
Rey menatap nyalang ke arah pack house, seringaian licik terbit di mulut nya, hari ini ia sudah merencana kan sesuatu untuk Werbor pack,
tadi Martha menyaran kan agar ia bersekongkol dengan raja iblis-yang merupa kan ayah Martha-, dan tentu saja Rey menerima nya, dan mengenai Martha, entah mengapa Rey perlahan lahan membenci istri nya itu.
dan tentu saja itu adalah bagian dari rencana Kemal, si raja iblis, ia tak menyangka akan semudah ini.
menjelang sore, Kemal datang ke mansion pribadi Rey.
"selamat datang" sapa Rey,
"ya, senang bertemu dengan anda Alpha terdahulu" ucap kemal
Rey hanya menyeringai menanggapi
"ku dengar dengar anda sangat membenci putra anda, saya rasa saya bisa membantu anda menghancur kan putra anda tanpa anda harus turun tangan" tawar Kemal,
"tentu saja, itu memang lah yang ku ingin kan" Seringaian semakin jelas di bibir Rey.
"tapi semua nya tak ada yang secara cuma cuma, kau tahu itu" timpal kemal
"cih, apapun itu, " Rey berujar seolah olah kehancuran Dylan adalah prioritas nya
"bagus, saya ingin istri anda di serah kan pada saya" ucap Kemal,
"baik lah, lagi pula saya bahkan terlalu enggan menyentuh nya," ujar Rey,
Kemal tersenyum iblis, memang semua nya terlalu mudah, bahkan mantan Alpha ini sangat mudah di bodohi, padahal ia lah yang mengatur semua nya.
Rey memanggil Martha, dengan senang hati wanita itu keluar dan tersenyum cerah kala melihat ayah dan kekasih nya di ruang tengah.
"ambil saja" ujar Rey,
__ADS_1
"itu lah yang saya salut kan dari anda " Lagi lagi Kemal ingin mengejek betapa bodoh nya pria tua menyedih kan ini.
***************
"aku tidak meyangka jika Alpha yang menyembunyi kan adik ku" ujar Jery
"ya, karena dia adalah mate ku" entah sudah berapa kali Dylan harus mengata kan kalimat ini pada Jery, dan entah berapa kali Jery mengucap kan kalimat seperti tadi sejak ia dan Fatel tiba di istana langit.
setelah Fatel mencerita kan awal kejadian hingga ia bisa berada di Werbor pack. mencerita kan tentang bibi dan sepupu nya selama ia berada di bumi. dan berapa kali saja Fatel menangis mendengar kenyataan hidup nya.
Dylan juga cukup terkejut kala Jery mengata kan bahwa alasan mengapa adik nya menjadi incaran kaum bawah langit karena mereka salah menyimpulkan, mereka mengira bahwa darah campuran di tubuh Fatel dapat menambah kekuatan dan membuat mereka menjadi makhluk terkuat di Negeri Imorland menyaingi para malaikat, padahal darah adik nya hanya sebagai penyembuh dan dapat membangkit kan jiwa jiwa yang mati terbunuh.
setelah bercerita panjang lebar, Fatel berjalan menuju kamar orang tua nya, ia melihat lukisan di dinding.seorang wanita cantik mengendong seorang bayi, di belakang nya seorang pria yang tak kalah gagah nya berdiri memegangi pundak si wanita. di sebelah kiri wanita tersebut, seorang remaja laki laki berdiri, yang ia yakini adalah kakak nya.
"kenapa kalian meninggal kan ku? bahkan aku tak pernah melihat wajah kalian" gumam Fatel, ia mengusap lukisan ayah dan ibu nya.
air mata nya bergulir lambat di pipi nya,namun ia juga bersyukur setidak nya ia tahu kenyataan hidup nya sebelum ia meninggal.
***************
tiba tiba Nicho memberi telepati pada nya, Nicho mengata kan bahwa mereka mendapat kan serangan secara tiba tiba dari kaum iblis, dengan emosi tertahan ia membanting alat makan membuat seisi ruangan bingung.
"ada apa?" tanya Fatel,
"Werbor pack mendapat serangan dari kaum iblis, dan aku harus ke sana sekarang juga" sahut Dylan.
"apa?serangan? bagaimana bisa?" tanya Arry heran.
"entah lah, kaum kami padahal tidak pernah mencari masalah dengan kaum iblis" ujar Dylan.
"aku yakin seperti nya memang ada sesuatu yang sedikit aneh kalau begitu" timpal Jery,
__ADS_1
"ya, aku harus pergi sekarang, titip Fatel, " ujar Dylan
"hei tuan,di sini ada calon suami nya jadi kau tidak usah khawatir, " Arry berucap santai
"saat ini aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu, tapi lain kali jaga ucapan mu" Dylan langsung berteleportasi menuju pack house.
-
-
-
-
-
keadaan Werbor pack sangat jauh dari kata baik baik saja, Nicho sedang menyuruh para perempuan dan anak anak masuk ke dalam bangunan bawah tanah, yaitu tempat persembunyian kaum mereka
"apa kau sudah mengatur pasukan Nic?" tanya Dylan, ia berjalan menghampiri Nicho
"ya, semua nya sudah ku atur, tapi seperti nya kita kalah jumlah Dyl" sahut Nicho
"bagaimana bisa?" Dylan benar benar tak menyangka akan ada serangan mendadak begini
"kau tahu saat ini prajurit kita sedang dalam.masa pelatihan dan tak mungkin ikut pertempuran, dan sudah mahir dalam bertempur tidak sampai dua ribu orang" ujar Nicho.
"memang berapa pasukan kaum iblis?" tanya Dylan
"dua puluh tiga ribu" bagai tersedot ke dalam lubang dalam, Dylan terhenyak mendengar jawaban Nicho.
Dylan menghela nafas berat.
__ADS_1
"lakukan semampu yang kita bisa" ujar Dylan.