The Land Of Freedom

The Land Of Freedom
Chapter 32 : Fraksi politik


__ADS_3

Mengalir lah butiran air mata Misha di pipinya, menunjukkan wajah sedih penuh keprihatinan atas cerita menyedihkan yang baru saja di ceritakan Ilyasa si bocah malang.


"Hidup bertahun-tahun sebagai budak... Dicerca, dihina, disiksa, dan direndahkan serendah-rendahnya.... kau— sungguh telah mengalami beribu penderitaan." Tangis Misha, dalam genangan air mata.


Melihat reaksi pangeran, Ilyasa seketika tersentuh. Dirinya merasa sangat dihargai untuk pertama kalinya, dirinya merasa dipedulikan, merasakan kasih sayang yang teramat besar dari wajah seorang bocah berumur sembilan tahun.


...Tiba-tiba air mata Ilyasa yang sebelumnya telah berhenti, seketika mengalir kembali....


...Aku... tidak tau harus berkata apa lagi....


...mengapa anak ini terlihat begitu peduli kepada diriku yang rendah ini..?...


...Air matanya membanjiri pipinya, menangis haru sejadi-jadinya....


Tiba-tiba Ilyasa spontan mendekat kearah Misha, lalu bersimpuh lutut dan meneteskan air matanya di paha si pangeran kecil, seraya berkata, "Tuan— Sekali lagi... aku ucapkan terimakasih... hiks... hiks... aku tidak akan pernah melupakan kebaikan anda, dan juga kebaikan tuan-tuan ini."


Dibalik topeng kepribadian ganda, terbesit senyuman licik dari dalam hati seorang pangeran. Rasa iba, peduli, dan segala bentuk kesedihan, kemarahan dan kebaikan hatinya sesungguhnya adalah sesuatu yang tulus dari dalam dirinya. Namun, ada satu bentuk emosi yang bersemayam di diri anak itu, yaitu rasa kegirangan saat melihat emosi manusia menari-nari diatas tali kendalinya.


...Percayalah wahai Ilyasa, sungguh aku benar-benar peduli kepadamu......


...Namun kepedulian itu tidak sepenuhnya murni dari diriku.... Engkau telah menyentuh papan catur, maka sudah seharusnya engkau bermain di dalamnya....


...Tutur Misha dari dalam lubuk hatinya....


............


Misha mengangkat bahu serta pandangannya, lalu mengusap air mata kesedihan itu dengan jari-jemarinya. Lantas dengan senyuman hangat Misha berkata, "Tidak perlu menangis... mulai sekarang aku dan kedua orang ini adalah bagian dari keluarga barumu."


Ucapan yang untuk kesekian kalinya menyentuh hati dari anak itu. Ilyasa lantas menangis sejadi-jadinya, kemudian Misha seketika memeluk erat anak itu, seolah-olah seperti pelukan keluarga sungguhan.


Tak lama kemudian Ilyasa sudah mulai tenang, air matanya berhenti mengalir, namun masih terisak-isak dengan menarik-narik air lendir yang menyumbat pernapasannya karena terlalu lama mencurahkan tangisan.


"Danilo... bawa dia istirahat, anak ini pasti sangat lelah." Pinta Misha.


Mendengar perintah Misha, secepatnya Danilo memanggil salah seorang pelayan di rumahnya, kemudian menyuruh pelayan itu untuk mengantarkan Ilyasa ke dalam kamar peristirahatannya.


.............


Selepas itu, di dalam sofa ruang tamu yang menyisahkan pangeran, Sebas dan Danilo. Bola mata emas itu mulai menunjukkan tatapan tajam penuh keseriusan.


"Danilo... aku dengar dari Sebas kau yang seorang bangsawan punya banyak informasi tentang politik negara ini." Ujar Misha.


