THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
Bag 31


__ADS_3

Fatel mendengus kasar mendengar celotehan Arry sedari tadi.


Arry menjelas kan banyak hal tentang kerajaan dewa, belum lagi buku tebal di hadapan nya yang di harus kan oleh Arry agar Fatel membaca dan sebisa mungkin menghafal beberapa bagian.


Fatel tidak tahu, beberapa hari terakhir ini pikiran nya selalu mengarah ke Werbor Pack, tentu saja dengan sang Alpha. Fatel sudah seminggu tidak berkunjung ke bumi. ia merindukan teman kecil nya, Lili dan Ema.


ah, dan belum lagi bibi nya dan Natty, bahkan sudah berbulan-bulan. meski keberadaan Fatel saat ini sudah di ketahui oleh Natty dan Ibunya.


"kau mendengar kan ku?" Arry berkata dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat, hingga Fatel dapat merasakan hembusan perwira kerajaan dewa tersebut


"ah ya?" Fatel terlonjak kaget dan segera menjauh kan wajah nya.


"kau melamun" Arry menopang dagu dengan kedua tangan nya semabri menatap wajah Fatel.


"tidak," sahut Fatel singkat, Fatel berusaha memaling kan wajah nya menghindari tatapan Arry.


"ck, kau berbohong" Arry mengemas segala buku yang berserakan di atas meja dan meninggal kan Fatel.


"boleh kah aku ke bumi?" pertanyaan Fatel membuat langkah kaki Arry terhenti. Ada sedikit rasa risih kala Fatel menyebut Bumi.


"kenapa kau ingin ke sana?" Arry segera membalik kan badan menghadap sepenuh nya ke arah Fatel.

__ADS_1


"ah...mm..." Fatel memutar otak, tidak mungkin kan dia mengatakan bahwa ingin melihat wajah Dylan, bagaimana respon Arry nanti? secara kaum nya, Arry adalah calon suami nya, namun Fatel juga adalah Mate Dylan.


"aku ingin menemui Lili dan Ema" cicit Fatel. ia mengoyang kan badan nya ke kiri dan ke kanan dengan pelan, persis seperti seorang anak kecil yang meminta di belikan es krim.


"bilang saja kau ingin bertemu Dylan" Ucapan Arry berhasil membuat Fatel terdiam, memang benar


"ingat Hermy, kau adalah seorang dewi, dan kodrat mu adalah berpasangan dengan sesama kaum mu, bukan dengan kaum bawah langit" Arry membelakangi Fatel,


"lagipula Dylan akan mereject mu" setelah berkata demikian, Arry meninggal kan Fatel, perkataan Arry barusan entah mengapa membuat hati Fatel tak rela dan terasa amat perih, tapi kenapa?


***********


Clara tersenyum masam kala melihat Dylan menolak ajakan nya ke acara pernikahan seorang bangsawan di Werbor Pack, ini bukan yang pertama kali nya Dylan menolak, tapi adalah kesekian kali nya.


Clara tersenyum tipis


"kau mengusir mate mu?" Clara berusaha meruntuh kan hati Dylan,


"kau bukan mateku" Sahut Dylan singkat, ia menatap tajam ke arah Clara.


"berhenti mengaku-ngaku bahwa kau adalah mate ku," Clara menelan saliva nya kasar.

__ADS_1


"tapi kau--"


"keluar" dingin, tegas dan datar, itu lah nada suara yang Dylan berikan pada Clara.


"baiklah, tapi aku akan membukti kan bahwa aku adalah mate mu" Clara beranjak dan berlalu dengan wajah memarah.


"cih, dalam mimpi mu" Nicho berdecih seraya mendekati Dylan setelah Clara meninggal kan mereka berdua.


"kau pengecut" cibir Dylan kepada Nicho.


"tidak, hanya saja aku malas membuka suara" Nicho menjawab dengan enteng nya


lagi-lagi Dylan mencibir melihat tingkah dan perilaku Nicho.


"hei, bagaimana dengan nona Waynn?" pertanyaan Nicho membuat Dylan terpaku untuk sejenak.


"entah lah, saat itu aku pernah ke Kerajaan langit untuk bertemu dengan mate ku. Saat itu aku hanya bertemu dengan Arry dan Jery, mereka bilang Fatel tak bisa di ganggu, mereka juga meminta ku mereject Mate ku" Nicho tersedak air liur nya sendiri mendengar penjelasan Dylan.


"untuk apa? mereka kira setelah seorang kaum Wolf mereject mate nya tidak mendapat hukuman dari Bulan? benar-benar tidak masuk akal, percuma saja mereka di anggap sebagai mahkluk tertinggi Negeri Imorland" Nicho menggerutu dengan amat kesal.


Memang, dalam kaum Warewolf amat pantang mereject mate nya yang telah di pilih oleh sang Bulan, apabila mereka mereject nya, maka hukuman besar akan menimpa Wolf tersebut, hukuman nya akan beragam dan tidak sedikit Wolf yang menderita karena nya.

__ADS_1


"aku juga tidak tahu, mereka beralasan bahwa Fatel harus hidup dan bersama dengan sesama kaum dewa, bukan dengan kaum bawah langit" Dylan berkata dengan suara dingin dan datar, tapi meski begitu Nicho tahu bahwa Dylan sangat tertekan.


menemukan mate dan hidup bersama mate hingga ajal adalah impian semua Wolf, termasuk ia dan Dylan. terlebih Dylan adalah Wolf yang sangat tertutup dari Wolf lain, bahkna dengan Nicho, namun Mate nya lah yang dapat Dylan percaya selain ibu nya dulu.


__ADS_2