The Land Of Freedom

The Land Of Freedom
Chapter 13 : Kekuatan fisik


__ADS_3

Di suatu tempat di dalam koridor istana, dimana Anna si pelayan berjalan secara terburu-buru sambil menggenggam sepucuk kertas ditangannya.


Dan dari jarak seratus meter dibelakang, mata pengintai Sebas sedang mengawasi si pelayan dengan hati-hati, menyembunyikan keberadaannya bagaikan kegelapan.


Anna tiba-tiba berbelok kearah kanan di persimpangan koridor. Tidak ingin ketinggalan jejaknya, Sebas mengejarnya diam-diam, sampai matanya melihat Anna dari jarak yang cukup dekat.


di penghujung koridor yang dilewati Anna terdapat sebuah balkon bundar, Anna saat ini berdiri di sana dengan pandangan mata ke atas langit, seperti sedang mencari sesuatu yang sangat penting.


Di balik dinding di persimpangan jalan, mata Sebas tidak pernah lepas dari Anna. Mengintip dari balik dinding dengan setengah wajah yang mengawasi. Tidak lama kemudian terdengar suara kepakan saya burung dari udara.


Terlihat seekor burung merpati putih tiba-tiba menghampiri Anna dengan mendarat diatas tangannya. Sebas melihat Anna mengikatkan sepucuk kertas itu di kaki merpati, lalu menerbangkannya kembali di udara.


...Sebuah pesan? untuk siapa dia mengirimkan kertas itu?...


...Oh... Anna..!...


...tidak kusangka kau adalah seorang mata-mata, kau sangatlah berbahaya jika dibiarkan....


...Namun aku belum boleh melakukan gerakan tambahan....


...Perintah tuanku adalah mutlak, sebaiknya aku mundur terlebih dahulu....


Ucapan Sebas dalam benaknya, menggeram karena amarah yang menyelimuti pikirannya, ia memaksa untuk meredam amarah tersebut agar tidak lepas kendali.


Merasa keadaan sudah tidak aman, Sebas sontak melarikan diri dengan sangat cepat dari tempat pengintainya. Sangat cepat seperti sebuah bayangan yang melesat begitu saja.


Anna Menoleh kebelakang, dalam firasatnya ia mengatakan.


...Huh..?...


...aku merasa seperti ada orang yang sedang mengawasi ku....


Anna kemudian berjalan ke persimpangan jalan, menengok ke segala arah namun tidak ada siapa-siapa di sana. Dengan rasa lega batinnya kembali berkata.


...Mungkin hanya perasaanku saja.......


...****...


Seorang guru dan murid berjalan di sebuah koridor yang penuh kegelapan, memiliki sedikit pencahayaan dari lampu redup yang menggantung di dinding. Hanya ada langkah kaki yang terdengar menggema sepanjang jalan.


Mereka sampai di penghujung koridor, di sana terdapat sebuah pintu jeruji besi yang dikunci dengan gembok dan rantai yang melilitnya.


Danilo mengambil kunci pintu itu dari kantong celananya, kemudian membuka gembok besinya. Dari sana terdengar bunyi berisik dari rantai yang menggema ke seluruh ruangan.


Crreennggg.....! Bunyi engsel besi yang berdecit.


Pintu jeruji besi telah terbuka lebar, memperlihatkan sebuah ruangan yang sangat luas, di sana terdapat pilar-pilar yang menjulang menopang atap. Di setiap sudut tembok, terdapat kumpulan jaring laba-laba dengan lantai yang penuh debu. Ruangan dalam kesunyian, kekosongan dan kegelapan, menyisahkan sedikit cahaya redup yang keluar dari ventilasi udara yang sangat kecil, ruangan mengeluarkan hawa menyeramkan.


"Ruangan macam apa ini...?" Tanya Misha, penasaran.


"Tempat ini sudah terbengkalai selama sepuluh tahun lamanya, dahulunya tempat ini digunakan sebagai fasilitas rahasia untuk pelatihan para siswa akademi, tiba-tiba di tinggalkan begitu saja tanpa alasan." Tutur Danilo dengan wajah semangat yang antusias.


"Bagaimana..? sesuai bukan?" Ujar Danilo, sambil tersenyum.


Misha mengangguk sambil memejamkan mata, kemudian berjalan ke tengah-tengah ruangan sambil menyentuh debu di lantai seraya mengatakan, "Baiklah, tunjukkan padaku caranya!"


...memperkuat fisik berkali-kali lipat merupakan kemustahilan bagi manusia....


...Tubuh hanya bisa diperkuat dengan latihan olahraga rutin, melatih syaraf otot, menjaga kesehatan serta beberapa gerakan lainnya....


...pertanyaan seperti menyerap energi lalu seketika menjadi sangat kuat adalah sesuatu yang tidak mungkin, namun untuk apa menyimpulkan seperti itu.......


...sedangkan ketidakmungkinan itu sudah ku alami selama ini, bangkit dari kematian sampai melihat sihir....


...kira-kira akan jadi sekuat apa aku....


...Apakah kekuatan fisik yang melebih Milos dari Croton?...