"Benar tuan, tetapi... aku tidak memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan, yah~ aku memang seorang bangsawan, namun aku ditugaskan di lembaga pendidikan. Jadi, aku tidak tau banyak tentang urusan politik." Jelas Danilo dengan raut wajah sedih.


"Tidak masalah, intinya walau sedikit kau tau tentang afiliasi politik negara ini?"


"Iya tuanku," Jawab Danilo dengan suara bisikan.


"Jelaskan padaku tentang itu." Pinta Misha, raut wajah dingin melapisi ekspresinya.


.............


Danilo menjelaskan panjang lebar tentang fraksi politik kekaisaran Astria, yang pada saat ini sedang bersitegang karena perbedaan pendapat.


Menurut informasi yang diberikan Danilo, pemerintahan kekaisaran dengan sistem semi absolut yang memiliki dua pimpinan tertinggi dalam dua segi yang berbeda namun saling berkaitan. Akan tetapi kestabilan pemerintahan dijalankan oleh empat fraksi besar dalam politik negara ini, diantaranya :


Yang pertama ada Afiliasi para bangsawan, atau dikenal dengan sebutan fraksi sayap kiri. Beranggotakan satu bangsawan bergelar grand duke, dua bangsawan bergelar duke, dua bangsawan lagi yang bergelar archduke, empat bangsawan bergelar marquess, enam bangsawan dengan gelar count, tiga bangsawan bergelar viscount, dan sembilan bangsawan dengan gelar Baron.

__ADS_1


Afiliasi sayap kiri adalah mereka yang berdiri dalam roda pemerintahan, memiliki hak wilayah otonomi khusus masing-masing yang membentang luas sesuai gelar yang dimiliki. Kepemilikan otonomi khusus telah diatur dalam undang-undang negara, disahkan lewat titah Kaisar sebelum-sebelumnya dan tidak bisa dicabut kembali oleh pemimpin tertinggi negara. Istilahnya mereka adalah fraksi sayap kiri yang merupakan oposisi dari fraksi sayap kanan.


Yang kedua adalah fraksi kaisar, atau dikenal dengan sebutan fraksi sayap kanan. Yaitu mereka yang juga berdiri dalam roda pemerintahan, memiliki pengaruh yang sangat kuat dengan kaisar sebagai pemimpin fraksi. Semua bangsawan yang tergabung dalam fraksi ini merupakan dewan penasihat kaisar, memberikan usulan atau saran namun tidak memiliki hak untuk protes dalam keputusan Kaisar.


Beranggotakan tiga bangsawan bergelar Duke, dua bangsawan marquess, empat bangsawan count, delapan bangsawan bergelar viscount dan dua lima belas bangsawan bergelar Baron. Semua bangsawan memiliki wilayahnya sendiri sesuai gelarnya masing-masing, namun otonomi daerah tidak diberikan secara penuh kepada mereka, setiap persetujuan harus melalui kaisar sebagai pemimpin fraksi sayap kanan.


...........


"Dan terlebih lagi... sosok paling berpengaruh yang di duga-duga mengendalikan pemerintahan lewat Kaisar. Permaisuri Helena! dia adalah orang yang memiliki koneksi dengan negara-negara besar, orang yang paling diwaspadai dan berdiri sebagai fraksi sayap kanan." Terang Danilo, yang tiba-tiba menjelaskan dengan nada bicara yang menekan.


...Mendengar penjelasan barusan Misha seketika terbesit kalimat cercaan di dalam benaknya....


...Oh... lac*r brengs*k itu adalah bagian dari fraksi sayap kanan....


...Singkat cerita Danilo kembali menjelaskan penjelasan panjang lebarnya....


................


Danilo mengatakan bahwa fraksi yang ketiga adalah fraksi keagamaan pusat yang menganut kepercayaan dewa Eliaha. Rasul agung adalah pimpinan tertinggi dalam fraksi ini, dirinya juga merupakan orang yang mengendalikan mayoritas umat beragama di kekaisaran Astria.


