THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
bag 28


__ADS_3

Rey terbangun, ia mengerjap kan mata nya cepat, buram? apa karena faktor usia nya yang sudah lumayan tua?


ia bangkit dan duduk di bibir ranjang nya, ada sebuah perasaan aneh di dada nya.


Dylan


dimana Dylan, entah mengapa ia merasa sangat membenci putra nya itu karena tak menghadiri pernikahan nya kemarin,


Ingin sekali ia menghancur kan Dylan dan semua wilayah yang berada di bawah kekuasaan nya.


Rey mengepal kan tangan nya


***********


Fatel melenguh dan membuka mata nya perlahan, ia sedikit terkejut ketika ada wajah tampan yang menyapa pagi nya ini.


namun, ia segera tersadar. ia menatap wajah tampan di depan nya, betapa teduh dan tenang nya ketika pria ini tertidur.


ia mengingat kembali kejadian semalam, Dylan mengata kan ia adalah seorang dewi yang hilang. awal nya ia menuduh Dylan mengada ada, namun Dylan berusaha meyakin kan nya, di tambah bibi nya yang selalu mengelak jika ia bertanya di mana orang tua kandung nya.


namun jika benar, mengapa para kaum nya tak berusaha mencari nya? dan apa keluarga nya memang segaja membiar kan ia menghilang.


Fatel mengingat saat Dylan mengata kan bahwa ibu nya telah meninggal kala menyelamat kan nya dan ia adalah incaran kaum di bawah kerajaan langit karena darah campuran nya, tapi ada apa dengan darah nya?


"selamat pagi" sapaan itu membuyar kan Fatel, ia tersenyum simpul


"good morning, my mate" balas Fatel,


semalam Dylan juga mengata kan bahwa dia adalah mate Dylan, dan tentu saja berpuluh puluh cara membukti kan itu semua hingga Fatel percaya.


"tidur lagi, aku sangat mengantuk" Dylan merengkuh Fatel ke dalam pelukan nya.


"henti kan Dylan,kau harus bangun, kau adalah Alpha jadi harus memberi kan contoh baik" Fatel berusaha melepas kan diri.


"5 menit lagi"


"ck, " Fatel mencebik.


****************


5 Months later


Arry mengamati keadaan Werbor pack, ia sering kali melakukan hal seperti ini, menyamar menjadi rakyat biasa dan berbaur bersama para Warewolf. tujuan nya untuk memasti kan apakah Hermy benar berada di Werbor pack,


sejauh ini, dugaan nya memang benar, Hermy memang berada di Werbor pack, namun ia tak bisa mengambil langkah yang salah, ia harus benar benar mengkaji sesuatu yang dia perbuat.

__ADS_1


-


-


-


-


-


Fatel duduk di bangku taman bersama Ema dan Lili, ia sudah menganggap jika mereka berdua sebagai adik nya.


"Boleh aku bergabung bersama kalian?" tanya Dylan, tanpa menunggu persetujuan mereka Dylan langsung duduk di samping Fatel.


saat sedang asik berbincang, penutup kepala Ema di terbang kan angin seorang pria tinggi menangkap kain tersebut dan menyerah kan nya pada Ema.


"milik mu gadis kecil?" tanya pria tersebut seraya menyerah kan kain tersebut


"ya, ini milik ku, terima kasih" ucap Ema, ia meraih kain yang pria itu berikan.


Pria itu mengedar kan pandangan nya ke arah Dylan dan Fatel, ia melempar senyum manis pada Fatel dan di balas gadis itu.


Dylan memutar bola mata nya,


"ada apa perwira?" tanya Dylan dingin dan ketus


Fate mengerut kan kening nya dan menoleh ke arah Dylan.


"dia?kaum ku?" tunjuk Fatel pada Arry


"ya, " sahut Dylan ketus, ia membuang muka


"kenapa kau tak pernah bilang?" Fatel mengerucut kan bibir nya.


"kau tak pernah bertanya" lagi lagi Dylan menjawab dengan ketus


"memang nya kau hanya mau cerita jika aku bertanya?" tanya Fatel


"ya" Dylan menghela nafas malas.


Fatel mencebik, namun ia kembali tersenyum manis pada Arry.


"silah kan duduk, senang bertemu dengan kaum ku" Fatel mempersilah kan Arry duduk.


Dylan hanya memain kan kuku nya malas,

__ADS_1


"apa kau ingin bertemu dengan kakak mu?" tanya Arry tanpa basa basi, ia sudah sangat ingin membawa Fatel pulang


"kakak? aku punya kakak?" Fatel mengerjap ngerjap cepat


"tentu saja, apa Dylan tak pernah memberitahu mu?" tanya Arry, Fatel menoleh ke arah Dylan


"dia tak pernah bertanya, " ketus Dylan.


"ck, sudah lah, aku mau bertemu kakak ku, bawa aku" Fatel berujar penuh harap


"yak,siapa yang mengijin kan mu? tidak" ucap Dylan cepat


"hei, belum puas kan selama ini kau tak memberitahu kebenaran nya? dan sekarang melarang ku? untung aku bukan orang yang pendendam" tukas Fatel


"iya iya, pergi saja sana, jangan lama" cicit Dylan.


"kenapa kau malah mengantur ngatur hidup dia? memang nya kau siapa? kau tak berhak" Akhir nya Arry bersuara,


"aku? dia adalah mate ku, kau lah yang tak berhak" Dylan menunjuk Fatel dan bergantian menunjuk Arry dengan sombong


Arry hampir tersedak air liur nya sendiri. mate?


"aku juga berhak, dia adalah calon istri ku, jauh sebelum ia bertemu dengan mu" Arry berujar tak kalah sombong nya


Dylan membelalak kan mata nya,


calon istri? bagaimana bisa?


"kau berbohong" pungkir Dylan


"aku tak berbohong, kau bia tanya kan pada petinggi Dewa, "sahut Arry.


"dia adalah mate ku" tekan Dylan


"dan dia adalah istri ku" aku Arry


"hei, kalian berdua bicara apa? berhenti, Dylan aku ingin bertemu kakak ku, " pinta Fatel


"tidak, jangan pergi bersama pria ini, aku akan mengantar mu" Dylan menatap tajam ke arah Arry.


"biar pun kau mengantar nya, aku pun akan tetap bertemu dan kenyataan bahwa dia adalah istri ku tidak berubah" sahut Arry


Dylan mengepal kan tangan nya,


ia melempar tatapan membunuh pada Arry begitu pun Arry, ia tak kalah tajam nya kala menatap Dylan.

__ADS_1


"apa kalian akan tetap saling menatap begitu?"


__ADS_2