
"apa maksud mu?" Fatel merasa sedikit gentar namun ia tak memperlihat kan hal itu di hadapan Xi
"kau berani memperlakukan buku leluhur ku seperti tadi? kau sama saja menghina ku" Nafas Xi berderu berbaur dengan kemarahan.
" baiklah, kita bicarakan ini baik-baik" Fatel mencoba bersikap tenang.
"kau mau bicara baik-baik bagaimana? aku sudah bersikap cukup baik pada mu. apa kau tidak tahu sebenarnya siapa aku?" Xi semakin memojok kan Fatel.
"baiklah, aku minta maaf" Fatel mencoba mendorong tubuh Xi, tapi sia-sia, tenaga gadis itu hanya secuil kuku bagi Xi.
"minta maaf saja tidak cukup, Nona" Xi tersenyum miring, ia mengangkat dagu Fatel membuat wajah keduanya saling berhadapan.
"aku ingin kau tinggal di sini selama 10 tahun, tidak boleh kemana-mana, bahkan keluar dari hutan ini" Xi semakin terlihat menakutkan, devil smilenya makin merekah melihat gelagat Fatel yang sangat terkejut.
"apa maksud mu? sepuluh tahun? kau gila? " Fatel memberontak, namun tetap sia-sia baginya.
"oh ayolah, hanya 10 tahun, coba kau bandingkan seumur hidup mu dengan 10 tahun untuk mendapatkan kekuatan mu yang sesungguh nya" Xi membelai rambut Fatel hingga jemari nya menyentuh pipi mulus gadis itu"dengar, di luar sana banyak yang mengincar mu dengan alasan apapun, kau harusnya bersyukur"
"aku tidak mengerti maksud mu" Fatel merasa sangat ketakutan saat ini, jantung nya berdegup sangat cepat, ia tidak tahu mengapa ia bisa setakut ini dan firasat apa itu.
"ku rasa semua orang sengaja menyembunyikan kebenaran nya, atau mereka memang tidak tahu yang sesungguh nya terjadi" Xi akhirnya menjauh kan diri dari Fatel, ia berjalan menuju tempat duduk tadi. "Dulu, seorang Klan Iblis membawa seorang bayi setengah malaikat. Iblis tersebut mengatakan bahwa jika dia bisa membuat bayi tersebut menjadi anaknya, klan Iblis akan menjadi klan yang paling kuat bahkan menyamai malaikat dan setara dengab para peri terdahulu. dan kau tahu siapa itu? dia adalah kau" Xi Menyeringai melihat ekspresi terkejut Fatel.
"Kekuatan dari mu bukan hanya sekedar untuk menyembuhkan orang lain" Xi berlalu meninggalkan Fatel sendirian, namun sebelum ia benar-benar pergi Fatel memanggil Xi.
"lalu, apa yang harus ku lakukan?"
"tinggal lah di sini, selama sepuluh tahun kau akan menjadi orang yang terkuat dan termulia di Imorland"
sepuluh tahun berjalan sangat menyiksa bagi Dylan dan Jerry. Dylan sudah berputus asa dengan pencarian dengan Fatel, bahkan Leo sudah menganggap bahwa Fatel sudah meninggal. Selama sepuluh tahun tanpa perubahan dan mengingat Werbor Pack tidak sekuat dahulu, Luna memberi penglihatan pada Dylan pada suatu malam.
"Dylan, aku harus mereject mate mu dan menggantikan nya dengan mate baru, Seorang Alpha tidak boleh berdiri tanpa Mate" Luna yang hanya sesosok cahaya putih tersebut mengitari Dylan yang duduk di ranjangnya.
__ADS_1
"aku tidak mau. aku hanya mau dewi Hermy" Dylan membantah dan meminta bantuan pada Leo, namun Leo hanya diam tak menanggapi.
"lakukan itu besok, aku menyetujuinya" Perlahan cahaya tersebut menghilang seutuhnya.
'ah. aku harus bagaimana? ' Dylan merasa frustasi dengan keadaan saat ini.
Jerry menaruh peta dunia Imorland di atas meja.
"kita sudah mencari nya di seluruh tempat di sini" Arry mengetuk seluruh tempat yang sudah di tandai di dalam peta.
