
Pulang kuliah Lisa mengantar Rara dan Vina kerumah masing masing , setelah itu dia langsung pulang ke rumahnya sendiri .
Sesampai nya Lisa di depan rumah, ia melihat ada mobil Revan di pekarangnya .
" Loh , kak Revan disini " ucap Lisa
" Hai Liss " ucap Revan
" Sama kak Rey ? " tanya Lisa
" Iya Liss , Rey masih di atas ganti baju " jawab Revan
" Emang kalian mau kemana ?" tanya Lisa
" Mau keluar kota Lis, ngecek proyek cabang kakak " jawab Revan
" Oh iya , hati hati ya kak " ucap Lisa
" Iya Liss . kamu barusan pulang " tanya Lisa
" Iya tadi pulang kelas nongkrong dulu di Kantin sama Vina dan Rara " jawab Lisa
" Oh yauda , naik sana istirahat " ucap Revan
" Oke kak " jawab Lisa
Setelah ngobrol dengan Revan sebentar, Lisa langsung naik ke kamar membersihkan dirinya sekalian istirahat .
Entah sampai kapan aku selalu mengagumimu kak
Aku seperti pungguk yang merindukan bulan
Aku selalu mencintaimu dalam diam
Entah sampai kapan aku harus bertahan menjaga prasaanku tetap untukmu
Jika kau saja tak pernah mengganggap aku sebagai wanita dewasa yang pantas bersanding denganmu .
Di kamar , Lisa merebahkan tubuhnya di atas kasur . ia memandangi langit langit kamarnya .
Tanpa ada yang tau, diam diam Lisa menaruh perasaan pada Revan .
Sejak Rey sering mengajak Revan kerumah, ia selalu mengagumi Revan dalam diam .
Lisa sadar kalau Revan adalah pria dewasa yang tidak mungkin tidak punya pacar . Pria tampan dan Kaya seperti Revan adalah bulan bulanan para wanita .
Bisa dekat dengan Revan sebagai kakak adik saja sudah membuat Lisa senang .
Setelah memikirkan cinta dalam diam nya , Lisa ketiduran .
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
C**AFFE XXX**
Daniel duduk manis di pojokan ruangan menunggu kedatangan sahabat lamanya waktu masih sekolah .
"Sorry gue lama" ucap seseorang yang baru saja datang
__ADS_1
" Its oke " jawab Daniel datar
" Gimana kabar loe " tanya Vino
" Baik , loe sendiri " jawab Daniel
" Gue kurang baik haha " ucap Vino
" Napa lagi loe " tanya Daniel
" Gue di jodohin Niel, pusing gue " jawab Vino
" Cewe mana lagi yang dijodohin sama loe " Daniel bertanya sambil menyesap kopinya
Daniel yang mengenal Vino lama , sudah tau apa yang terjadi dengan Sahabat karibnya itu .
Demi bisnis, Vino selalu dijodoh jodohkan dengan anak dari rekan Bisnis papanya .
Tidak seperti Daniel yang bisa memilih jodohnya sendiri , karena orang tuanya tidak pernah menuntut anaknya .
Kedua orang tua Daniel justru berharap ada yang mau dengan Daniel biar segera menikah . mereka menerima apapun pilihan Daniel tanpa melihat bibit bebet atau bobotnya .
" Biasa , rekan bisnis bokap gue " jawab Vino memasang wajah sendu
" Terus cewe loe gimana ? " tanya Daniel
" Gue di putusin Mira , dia gak mau ngelanjutin sama gue, semua sudah berakhir Niel . Gue gak bisa apa apa kalau lawan orangtua gue " jawab Vino
" Sial banget hidup loe " ucap Daniel meledek Vino
" Sialan loe , dijodohin kaya gue baru tau rasa loe " jawab Vino merasa kesal dengan Daniel
" Sialan Loe " ucap Vino semakin kesal
Mereka berdua ngobrol banyak yang tidak jauh dengan bisnis .
