THE KING WAREWOLF

THE KING WAREWOLF
Bag 38


__ADS_3

"aku akan mengajari mu semua kemampuan yang ku miliki" Pria itu menatap Fatel dingin.


"ha? maksud mu apa? kau mau aku jadi murid mu?" tanya Fatel memastikan bahwa pendengaran nya tak salah.


Pria itu mengangguk singkat.


"tapi, bagaimana bisa? aku tidak di lahir kan memiliki kekuatan lebih dari apa yang ku miliki saat ini" Fatel menunduk menatap kakinya yang terlihat menyedih kan tanpa alas kaki.


"kau kira setiap orang di dunia ini memiliki semua yang mereka miliki sekarang adalah takdir sejak lahir? aku juga tak di lahir kan seperti saat ini, kita lihat apa yang bisa kau dapat setelah melihatnya" Pria itu berdiri dan mengajak Fatel ke suatu tempat.


"bagaimana bisa aku mempercayai mu? " Fatel menghentikan langkah nya,


"aku tak memaksa mu, namun aku percaya kau akan mempercayai ku sama seperti tadi kau menyelamatkan ku" Pria tersebut melanjutkan langkahnya


"tapi, boleh aku tahu nama mu?" Fatel menyamai langkah nya dengan pria tersebut.


"apa itu penting? kau hanya perlu memanggil ku master" Pria itu menyahut tanpa memalingkan pamdangan dari jalanan di depan nya


"tidak, aku tidak terima, aku punya panggilan untuk mu"


"jika begitu, aku tidak terima"


_


_


_


Dylan dan Leo tiba di tepi sungai, cahaya bulan memantul dari dalam air membuat siluet yang hanya di pahami oleh alam apa artinya.


'ku rasa suaranya berasal dari sini' Dylan memperhatikan sekitar


'ya, sudah ku bilang dari sini, tapi kau membantah ku' Leo tampak tak ingin di salahkan.


'hei, ada jejak cairan di sini' Dylan menunduk kan badan nya mengamati cairan tersebut.


'cairan jormugandr, ku kira mereka sudah musnah puluhan tahun lalu' Leo memberi tanggapan


'kau yakin Leo ini adalah Jormugandr? bagaimana bisa spesies laut seperti itu tinggal di sungai seperti ini?' Dylan masih memperhatikan sekitar nya,

__ADS_1


'Jormugandr adalah Naga legendaris di Imorland, Sama seperti Elf, mereka juga di anggap punah oleh kaum imorland lain nya, berbeda dengan Elf, Jormugandr hanya sebuah koloni kecil yang membentuk suatu kerajaan. Mereka cenderung melakukan perlawanan bila kaum lain memasuki daerah mereka(dasar laut) entah datang dengan niat baik ataupun jahat. tidak ada yang dapat menghentikan Jormugandr, bahkan malaikat sekalipun. mereka di anggap kaum tak tersentuh dan terkejam sejarah Imorland, mengenai kepunahan nya tak ada yang tahu hingga kini' Leo memberi penjelasan kepada Dylan.


'menarik' Dylan tersenyum sekilas, 'jadi, menurut mu jika Jormugandr tidak musnah apakah Elf juga demikian? meski waktu kepunahan mereka terpaut cukup jauh' ujar Dylan lagi.


Leo tak menanggapi membiarkan Dylan dengan pikiran nya sendiri.


'baiklah, karena urusan kita adalah Fatel jadi ku harap aku tidak memperduli kan itu' Dylan kembali berdiri dan membersih kan tangan nya


'oh ayolah. aku tidak dapat mencium aroma tubuh nya sekarang, ku rasa ia tak berada di sekitar sini' Leo memuncul kan bayangan nya.


'benar kah? kau yakin tak salah dengan indera mu?' Dylan tak begitu yakin. insting pribadinya mengatakan bahwa Fatel berada di sekitar sini, namun dia juga tidak yakin sepenuh nya dengan alibinya terlebih ia juga cukup mempercayai Leo.


'menurut mu? aku tak pernah salah' Leo memegah kan dirinya, memang benar sejauh ini apa Yang Leo katakan adalah benar.


'Ya, kita cari di tempat lain' Mereka berdua berlalu dan mencari di tempat lain.


_


_


_


"Bagaimana Arry? kau akan berdiam diri sedangkan adik ku entah apa yang terjadi di sana." Jery tak mengerti apa maksud Arry dengan berhenti mencari di sekitar hutan tersebut dan kembali dengan tangan kosong.


