The Land Of Freedom

The Land Of Freedom
Chapter 16 : Anti materi


__ADS_3

Sebas membawa Danilo yang sekarat, berlumuran darah dan tidak sadarkan diri. Menggendongnya dengan kedua tangan yang menopang tubuh.


"Tuan muda, saya akan membawanya keluar istana, ada seorang kenalan saya yang mungkin bisa membantu." Ucap Sebas, berdiri bersama Misha di depan pintu jeruji besi.


"Diluar sana sangatlah berbahaya tuan muda, apalagi banyak prajurit yang berjaga, saya sendiri akan keluar lewat jalan pintas." Sambung Sebas, dengan serius.


"Kuserahkan padamu, aku juga tidak berniat ikut." Balas Misha, sambil bersandar di dinding dan menyimpulkan kedua lengannya.


"Tempat ini pasti aman, kurasa tidak ada orang yang datang kemari, saya akan kembali secepat mungkin." Ujar Sebas, sembari menundukkan kepalanya.


"Oh iya, pakaianku jangan lupa, ambilkan satu di lemari, usahakan jangan sampai ketahuan para pelayan itu." Perintah Misha dengan wajah datar.


"Dimengerti tuan muda, aku juga punya informasi penting tentang mereka." Balas Sebas, keseriusan berbalut amarah terpampang diwajahnya.


Setelah itu Sebas pergi meninggalkan Misha, berjalan dalam kegelapan diantara koridor yang gelap gulita. Sedangkan Misha hanya bisa menunggu, dan dia berjalan kembali masuk ke dalam ruangan itu.


Menunggu dan menunggu, sampai rasa bosannya memuncak. Misha tiba-tiba duduk bersila, menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya dengan tenang dan mulai berkonsentrasi penuh.


...Kurasa ada sedikit kesalahan di sini......


...Dari banyaknya kemungkinan, ada satu kemungkinan yang tidak sempat terpikirkan....


...Bayangan hitam, suara misterius, lengan danilo yang putus dan tangan bercahaya. Semuanya pasti berhubungan....


...apakah mungkin semuanya karena ulahku...? karena aku menyerap mana? hingga muncul kekuatan misterius yang melukai Danilo....


...ini hanyalah asumsi, maka dari itu aku harus mencobanya....


...Batin Misha, mencoba mencari penyebab dari semua kecelakaan yang terjadi....


Seketika lintasan pemikirannya dibuang sejenak, mengosongkan pikiran seperti sebelumnya, namun Misha tidak berlama-lama menyerang energi mana yang masuk kedalam tubuh, menyadari bila terlalu banyak mana yang diserap, maka akan terlalu berbahaya baginya.


Sensasi itu kembali, aliran darah yang menjalar dari jantung sampai ke seluruh pembuluh nadi, menyebabkan rasa nyeri yang menggeser setiap pergelangan ototnya.


Hanya lima detik, dalam waktu sesingkat itu Misha menghentikan meditasinya. Dengan tiba-tiba matanya terbuka, tersadar secara penuh, mengalirkan seluruh energi mana di tubuhnya ke ujung telapak tangan sebagai titik pusat yang dikumpulkan.


menghempaskan sesuatu dari bayangan pikirannya, seolah-olah mengimajinasikan energi itu keluar lewat telapak tangannya. Dan benar saja, energi hitam pekat berbentuk gelembung seketika muncul dari telapak tangannya, ukurannya kecil, seperti bola kelereng yang melayang-layang.


kemunculan gelembung misterius itu seperti sebuah kepakan sayap burung hantu, diam dan senyap dalam keheningan, tanpa ada satupun suara yang muncul.


"Ha– haha– haha~, apakah a–ku... salah liat...!" Gumam Misha dengan nada terbata-bata, dirinya merasa gugup sekaligus takjub.


Perasaan ketakjubannya muncul berkali-kali lipat dari semua keanehan yang ia saksikan, pasalnya sudah tidak bisa lagi untuk mengelak sesuatu yang berada di depan matanya.


Dalam kegembiraan yang antusias, Misha sangat bersemangat, matanya dibalut kekaguman yang meluap-luap. Tiba-tiba terlintas pemikiran dalam batinnya.


...Gelembung... ini mirip seperti yang di dalam mimpi......


