
RED CLUB
Disini mereka berlima berada , di dalam Room khusus Rey menyiapkan banyak minuman untuk teman temannya .
Selain karena dia stres, dia juga ingin menikmati kebersamaan yang terkahir kali dengan teman temannya sebelum pergi ke Luar Negeri .
Setelah mengetahui Daniel berpacaran dengan wanita yang dicintainya, tidak ada yang berubah dari mereka berdua .
Baginya tidak ada yang merebut dan direbut disini, dia yang terlalu takut hingga harus kalah .
Daniel juga tidak bersalah, karena Rey tidak pernah bilang kalau Rara adalah wanita yang dicintainya diam diam .
Seandainya saja Daniel tahu, ia tidak akan pernah mendekati Rara apalagi sampai sejauh ini .
" Tumben loe ngajak ketemu Rey " tanya Raffa memancing
" Hmm .. Ada yang mau gue bilang sama kalian " jawab Rey
Tidak ada orang lain, disini hanya ada mereka berlima .
" Ada apa Rey " kini Daniel membuka suara
" Gue minta maaf sama kalian kalau gue ada salah selama ini , gue mau pergi " ucap Rey memandang teman temannya satu persatu . Ada rasa sakit meninggalkan sahabat yang selama ini menemaninya dalam suka dan duka .
" Loe mau kemana ? jangan aneh aneh loe " ucap Revan
" Tau ni, kalau ada masalah cerita Rey loe anggap kita apa " kini giliran Axel
Rey tersenyum tipis memandangi sahabatnya
" Gue cuma mau pindah ke Luar Negeri guys , bukan mati " jawab Rey
" Ngapain loe ? Ada masalah di perusahaan ? " tanya Axel
" Bokap nyuruh gue megang perusahaan pusat disana sampai dipindah ke sini " jawab Rey
" Berapa lama ? " kali ini Daniel angkat bicara
" Mungkin 5 tahun Niel " jawab Rey
" Setelah ini kita gak bisa ketemu lagi dong " ucap Revan
" Kalian bisa nemuin gue disana , atau gue yang pulang kalau kalian nikah " ucap Rey dengan becanda dengan tawa yang terlihat dipaksakan
__ADS_1
Raffa , Axel , Revan dan Daniel menatap Rey heran, tidak biasanya Rey becanda seperti ini. Aneh , pikir mereka .
" Gue selalu dukung apapun keputusan loe bro, jaga diri baik baik disana " ucap Raffa mendekat ke arah Rey dan menepuk lengannya pelan
" Iya Raf , makasih ya . Gue pasti bakalan kangen sama kalian semua " ucap Rey menahan tangis
Gue tau Rey apa yang membuat loe pindah ke USA, loe pasti sakit ngeliat wanita yang loe cintai kini bersama sahabat loe sendiri . Gue tau loe kuat, tapi mungkin menghindar adalah cara terampuh mengurangi rasa sakit .
" Van, gue titip Lisa . Gue tau loe sayang sama adik gue, asal loe tau kalau adik gue juga mencintai loe dalam diam . Kalau loe serius buruan , jangan sampai loe nyesel . Gue percayain adik gue ke loe . Jaga Lisa baik baik Van " pesan Rey kepada Revan .
" Thanks Rey loe udah percaya sama gue, rencananya weekend ini gue mau nyatain prasaan gue ke Lisa " jawab Revan yakin .
" Raff , gue nitip bokap nyokap selama gue di USA, sering sering nengokin mereka ya . Bantuin bokap gue kalau ada masalah di perusahaan , gue percaya sama loe " pesan Rey ke Raffa yang selama ini paling dekat dengan Rey .