" Nanti malem temenin gue Niel " ucap Vino
" Kemana ? Loe mau naik " jawab Daniel
" Yoi , gue pengen cari hiburan " ucap Vino
" nanti malem gue gak bisa . kalau jadi kabari gue lagi besok . Gue balik dulu mau nemuin temen gue " jawab Daniel
" Cewe loe " tanya Vino
" Bukan ,masih temen " jawab Daniel
" Ternyata loe masih normal , gue kira loe ga doyan sama cewek" ucap Vino meledek Daniel balik
" Sialan " jawab Daniel berdiri meninggalkan Vino di Caffe
Daniel yang ada janji dengan Rara kini sedang dalam perjalanan menjemput Rara di rumahnya .
Setelah setengah jam , akhirnya Daniel tiba juga dirumahnya .
" Selamat Malem tante " sapa Daniel saat melihat wanita parubaya yang masih terlihat cantik itu yang merupakan mama Rara
__ADS_1
" Selamat malam, cari siapa nak?" tanya Mama Rara
" Saya Daniel tante , saya ijin mau mengajak Rara keluar boleh?" tanya Daniel meminta ijin ke Mama Rara
" Oh iya silahkan nak, jangan pulang terlalu malam nanti dicari papanya , maklum anak papa " ucap Mama Rara mengajak Daniel bercanda
" Hehe iya tante " ucap Daniel lega setelah melihat Mama Rara yang terlihat baik
Setelah menunggu 5 menit akhirnya Rara turun juga . ia melihat Mamanya duduk di ruang tamu dengan Daniel sedang mengobrol sesekali tertawa .
Apa yang mereka bicarakan sampai kak Daniel tertawa puas seperti itu , manis banget kalau lagi tertawa bikin jantung gue dag dig dug mulu .
" Hai kak Daniel, maaf ya menunggu lama " ucap Rara yang kini duduk di samping Daniel
" Gpp Raa , kamu sudah siap " tanya Daniel
"Sudah kak , ayo kita berangkat" ajak Rara
" Baiklah, saya ijin ngajak Rara keluar ya tante " pamit Daniel lagi ke mama Rara
" Iya nak Daniel hati hati " jawab Mama
Daniel mengajak Rara pergi ke suatu tempat yang indah .
Di tempat ini terlihat indah saat tengah malam , udara yang sejuk saat duduk di Gazebo ditengah tengah perkebunan .
"Indah banget kak tempatnya , tapi kok sepi banget ya " tanya Rara
" Ini perkebunan milik keluarku Raa , dan tidak ada orang disini selain kita " jawab Daniel
" Ah pantesan kok kita tadi gampang banget masuknya padahal sudah malem" ucap Rara
Rara dan Daniel duduk di Gazebo yang mengarah langsung pada perkebunan itu .
Duduk berdua dengan Rara sedekat ini membuat Daniel salah tingkah, jantungnya berdetak sangat kencang karena gak bisa mengendalikan perasaannya .
" Raa, aku boleh tanya sesuatu " tanya Daniel yang duduk berhadapan dengan Rara sedekat ini
" Mau tanya apa kak ?" jawab Rara
" Ada hubungan apa kamu dengan Rey" pertanyaan Daniel membuat Rata mengerutkan dahinya
" Hubungan apa yang kamu maksud kak?" jawab Rara menatap mata Daniel
" Kalian sedekat itu, tidak mungkin tidak ada hubungan di antara kalian" jawab Daniel
" Aku dekat sama kak Rey memang kita sedekat itu dari dulu kak, kak Rey sudah seperti kakak aku sendiri . Kak Rey juga udah nganggap aku seperti adiknya sama seperti Lisa dan Vinaa " jawab Rara yang tidak mengalihkan pandangannya dari Daniel
Daniel yang mendengar ucapan Rara merasa lega , entah ada apa dengan hatinya . Sepertinya Daniel sudah jatuh cinta dengan Rara .
" Hmm " ucapan Daniel dengan mode Datar mode on
" Kenapa kak ? tanya Rara merasa aneh dengan pertanyaan Daniel barusan
" Gpp " ucap Daniel
kenapa lagi sih, bukannya tadi baik baik saja kok sekarang cuek lagi . tau gitu gue tadi tidur aja dirumah,nyebelin
__ADS_1
Happy Reading