah langit, oleh sebab itu rumor tersebut banyak yang tidak mempercayainya sebelum melihat sendiri kekuatannya.
Rombongan Ketua Le sudah memasuki Hutan terlarang, yaitu hutan Elf, atau hutan para Peri.
"Ketua Le, apakah anda pernah mendengar rumor mengenai Hutan ini? " Tanya kepala rombongan pada Ketua Le
"memang nya ada apa? " Ketua Le terlihat acuh dengan pertanyaan yang hanya membuang waktunya saja.
"Dulu katanya, Peri-peri di sini hidup berkelompok di suatu daerah di Hutan ini, membentuk kerajaan yang tidak tersentuh kaum manapun. Para peri tidak pernah mencampuri urusan kaum lain selagi itu tidak mengusik kehidupan mereka. "
"Ada juga yang mengatakan bahwa para Peri ini sudah musnah saat peperangan antara Malaikat, kaum Dewa dan Klan Devil saat ratu Devil merebut putri Dewi langit, peperangan dahsyat yang bermula dari kerajaan klan Devil hingga terbawa ke dalam Hutan Elf. "
"Para Peri tidak dapat mengelak musibah tersebut, sebab amukan para Malaikat di atas kemampuan mereka, alhasil mereka musnah tak bersisa. Walaupun begitu roh-roh para peri masih menempati hutan ini, bahkan lebih menyeram kan lagi, sebab dendam mereka terhadap kaum lain semenjak itu. Tetapi, dendam hanya lah dendam yang terpendam, mereka akan membunuh orang yang sengaja mengusik hutan tersebut, selain dari itu, para peri tetap bukan makhluk yang suka mencampuri urusan orang lain."
__ADS_1
"juga...." kepala rombongan mendekat kan diri pada Ketua Le"katanya, kekuatan mereka dahulu jauh di atas kaum Dewa, dan hampir menyamai Malaikat."
"lalu mengapa mereka bisa musnah oleh perang tersebut? dulu hanya beberapa prajurit Malaikat yang membantu. dan lebih banyak kaum Dewa, jika memang jauh di atas kaum Dewa, mereka bisa mengalah kan nya bukan? " Ketua Le tampak sedikit tertarik dengan cerita kepala rombongan.
"anda tahu bahwa kekuatan Malaikat adalah yang paling terkuat di dunia ini, hanya beberapa saja, para peri musnah tiada bekas, Klan Devil saja butuh beberapa waktu hingga pulih" Kepala Rombongan meneguk minuman yang di bawa nya.
Ketua Le tampak sedang berpikir.
"begitu ya, bagaimana jika mereka masih ada dan dugaan tentang kepunahan mereka tidak benar? "
"hahah. tidak mungkin. keberadaan peri hidup tidak pernah terdengar selama dua puluh tahun ini." Kepala Rombongan tertawa mengejek omongan Ketua Le.
Ketua Le tersenyum tipis lalu menelisik sekitar, ia merasa ada yang salah dengan rumor yang beredar.
_
_
_
Fatel sedang memikir kan cara agar ia bisa keluar dari tempat aneh dan tidak masuk akal ini. Melihat ikan-ikan besar dan buas berenang di dalam tembok air di sekitar nya, atau pun menginjak sesuatu yang sangat tidak nyaman di kakinya, walau itu jarang terjadi.
Fatel benar-benar tidak habis pikir akan hidupnya yang menyedihkan ini, pertama kali datang ia juga mengalami hal ini. di tawan dan di kurung seperti ini, membuat ia terlibat perasaan aneh terhadap Alpha tengik yang selalu membuat dadanya sesak setiap kali memikir kan Dylan.
Percaya bahwa ia adalah mate Dylan, namun hatinya masih ragu pada perkataan Dylan. apakah ia benar matenya atau tidak, sejujurnya pada saat Dylan mengata kan hal itu meski berpuluh-puluh kali, hatinya masih bimbang, ia tidak boleh tergesa-gesa dalam memastikan perasaan nya.
'ah, mengapa aku memikir kan Dylan, yang harus ku pikir kan adalah bagaimana keluar dari sini' Fatel membatin.
ia sudah beberapa hari ini berusaha menutar otak nya agar berkerja sama, namun dia sama sekali tidak bisa berpikir jernih.
"hei, sedang melamun? " Suara Chris membuat Fatel was was, pria ini penuh dengan tekanan yang luar biasa, di tatap saja membuat nyali siapapun ciut
__ADS_1
"bukan urusan mu" tukas Fatel dingin, dia muak dengan ini semua.
"aku akan pergi, jaga diri mu" Chris mengelus kepala Fatel sebelum berangkat. Saat kakinya hendak melangkah, suara Fatel membuat ia harus menghentikan nya.
"kau, apa kau sering pergi begini? " tanya Fatel.
"kau akan merindukan ku? aku tidak pergi terus seperti ini, hanya hari-hari tertentu saja" Chris menjawab dengan senyuman seperti biasanya.
"oh, hari-hari apa itu? " Fatel senang bukan kepalang mendengar Chris akan pergi.
"hari ini hingga tiga hari kedepan, " jawab Chris
Fatel tersenyum penuh arti.
"ah dan ya, aku tidak pernah merindukan mu" ucap Fatel tiba-tiba
Chris berbalik dan mendekat ke arah Fatel.
"aku tau kau akan mengatakan itu, tapi ku mohon jangan ucapkan hal itu di depan ku, karena aku dapat menebaknya dan itu terdengar sedikit menyakitkan" ujar Chris yang hanya berdiri tak jauh dari Fatel
"aku berbicara terus terang, aku tidak bisa membohongi mu dengan aku tanpa mengatakan hal seperti itu, bukan kah jika aku tidak bilang maka kau akan berharap pada ku? berharap pada sesuatu yang hanya bermodal kan menerka -nerka membuat diri mu sakit" Fatel mencoba mejelas kan maksud perkataan nya tadi, tapi seperti nya ia sedikit menyinggung perasaan pria di depan nya.
Chris mendorong tubuh Fatel hingga menempel di dinding dan mengukung nya.
"aku berharap dan tidaknya, bukan urusan mu, itu masalah hati ku, kau sebaiknya ikuti saja kata ku agar aku tidak berharap pada hal yang mustahil"
Cup
satu ciuman akhirnya mendarat di bibir Fatel, hanya sebentar dan itu berhasil mengembalikan perasaan Chris menjadi lebih tenang.
"aku pergi" Chris meninggalkan Fatel yang masih dengan uneg-uneg nya yang belum terkeluarkan.
__ADS_1