The Land Of Freedom

The Land Of Freedom
Chapter 12: Ensiklopedia sihir


__ADS_3

"Sebas, tinggalkan aku disini sendirian, saatnya kau menjalankan misi." Perintah Misha, menatap wajah Sebas yang berdiri disampingnya.


"Misi apa itu tuan muda..?" Tanya Sebas, terheran-heran.


"Huft~ tentang keempat pelayan itu!" menghembuskan keluhannya lalu mengeluarkan nada bicara sedikit tinggi.


"Oh iya..! maafkan saya, saya lupa. Hehe~" Balas Sebas, tertawa kecil penuh rasa malu.


...Dasar pikun....


...Cibir Misha yang kesal dalam batinnya....


"Saya akan lakukan semampu saya tuan muda." Lanjutnya, sambil memasang ekspresi yang serius.


"Ingat...! cukup selidiki saja, jangan terlalu gegabah." perintah Misha, memasang wajah khawatir.


"Sesuai perintah anda tuan muda." Ucap Sebas, sembari memberi hormat.


Sebas kemudian berjalan keluar ruangan perpustakaan, meninggalkan Misha yang duduk diatas kursi dan meja kayu dengan wajah yang sangat bersemangat.


Sekarang pandangan Misha tertuju pada sebuah kertas usang berwarna kuning kecoklatan, memperlihatkan tulisan-tulisan kuno yang berbaris membentuk paragraf. Buku yang bahkan lebih tebal daripada buku hijau, dengan aroma debu pengetahuan berterbangan.


Misha duduk manis membaca buku itu dengan jantung yang berdebar, dari mata bacanya penjelajahan dimulai dari sebuah pengantar awal yang bertuliskan 'Sejarah dunia'.


Membasahi jari manisnya dengan air liur, kemudian menggeser satu lembaran kertas dan mulai membaca sebuah bab pertama dengan judul Sejarah dunia.


..............


Misha memulai bacaannya dari sebuah kisah pahlawan legendaris bernama Eliaha, sang legenda yang berhasil membunuh sosok raja iblis dengan anugerah para dewa, akan tetapi sang legenda juga ikut tewas bersama raja iblis.


menurut kitab agama suci kekaisaran, justru sang pahlawan Eliaha lah sosok dewa tersebut. Karena setelah kematiannya, terjadi sebuah mukjizat menakjubkan.


Cahaya terang-benderang keluar dari tubuhnya setelah dia menemui ajalnya, cahaya yang pancaran nya sampai ke seluruh belahan benua dan samudera. Dan dari cahaya itu lahirlah sihir untuk pertama kalinya.


Misha terus melanjutkan bacaannya, dia akhirnya mengetahui tentang sejarah dunia seribu tahun yang lalu, sejarah perkembangan sihir, sistem kepercayaan, sampai eksistensi makhluk evolusi dengan wujud bermacam-macam.


...............


Dalam batinnya Misha merasa kecewa dengan isi buku yang dibacanya, karena kebanyakan menceritakan legenda masa lampau yang terlalu dibuat-buat, namun ia terus melanjutkan bacaannya, karena biarpun begitu kisah mitologi masih dalam rana ilmu pengetahuan.


...Mengira aku akan percaya sepenuhnya kepada omong kosong seperti ini, sungguh mustahil....


...Dewa...?...


...Raja Iblis...?...


...hahaha~...


...Ini hanyalah sebuah kisah mitologi yang dikarang oleh nenek moyang manusia....


...aku mengira buku ini akan menjelaskan teori sains tentang keberadaan sihir, dan sekarang aku hanya menemukan kisah pengantar sebelum tidur....


...Tetapi cukup menghibur......

__ADS_1


Walau tidak sepenuhnya mempercayai apa yang barusan dibacanya, Misha merasakan gejolak keraguannya mulai luntur sedikit demi sedikit. Melihat dirinya yang selama ini telah melalui pelampauan nalar yang tidak masuk akal.


.............


