THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
part 6


__ADS_3

"apa kau seorang hunter"


****************


damn, pertanyaan macam apa itu?


Hunter?


apa itu?


Fatel mengerjap beberapa kali, dia tidak mengerti apa yang pria ini bicarakan. dia menarik nafas dan berusaha setenang mungkin


"aku tidak mengerti apa yang kau katakan" Fatel menjawab dengan tenang.


Dylan tersenyum miring. lalu mendekat kan wajahnya ke wajah Fatel


"apa kau baru saja berbohong hm?" Dylan bicara pelan nyaris berbisik. membuat Fatel merinding beberapa saat.


"tidak ada untung nya bagi ku" Fatel membalas seringaian Dylan. membuat pria itu menggelap.


PLAK


satu tamparan mendarat di pipi mulus Fatel.


Elen dan Nicho mengganga melihat hal tersebut. seperti nya satu tamparan di pipi gadis itu belum memuaskan Dylan, Dylan hendak menjambak rambut coklat milik Fatel, jika saja Nicho tak menahan nya.


"DYLAN !!" Nicho menghampiri Dylan dan menahan bahu sahabatnya itu.


"apa yang kau lakukan pada nya ha?" Nicho membentak Dylan. Dylan menoleh geram ke arah Nicho.


"kau membentak ku?" Dylan bertanya penuh dengan penekanan dalam setiap kata kata yang ia lontarkan.


"aku membentak mu karena kau menyakiti gadis itu. dia tidak tahu apa apa Dylan." Nicho sedikit meninggikan nada bicara nya membuat Dylan semakin emosi.

__ADS_1


Dylan mendorong tubuh kekar Nicho dan menghimpit dada Nicho nya dengan siku nya.


"Dia manusia. dia hunter. dan hunter adalah pembunuh kaum ku. jadi dia pantas mati" tegas Dylan. emosi Dylan telah di ubun ubun.


ingin sekali rasanya Dylan memukul wajah Nicho, namun tujuan nya bukan itu. Dylan berbalik dan menatap nyalang pada Fatel yang meringis akibat tamparan Dylan.


"cih, dasar manusia lemah. apa semenyakitkan itu ha?" Dylan mencekal pipi gadis itu agar menghadap ke arah nya


manik mereka bertemu, iris biru itu kembali menghipnotis Dylan. ada yang mengelitik di dadanya dan itu terasa menyenangkan.


'ada apa ini' batin Dylan.


Dylan bingung.


di satu sisi ingin sekali membunuh gadis ini, namun di sisi lain ada perasaan aneh menyelinap kala ia berada di dekat gadis ini.


Dylan melepas kasar cekalanya membuat kepala Fatel oleng ke samping, rambut coklat nya menutupi wajah Fatel sebagian.


Dylan berjalan menjauh dari hadapan Fatel.


"Elen, rawat ia sebaik mungkin, setelah itu bawa dia ke mansion pribadi ku Nicho" perintah Dylan. setelah itu bayangan nya menghilang di balik pintu.


Nicho menghampiri Fatel dan duduk di tepi ranjang. Nicho tahu jika Fatel bukan seperti yang Dylan duga.


"maafkan Dylan, dia masih berduka atas kematian ibunya." Nicho mengenggam jemari Fatel, berusaha menenangkan Fatel atas apa yang Dylan lakukan.


"apa dia terbunuh oleh hunter?" Fatel menatap wajah Nicho lamat. Dia benar benar tidak mengerti.


Nicho mengangguk menjawab pertanyaan Fatel.


"apa itu Hunter?" tanya Fatel. pertanyaan Fatel berhasil membuat kedua makhluk itu terdiam sesaat.


Fatel memandang mereka satu persatu. Tampak jelas Elen menghindari tatapan Fatel. gadis itu beralasan untuk menghindar.

__ADS_1


"ah, sebaiknya aku pergi dulu masih ada pasien yang harus ku periksa " Elen pergi meninggalkan Fatel dan Nicho di ruangan tersebut.


"bisa kau jelaskan pada ku tanpa harus mencari alasan menghindar dari pertanyaan ku" entah pertanyaan atau pernyataan yang di katakan Fatel, membuat Nicho merasa tertusuk dengan ucapan nya barusan.


Nicho sebenar nya tidak ingin memberitahu Fatel siapa itu Hunter. ia takut akan menyinggung perasaan gadis ini.


secara, Hunter adalah musuh bebuyutan kaum Warewolf dan Fatel kaum manusia.


tahu tidak nya Fatel, terlibat atau tidak namun dia tetap adalah musuh Warewolf.


"Hunter adalah musuh warewolf." Nicho tidak tahu harus menceritakan nya bagaimana.


"kenapa pria tak tahu diri itu menuduh ku hunter? aku bahkan tidak tahu warewolf itu ada." Fatel tak terima di tuduh sebagai Hunter.


"Dylan curiga karena ia bertemu dengan mu di perbatasan wilayah warewolf. di perbatasan itu adalah markas besar hunter. wakaupun sudah di bantai habis oleh kaum warewolf, namun Dylan masih menyimpan dendam dengan Hunter, karena Hunter lah ibunya meninggal" Nicho menjelaskan dengan sedikit ketakutan, ia sudah berjanji pada Dylan akan menutup rapat rapat mulutnya jika itu bersangkutan dengan kematian Sang Luna.


"tadi ia sempat bilang bahwa 'dia manusia. dia hunter' apa itu artinya hunter adalah manusia?" pertanyaan Fatel bagai bom di kelapa Nicho, pria itu memasang wajah hati hati lain halnya dengan Fatel yang enteng enteng saja saat bertanya.


"k-kau biasa biasa saja?" Nicho tak percaya pada apa yang ia lihat.


gadis ini tidak terlihat gentar. Fatel bisa saja terbunuh sebab ia berada di tempat musuh, malah raut berani, tegas dan tenang muncul bersamaan di gurat wajahnya.


"kenapa memang nya?" Fatel tak mengerti arah pembicaraan Nicho.


"tidak. sebaiknya kita harus segera ke mansion pribadi Dylan" Nicho bangkit dan berdiri di samping ranjang.


"apa dia akan membunuh ku?" pertanyaan polos dari Fatel membuat Nicho gelagapan.


"tidak, sepertinya ada sesuatu yang akan dia selesaikan dengan mu" sahut Nicho.


'semoga dia tidak bertanya sesuatu apa itu' batin Nicho.


Fatel hanya mengangguk membantah pun tidak berguna. melihat hal itu membuat Nicho bernafas lega.

__ADS_1


"ah ya, Aku Nicho, siapa nama mu?" Tanya Nicho saat mereka berdua sudah keluar dari ruangan tersebut.


"kau bisa panggil aku Fatel" sahut Fatel.


__ADS_2