The Land Of Freedom

The Land Of Freedom
Chapter 23 : Memori panjang


__ADS_3

Track...!


bunyi hentakan cambuk yang menempel di kulit.


Misha menemui penderitaan pertama di dunia ini, rasa nyeri ketika hantaman cambuk itu melekat di kulitnya sungguh merupakan rasa sakit yang tiada tara.


mencoba menjerit untuk meluapkan rasa sakit, namun hal itu merupakan sesuatu yang percuma, Misha menyadari bila dirinya memperlihatkan ekspresi penderitaan maka anak itu akan semakin menjadi-jadi saat menyiksa dirinya.


Hanya tatapan kosong yang bisa ditunjukkannya, seperti seseorang yang kehilangan harapan. Namun kobaran api hitam penuh dendam meluap-luap di lubuk hatinya, menyimpannya rapat-rapat untuk suatu hari di masa depan.


"Hei... katakanlah sesuatu! hei... kakak!" Geram Luka, kesal melihat tatapan Misha yang kosong.


Tidak juga menyerah, Luka terus menghantam tubuh Misha dengan cambuk yang terbuat dari besi, melayangkan satu cambukan, dua cambukan, tiga cambukan, seperti itu terus menerus. Hingga goresan luka di punggungnya terlihat sangat parah, secuil daging terangkat dari ujung cambuk besi, melelehkan darah kental yang teramat sangat nyeri di kulit.


Di dalam penderitaan yang menyakitkan, Misha berucap dalam benaknya.


...Bagaimana ini......


...Apakah aku hempaskan saja bocah biad*b ini dengan gelembung? atau lehernya dicekik sampai mati? Hah~...


Di keadaan yang tersiksa, Misha merasakan jiwanya mulai berpisah dari raganya. Hilang perlahan-lahan, terangkat ke alam bawah sadarnya, hingga seluruh kesadarannya hilang.


kegelapan yang gelap gulita, Tiba-tiba Misha melihat sosok bayi yang merangkak di lantai, bersama dengan seorang pria dengan wajah yang mirip dengan sosok Kaisar dan sosok wanita cantik yang terlihat asing baginya.


Misha menatap sosok keluarga harmonis, mereka tersenyum lebar sembari bermain-main dengan sang bayi, memegang kedua tangan si bayi, berusaha membantunya belajar berjalan.


Seketika itu kesedihan mencuat dari lubuk hatinya, seolah-olah merasa dialah sang bayi itu.


"Sudah kukatakan kan? aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Kita berdua adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan." Ujar suara misterius dibalik kegelapan ingatan.


Tak lama setelah ungkapan suara itu, Misha seketika melihat kilas balik ingatan anak yang malang. Rentetan panjang kehidupannya, kesedihannya, kesenangannya, kekecewaannya, harapannya, keputusasaannya serta seluruh penderitaannya.


Disaat yang bersamaan Misha juga melihat, ingatan dimana dirinya disiksa oleh pangeran luka bersama seseorang yang wajahnya terlihat buram. Menyiksanya dengan kejam, mencambuk dirinya, memukulinya, menamparnya, hingga menelanjanginya di depan banyak orang.


...Ahh.......


...Sehina itukah dirimu wahai Misha?...

__ADS_1


...Ucap Misha, menatap sedih ingatannya, berlinang air mata pilu penuh penderitaan....


...ΩΩΩΩΩ...


"Whaaaa...!" Teriak Misha, yang terperanjat bangun dari pingsannya.


Misha seketika tersadar, mendapati dirinya berbaring diatas kasur putih yang sempit, di sebuah ruangan kosong dengan sebuah meja disampingnya.


Penglihatannya kurang jelas, ia sekilas melihat sosok wanita cantik di depannya dengan rantai besi yang terikat di lehernya. Wanita itu sedang merawat dirinya, ia melakukan suatu mantra aneh yang mengeluarkan cahaya hijau.


dari pancaran cahaya itu, tiba-tiba luka Misha kering perlahan-lahan, walaupun tidak sepenuhnya menyembuhkan rasa nyeri yang masih terasa.


"Sudah sembuh, sebaiknya anda segera pergi dari sini." Ujar wanita tersebut, dengan wajah datar dan tatapan kosong.


Lantas setelah mengucapkan kalimat itu, si wanita pergi meninggalkan Misha sendirian. Berbaring diatas kasur yang tidak nyaman, sembari menahan perihnya luka dalam di punggungnya.


Tiba-tiba Misha merasakan nyeri di pelipisnya, sontak tangannya langsung meremasnya, memijat bagian kepalanya, mencoba menenangkan rasa nyeri itu.


