THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
bag 24


__ADS_3

setelah mencerita kan tentang siapa Fatel sebenar nya, Rema dan Nicho pergi ke taman, mereka duduk di salah satu bangku di sudut taman.


"aku tak menyangka, pantas saja aroma tubuh nya aneh" ujar Rema


"ya, sejak awal aku meyelamat kan nya aku memang sudah curiga pada gadis itu" sahut Nicho.


"ya, tapi apa tidak apa apa jika Fatel di pack ini, maksud ku, dia kan adalah dewi yang hilang, bagaimana jika kerajaan langit menuduh kaum kita sebagai dalang hilang dewi mereka?"tanya Rema


"ya, kau benar sekali, aku sudah membicara kan ini pada Dylan dan ia mengata kan bahwa selama mereka tidak mengetahui nya semua akan baik baik saja" sahut Nicho


"tapi, apa alasan Dylan menawan Fatel di sini?" tanya Rema


"aku tidak tahu pasti, namun Dylan harus memasti kan mengapa gadis ini menjadi incaran kaum kaum di bumi" jelas Nicho,


"mungkin karena darah nya?" Rema menoleh cepat ke arah Nicho,


"itu sudah pasti, tapi mengapa dengan darah campuran nya itu, hal ini yang masih menjadi tanda tanya besar di benak ku" ucap Nicho.


mereka terdiam cukup lama, hingga mereka mendengar suara tawa terdengar walau hanya samar samar.


"siapa itu?" Tanya Rema, ia melirik Nicho sejenak


"entah lah, dari arah sana" tunjuk Nicho, ia menunjuk ke arah tempat ayunan yang di batasi bunga bunga yang cukup tinggi.


mereka berdua berjalan pelan ke arah yang di tunjuk Nicho.


"itu Fatel" seru Rema


"ya, dan siapa dua anak kecil yang baru saja pergi itu" lirih Nicho, ia bertanya pada diri nya sendiri, ia menoleh ke samping guna menjawab pertanyaan nya.


"Nic, mengapa Dylan menghampiri Fatel?" tanya Rema, mendengar hal itu sontak membuat Nicho mengalih kan pandangan ke depan.


"ya, kau benar, tidak biasa nya dia seperti itu" gumam Nicho.

__ADS_1


mereka diam dan memperhati kan apa yang di lakukan kedua makhluk tersebut.


ga nyadar padahal mereka berdua juga aneh :')


"Wa-wah, apa yang akan di lakukan Fatel, woah" Rema menutup mulut nya agar tak berteriak lebih keras, sedang kan Nicho masih tetap pada posisi awal-diam dan perhatikan-.


Rema kaget melihat Fatel yang mendekat ke wajah Dylan, dia tak mengedip kan kedua mata nya.


"apa mereka akan berciuman?" tanya Rema pelan, Nicho menatap risih ke arah Rema.


"kau mau ku cium?" Nicho bertanya dengan nada sinis


"tidak, lupa kan" Lirih Rema,


Fatel menjauh kan wajah nya dari Dylan, dan bersedekap dada.


"oh, mereka tak jadi berciuman?" ujar Rema lagi.


Nicho mengedik kan bahu nya, manik nya masih fokus pada apa yang Fatel dan Dylan lakukan, namun...


Dylan mencium Fatel.


"k-kau me-melihat nya kan? apa itu tadi mimpi? Dylan mencium seorang gadis? tampar aku" Rema berujar seraya menghadap kan tubuh nya pada Nicho.


"apa maksud mu?" Nicho juga mengerak kan badan nya menghadap Rema.


"aku tidak mimpi kan? itu ta-"


Nicho mengecup pipi sebelah kanan Rema, membuat gadis itu tertegun.


"kau tidak bermimpi" sahut Nicho, pria itu memiring kan kepala nya sedikit.


"yak, Nicho..." pekik Rema.

__ADS_1


*****************


Fatel mematung di tempat nya berdiri.


apa apaan tadi itu?


apa Dylan kesurupan?


atau Dylan memang sedang sakit?


tapi, dia baik baik saja.


mengapa ia mencium ku?


apa ia sudah gila?


kenapa ia melakukan itu?


apa ia sengaja?


ah, Dylan tak sengaja


Dylan pasti salah mencium orang


Dylan pasti mengira bahwa aku adalah kekasih nya


Dylan pasti salah orang, ya dia salah orang.


tapi, apa itu mungkin?


"arghh...." Fatel menghentak hentak kan kaki nya ke tanah,


"apa maksud nya tadi itu? kenapa sekarang malah pergi begitu saja tanpa mengucap kan kalimat selain 'itu hukuman mu Nona Waynn'. apa apaan begitu, hishh..." gerutu Fatel.

__ADS_1


"lihat saja, jangan harap kau bisa mendekati ku barang sejengkal, awas kau" Fatel berjalan menuju mansion pribadi Dylan dengan menghentak kan kaki nya kesal.


__ADS_2