"ya, sepertinya ini akhirnya kita harus menghentikan pencarian ini" Jerry meninggalkan ruangan demgan perasaan hampa.
sepuluh tahun sudah, dan tanda-tanda kehadiran Fatel tak kunjung ada. mungkin ini adalah saat nya Jerry merelakan bahwa adiknya sudah tiada
"baiklah, pembelajaran mu selama 10 tahun ini sungguh memuaskan. sekarang kau boleh pergi kemana pun kau mau, aku tidak akan melarang mu seperti dulu lagi" Xi tersenyum tipis pada Fatel
"ng... Xi, selama aku bersama mu sepuluh tahun ini, kau tak mengatakan diri mu sebenarnya siapa" Fatel bertanya dengan sedikit takut.
"aku adalah Jormugandr, Naga yang seharusnya menguasai lautan, namun karena seluruh Jormugandr telah musnah, aku mencari tempat hidup baru. aku bertemu dengan Chris, seorang Elf dan bertarung dengan cukup lama hingga akhirnya Chris mengijinkan ku tinggal di sini"
"tunggu. Elf? peri dengan pakaian serba hijau itu? " tanya Fatel
"iya, itu lah dia. ku dengar dia mengincar seorang dewi setengah malaikat, namun sekarang dia menyerah begitu saja, sangat di sayangkan" Xi mencibir mengetahui betapa pengecutnya Chris
Fatel merasa bahwa yang dibicarakan adalah dirinya.
"kau silahkan pergi" Xi berbalik dan berlalu
"aku... tidak bisa" Fatel mengikuti langkah Xi
"mengapa? " Xi masih pada posisi awalnya.
__ADS_1
"bisakah....argh... " Fatel merasa dadanya seperti di tusuk dengan belati hingga sangat sakit.
Xi yang mendengar jeritan Fatel langsung menghampiri wanita itu dan memapahnya.
"kau tidak apa-apa!?" Xi terlihat sangat khawatir.
"argh.... ini... sangat sakit... seperti sesuatu dari diri mu di cabut secara paksa..argh.. " Fatel menjerit semakin menjadi, namun Xi yang mengetahui hal itu tersenyum penuh kesenangan.
ternyata usaha nya selama ini menyembunyikan dan menghapus koneksi Dylan dan matenya membuahkan hasil, Bahkan Luna saja tidak menyadari hal itu. alhasil sekarang ikatan antara Dyaln dan Fatel akan terhapus.
"argh... ini sangat sakit, tolong aku... " Fatel mencengkram bahu Xi dengan sangat kuat, membuat Xi meringis.
di lain tempat.
Dylan merasa tersiksa, walaupun hanya sejenak namun rasa sakitnya terasa hingga ke persendian nya. setelah rasa sakit nya reda, Dylan menyadari sesuatu, apabila ia merasa sakit berarti matenya masih hidup, karena jika sudah mati ikatan nya akan terhapus begitu saja.
semua orang yang berada di alun-alun merasa terkejut melihat Alpha nya kesakitan, mereka terkejut karena kenyataan bahwa mate Alpha nya masih hidup.
"Hh... Fatel masih hidup. DIA MASIH HIDUP. AKU MEMBATALKAN REJECTNYA LUNA!!!" Dylan berteriak dengan penuh amarah sambil menengadah ke langit.
"terlambat Dylan, dia sudah terlepas sepenuh ya dari mu, tidak ada alasan lagi" Suara yang mengema bagaikan desiran angin dari langit membuat semua orang menatap kasian pada Alpha
"tidak, tidak, kau berbohong padaku" Dylan mengamuk penuh amarah dan meninggalkan alun-alun
sekarang Fatel telah terlepas sepenuhnya, tidak ada alasan Dylan untuk mencari bahkan menikah dengan Fatel. seorang Wolf harus hidup dengan mate nya. Dylan mengambil sebuah belati perak dan menggoreskan belati tersebut pada lidahnya. Dylan tertawa hambar di sela-sela perihnya lidahnya yang tergores, ia sekarang adalah pengkhianat Wolf dengan mengutuk dirinya sendiri tidak akan memiliki mate lagi.
"Dylan! apa yang kau lakukan? " Nicho sangat terkejut melihat darah mengalir dari dalam mulut Dylan.
Dylan tidak menjawab, ia menanggalkan seluruh pakaian kebesaran nya dan mengambil jubah hitam. Nicho bukan nya tidak tahu maksud dari perbuatan Dylan, ia hanya bisa mendesah pasrah.
"aku berdoa agar Luna tak murka" Nicho menatap punggung Dylan yang menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Luna sangat murka mengetahui Alpha melakukan hal gila seperti itu. Ia mendatangkan bencana besar pada Werbor pack. mengutuk kelaparan dan kesengsaraan pada Werbor Pack hingga Alpha yang sangat kuat lahir dan menghilangkan kutukan tersebut.