...bagaimana cara menggunakannya? apakah ini sihir..? bisa jadi juga, namun bukankah aku tidak bisa menggunakan sihir....


...apakah hanya dengan khayalanku, aku bisa menghempaskannya ke suatu tempat...? misalnya pilar itu—...


Tidak lama setelah lintasan pikiran tentang gelembung itu muncul dalam benaknya, benda hitam itu seketika bergerak, melayang dengan lambat menuju salah satu pilar yang tidak jauh darinya. Laju benda itu awalnya sangat lambat, namun detik demi detik bertambah cepat, sampai bergerak secepat terjangan burung Falcon di udara.

__ADS_1


Gelembung telah menyentuh sasaran, yakni sebuah pilar yang menjulang tinggi dengan banyak retakan dimana-mana. Akan tetapi tidak reaksi mencolok dari hal tersebut, tidak ada suara atau apapun itu, yang ada hanyalah sebuah pancaran gelombang tak kasat mata di udara, seakan-akan menggetarkan udara.


"Hah? serius tidak terjadi apa-apa?" Ucap Misha, merasa kecewa.


Misha kemudian mendekati pilar itu, mencoba memastikan apakan benar tidak terjadi apa-apa. Namun setelah berdiri sejengkal di depan pilar, Misha menemukan sebuah galian berbentuk lingkaran kecil, secuil lubang dengan irisan sempurna, seperti sebuah cetakan kelereng.


...Apa ini...? apakah sedari tadi memang seperti itu....


Tanya Misha dalam benaknya, sembari menyentuh lubang tersebut dengan jari-jarinya.


Dengan perasaan tidak yakin, Misha berniat mengujinya kembali. Tanpa mengambil posisi duduk bersila, dia menyerap energi mana di udara selama lima detik, dengan titik fokus dan konsentrasi yang sama seperti sebelumnya.


dan benar saja, gelembung itu muncul lagi. Akan tetapi sekarang berbeda, gelembung itu memiliki bentuk yang cukup besar, dengan diameter dua puluh kali dua puluh sentimeter, benda itu melayang-layang diatas telapak tangannya.


Lantas dia mengarahkannya ke sisi tembok di sebelah kiri, menghempaskannya lagi seperti sebelumnya. Tidak disangka kecepatan dari gelembung itu langsung melesat begitu saja, seperti sebuah bayangan yang melintas.


Dengan rasa penasaran yang besar, sontak ia berlari terburu-buru menuju tembok itu, dan alangkah terkejutnya Misha melihat sebuah lubang yang sama, dengan ukuran yang lebih besar.


"Hahaha~ Gila..!!! aku tidak menyangka, sesuatu seperti ini diciptakan lewat imajinasi manusia!" Seru Misha dengan teriakan, wajahnya dipenuhi kegirangan, matanya melebar dengan segala ketakjubannya.


...Sebuah pola lingkaran yang sama, aku awalnya berpikir itu hanya sebuah kebetulan, namun sekarang aku yakin, ini adalah reaksi dari kekuatan tadi....


...Memiliki bentuk dan irisan seperti cetakan suatu bola, menghilangkan materi di dalamnya.......


...seolah-olah dihilangkan dari dunia ini....


.............


..........


.......


...Aku menyaksikannya untuk pertama kalinya di dunia fiksi ini.......


...Ujar Misha dalam benaknya, senyuman lebar yang terbuka menghiasi ekspresi wajahnya....


Karena ingin memuaskan rasa penasarannya, Misha mencobanya sekali lagi, dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah gelembung raksasa di atas tangannya, mengambang di udara tanpa beban sedikitpun.


"Sial*n... ini terlalu besar!" Ucap Misha, sembari mengangkat tinggi satu tangan yang menopang energi tak bermasa itu keatas.


...Aku belajar satu hal......


...entah mengapa energi ini seperti tidak berkurang dari dalam tubuhku....


...cara kerjanya tidak sama seperti penggandaan kekuatan fisik, namun lebih mirip seperti cara kerja energi sihir....


...aku menderita sebuah penyakit yang tidak bisa membuatku mengeluarkan sihir, akan tetapi apa apaan ini......


...Sihir adalah manipulasi elemen alam, seperti api, air, tanah dan udara....


...apakah ini juga sebuah sihir...?...