Di dalam kesunyian, matanya dipenuhi tinta hitam diatas keras, tanpa sadar telah menjelajahi cerita dongeng selama enam jam. Mata dan pikirannya tidak terlihat lelah sedikitpun, sampai-sampai telah menghabiskan tiga ratus halaman buku.


Kreeng......! Suara gesekan gerbang perpustakaan yang terbuka perlahan-lahan.


Suara gerbang yang terbuka terdengar cukup kuat sampai ke telinga Misha, namun suara itu tidak di dengar oleh pikirannya yang saat ini sedang fokus menatap lembaran buku.


Sosok Danilo terlihat berjalan masuk ke dalam ruang perpustakaan, terlihat dirinya memiliki paras wajah yang biasa-biasa saja, memiliki janggut dan kumis tipis, berambut kuning kemerahan dan mengenakan pakaian ala bangsawan. Seperti pria berusia kisaran empat puluh tahun, Dia terlihat bingung dengan menoleh ke segala arah, mencari sosok pangeran yang menunggunya.


Berjalan perlahan-lahan, dari setiap koridor yang ditutupi rak-rak buku. Hingga dirinya sampai di tempat pangeran kecil berada, sedang duduk diatas kursi sambil menyimpulkan kedua kakinya yang diletakan diatas meja.


"Pangeran, saya datang menghadap anda." Sapa Danilo, membungkukkan setengah badannya.


...........


.........


........


"Pangeran...?" Panggilnya keheranan, karena pangeran tidak merespon kalimatnya barusan.


..........


"Menurutmu dari mana sihir berasal...?" pertanyaan tiba-tiba dari Misha, yang menoleh kearah Danilo sambil tersenyum.


"Eh– Sihir berasal dari.... Energi yang disebut 'Mana', kemudian—" Jawab Danilo, kalimat yang terbata-bata.


"Menurut sejarah, energi 'mana' berasal dari cahaya dewa Eliaha yang mati di Medan perang seribu lebih tahun lalu." Jelas Danilo, sedikit merasa kebingungan dan penasaran akan lontaran pertanyaan Misha.


"Hahaha~ baiklah." Tawa kecil Misha, kemudian menutup buku bacaannya dan berkata, "Sekarang tunjukkan lagi padaku sihir tadi."


Danilo sontak membuka telapak tangannya lalu mengucapkan, "Wahai kobaran api kecil, datanglah!"


Seketika muncul percikan api dari telapak tangannya, berkobar-kobar seperti nyala api yang tidak berbahaya. Melihat kejanggalan tersebut, pangeran berjalan mendekati Danilo dengan penuh rasa takjub sekaligus ragu.


Misha memeriksa nyala api itu, meraba-raba di sekitar telapak tangannya lalu membuka ujung kerak lengan bajunya, memeriksa apakah ada sebuah alat sulap yang disembunyikan.


Danilo tidak dapat menebak jalan pikiran pangeran kecil itu, wajahnya terlihat kebingungan seperti penasaran, dalam benaknya ia berkata.


...Sebenarnya apa yang sedang dilakukannya...?...


Dalam keraguan yang nyata, tiba-tiba Misha nekat menyentuh api itu, merasakan rasa panas yang membakar setelah ia meletakkan jarinya selama lima detik, lalu menariknya kembali dan merendam nyeri jarinya ke dalam mulut dengan wajah datar, tanpa menunjukkan reaksi kesakitan.


...Hah..?...


...bukanya itu panas pangeran...?...


...Ucap Danilo dalam benaknya, yang tidak habis pikir dengan tindakan Pangeran....


"Hei...! apakah aku juga bisa melakukannya?" Tanya Misha, penasaran.

__ADS_1


"Mohon maaf pangeran, dengan berat hati saya mengatakan anda tidak bisa menggunakan sihir." Jelas Danilo, menutup mata sambil menundukkan kepala.


"Kenapa begitu? bukanya aku memiliki darah bangsawan?" Tanya Misha, merasa ragu atas perkataan Danilo.


