
Setelah menunggu setengah jam , akhirnya yang tidak ditunggu datang juga . Rey datang dengan 4 teman lainnya , mereka mulai duduk bergabung dengan Lisa dan kawan kawan .
Deg . . . tatapan mata teduh dari Rara mampu membuat detak jantung Daniel berhenti seketika . Lelaki berwajah Datar dan Dingin itu terhipnotis dengan mata Rara .
" Hai Rara sayang " sapa Rey yang kini duduk disamping Rara
" Hai kak Rey " jawab Rara dengan senyum manisnya
" kak Rey, aku gak di sapa " tanya Vina cemberut
" Hai Vin, sabar dong gantian " jawab Rey sambil meminum minuman Rara
" Kak Rey, minumanku" Prores Rara yang marah melihat minumannya diminum Rey , sebal
" Hehe maaf sayang " Jawab Rey cengengesan .
Tanpa ada yang tau , diam diam Daniel memperhatikan kedekatan Rey dan Rara . Rey yang pecicilan dan Rey yang manja manja sayang .
" Ada hubungan apa Rey dengan cewek ini " batin Daniel dalam hati
" Oh iya, kenalin ini teman teman kakak namanya Daniel , nah kalau Revant , Axel dan Raffa kalian udah pada kenal kan " ucap Rey mengenalkan teman temannya
" Hai kak , aku Rara " ucap Rara mengenalkan dirinya ke arah Daniel
" Daniel " jawab Daniel datar
" Aku Vinaa " Vina juga mengenalkan dirinya sambil senyum senyum menandang ke Arah Axel
" Kamu kenalan sama Daniel tapi matanya melihat ke Axel " ledek Raffa
" Biarin , suka suka aku dong " jawab Vina
" Hai kak Daniel aku Lisa adeknya kak Rey "
" Hmm.. " jawab daniel datar
" Hhahahahahaa " Ledek Raffa dan Axel menertawakan Lisa
" Ih kak axel sm kak Rafaa resek ya , kan aku juga mau kenalan " lisa cemberut , kesal
Mereka mulai mengobrol dan bercanda dengan tawa yang saling bersahutan hingga tengah malam . Rey menyuruh 3 gadis nakal itu pulang terlebih dahulu karena sudah malam dan Rey juga mau pergi ke tempat Karaoke milik Revan .
__ADS_1
" Pulang sana " Rey menyuruh lisa dan lainya pulang
" Kakak mau kemana ?" tanya Lisa menelisik
" Mau karaoke ke tempat Revan " jawab Rey malas , pasti sebentar lagi adiknya itu merengek minta ikut
" Ikuttttt . . " Lisa merayu sang kakak dengan manja
" Gak boleh , sudah malam , pulang sana " Tegas Rey menatap tajam Lisa
" Ikut kakk " ucap Rara dengan puppy eyes nya , dan itu membuat Rey tidak tahan
" iya kak, kita janji deh gak nakal " Vinaa ikut memohon
" Gak ya Gak " Jawab Rey tegas
" Kak Revan, kita ikut ya " Lisa mulai melancarkan rayuan ke Revan sambil bergelayut manja berharap mendapat belaan
" Iya ayo sayang . Biarin napa sih Rey, lagian kan ditempat gue , daripada nih cewek cewek nakal kluyuran gak jadi pulang " akhirnya Revan buka suara karena gak tahan mendengar manjanya Lisa
" Gue bilang gak ya gak , anak bayi gak boleh masuk tempat Karaoke " ucap Rey sambil menatap Lisa Rara dan Vina
" Enak aja , biar kecil kecil gini kita juga bisa bikin bayi tau kak " ucap Vinaa mulai barbar
Axel dan Raffa yang sedari tadi diam mulai jengah melihat perdebatan yang tiada akhirnya , lagian apa salahnya sih kalau mereka ikut , kan seru kalau ada ceweknya bisa buat cuci mata , batin mereka berdua .
Axel dan Raffa yang sangat menggilai wanita cantik dan sexy itu mulai melancarkan aksinya membela wanita wanita cantik itu .