...tentu saja bukan lah...! anti materi adalah partikel, bukan elemen....

__ADS_1


...Pikir Misha dalam benaknya, wajah yang tersenyum itu tidak pernah luntur, dirinya selalu merasakan kekaguman dan terkesima setiap saat....


Tanpa pikir panjang lagi, Misha seketika melemparkan gelembung itu ke arah tembok di sebelah kanannya, membalik badannya, dengan ancang-ancang, seperti melempar sebuah bola kastil dengan tangan yang melayang kuat.


Gelembung hitam raksasa itu melayang jauh ke depan, melesat begitu saja seperti sebelumnya. Tanpa suara apapun yang terdengar, gelembung itu telah menciptakan lubang lingkaran simetris di sebuah dinding batu, di ujung cekungan lubang tersebut ada sebuah celah kecil yang terbongkar, yaitu sebuah ruangan gelap yang menembus diantara dinding.


"Bahkan Proton, neutron dan elektron tidak akan lepas dari cengkeramannya." Gumam Misha sambil tersenyum lebar.


Setelah melihat celah kecil itu sontak ia kaget, kemudian berucap dengan nada tawa kecil, "dengan volume sebesar itu, tentu saja akan menembus sisi lainnya."


Misha kemudian beranjak berjalan mendekati celah tersebut, sampai dirinya berdiri tepat didepannya. Menyentuh bolongan itu dengan tangannya, mematahkan beberapa bongkahan batu, sampai cahaya redup masuk ke dalam celah seberang yang penuh kegelapan.


Merasa penasaran, Misha mengintip di balik bolongan kecil. sekilas dari matanya ia melihat Kilauan putih yang memancar, seperti sebuah pantulan besi yang terkena cahaya redup dari luar.


...Demi menyingkirkan rasa penasaran yang muncul, Misha berniat menggunakan kekuatan anti materinya lagi....


...Karena aku sudah sedikit paham cara kerja kapasitas kekuatan ini, jadi tidak masalah untuk mencoba meruntuhkan celah sial*n ini....


...hahaha~ bikin penasaran saja....


...Ucap Misha dalam benaknya, merasa sangat bersemangat, kemudian mengangkat satu tangannya diatasnya....


Tanpa perlu menyerap energi mana, Misha langsung menciptakan gelembung hitam dalam imajinasinya. dirinya membayangkan sebuah bola raksasa dengan diameter satu kali satu. Dan benar saja, gelembung hitam itu tiba-tiba muncul dari telapak tangannya lagi.


"Kan... teoriku benar." Ujar Misha, sambil tersenyum kegirangan.


Kali ini tanpa melemparkan gelembung itu, dia menempelkan kekuatannya di depan celah tersebut, menarik kembali tangannya secepat mungkin setelah gelembung itu menyentuh serpihan celah kecil, dan seketika gelembung hitam terurai hilang di udara.


Kekuatan energi gelap itu telah menciptakan celah besar berbentuk lingkaran simetris, alangkah terkejutnya Misha untuk kesekian kalinya, ketika bola matanya melihat sebuah ruangan gelap di sisi dinding yang runtuh.


Seperti sebuah koridor tersembunyi, yang mengarah ke suatu arah entah dimana. Gelap tanpa cahaya sedikitpun penuh jaring laba-laba dan debu yang berterbangan.


Karena penasaran Misha mengintip, kemudian...


"Hello...!!!" Teriaknya, seketika memunculkan gema pantulan dari teriakannya.


Tidak lama kemudian terdengar suara aneh dibalik terowongan gelap tersebut.


Cik.. cik...! Bunyi suara aneh, yang ternyata adalah kumpulan tikus yang seketika mendekatinya dari balik kegelapan.


Sadar ketika mendengar suara tikus barusan, Misha dengan tenang berjalan mundur kebelakang. Tiba-tiba gerombolan tikus itu keluar lewat celah yang dihancurkan nya.


...Tempat apa ini? apakah ini sejenis jalan rahasia?! hmm~...


...Sangat gelap lagi, apakah aku periksa saja yah......


...Pikir Misha dalam benaknya....



Ilustrasi Runtuhnya dinding batu karena cela melingkar yang diakibatkan oleh gelembung hitam.


...********...

__ADS_1


__ADS_2