
Gadis berumur 20 tahun itu menenteng ember penuh cucian dengan tertatih tatih. Gadis itu meletakkan ember di sebelah ember yang tak kalah penuhnya.
"Natty, bantu aku" Gadis itu mendudukkan diri di tempat yang agak teduh di rooftop rumah mereka.
"sebentar Fatel, aku menjemur sprei ini dulu" gadis yang di panggil Natty mengibas ngibaskan sprei agar terbentang sempurna.
"hari ini sangat panas. aku sangat ingin minum es di toko es krim depan, hhh..." Fatel menghela nafas kasar.
"kau pikir kau juga? kita harus segera menyelsaikan ini sebelum ibu datang dan marah marah" gerutu Natty, dia sudah selesai menjemur sprei dan duduk di samping Fatel.
"uh, tangan ku melepuh, ini pasti terkena deterjen" Natty membalik balikan tangan nya.
Fatel diam saja menanggapi sepupunya itu.
__ADS_1
"ini karena ibu, dia kan tahu kita tak pernah mencuci,di suruh mencuci pakaian sebanyak ini, di tambah sprei sialan itu, padahal baru 3 hari yang lalu aku mencucinya" Natty masih mengerutu.
ya, mesin cuci kami rusak. itu pun karena Natty, entah lah apa yang terjadi antara ia dan mesin itu. tiba tiba saja mesin itu diam tak bergerak seakan akan mengejek aku dan Natty.
dan alhasil kami berdua di suruh mencuci semua pakaian kotor, kami berdua memang sudah terbiasa jika di suruh untuk membersihkan rumah, namun mencuci bukan tugas tangan kami berdua yang cantik ini.
Dan sekarang yang terjadi, Natty meraung raung melihat tangan nya melepuh akibat deterjen.
"itu karena kau menuangkan terlalu banyak deterjen Nat" Fatel berdiri dan mulai menjemur cucian nya.
"aku percaya.." Fatel menghentikan aktivitasnya sejenak berpura pura berpikir lalu melanjutkan kegiatan nya." dulu saat bibi menceritakan dongeng sebelum tidur, aku percaya jika itu hanya sebuah dongeng pengantar tidur. " sahut Fatel, dia memeras pakaian yang masih basah.
"bukan itu maksud ku, kau tahu aku menemukan sebuah buku usang, dan di situ di jelaskan tentang warewolf.dan lebih wow nya negeri warewolf ada di bagian utara kota ini, wah bukan ka--"
__ADS_1
"hahahahahah.....apa? di utara kota ini? hahahah kau baru saja membuat lelucon Natty?" Fatel memegang perut nya yang terasa sakit karena tertawa terlalu keras.
Natty merasa geram dengan tingkah Fatel.
"baiklah, kalau begitu subuh besok kita mencari kebenaran nya, bagaimana?" tantang Natty.
Fatel tahu jika jiwa penasaran Natty sangat tinggi. bahkan dia punya pengalaman pengalaman aneh karena gadis itu sangat ingin tahu.
Natty pernah bilang dia sangat penasaran bagaimana kucing membuat anak. lalu dia pun mengintip Becky, kucing kami yang sedang bermanja ria bersama pasangan nya, dan akhirnya kami kembali di beri pidato panjang lebar dari Yesa, Ibu Natty.
tapi aneh nya Fatel selalu tidak bisa menolak kemauan konyol gadis itu. padahal dia sudah menyusun berbagai kalimat dalam otak nya, mulai dari kalimat lembut hingga kasar, namun yang keluar dari mulut nya pasti "iya, baiklah, siapa takut, ayo".
seperti halnya sekarang, Fatel mengangguk dan mengatakan dia bersedia.
__ADS_1
Fatel pun mengakui bahwa ia pun cukup penasaran, namun ia tidak percaya pada kebenaran itu.