THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
Bag 32


__ADS_3

Fatel mengendap-endap memasuki kawasan werbor pack, entah apa yang ia pikir kan, Fatel memutus kan untuk pergi dari istana nya dan menuju kerajaan bawah langit.


sekarang ia berada di tengah-tengah hutan yang ia sendiri tidak tahu spesifik letak nya. Mata nya mengedarkan ke sekeliling, pohon-pohon besar yang menghalangi sinar mentari masuk ke dalam hutan membuat ia teringat akan pertama kali saat dirinya dan Naty nekat masuk ke sini.


"yah, tidak ada jalan lain selain maju dan mencari pinggiran kota Werbor Pack." Fatel bergumam sendiri.


ia berjalan santai, sesekali angin menerpa tudung jubah nya, membuat ia harus merapi kan kembali. ia bahkan tidak tahu jam berapa sekarang, mungkin bila ada sedikit celah untuk sinar matahari ia akan tahu dengan melihat pergerakan matahari.


"sepertinya aku salah jalan, ini sudah malam ya? " Fatel mendongak, berusaha mencari celah pandangan nya agar lebih leluasa menatap langit.


Fatel mengistirahat kan badan nya pada sebuah pohon besar di samping danau yang sangat jernih, karena saking jernihnya, Fatel bahkan bisa melihat pantulan cahaya dari luar.


dari luar? Fatel memastikan penglihatan nya. benar ada cahaya dari dalam danau tersebut, tapi bukan pantulan cahaya matahari. mana mungkin di tengah hutan yang lebat begini ada cahata matahari masuk.


Fatel mendekat dan mencelupkan tangan kanan nya ke dalam air dan tiba-tiba...


'blub... blub... blub'


"a-apa itu??"


Fatel terparangah segera menjauh dari bibir danau, namun sepertinya ia kurang gesit, akhirnya ia merasa tertarik sesuatu masuk ke dalam danau.


"arghhh.... "


_


_


_


_


Jery tampak komat kamit tidak jelas di dalam ruangan pertemuan bersama para petinggi istana nya termauk perwira terbaiknya, Arry.

__ADS_1


"jadi... bagaimana bisa penjaga istana tidak melihat kepergian Hermy? " Tanya Arry dingin.


dua orang penjaga di hadapan mereka kini diam membisu, keringat dingin terus bercucuran dari kening keduanya sejak awal tiba di ruang pertemuan ini.


"kenapa tidak menjawab? aku bertanya pada kalian berdua" ucap Arry lagi yang semakin membuat kedua penjaga tersebut bergetar ragu.


"ka-kami sama sekali tidak melihat Nona Hermy melewati penjagaan kami. kami berani bersumpah atas itu" sahut salah satu penjaga dengan nada ragu-ragu.


Arry tersenyum sinis.


"berapa banyak Hermy menutup mulut kalian terhadap kami? kau tahu bukan, Hanya Jery di sini yang berhak atas apapun. jadi ku harap tidak ada sesuatu pun yang kalian tutupi." Ujar Arry lagi. Terlihat perwira tinggi tersebut menarik gagang pedang perak berkilau nya, mengarahkan pada salah satu penjaga.


"A-ampuni nyawa kami Tuan, kami bersungguh-sungguh" Kedua penjaga tersebut memohon kepada Arry dengan wajah memelas minta dikasihani.


"Tunggu Arry, ku rasa mereka tidak berbohong. cukup beri hukuman cambuk dan penjara seumur. Target ku mengarah pada orang itu" Jery menyela perbuatan Arry dan menenangkan sepupunya itu.


"hah... " Arry menghela nafas berat dan memerintah prajurit lain untuk melaksanakan perintah Jery.


"jika dia berdalih, jangan salahkan kita"


_


_


_


_


"Dyl, apa kau berniat mengurung diri sepanjang hari seperti ini?" Nicho berjalan menghampiri Dylan yang bermalas-malasan di tempat tidurnya.


"apa urusan mu? " tanya Dylan ketus, ia menutup wajah nya dengan selimut.


"hei, kau tidak cocok bermalas-malasan, pergi ke ruangan mu. aku bosan mewakili mu terus, jangan menyusah kan kami" Seru Nicho, pria berbahu lebar tersebut menuangkan anggur ke dalam cawan berukir antik di nakas.

__ADS_1


"dimana nya aku menyusah kan mu?" tanya Dylan, ia bangkit duduk seakan tak terima dengan ucapan Nicho.


"dalam segala hal. Nanti sore akan ada kunjungan dari klan lain, bersiap-siap lah" Nicho menepuk-nepuk pundak Dylan dan menyerah kan cawan kosong kepada Dylan.


"apa ini?" Dylan melempar cawan tersebut ke sudut ruangan.


****


Dylan menggunakan jubah berbahan sutra berwarna emas, kontras sekali dengan warna kulit pucat nya.


''wow, lihatlah pangeran tampan ini.' Leo meledek penampilan Dylan malam ini.


'diam kau, pergi dari sana' Dylan tampak jengkel dengan ucapan Leo.


Leo terkekeh dan mendekat ke arah Dylan,


'entahlah, apakah ini pertanda buruk atau baik, ku rasa sebentar lagi bulan akan berwarna perak' Leo berujar sangat serius.


'benarkah? hm..... '


Dylan menatap daun-daun yang berterbangan tertiup angin. Bulan perak atau silver moon adalah sebuah fenomena bulan yang jarang sekali terjadi. berbeda dengan bulan merah atau Red Moon yang memang wajar terjadi sekali dalam sebulan, Silver Moon bahkan bisa puluhan hingga ratusan tahun sekali terjadi.


Dalam Klan Serigala, Red Moon adalah saat yang sangat bagus jika menyatukan diri dengan mate nya masing-masing, bagi yang sudah punya mate, Dylan kan saat ini jomblo mate.


sedangkan Silver Moon itu sulit di terka, Silver Moon bisa menjadi pertanda baik bagi Klan Serigala namun bisa juga menjadi kebalikan nya. Dalam sejarah Klan, terakhir kali terjadinya Silver Moon adalah saat kemenangan Werbor Pack dalam berperang melawan Klan Devil ratusan tahun lalu, sebelum itu juga pernah terjadi fenomena Silver Moon, membawa bencana yaitu Klan Warewolf hampir punah oleh sebuah wabah yang mengerikan.


Jadi, apabila terjadi fenomena Silver Moon, kaum Warewolf dimana pun klan itu berada hanya akan menunggu dan pasrah pada kejadian yang akan terjadi selanjutnya.


'terimakasih sudah mengingat kan, kira-kira akan berapa lama lagi?' Tanya Dylan.


'aku tidak bisa melihat sejauh itu, mungkin dalam waktu dekat' sahut Leo.


'kita tidak bisa mengatur hal tersebut, jadi sebaiknya memohon pada Luna agar menjadikan nya hal yang baik pada Kaum Warewolf' Dylan merauo sesuatu dan bersamaan dengan itu, bayangan Leo pun lenyap.

__ADS_1


__ADS_2