" Loe tenang aja Rey, gue bakal jagain mereka . Jangan pikirin apapun disini, loe fokus aja supaya cepat selesai dan cepat balik ke sini " Jawab Raffa
" Xel , gue nitip Vina . Sebelum terlambat mending loe cerita semua ke Vina , dia anak yang polos jangan sampai loe sakitin dengan keegoisan loe . kehilangan itu sakit Xel , jangan sampai loe kehilangan dia karena kebohongan yang loe buat sendiri " pesan Rey untuk Axel
" Iya Rey , gue pasti jujur tapi gue lagi ngumpulin keberanian . Loe tau sendiri Vina kalau lagi marah kaya singa betina . " jawab Axel dengan ketawa
Semua yang mendengar itu hanya tertawa, diantara mereka berlima hanya Axel yang paling bisa mencairkan suasana . Sepertinya memang cocok dengan Vina si mulut bar bar dan Axel sang cassanova yang takut dengan singa betina .
" Dan terakhir buat loe Niel " ucap Rey memandang Daniel yang kini duduk diam di pojokan
" Apa Rey " jawab Daniel .
Mendengar itu Daniel merasa ada yang aneh dari Rey, Rey seperti menitipkan kekasihnya kepadanya .
Daniel yang mendengar itu hanya mengangguk dan tersenyum .
" Gue janji akan jaga Rara untuk loe Rey " ucap Daniel
" Thanks ya bro , gue percaya sama loe " ucap Rey
Setelah mengatakan itu , Rey mengajak sahabatnya pesta terakhir kalinya karena setelah ini mereka tidak bisa bertemu untuk waktu yang lama .
Mereka heran melihat Rey terlalu banyak minum , karena tidak biasanya Rey sampai semabuk itu .
Mereka berfikir mungkin Rey ingin menikmati ini untuk trakhir kalinya .
Mereka berlima minum sampai tidak sadar, untung saja diluar ada anak buah Raffa yang berjaga .
Mereka di angkat ke mobil masing masing dan pulang dengan para sopir .
__ADS_1
**************
Kampus
Seperti biasa sebelum pulang mereka bertiga selalu mampir ke Kantin untuk makan atau nyemil .
" Eh Raa , semalam cowo loe ikut pesta ?" tanya Vina
" Iya Vin , kak Axel juga ?" ucap Rara
" Iya Raa , pesta kak Rey katanya . Emang kak Rey ulang tahun kok gak ngajak ngajak kalau pesta " ucap Vina
" Oh pantesan semalem pulang mabuk kata Mami , gue gak tau ada acara apa kak Rey sampai pesta " ucap Lisa
" Iya gue penasaran , jangan jangan mereka pesta dengan para wanita penggoda " ucap Vina menduga duga
" Ah masak mereka kaya gitu sih ? ucap Lisa
" Ya sapa tau kan , kita gak diajak kan seperti ada yang disembunyikan " ucap Vina
" Loe jangan mikir aneh aneh Vin, suudzon mulu sama cowonya " ucap Rara
" Loe lupa kalau kak Axel mantan cassanova yang tobat di depan gue , sapa tau di belakang gue kumat " ucap Vina
" Hahahahaha , ngapain loe mau di pacarin " ucap Lisa
" Iya juga ya , kalau kaya gini gue sendiri ya negthink kan " ucap Vina membuat Rara dan Lisa tertawa
" Namanya pacaran itu harus saling percaya Vin " ucap Lisa
" Nah itu Rara percaya sama kak Al, buktinya di boongin juga kan " ucap Vina keceplosan
" Ngapa loe bahas bahas gue , sialan " ucap Rara kesal
" Loe gak curiga sama kak Daniel Raa" tanya Vina
" Enggak vin , orang kak Daniel dingin kaya gitu siapa yang berani mendekat bisa bisa kedinginan , hahaha " jawab Rara
" Iya juga ya, kalau loe sendiri Lis gimana sama kak Revan?" tanya Lisa
" Emang kak Revan siapa gue, gue si bodo amat ya " jawab Lisa songong
" Dihh .. Gitu amat " ketus Vinaa
__ADS_1
*****
Happy Reading