THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
bag 26


__ADS_3

"wah, kau sangat cantik dengan mahkota itu" puji Ema pada Fatel


"terima kasih, kau juga cantik" balas Fatel,


mereka mulai merangkai kembali bunga bunga yang sudah Lili dan Ema petik tadi pagi.


"ekhem" suara deheman seseorang membuat ketiga nya menoleh ke sumber suara.


"oh, Alpha, maaf kami hanya bunga tidak ada yang lain" ujar Ema, ia menunduk kan kepala nya begitu pula dengan Lili.


"hei, tidak apa apa, aku hanya ingin bergabung, boleh kah?" Dylan melirik ke arah Fatel, tampak gadis itu bergerak risih.


"silah kan" sahut Lili, ia mengangkat wajah nya berbinar.


"terima kasih siapa nama mu?" tanya Dylan, ia duduk di samping Fatel seraya melihat karya mereka.


"aku Lili, dia Ema, dan dia Fatel" Lili menunjuk Ema dan Fatel dengan semangat.


"oh, senang bertemu dengan mu, Lili, Ema dan..." Dylan menoleh ke arah Fatel, sedang kan gadis itu membuang muka dan pura pura sibuk dengan bunga nya" Fatel"


perkataan Dylan membuat Fatel hampir tersedak saliva nya sendiri.


fatel


apa pria tersebut baru saja menyebut nama depan nya tanpa embel embel 'Waynn' seperti biasa nya.


ada apa dengan laki laki di samping nya ini

__ADS_1


"ya, senang bertemu dengan mu Alpha" sahut Ema


"Alpha, ternyata kau sangat tampan jika di lihat secara dekat begini, benar kan Fatel?" ucapan Lili membuat Fatel sontak mendongak menatap Lili salah tingkah


apa bocah ini baru saja menggoda nya?


Fatel memaling kan wajah nya menatap wajah sejenak, pria itu menunjuk smirk sialan nya pada Fatel.


"aku tidak tahu" lirih Fatel.


"bagaimana kau bisa tidak tahu, sekarang ia di samping mu, tatap betul betul baru kau bisa menilai nya" ujar Ema, ia menunjuk nunjuk Fatel dan Dylan bergantian.


"kenapa kita membahas ini, bukan kah kita harus menyelesai kan karangan bunga ini?" Fatel berusaha mengalih kan pembicaraan mereka


"kau mengalih kan nya karena kau malu mengakui jika aku memang tampan" Dylan berbisik di dekat Fatel


shit,


"kau kenapa Fatel?" tanya Ema


"ya, benar, kau kenapa?" timpal Lili


Fatel mengerjap kan kelopak nya cepat, ia menjadi salah tingkah sendiri,


ia harus jawab apa?


"sudah lah, pasang kan ini ke kepala ku Lili." ujar Dylan kala menyadari mate nya mati kutu.

__ADS_1


"dengan senang hati" Lili bangkit dari duduk nya dan meletak kan mahkota bunga di kepala Dylan dan sedikit 'mengubah' tempat seharus nya.


"hahah, kau lucu sekali" ucap Lili dia menutup mulut nya menahan gelak tawa nya.


mendengar itu, Ema dan juga Fatel juga menoleh ke arah Dylan.


"wah, aku sampai tak percaya jika dia adalah Alpha kita, hahah" Ema juga tak bisa menahan tawa nya ketika melihat Dylan.


rambut Dylan di buat Lili seperti tanduk tanduk kecil dengan mahkota yang sengaja Lili letak kan sedikit melorot, Fatel mengulum senyum nya melihat karya Lili pada rambut Dylan.


"ah ya? hm, rapi kan" Dylan mengarah kan kepala nya ke hadapan Fatel, wajah nya menghadap langsung pada wajah gadis itu.


Fatel mengerjap cepat dan masih tertegun.


"Fatel, Alpha menyuruh mu merapikan rambut nya" tegur Ema,


Fatel gelagapan dan mengangguk cepat, ia menggerak kan jemari nya merapi kan rambut Dylan.


Dylan mengguna kan kesempatan ini dengan menatap wajah ayu Fatel yang sedang fokus pada rambut nya, ia merasa dada nya seperti di gelitik seseorang.


"aku menyukai mu" bisik Dylan.


Fatel kembali tertegun dan menghenti kan gerakan tangan nya, jantung nya berdegup cepat, bahkan ia bisa mendengar nya,


ada apa dengan ku?


"kenapa berhenti?" tanya Lili

__ADS_1


"ah, ya, sudah selesai" sahut Fatel, ia kembali pura pura sibuk pada karangan bunga nya


Dylan tertawa dalam hati melihat tingkah Fatel.


__ADS_2