Fraksi keagamaan kuil suci atau katedral suci umat Eliaha beranggotakan seratus tujuh belas orang yang memiliki jabatan suci diantaranya, Rasul agung sebagai pimpinan tertinggi, dua belas uskup agung sebagai dewan otoritas kuil, dua puluh dua imam sebagai penyebar pesan tuhan, dan sisanya delapan puluh dua pendeta yang memimpin umat beragama di setiap kuil suci yang tersebar di seluruh penjuru negeri ini.


Semua pemegang jabatan suci sejatinya memiliki darah biru kebangsawanan, namun karena terikat dengan sumpah suci kepada agama maka gelar bangsawan mereka dicabut, dan digantikan dengan jabatan suci.


Fraksi keagamaan kuil suci Eliaha, secara undang-undang tidak terikat dengan sistem pemerintahan negara. Namun, justru pemerintahlah yang terikat dengan mereka. Melalui kitab suci dan wahyu ilahi yang diturunkan oleh tuhan kepada Rasul agung. Bahkan kaisar pun tunduk kepada otoritas katedral, hanya saja katedral juga tidak bisa semena-mena mengambil hak dalam pemerintahan, dikarenakan adanya ayat-ayat suci yang menyerahkan kekuasaan negara kepada Kaisar.


Maka dari itu sistem pemerintahan negara ini sangatlah kompleks, di lain sisi kaisar memiliki pengaruh besar dalam kekuasaan, akan tetapi dikekang oleh otoritas katedral sebagai pengendali mayoritas umat beragama.


Dan yang terakhir adalah fraksi netral, yaitu mereka yang berisikan para bangsawan yang tidak terikat dengan segala jenis fraksi dalam negeri.


Fraksi netral sangat jarang ikut campur dalam politik negara, mereka tidak pernah tunduk kepada siapapun, menaati undang-undang dan kaisar sebagai pemimpin negara. Fraksi netral terdiri atas satu bangsawan bergelar duke, dua bangsawan gelar marquess, tiga bangsawan bergelar count, tiga bangsawan lagi gelar viscount, dan empat bangsawan bergelar Baron.


............


"Berbicara tentang fraksi, aku sedikit tertarik dengan fraksi keagamaan yang kau sebutkan tadi." Ujar Misha, dengan tatapan keseriusan yang diliputi raut wajah memikirkan sesuatu.


...Semua sesuai dengan catatan yang aku baca....


...Fraksi keagamaan katedral suci adalah satu-satunya fraksi yang paling berpengaruh. Yah bagaimana tidak, mereka adalah pemegang otoritas umat beragama, terlebih lagi dengan doktrin hegemoni yang mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat....


...Aku harus lebih membaca situasi politik negara ini, akhir-akhir ini aku masih dalam tahap mencari informasi....


...Sial! Informasi yang kudapatkan masih belum cukup sejauh ini....


...Satu-satunya cara adalah turun langsung menyaksikan gejolak politik negara, akan tetapi......


...aku tidak ingin mencolok dan membuat perubahan karakter....


...Itu akan sangat berbahaya! bisa-bisa aku akan menjadi sasaran empuk para golongan politik itu....


...Misa tiba-tiba tersenyum licik, seakan-akan baru saja mendapatkan ide dengan seluk beluk pertanyaan dari pikirannya....


...Solusi terbaik yang aku punya adalah bergabung dengan salah satu fraksi tersebut....


...Dan fraksi yang paling memungkinkan untuk dimasuki adalah fraksi keagamaan katedral....


...Tetapi... bagaimana caranya untuk menjalin hubungan erat dengan mereka? terutama pemimpin tertingginya, sang rasul agung....

__ADS_1


...Otak dari hegemoni agama yang sangat fundamental itu....


...Lintas pemetaan pikiran Misha dalam benaknya. Memikirkan berbagai cara untuk mencapai solusi terbaik dalam permainannya....