...hahaha~...


...Batinnya, merasakan ketidaksabaran yang bergejolak....

__ADS_1


................


"Baiklah pangeran, pertama-tama saya akan mengatakan terlebih dahulu, bahwa kekuatan ini adalah manifestasi fisik dari sihir, disebut dengan nama 'Ki'." Jelas Danilo dengan senyuman antusias, "Akan tetapi.... Untuk menguasainya butuh waktu yang sangat lama, bahkan sampai bertahun-tahun." Sambung Danilo, Keseriusan terpampang diwajahnya.


"Jadi.... saya tanyakan kepada anda tuan muda. Apakah anda yakin untuk mempelajarinya?" Lontar pertanyaan Danilo, untuk menguji kesiapan pangeran kecil.


"Hahaha~ kau masih mengira aku adalah bocah lemah yang tidak berguna?" ujarnya sambil tertawa, "hei guru bajing*n... Cepatlah tunjukkan karena aku sudah sangat tidak sabar...!!!" Sambung Misha dengan teriakan, senyuman lebar penuh semangat yang dari tadi terpendam mencuat keluar.


"Aahh~ Tuanku..! kau memiliki ambisi yang luar biasa!" Puji Danilo, membalas senyumannya dengan antusias yang besar.


"Langsung saja tuan muda, akan aku jelaskan mekanismenya seperti apa. Pertama-tama anda harus memperkuat tubuh anda dengan beberapa gerakan khusus, seperti ini." Tutur Danilo sambil merangkak dan menunjukkan posisi tengkurap dengan kedua tangan yang menopang tubuh.


...Hei hei... bukanya itu push up..?...


...Jadi aku harus melakukannya juga?...


...bukankah terlalu cepat untuk bocah yang baru berusia sembilan tahun....


...Ahh~ ini sungguh merepotkan, aku pikir bisa langsung mempelajari 'ki' itu sekarang juga....


...pantas dia mengatakan butuh waktu yang lama....


...Keluh Misha dalam batinnya....


"Fyuh~ Kira-kira seperti itu tuan muda." Hembus nafas lelah Danilo, setelah melakukan dua puluh kali push up.


"Apakah aku bisa langsung melakukannya tanpa melatih tubuhku seperti itu?" Tanya Misha, dengan kekecewaan yang meluap-luap.


"Secara teori tidak bisa pangeran, karena bila anda tiba-tiba menyerap 'mana' dan mengubahnya menjadi sihir di dalam tubuh, akan sangat berbahaya bila tubuh anda tidak terlatih terlebih dahulu." Tutur Danilo, turut merasa prihatin.


.............


...Secara teori yah......


...Artinya masih belum diuji kan?...


...Batin Misha, lalu memasang senyuman liciknya....


waktu tiga menit telah berjalan, Misha saat ini telah menyelesaikan seratus kali push up. Keringat membanjiri seluruh tubuhnya, nafas kelelahan, tangan yang gemetaran, seperti orang tidak terbiasa menggerakkan tubuhnya.


...Tubuh anak ini terlalu lemah, lembek, dan kurus!...


...Kurasa ada baiknya juga berolahraga sedikit....


...Batin Misha, kemudian terkapar diatas lantai dengan tangan yang terentang....


"Pangeran, apakah anda baik-baik saja?" cemas Danilo, berlari mendekati pangeran.


Dari bola mata berwarna emas, Misha melihat langit-langit yang perlahan menjadi buram, ia merasakan sakit di matanya diikuti dengan rasa nyeri di kepalanya.


Misha memejamkan matanya, tiba-tiba muncul sebuah ingatan yang tidak ia ketahui. Sebuah ingatan yang memperlihatkan seorang bocah kecil yang berjalan bersama sosok wanita sambil berpegangan tangan. Wajahnya tidak terlihat jelas, namun ciri-cirinya seperti sosok permaisuri, dengan gaun hitam panjang, dengan pupil mata merah menyala.


...Apa ini...? apakah ini ingatan anak itu?...


...Wanita ini... Bukankah itu permaisuri...?...


...Ucap Misha dalam alam bawah sadarnya....


Tiba-tiba cuplikan ingatan itu berpindah ke suatu tempat yang dipenuhi orang-orang berjubah putih, mereka menyanyikan sebuah nyanyian panduan suara yang menggema di sebuah ruangan serba putih. Seperti sebuah katedral besar nan indah.


Kemudian muncul salah seorang yang menggenakan jubah putih dengan mahkota berbentuk Pentagon. Orang itu terlihat tersenyum lebar dengan setengah wajah yang tidak terlihat jelas.


"Sangat disayangkan, pangeran keempat dari kekaisaran telah menderita penyakit penyumbat." Ucap orang itu, lalu merubah senyumannya menjadi senyuman jahat.


"Hah...?! penyakit..?! bukankah dia dikutuk oleh dewa?!" Bisik semua orang, dalam kilas balik ingatannya.


......................


