
"Bagaimana? apakah anda tertarik?" tawar Misha, memperlihatkan tatapan dingin yang mempesona.
Danilo telah menemui jalan buntu, sebagian dirinya ingin melawan, sebagian lagi hanya bisa tunduk menerima keadaan. Bukan karena dia tidak memiliki cukup keberanian, hanya saja rasa setengah kagum yang meluap-luap keluar dari batinnya, menyisahkan sedikit keangkuhan yang perlu dihanguskan.
Setelah melalui begitu banyak pertimbangan dari pikirannya, dalam rasa ketakutan Danilo kemudian bertanya, "Apa tujuanmu? aku tidak bisa mencurahkan kesetiaanku begitu saja."
"Tujuan ku? Hemm~" Misha terdiam sejenak dan memejamkan matanya sambil menyimpulkan kedua lengannya, "tujuan ku sederhana..! yaitu mendirikan sebuah negara!" lanjutnya, sambil mengarahkan jari telunjuk ke atas.
"Negara? apa kau–, berniat melakukan pemberontakan?!" teriak Danilo yang tercengang panik dan ketakutan.
Melihat reaksi Danilo yang tiba-tiba bersuara cukup keras, Misha menempelkan jari telunjuknya ditengah bibirnya. Memasang senyuman lebar dengan kedua sudut yang terangkat, alis matanya naik, matanya sedikit menyipit dan melengkung seperti bulan sabit.
"Shssst...!" desis Misha, agar Danilo tutup mulut.
"Sebuah Negara..! lalu membangun akademi raksasa yang memberikan pendidikan kepada seluruh kalangan masyarakat...! bukan hanya itu, seluruh buku-buku akan dicetak dalam skala besar dan disebarluaskan ke seluruh penjuru negeri.! Sederhana bukan?" Jelas Misha, dengan nada tinggi penuh semangat.
Sikap angkuh Danilo terbakar hangus oleh nyala api argumentasi, membangkitkan semburan kekaguman terhadap pangeran. Dalam mata hatinya Danilo melihat sosok dewa yang memberikan harapan serta masa depan, setiap kalimat yang keluar dari mulut Misha membuat hatinya bergetar seketika.
"Aku–, aku Danilo Lukashenko. bersedia menerima tawarannya, wahai masterku yang agung." Ujarnya dengan suara lemas, menundukkan kepalanya.
"Aku sambut dirimu, wahai Danilo Lukashenko...!" Ucap Misha, turun dari bangku sambil merentangkan tangannya dengan senyuman lebar yang bergembira.
...Akhirnya kudapatkan, orang pertama yang gila pengetahuan di dunia ini....
...Baiklah Danilo.......
...selamat datang di papan catur milikku....
...hahaha~...
...Sungguh permainan psikologis yang mendebarkan.......
...Batin Misha dengan kelicikan terlukis diwajahnya....
.................
"Setelah jam pelajaran berkahir, temui aku di perpustakaan kekaisaran. Seharusnya kau bisa masuk kesana dengan gelar mu kan," perintah Misha, menepuk pundak Danilo.
"Sebas..! ayo pergi," ajak Misha yang berjalan menuju pintu kelas.
"Baik tuan muda," balas Sebas kemudian membuka pintu kelas.
Misha dan Sebas sontak pergi meninggalkan ruang kelas, menyisakan Danilo yang saat ini sudah berada dalam kendali sang pangeran.
...****...
Misha telah kembali memasuki istana, berjalan bersama Sebas di sebuah koridor besar dengan lukisan-lukisan yang elok, terpampang di dinding selama perjalanan mereka.
Sambil berjalan diantara koridor istana, Misha kemudian mengajak Sebas berbicara.
"Sebas..? Sebenarnya apa yang membuat si Danilo begitu takut kepadamu?" Tanya Misha yang penasaran, sambil tertawa kecil.
"Dulu kami pernah bertarung, dan dia selalu kalah setiap melawanku. Namun, dia cukup kuat untuk seorang penyihir tingkat atas, dia bahkan bisa mengeluarkan sihir langka." Jelas Sebas, merasa sedikit bangga.