Secara spontan, Misha tiba-tiba bertanya kepada Danilo, "Apakah kau mengenal seseorang dari fraksi keagamaan?"


"Soal itu... aku punya seorang teman, namun dia hanyalah seorang imam. Tidak begitu berpengaruh sih..." Jawab Danilo, tertawa kecil.


"Tidak masalah~ kenalkan aku padanya, tapi jangan bilang kalau aku adalah pangeran kekaisaran, bilang saja aku adalah kerabat jauhmu." Pinta Misha, menghembuskan nafas panjang dan bersandar di kursi sofa.


"Tetapi untuk apa tuanku?" Lontarnya, dengan bingung penuh pertanyaan.


"Yah tentu saja untuk mewujudkan mimpi-mimpi tadi~ semua harus dimulai dari awal, maka dari itu sudah sepantasnya kau membantuku kan?" Balas Misha, dengan wajah resahnya.


"Iya benar juga yah! tentu saja aku siap membantu anda tuanku!" Seru Danilo dengan tatapan berbinar-binar.


.............


Beberapa saat pembicaraan mereka sempat terhenti, Misha seketika bertanya kepada Danilo, "ngomong-ngomong kau tergolong dalam fraksi mana?"


"Hehe~ aku hanyalah bangsawan kelas menengah yang tidak berpengaruh. Aku tergabung dalam golongan akademi yang notabenenya termasuk dalam fraksi netral." Ungkap Danilo dengan tawa kecil, merasa malu karena mungkin mengecewakan pangeran.


"Hmm~ fraksi netral yah... aku sedikit tertarik dengan mereka. Namun, belum sekarang." Gumam Misha dengan wajah berpikir sambil mengusap dagunya.


"Baiklah... untuk sekarang sampai disini dulu perbincangan kita." Pungkas pangeran Misha, kemudian berdiri dari duduknya.


............


Singkat cerita, Misha menitipkan Ilyasa kepada Danilo. Saat ini dia dan Sebas hendak pergi dari rumah tersebut, sudah berdiri di depan pintu seraya mengucapkan pamit kepada mereka.


"Danilo... kuserahkan Ilyasa padamu. Karena dia memiliki darah bangsawan maka latihlah dia menggunakan sihir... dan ingat! jangan sampai ada yang mengetahui rahasia anak itu." Pungkas Misha yang berbisik di telinga Danilo, terlukis tatapan dingin dari wajahnya.


Misha kemudian menjauh dari telinga Danilo seraya berkata, "Besok temui aku di dalam perpustakaan."


"Siap tuanku!" Balas Danilo dengan suara keras yang tegas.


"Baiklah... sampai jumpa lagi." Pamit Misha, pergi berjalan bersama sebas meninggalkan kediaman tersebut.


............


...Di perjalanannya saat kembali ke istana, Misha berucap dalam benaknya....


...aku harus waspada dengan fraksi sayap kanan, mereka adalah golongan politik dimana permaisuri dan kaisar berkuasa....


...Mereka adalah musuh utama yang harus aku singkirkan! mulai dari permaisuri, kaisar sampai bocah teng*k itu....


...Haha~ ini sangatlah mudah bagiku....


Tiba-tiba, muncul ingatan tentang sosok yang menggenakan pakaian rapi dengan dasi merah, menghisap cerutu di bibirnya dengan senyuman licik yang menghantui pikiran Misha.


...Jurang politik yang pernah aku alami di kehidupan sebelumnya......


...Aku tidak akan terjatuh lagi ke dalam jurang itu....


...Ucapan Misha dalam benaknya, ekspresi kening yang menekuk kebawah, dahi yang berkerut, bibir melengkung kebawah dan rahang yang mengeras, menandakan emosi amarah yang sangat teramat dahsyat....


__ADS_1


Ilustrasi empat bendera fraksi politik di dalam roda pemerintahan kekaisaran Astria.


...*****...


__ADS_2