
Yesa hari ini mengajak Natty berbelanja ke pusat perbelanjaan. ia berharap dengan ini keadaan Natty semakin membaik.
"kau ingin membeli apa?" Yesa bertanya sambil memilih beberapa baju untuk Natty.
"aku tidak ingin apa apa bu" Natty memutar badan nya membelakangi Yesa.
"jika kau tak ingin membeli sesuatu bagaimana jika menonton? ibu tau beberapa film bagus" tawar Yesa, dia memegang kedua bahu anak nya.
"ibu aku ingin pulang" Natty merengek,
"kenapa? kita baru saja tiba, dan kau sudah mengajak pulang" Yesa memandang wajah putrinya
Natty terdiam,
"baiklah jika kau ingin pulang,bagaimana jika kita makan terlebih dahulu?" Ajak Yesa,
Natty mengangguk.
mereka menuju ke salah satu restoran dan duduk di sudut kiri ruangan,
Yesa melihat menu di atas meja,
"kau ingin memesan apa?" Yesa bertanya sambil terus membolak balik kan menu.
"aku tidak tahu bu" Natty memainkan jemari nya.
Yesa meletak kan menu di atas meja dan meraih jemari putrinya.
"Natt, ibu sengaja mengajak mu hari ini agar kau tidak terlalu memikirkan kejadian waktu itu, ibu tahu itu tidak mudah, tapi kau harus berusaha nak" Yesa menjelaskan dengan mata berkaca, ia mengenggam erat jemari putrinya.
"bu, maaf,..hiks.." Natty tak kuasa menahan cairan bening yang menumpuk di pelupuk matanya.
"shh, sudahlah, jangan menangis di sini, lihat orang orang memperhatikan mu" canda Yesa,
Natty mempoutkan bibirnya mendengar candaan Yesa, ia mengusap air matanya perlahan.
"sebaiknya kau cuci dulu wajah mu, ibu akan memesan makanan nya" Yesa membuka kembali menu makan dan mulai memilih.
NATTY POV
aku pergi ke toilet sesuai perintah ibu, jujur perasaan ku masih sangat kacau, aku belum bisa melupakan kejadian hari itu.
__ADS_1
aku berjalan pelan seraya menunduk kan kepala ku,
BUGH
"aishh..." kepala ku membentur sesuatu,
"apa Nona baik baik saja?" suara seseorang membuat ku mendongak kan wajah ku.
DEG
seorang pria.
pria ini sangat tampan apalagi dengan raut khawatir nya seperti sekarang.
"apa Nona baik baik saja?"pertanyaan nya membuat aku tersentak dan berdehem.
"ya, aku baik baik saja, maaf" ucap ku, aku kembali menunduk kan wajah ku.
"ah bagus lah kalau begitu, hm lain kali jika berjalan Nona tidak boleh menunduk, " ujar nya,
"ya, hm," aku tidak tahu harus bagaimana.
aku mengangguk
"ah maaf, kalau begitu silahkan" pria itu berlalu dari hadapan ku, namun saat aku hendak melangkah kan kaki ku, dia memanggil ku
"Nona.."
aku membalikkan badan ku menatap nya.
"siapa nama mu?" tanya nya
"aku, ...Natty" aku menatap nya bingung, ada apa ia bertanya?
"hm, aku Arry, senang bertemu dengan mu" dia mengulurkan tangan nya
"ya, senang bertemu dengan mu" aku menjabat tangan nya,
dia melempar senyum pada ku, dan aku membalasnya dengan sedikit canggung.
"kalau begitu, aku pergi, semoga kita bertemu kembali lain waktu Natty" Arry melambaikan tangan nya kecil ke arah ku, aku hanya membalas nya dengan senyuman.
__ADS_1
NORMAL POV
Natty berjalan menuju ke tempat ibu nya duduk.
"kenapa lama sekali?" tanya Yesa saat Natty menduduk kan dirinya di kursi.
"hm tidak ada bu," Natty merapikan rambutnya,
"makanan nya sudah datang, mari makan" Yesa mengangkat kedua sendok di tangan sedikit, Natty hanya tersenyum tipis melihat kelakuan ibunya.
Hening.
mereka makan dalam diam, hanya suara orang orang dan sendok yang terdengar
"bu..." Panggil Natty, Yesa hanya menganggapinya dengan deheman.
"tadi di toilet aku bertemu seorang pria" Ujar Natty, Yesa menghentikan aktivitasnya dan menatap putrinya.
"bagaimana bisa?" tanya Yesa
"ah, aku tidak sengaja menabrak nya, " Natty menundukan wajahnya, sejak kejadian itu, menunduk adalah suatu kebiasaan baru bagi nya.
"kenapa bisa kamu menabraknya?" entahlah, mulut Yesa mungkin kembali menjadi cerewet sekarang.
"ya karena aku berjalan menunduk, dan menabraknya, " Natty memainkan jari jari nya di atas meja.
"apa ia tampan?" Yesa mulai serius dan menopang wajahnya dengan kedua tangan nya
Natty mengangguk pelan.
"wah,..apa kau menyukai nya?" Yesa mengoda Natty,
"ibu.." Natty mencebik kesal.
"hahah, apa kau tahu namanya?"
"Arry, namanya adalah Arry"
Yesa sedikit menegang, namun hanya sejenak, kemudian dia tersenyum.
"ya, ku rasa dia pria baik baik"
__ADS_1