Kelopak mata Misha terbuka secara mendadak, semuanya kembali normal. Rasa lelah ditubuhnya, pusing di kepalanya, nyeri dimatanya, serta penglihatan kaburnya telah hilang sepenuhnya, seperti seseorang yang baru saja tersadar dari halusinasi.


"Pangeran...? apakah anda baik-baik saja?" Ucap Danilo yang muncul di depan pandangan Misha, "Fyuh~ Syukurlah. Saya pikir anda pingsan." Ucapnya lagi, rasa khawatirnya hilang seketika.

__ADS_1


"Apakah aku pingsan?" Tanya Misha kepada Danilo, sambil membangunkan badannya.


"Pangeran tadi tersungkur setelah melakukan gerakan khusus. Saya harap anda tidak terlalu memaksakan diri, karena kita masih banyak waktu untuk mempelajarinya secara perlahan." Tutur Danilo, memasang senyuman tulus.


Tiba-tiba Danilo merasa aneh saat memperhatikan Misha, dalam benaknya ia berucap.


...Bukankah tadi itu sangat melelahkan?...


...lalu kenapa......


...tidak ada satupun keringat diwajahnya....


...Apakah ini adalah aliran sihir di dalam tubuh? tidak–...


...tidak mungkin. Tuanku bahkan belum bisa menyerap energi mana....


...lagian dia hanya melakukan gerakan khusus yang biasa-biasa saja....


...Ucap Danilo dalam benaknya, matanya melebar. Kebingungan besar terpampang jelas diwajahnya....


Sedangkan di dalam pikiran Misha, ia telah menyadari kejanggalan di tubuhnya saat matanya terbuka, seolah-olah terbiasa dengan segala keanehan yang terjadi. Tanpa pikir panjang Misha melakukan gerakan latihan lainya, seperti Squat, Sit up, jumping dan beberapa gerakan lainnya.


"Haha~ Pangeran...? gerakan macam apa itu?" Tanya Danilo yang tidak habis pikir.


"Oh ini? hahaha~ ini adalah gerakan khusus buatan ku." Jawab Misha dengan sedikit candaannya.


Selang dua jam kemudian. Misha menghabiskan waktunya dengan berolahraga. Bersama Danilo yang merasa sangat teramat bosan saat menemani Misha melakukan gerakan-gerakan aneh yang tidak ia ketahui. Danilo ingin sekali pergi dari sana, hanya saja dia merasa tidak enak mengatakannya kepada Misha.


"Hei... Danilo, dari pada kau diam saja... Bagaimana sekarang kau tunjukkan kekuatan 'ki' milikmu." Ujar Misha, dengan nafas lelah yang menghembus.


Wajahnya dipenuhi keringat sehat, mengendalikan nafasnya dengan stabil, sambil memasang wajah semangat yang tidak pernah pudar.


"Baiklah tuan muda, akan tetapi... bukankah ini sudah terlalu larut? bagaimana jika kita lanjutkan besok?" Saran Danilo, dengan penuh keluh di pikirannya.


"Hahaha~ apakah kesetiaan itu sebatas rasa bosanmu menatapku?" Canda Misha dengan senyuman menyeramkan.


"Ti– tidak...! tidak seperti itu maksudku tuan pangeran... Hanya saja, ada yang harus aku lakukan, jadi..." Sanggah Danilo dengan terbata-bata.


...Hei, apanya yang tidak?...


...sudah terlihat dari wajah masam mu itu....


...Gumam Misha dalam benaknya, merasa sedikit kesal....


"Kau boleh pergi bila ada urusan penting." Ucap Misha, dengan wajah datar tanpa emosi.


"Eh? ma— maafkan saya tuan muda, saya... tidak jadi pergi." Balas Danilo dengan senyuman yang dipaksakan.


"Haha~ sudahlah santai saja, aku tidak marah juga. Namun bila kau tidak jadi pergi, maka tunjukkan seperti apa kekuatan 'ki' itu." Ungkap Misha, dengan sedikit candaannya.


"Baiklah tuan muda." Balas Danilo dengan ekspresi yang masih sama.


.................


Danilo memejamkan matanya, dalam keheningan konsentrasi yang sangat tinggi. Kemudian lima detik setelah itu, Danilo melangkahkan satu kakinya ke depan, membungkuk badannya dengan ancang-ancang posisi lari, kemudian.


Track...! Suara hentakan kaki yang menggema keras.


Danilo melesat begitu saja, seperti bayangan hitam yang lewat secepat pesawat tempur Jerman. melaju kearah salah satu pilar, mendakinya dengan kedua kakinya dengan santai, lalu melompat dari pilar satu ke pilar lainnya.


Melihat atraksi tersebut, Misha kembali terheran-heran, dirinya terdiam mematung. Matanya melebar, wajahnya sedikit pucat dan mulutnya terperangah, memperlihatkan wajah takjub yang melebihi ketakjubannya saat melihat sihir untuk pertama kalinya.


...Apa-apaan ini...?...


...hahaha~...


...ini bukan sulap lagi namanya....


...Gumam Misha dalam hatinya, seolah-olah tertampar oleh kemustahilan yang ditunjukkan Danilo....


...********...

__ADS_1


__ADS_2