Mendengar pertanyaan Misha, Danilo bertanya-tanya dalam benaknya. Kemudian ia berkata, "Bukanya pangeran sudah tau akan hal itu? Apakah anda masih ingat ketika anda mengikuti ujian dari kuil di umur lima tahun?"


...Kejadian apa lagi itu...?...


...Batin Misha, penuh ketidaktahuan....


"Aku juga tidak terlalu mengerti, jelaskan apa maksudnya." Pinta Misha, berjalan ke belakang lalu duduk diatas meja.


"Pangeran mengidap sebuah penyakit langka, yaitu sebuah penyakit yang menyumbat wadah 'mana' di dalam tubuh." Tutur Danilo dengan nada ucapan yang tidak enakan, "Yang menjadi mengerikan dari penyakit ini adalah, tidak ada obat untuk menyembuhkannya." Lanjutnya, wajahnya penuh prihatin.


"Bagaimana dengan penguatan fisik? seperti yang Sebas gunakan." Tanya Misha.


"Kalau itu anda masih bisa melakukan. Pada dasarnya penyakit penyumbatan ini hanya berlaku bagi pengguna sihir, dengan kata lain para bangsawan." Jelasnya, kemudian tersenyum lebar lalu berkata, "Penguatan fisik adalah jenis kekuatan yang dimiliki semua manusia."


"Sihir adalah rekayasa mana menjadi elemen kehidupan, seperti ; Api, Air, Tanah dan udara, itulah keahlian dari para bangsawan. Tetapi, bukan berarti orang biasa tidak bisa memanipulasi mana, hanya saja caranya cukup berbeda." Jelas Danilo dengan wajah yang bersemangat.


Mendengar penjelasan Danilo, Misha seketika menjadi sangat bersemangat.


"Berbeda? seperti apa?" Tanya Misha, matanya berbinar-binar. Menampilkan wajah semangat ilmu pengetahuan sihir.


"Bila bangsawan menyerap mana, menyimpannya dan mengeluarkannya kembali. Orang biasa seperti Sebas hanya bisa menyerap mana lalu mengubahnya menjadi kekuatan fisik berkali-kali lipat dan tidak bisa menyimpan mana atau mengeluarkannya, karena durasi keberadaan mana di dalam tubuh orang biasa hanya sesaat, sedangkan untuk bangsawan bersifat permanen namun terbatas." Tutur panjang lebar dari Danilo, dengan jaga bicara yang antusias.


...Aku belum dapat sepenuhnya percaya dengan sihir, maka dari itu aku perlu empiris untuk menjadi percaya seutuhnya....


...ini sangat menarik...! aku sudah tidak sabar....


...Batin Misha, wajahnya dipenuhi kegembiraan serta semangat yang menggebu-gebu....


"Danilo..! Bawalah aku ke tempat yang sepi, dimana tidak ada satupun orang di sana..!" Seru Misha, dengan nada tinggi.


"Memangnya ada apa pangeran?" Tanya Danilo, penasaran.


"Hahaha~ tentu saja belajar sihir kan...! memangnya apa lagi?!" Ujar Misha.


Melihat wajah pangeran kecil yang menunjukkan ekspresi semangat belajar yang tinggi, membuat Danilo tersentuh, dirinya merasa diandalkan.


"Baiklah tuanku..!" Balas Danilo, memasang senyuman lebar.


...Kasus dimana pengidap penyakit penyumbatan dapat menguasai kekuatan fisik adalah omong kosong yang aku buat-buat....


...Karena kupikir dia akan merasa kecewa dan menyerah terhadap ketertarikan sihir....


...akan tetapi dia malah bersemangat, bahkan meminta diriku mengajarinya....


...tidak kusangka, bocah yang aku remehkan sebelumnya ternyata orang yang seperti ini....


...Batin Danilo, merasa terkagum-kagum untuk kesekian kalinya....


...****...

__ADS_1


...***...


...**...


__ADS_2