...Sihir langka yah, kurasa semacam sihir yang kuat....
...Terus, bagaimana si tua Bangka ini bisa mengalahkan Danilo?....
...Batin Misha, sedikit merasakan keraguan....
__ADS_1
"Heh~ Apakah kau juga bisa menggunakan sihir?" Tanya Misha kembali.
"Saya bukanlah seorang bangsawan, jadi saya tidak bisa menggunakan sihir tuan muda." Jawab Sebas, merasa sedikit malu.
...Oh iya, seperti yang dijelaskan Danilo barusan....
...Di dunia ini pengguna sihir hanya bisa digunakan oleh keturunan bangsawan....
...Kalau begitu, bagaimana bisa Sebas mengalahkan seseorang dengan kekuatan mistis seperti itu?...
...apakah sihir sebenarnya tidak begitu hebat seperti yang dijelaskan dalam buku dongeng...?...
...Ucap Misha dalam hatinya, pikirannya di penuhi rasa penasaran....
"Sebas, bagaimana kau mengalahkan Danilo yang bisa mengeluarkan kekuatan sihir seperti itu..? maksudnya kekuatan apa yang mampu mengalahkan sihir?" Tanya Misha lagi, wajahnya dipenuhi rasa ingin tau.
"Baiklah tuan muda, akan saja jelaskan. Bila Danilo menggunakan kekuatan sihir, maka saya menggunakan kekuatan otot, seperti kekuatan misterius di dalam tubuh saya lalu keluar begitu saja, Hmm.... menariknya ke dalam lalu Bludak...! dan kekuatan itu akan hilang, kira-kira seperti itu tuan muda. Hehehe~" celoteh tidak karuan dari Sebas sambil tertawa kecil, dia merasa bingung untuk menjelaskannya kepada Misha.
"Hah~ sudahlah, lupakan Sebas." Keluh Misha, rasa pusing tiba-tiba menyertai kepalanya setelah mendengarkan celotehan Sebas.
"Maafkan saya tuan muda, saya tidak sepintar Danilo dalam menjelaskannya." Ucap Sebas memasang wajah murung, merasa bersalah.
"Tidak perlu minta maaf." Balas Misha dengan wajah masam.
...******...
Tok...! Tok...! Tok...!
Bunyi suara ketukan pintu.
Seorang gadis berambut hitam pekat terlihat berdiri di depan pintu kamar pangeran, dari parasnya yang menawan serta wajah yang dipenuhi wibawa ternyata dia adalah tuan putri Aliyah.
Anna berjalan menghampiri tuan putri, memberi hormat kepadanya lalu berkata, "Salam sejahtera yang mulia tuan putri Aliyah. Kalau boleh tau, ada keperluan apa nona Aliyah datang kemari?" Ucap Anna dengan kalimat sopan.
"Oh Anna..!" sahut Aliyah, sambil tersenyum lebar, "Apakah Anna melihat Misha?" tanya tuan putri Aliyah, kembali memasang wajah murung.
"Beberapa saat yang lalu, pangeran pergi bersama Sebas nona." Jawab Anna, dengan wajah datar.
"Kira-kira mereka kemana yah?" Tanya Aliya, sedikit gelisah.
"Hamba tidak mengetahuinya nona." Jawab Anna sambil menundukkan kepalanya.
"Begitu yah... Baiklah terimakasih Anna, sampai jumpa.!" Ujar Anna, dengan wajah yang sangat murung. Kemudian dia beranjak pergi dari tempat itu.
...Misha pergi kemana yah...? Apakah Misha tidak merindukan Kakak perempuannya....
...Batin Aliyah sambil berjalan, memasang wajah cemberut....
Ketika Aliyah berada jauh dari pandangan si pelayan yaitu Anna, dia memasang wajah kesal saat menatap Aliyah.
...Cih..! Putri kaisar, Aliyah De Astrana....
...Dia juga salah satu target organisasi....
...Kesal Anna dalam batinnya....
...*****...