" Biarin napa sih Rey, lumayan kan buat cuci mata " Raffa mulai mengeluarkan suara
" Iya Rey , masak cewek cewek cantik kok di anggurin kan sayang " Axel ikut menimpali sambil menatap Vinaa dan mengerlingkan sebelah matanya .
Vinaa yang melihat tingkah Axel membuat pipinya memerah " idih ngapain tuh mata genit banget " batin Vinaa sambil melihat Axel
" Iya Rey, lumayan kan mata gue melihat dedek gemes bertiga ini " Revan ikut ikutan menggila
" Sialan . . Ya sudah ayo , awas aja kalau kalian ngerepotin kita " Ancam Rey
" Yeay , terimakasih kak Rey " ucap Lisa sambil mencium Kakak tercintanya
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
__ADS_1
KARAOKE RVN'SONG
Rey , Daniel , Revan , Raffa , Axel , Rara , Lisa dan Vina kini sudah berada si sebuah ruangan Karaoke yang berada dilantai atas . Room khusus yang dibuat Revan untuk dipakai dia berkumpul dengan teman temannya . Tersedia beberapa camilan , soft drink dan wine yang berada di atas meja . Lampu kerlap kerlip yang ada di dalam ruangan semakin menambah indahnya suasana .
Revan mulai bernyanyi dengan Raffa dan Axel semakin menggila di selingi dengan minuman yang membuat mereka sedikit mabuk . Rara yang duduk dengan Vina dan Lisa tertawa melihat penampilan konyol kakak kakak nya .
jangan tanyakan dimana Rey dan Daniel . Daniel yang memiliki pribadi Dingin dan berwajah datar kini duduk menopang satu kakinya dan bersender di kursi sofa sambil memegang Wine di tangan kirinya . sedangkan Rey, dia mulai mengikuti teman temannya yang berjoget ala ala di Bar karena musik mulai di ganti dengan Disco .
" Rara , Vina , Lisa sini dong joget bareng om " goda Axel
" Oke kak " sambut Vina dan lisa
" Loe gak ikutan Raa " tanya Vina
" Kalian duluan aja , gue masih mau duduk capek kaki gue " jawab Raraa
" Rara sayang, sini dong nyanyi sama kakak " Ajak Rey menghampiri Rara
" Nanti aja kak, aku sedikit pusing " ucap Rara sambil memijat pelipisnya
Tanpa ada yang menyadari tatapan dari Daniel yang tajam , tatapan yang tampak berbeda melihat kedekatan Rey dan Rara .
" Loe gak turun Niel " tanya Rey yang kini duduk di samping Daniel
" Gak Rey, gue disini aja " Jawab Daniel datar sambil memperhatikan teman temannya yang sedang nyanyi dan berjoget
Revan, Axel , Raffa , Rey , Lisa dan Vinaa sedang asyik jogat dan bernyanyi meninggalkan Rara dan Daniel yang duduk di sofa . Tanpa sengaja mata mereka beradu pandang .
Deg deg deg . . jantung Rara mulai berdetak tak karuan menatap mata tajam milik Daniel .
" Apa sih kenapa tajam sekali , kaya mau makan orang aja " batin Rara seraya memutus kontak dengan Daniel
" kenapa gue ngerasa lain ngeliat nih cewek " batin Daniel
" Hai kak " sapa Rara yang mulai canggung dengan suasana sekitar . Ada hawa dingin yang membuat Rara merinding ketika berdua dengan Daniel
" Hmmm . . . " jawab Daniel datar
" ih sombong banget sih sok cakep, eh emang cakep kan haha " batin Rara
Rara kembali bungkam setelah mendengar suara datar Daniel yang sepertinya sedang tidak mood .
__ADS_1
Rara yang mulai jenuh kembali bersandar di kursi duduknya sambil asyik memainkan ponselnya, sesekali bibirnya tersenyum mengabaikan makhluk datar jelmaan kulkas dua pintu yang ada di pojok sana . Salah sendiri jutek banget .