"kau tahu dan harus ingat, Fatel tidak seperti kita, dia tidak tahu cara melindungi diri dan banyak kaum di luar sana yang menginginkan nya, jika terjadi sesuatu aku tidak akan memaafkan mu" Jery menunjuk-nunjuk dada Arry dengan penuh emosi.


"aku mengerti" jawab Arry, Ia juga merasakan bagaimana perasaan Jery saat ini. Fatel adalah satu-satu nya adik dan keluarga yang ia punya, mereka sudah terpisah selama puluhan tahun kehilangan seperti ini pasti sungguh menguncang hati Jery.


Jery berlalu menuju ke dalam kamar nya. perih. itu lah yang ia rasakan sekarang, Jery sangat menyesal akan apa yang ia lakukan pada Fatel, bahkan ia melimpahkan segala kesalahan pada Arry karena ego nya sendiri. Harusnya ia lah yang harus di salahkan, Arry hanya mengikuti arahan nya, Arry tidak melakukan sesuai kemauan dirinya melainkan kemauan Jery,


"ah, betapa bodoh nya aku, apa yang harus ku lakukan? pantas aku di sebut sebagai seorang dewa? "


Tidak.


Dia tak boleh terlihat menyedih seperti ini. seperti nya ia tak bisa hanya mengandalkan orang lain, sepertinya ia harus turun langsung.


_


_

__ADS_1


_


_


"panggilan macam apa itu? " Pria tersebut sangat tidak terima dengan panggilan yang di tentukan oleh Fatel.


"rambut emas bag.. " Ucapan Fatel terpotong


"Xi" pria itu berbicara singkat menlyebut kan nama nya.


"kau picik sekali" Fatel mengerucutkan bibirnya, ia memutar bola mata.


"oh, tempat apa ini? bagus sekali" Fatel berdecak kagum, tempat yang mirip gua batu ini terlihat banyak sekali pahatan-pahatan seperti gambar yang mencerita kan sebuah kejadian, entah itu masa lalu atau ramalan masa depan.


"aku akan menjelaskan setelah kau berhasil menjadi master" Pria bernama Xi itu duduk bersila di suatu batu besar yang berbentuk seperti ranjang.


Ia memejam kan matanya, tangan nya bergerak membentuk sebuah pola. Fatel diam memperhatikan, ini pertama kalinya ia selama di dunia Imorland melihat hal yang seperti ini.


pancaran cahaya biru perlahan terbentuk dari pola yang Xi buat, Fatel bahkan tak percaya dengan apa yang ia lihat, bagaimana mungkin hanya dengan gerakan tangan seperti itu dapat muncul cahaya. Fatel melongo saat cahaya biru itu meredup dan muncul sebuah buku tebal di hadapan Xi.


"wah, apa ini? " Fatel mendekat dan hendak mengambil buku tersebut, namun di tepis kasar oleh Xi, membuat Fatel menatap aneh


"jangan sembarangan, meski aku ingin menjadi guru mu, tapi sebelum kau mempelajari apa yang di dalam buku ini, kau harus belajar tehnik dasar" Tegas Xi,


"kenapa harus seperti itu? aku harus segera ke Werbor Pack, aku akan mempelajari ini sendiri" Fatel mencoba merebut buku tersebut, namun tiba-tiba menghilang.


"ke Werbor Pack? kau akan menghabiskan setidaknya 5 tahun untuk mempelajari buku itu" Xi berujar dengan nada meremehkan.


"heh, kau kira aku tak mampu? jangan salah" Fatel mengangkat dagunya menatap Xi


"5 tahun jika kau belajar bersama ku dan tidak akan bisa jika kau belajar sendiri, buku ini hanya akan memunculkan tulisan jika berada pada ku" Xi tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi wajah terkejut Fatel.


"kau licik, aku sudah menyelamat kan hidup mu namun kau menjebak ku" Fatel menatap penuh kebencian pada Xi.


Xi tersenyum miring dan menyerahkan buku tebal itu pada Fatel, dengan segera Fatel membuka halaman pertama buku usang tersebut.


'kosong? ' Fatel melirik Xi dari ekor mata nya. Fatel membuka halaman berikutnya dan hasil nya tetap kosong, begitu pun bagian tengah dan akhir buku tersebut. Pria itu tak berbohong, memang buku ini isinya kosong


"aku tidak memerlukan kemampuan yang kau katakan, aku hanya ingin ke Werbor Pack" Fatel melempar buku tersebut tepat di hadapan Xi.

__ADS_1


"wanita tak tau di untung, kau memancing amarah ku" mata Xi berkilat cahaya berwarna biru pekat, bahkan jubah yang ia pakai bergemericing


"apa maksud mu? "


__ADS_2