"Argh— haahh... hah...." Hembusan nafas perlahan-lahan diatur olehnya, menenangkan segala pikiran yang tiba-tiba menumpuk.


"Aku adalah Misha, Misha De Astrana, putra ke tiga dari kaisar yang menempati posisi pangeran keempat, aku adalah anak buangan yang tidak dicintai siapapun." Gumam Misha, setetes air mata melintas di pipinya.


...Ya... aku mengingat seluruh ingatan dari anak ini. Bocah menyedihkan yang terus mengalami banyak penderitaan....


...Penyiksaan yang terjadi barusan bukan yang pertama kalinya, ternyata setiap saat ia sering mengalami hal itu? Disiksa dan terus disiksa, setelah itu mendapati dirinya penuh luka sayatan....


...Luka Menyuruh orang untuk menyembuhkan tubuh ini, agar di hari esok dia bisa kembali menyiksanya lagi....


...Sungguh ironi yang menjengkelkan....


.........


...Sosok pangeran luka adalah putra dari kaisar dan permaisuri Helena. Ia adalah anak yang mendapatkan banyak perhatian dari kaisar, pernah suatu ketika kaisar memergoki luka yang sedang menyiksa bocah ini secara brutal....


...namun, hal yang tidak terduga terjadi. Tua Bangka itu malah memberikan senyuman kepadanya, seolah-olah mendukung tindakan keji anak itu....


...Dan terlebih lagi, sosok permaisuri Helena, dia bagaikan benalu yang memancarkan aroma harum. Orang-orang seakan-akan terpikat olehnya, sosok wanita cab*l yang melecehkan diriku selama ini, akan tetapi berkat fetisisme itu, aku masih diizinkan hidup di istana ini....

__ADS_1


...bagaimana ini...? apakah aku kabur saja? kemudian menyusun strategi dari luar? tidak— itu bukan ide yang bagus....


...Tch... akan tetapi bocah brengs*k itu sangat menjengkelkan....


...Apapun yang terjadi, aku harus menyingkirkan dirinya secepat mungkin....


...Hmm~...


...Ide yang bagus, bagaimana kucoba lenyapkan saja dirinya?...


Rentetan pikiran Misha, berjalanlah dia di tengah-tengah koridor istana yang panjang.


Misha telah mengenali seluruh seluk beluk istana berkat ingatan dari pemilik asli tubuh ini. dengan langkah kaki yang berat sebelah ia terus berjalan perlahan-lahan menuju kamarnya.


...Dalam ingatan anak ini, ada tujuh putri-Putri kaisar, semuanya lahir dari rahim wanita yang berbeda....


...putra pertama, kedua dan putri ketiga Aliyah, adalah anak yang lahir dari rahim mendiang ratu Katya, seorang wanita bangsawan yang meninggal tujuh tahun yang lalu....


...Sedangkan anak ini, lahir dari rahim wanita kalangan rendahan. Karena itu dia sering dihina habis-habisan, di siksa seperti ini, bahkan pernah sekali menemui ajalnya....


Dalam ingatan ini, dia sama sekali belum pernah bertemu dengan sosok ibu kandungnya, diceritakan kalau ibunya telah meninggal dunia saat anak ini lahir.


...Sedangkan Luka bersama dengan kedua saudara nya adalah anak yang lahir dari rahim permaisuri Helena....


...Jala*g itu... dia juga merupakan halangan terbesar bagiku, karena dalam ingatan anak ini, sudah berapa kali dia mengalami siksaan batin. Diperlakukan bagai peliharaan, ditelanj*ngi, dilecehkan, bahkan— akh...! sudahlah.......


.............


"Hah~ Akhirnya sampai, aku ingin secepatnya tidur diatas kasurku yang empuk." Gumam Misha, seketika sampai di depan pintu kamarnya dengan rasa lega.


Misha merasa kepalanya sangat pusing, seluruh tubuhnya lemas. Seketika ia tak sadarkan diri, dia kembali pingsan dan melayang jatuh kearah lantai.


Sesaat ia akan terjatuh ke lantai, Sebas tiba-tiba berada di dekatnya, menopang tubuhnya yang lemah tak berdaya.


"Tuan muda... syukurlah~ anda mampu melewatinya." Ucap Sebas dengan mata berkaca-kaca, seolah-olah sudah tau apa yang akan dilakukan Luka kepada Misha.


Lekas Sebas membawanya masuk ke dalam kamar, membaringkannya tubuhnya diatas kasur, menyelimuti dirinya dengan selimut, menatap wajah kecil sang pangeran dengan tatapan penuh kasih sayang.

__ADS_1


...****...


__ADS_2