Di depan pintu pengetahuan, Misha dan Sebas telah sampai di perpustakaan. Untuk kedua kalinya Misha masih saja merasa takjub dan gemetar saat melihat gerbang perpustakaan itu.
__ADS_1
Di samping kiri dan kanan gerbang, ada dua orang prajurit bersenjata yang sedang berdiri seperti sebelumnya mereka kemari. Sebas lagi-lagi melakukan tindakan yang sama, dengan mendekati kedua prajurit itu lalu berbisik di telinga mereka, kemudian tiba-tiba tatapan prajurit itu langsung kosong, seperti sedang kehilangan jiwanya.
...Oh iya, sebelumnya dia melakukan hal seperti itu....
...Apa itu..? apakah dia menghipnotis mereka....
...Tanya Misha dalam pikirannya....
Selepas itu, Sebas menarik gagang pintu perpustakaan. sehingga memperlihatkan pemandangan menakjubkan yang tidak akan pernah bosan saat dilihat oleh Misha. Mereka berdua kemudian beranjak masuk ke dalam, pintu itu tertutup dengan sendirinya seperti sebelumnya.
Terlihat tindakan gembira Misha yang langsung berlari-larian diantara rak-rak buku perpustakaan. Menyentuh satu persatu sampul buku itu dengan lembut, menikmati setiap sentuhan kertas kasarnya, dan menghirup dalam-dalam udara berdebu yang tersebar diantara buku-buku pengetahuan.
Uhuk..! uhuk...! Suara batuk berdahak dari Misha, saat debu di udara masuk lewat pernapasannya.
...Kurasa aku perlu membersihkan buku-buku berharga ini saat menguasai kekaisaran....
...Batin Misha, Merasa Kecewa lagi kesal melihat buku yang dibiarkan seperti ini....
Misha lantas teringat dengan buku yang dipungut olehnya saat pertama kali datang kemari. Mengingat-ingat kembali dimana letak buku itu, hingga menemukanya lagi di suatu rak buku paling ujung.
Misha mengambil buku berjudul 'Ensiklopedia Sihir dan sejarah dunia' dengan penuh rasa cinta. Dalam batinnya Misha berkata.
...Akhirnya aku bisa membaca mu buku Sial*n...!...
...Batin Misha, kantung mata kirinya bergetar. Tanda kekesalan yang terpendam selama sehari akhirnya diluapkan....
Misha akhirnya bisa duduk manis membaca buku tersebut, ditemani Sebas disampingnya ia membuka lembaran pertama dari sebuah buku yang terlihat lusuh. Berwarna cokelat dengan penjepit berbahan besi yang berkarat di sudut sampulnya.
.................
...Pernahkah kalian jatuh cinta...?...
...Saat ini aku jatuh cinta kepada pengetahuan yang belum pernah aku dan orang-orang di duniaku jelajahi....
...pengetahuan bagaikan sosok bidadari langit dengan segala kecantikannya....
...aku teramat sangat mencintai bidadari itu, sampai-sampai melupakan kehidupan asmara dengan manusia....
...aku suka diriku yang ini, yang mencintai serta menghargai pengetahuan....
...karena tidak ingin mengetahui apa-apa sama dengan seekor kera yang tidak akan mampu belajar bagaimana caranya membuat kendaraan....
...sungguh bodoh orang-orang yang mengutuk dirinya dalam kemalasan yang hampa....
...selama ribuan tahun, dari seorang pria jenius Thales, Sampai fisikawan Jerman Einstein....
...Tidakkah para orang-orang malas itu merasa bersalah..?...
...tahunya merusak dunia dengan kebodohan....
...Oh... Bapa yang keberadaanya aku ragukan, apakah dirimu juga mengetahui semua ini......
...Demi lautan ketidaktahuan, akan aku jelajahi perlahan. Sampai diriku ini bertemu denganmu yang katanya tau segalanya....
...Sehingga aku bisa bertanya kepadamu, segala hal yang tidak aku ketahui....
...Ungkapan Hati seorang Lazor Franciszek, yang terjatuh dalam asmara pengetahuan....
...****...
__ADS_1